Pariwisata di Bandung tercekik momok macet yang selalu jadi keluhan turis asing ketika sedang melancong di sini.
Jika sedang ramai lalu lintas terutama pada saat akhir pekan waktu tempuh dari pusat kota ke destinasi wisata utama kawasan Lembang saja bisa makan waktu satu sampai dua jam,padahal jika lalu lintas normal bisa sampai hanya dua puluh atau tiga puluh menit saja.
Apalagi jika tujuan wisata ke Ciwidey Rancabali,Situ Patenggang atau ke Pangalengan,pada saat macet memerlukan waktu tempuh dari pusat kota Bandung ke titik tujuan wisata bisa sampai dua atau tiga jam perjalanan.
Pada momen khusus seperti menjelang dan sesudah hari Lebaran atau libur panjang,waktu tempuh perjalanan tersebut bisa macet hingga lebih dari lima jam.
Padahal saat normal hanya perlu waktu satu jam saja.
Tentu saja hal ini membuat banyak turis mengeluh dan kecewa.Tak jarang mereka ketika tiba di destinasi penjualan tiket sudah ditutup karena terlalu sore.
Saat ini upaya perbaikan dan pelebaran tengah dilakukan di beberapa lokasi dan jalur jalan raya di Bandung dan sekitarnya.Terutama jalur jalan provinsi yang menjadi prioritas salah satu program Gubernur Dedi Mulyadi yang sedang berkuasa baru satu tahun di Jawa Barat.
Perbaikan tengah dilaksanakan meskipun belum merata ke semua wilayah,karena di beberapa lokasi status jalan banyak yang tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten atau malah jalan milik pemerintah Desa.
Sektor pariwisata menyumbang banyak pemasukan pendapatan pemerintah setempat, Kawasan wisata Bandung sangat menarik dan jadi destinasi pavorite bagi turis Asing asal Malaysia,Arab dan turis mancanegara lainnya.
Sangat perlu pembangunan jalan raya yang bagus,indah,aman dan nyaman dilakukan pemerintah.
Pariwisata menunjang dalam mengurangi pengangguran, meningkatkan pertumbuhan ekonomi,menjadi sumber pendapatan daerah dan menggairahkan usaha kecil menengah di tingkat lokal.
Pun sebagai sumber devisa negara yang rata-rata mereka menghabiskan waktu kunjungan di Kita antara tiga hari sampai ada yang tinggal dua puluh hari di Indonesia.
Salam.








