ji

Rabu, 04 November 2026

Pengkhianatan Sang Sengkuni dalam Keseharian: Kenali Wajahnya di Sekitar Kita

Kalau dengar nama Sengkuni, apa yang ada di benak kita? Tokoh wayang yang licik, bermuka dua, pintar memutar kata, dan ahli dalam mengadu domba. Dalam cerita Mahabharata, dialah dalang di balik hancurnya keluarga besar Pandawa dan Kurawa. Dia tidak pernah angkat pedang sendiri, tapi dengan bisikannya, satu kerajaan bisa hancur berantakan.

Banyak orang mengira Sengkuni hanya ada di cerita wayang, di layar kelir semalam suntuk. Padahal kalau kita jeli, Sengkuni ada di sekitar kita. Hidup di keseharian kita. Bahkan mungkin, kita pernah bertemu dengannya kemarin.

Bedanya, Sengkuni zaman sekarang tidak pakai mahkota emas dan kain batik. Dia pakai baju kerja, pakai daster, pakai seragam karyawan, bahkan pakai status saudara.

Selasa, 03 November 2026

Waspada Pengkhianatan dari Lingkaran Dalam Usaha: Luka yang Tidak Terlihat Tapi Paling Sakit Bagi Pelaku UMKM

Pernah dengar cerita warung yang tiba-tiba sepi, toko yang tiba-tiba bangkrut padahal pembeli ramai? Kalau ditelusuri lebih dalam, penyebabnya seringkali bukan karena persaingan di luar, tapi karena pengkhianatan dari lingkaran dalam usaha itu sendiri.

Bagi kita pelaku UMKM, karyawan, partner, bahkan saudara sendiri adalah keluarga. Kita ajari dari nol, kita percaya pegang uang, kita kasih tau supplier termurah. Karena di UMKM, modal terbesar memang bukan uang, tapi kepercayaan.

Sayangnya, kepercayaan itulah yang paling sering disalahgunakan.

Ini bukan tulisan cerita untuk membuat kita jadi curiga kepada semua orang. Artikel ini adalah pengingat agar kita sebagai pemilik usaha bisa lebih waspada, lebih sistematis, agar usaha yang sudah dibangun dengan keringat tidak hancur dalam semalam.

Senin, 02 November 2026

Motivasi: Pintar Teori Payah di Praktek

Saya punya teman, sebut saja Tuan X, Sarjana Manajemen, IPK 3.8. Kalau ditanya teori marketing, dia hafal 4P, 7P, STP, funnel, AIDA. Kalau ditanya teori keuangan, dia jago baca laporan laba rugi dan segala hal tentang "per-ekonomian-manajerial-finansial" dan semacamnya,jago dweh.

Tapi sudah 2 tahun, usahanya tidak buka-buka. Kenapa? Karena dia masih sibuk bikin business plan 40 halaman.

Sementara Mang Ujang lulusan SMP, tidak tau apa itu 4P, tapi tiap pagi jam 5 sudah mangkal di Punclut, jualan susu murni. Omsetnya 900rb sehari.

Inilah penyakit anak muda pada umumnya: Pintar Teori, Payah di Praktek.

5 Mental Dasar Bisnis yang Wajib Dimiliki Pedagang Kecil dan Pengusaha

Dalam tulisan ini mungkin ada banyak ditemukan kata yang saya tulis- pengusaha atau wirausaha,dalam konteks makna yang saya maksud bisa saja berarti lebih sempit,untuk anak muda bisa berarti pula sebagai pedagang.

Pedagang atau pengusaha pemula mungkin butuh sedikit menyegarkan wawasan atau sekedar menambah inspirasi bagi aktivitas usaha kecilnya,maka saya rangkum topik usaha kecil ini dengan harapan semoga ada manfaatnya.

Juga,walaupun media blog saat ini termasuk medsos yang jadul dan kalah cepat dibanding media sosial lainnya.Atau mungkin pembaca blog ini Anda adalah pakar tentang usaha,tentang ilmu ekonomi dan sebagainya.Anda juga mungkin bukan pedagang kecil hehe.

Tapi semoga kumpulan artikel yang saya rangkum dan susun dari berbagai sumber ini, terutama sumber dari pengalaman hidup saya sendiri dan lingkunganku, bisa bermanfaat bagi siapa saja.Sama sekali saya tidak berniat untuk menggurui pembaca.

***

Banyak yang suka nanya ke saya: "Bro, modal 5 juta cukup nggak buat buka usaha di Bandung?"

Hubungan Kebiasaan Bangun Pagi dan Kesuksesan: Fakta atau Mitos?

Jam 4.30 pagi di Lembang itu dinginnya nusuk tulang. Tapi di jam itu, Mang Ujang sudah panasin susu, Teh Sari sudah ngadon cireng, saya sudah nyalain kompor buat kopi,Pak Amir sudah manasin mobil pickup nya dan ratusan pejuang serta pedagang atau pengusaha lainnya pun sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk kegiatan usahanya.

Dulu saya pikir orang sukses itu tidurnya sedikit. Ternyata salah. Orang sukses itu bukan tidurnya sedikit, tapi BANGUNNYA lebih pagi dari orang lain.

Pertanyaannya: Apakah ada hubungan nyata antara kebiasaan bangun pagi dan kesuksesan? Atau cuma mitos motivasi?

Ngukur Diri Sejak Muda: Cocok Jadi Wirausaha atau Karyawan?

Di umur 22, saya pernah nangis di kosan Dago. Teman-teman sudah jadi karyawan bank gajinya 7 juta, saya masih jualan cireng keliling Bandung yang kadang laku hanya 20 sampai 30 ribu saja sehari. Waktu itu saya mikir: "Apa saya salah jalan? Apa saya memang cocoknya jadi karyawan aja?"

Pertanyaan "cocok wirausaha atau karyawan?" ini menghantui hampir semua anak muda Bandung di 2026. Apalagi lihat TikTok, semua kelihatan enak jadi pengusaha. Padahal tidak semua orang cocok, dan itu tidak apa-apa.

Setelah 5 tahun ngerasain dua-duanya - pernah jadi karyawan travel 2 tahun, sekarang wirausaha 3 tahun - saya bikin tes jujur buat ngukur diri sejak muda. Jawab jujur ya.

1. Ngukur Dari Cara Kamu Menyikapi Kepastian.

Coba kita tengok ini adalah indikator paling jujur.

Kalau kamu tipe orang yang butuh kepastian: tanggal 25 gajian, jam kerja 09.00-17.00, kerjaan jelas ada SOP-nya. Kamu cemas kalau bulan depan tidak tau dapat uang berapa. Kalau begitu, kamu 80% cocok jadi KARYAWAN.

Minggu, 01 November 2026

Meniru Jenis Usaha Orang Lain Bolehkah?

Pernah nggak lihat tetangga buka kopi Lembang laku keras, seminggu kemudian di sebelahnya muncul 3 kopi lagi dengan konsep sama persis? Jujur aja, ini cerita kehidupan UMKM paling sering terjadi di sekitar kita.

Jualan Mie Bakso,kedai gorengan,warung nasi,kios cilok, batagor,konter hp, martabak atau jenis usaha apapun,sering terjadi banyak yang tiru meniru buka usaha dengan jenis yang sama.

Pertanyaannya: "Apakah meniru jenis usaha orang lain itu bolehkah? Takut dibilang nggak kreatif, takut dosa".

Disclaimer

Penyangkalan

Selamat Datang,Wilujeng Sumping Dulur.. Bersama ini ijinkan saya memberitahukan penyangkalan sebagai berikut: 1.Blog ini (http://bernadaindo...