Banyak yang bilang nikah butuh biaya besar, sampai 50-100 juta. Terus gimana kalau gaji masih UMR 2,3 juta? Apakah mustahil?
Jawabannya: Sangat mungkin, asal ada strateginya. Ini cara realistis yang dipakai banyak pasangan muda.
1. Hitung Dulu Kebutuhan Riil, Bukan Keinginan.
Jangan langsung patok 100 juta. Buat 2 pos: Wajib dan Opsional.
Wajib: KUA gratis, mahar, seserahan sederhana, syukuran kecil. Modal 15-25 juta sudah sangat layak.
Opsional: Gedung mewah, WO mahal, pre-wedding luar kota. Ini bisa ditunda atau disederhanakan.
Kesalahan terbesar adalah ingin terlihat mewah di satu hari, tapi ngutang bertahun-tahun.
2. Rumus 50-30-20 Versi Calon Pengantin.
Dari gaji UMR, coba pakai rumus ini:
- 50% untuk hidup (kos, makan, transport)
- 20% untuk tabungan nikah (Wajib auto-debet tanggal gajian)
- 30% untuk cicilan / pengembangan diri
Contoh gaji 2.300.000 x 20% = 460.000 per bulan. Dalam 2 tahun = 11 juta. Kalau berdua sama pasangan = 22 juta. Sudah cukup untuk nikah sederhana yang sah dan berkah.
3. Buka Rekening Terpisah Khusus Nikah
Jangan campur dengan rekening jajan. Buka tabungan digital seperti Bibit, Blu, atau Deposito BCA. Aktifkan fitur auto-debet. Lupakan rekening itu. Anggap gaji kamu cuma 80%-nya saja.
4. Tambah Penghasilan Tanpa Resign.
Daripada pusing minta naik gaji, manfaatkan skill. Kalau kamu jago nulis seperti di blog bernadaindo, bisa jadi freelance penulis artikel. Atau jadi admin online shop R-MAN Holiday Tour di akhir pekan. Tambahan 500 ribu - 1 juta per bulan sangat ngaruh.
5. Investasi Aman, Bukan Trading Beresiko.
Untuk dana nikah < 2 tahun, jangan masukkan ke saham gorengan atau crypto. Pilih yang aman: Reksa Dana Pasar Uang atau Emas Antam 0,5 gram tiap bulan. Lebih aman dan nilainya naik pelan-pelan.
Ingat, tujuan nabung nikah bukan pamer, tapi memulai hidup baru tanpa beban utang.(AwD).
Baca juga ini gan:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
#komentar sehat dan bertanggungjawab