Bagi Anda yang sehari-hari menggunakan jalur toll sepanjang Bandung -Jakarta -Tangerang sampai ke Merak atau jalur Jawa Tengah, tentu pernah menyaksikan bagaimana armada Bus atau mobil besar berjalan lambat konstan di jalur cepat bukan untuk mendahului mobil di jalur tengah.
Sejatinya jalur cepat diperuntukkan bagi mobil yang akan menyalip mobil di jalur lambat.Setelah menyalip seharusnya kendaraan kembali ke jalur lambat untuk kemudian berjalan normal sesuai ketentuan kecepatan yang sudah ditentukan.
Saya termasuk yang hampir tiap hari menggunakan jalur toll untuk keperluan pekerjaan, hampir tiap hari menyaksikan ada sopir ( maaf,to#lol) mengemudi kendaraan besar,beban berat berjalan lambat di jalur cepat.
Mereka melaju dengan kecepatan sangat lambat,apalagi di jalan mendaki tapiii.,.sopir kurang baik itu menggunakan jalur cepat, sehingga pengguna lain terpaksa mengekor di belakangnya bahkan jadi padat merayap bisa lebih dari 2 atau 3 km hanya karena tersumbat oleh oknum sopir Bus yang egois.
Dia tak sadar bahwa cara mengemudi nya menyebabkan banyak orang lain di belakangnya jadi macet.
Padahal keperluan orang di belakangnya pada kendaraan yang tersumbat itu bermacam-macam keperluannya,,ada yang mengejar waktu jadwal penerbangan pesawat,ada yang mau masuk kantor dan keperluan penting lainnya.
Namun dia sang oknum sopir dengan ngeyel memakai jalur cepat dengan santainya,padahal di depannya jalur kosong sedangkan di belakang mengantri panjang kendaraan yang terpaksa ikut lambat tersumbat kendaraan" beliau"si sopir tak tahu diri.
Kalau sepuluh tahun yang lalu patroli jalan raya yang ada di setiap ruas tol banyak yang menilang mereka,namun setelah sekian lama Petugas patroli jarang saya lihat lagi mengejar mereka yang begini.
Entahlah apakah aparat petugas yang sedang berbenah memulihkan nama baik karena sering terdengar ada tilang yang jadi pungli oleh segelintir oknum petugas di masa lalu..,Jadi penyebab petugas PJR semakin jarang terlihat di ruas toll?
Sehingga para pemakai jalan toll seperti "bebas" menggunakan jalur baik untuk berjalan normal atau untuk menyalip.
Sering saya saksikan juga banyak oknum pengendara yang menyalip dari bahu jalan dengan kecepatan membahayakan.
Menyalip dari bahu jalan toll dalam keadaan normal tentu ini perbuatan berbahaya dan sangat bodoh.
Saya tak tahu pasti jawabannya.Apa penyebab perilaku pengendara yang demikian.
Keamanan dan ketertiban berkendara di jalan umum sepertinya belum semua pengendara memahami dan menjalani dengan baik.
Tidak jarang kecelakaan ada yang timbul dari sebagian perilaku sopir yang kurang baik.
Pembaca,hendaknya selalu berhati-hati ketika berkendara atau mengemudi kendaraan di jalan Toll ,jalur yang dirancang untuk berkendara lebih cepat dan tanpa hambatan dibanding jalan raya non toll.
Tentu saja kendaraan di jalan tol rata-rata melaju dengan tingkat kecepatan antara 80 sampai 100 km per jam bahkan bisa lebih.
Salam waspada dan tetap sabar jika bertemu dengan oknum pengendara lain yang kurang baik dan kurang tertib.
Salam.