Secara langsung tunai atau kontan alat pembayaran jual beli di kampung Indonesia tidaklah rakyat menggunakan uang dolar,itu benar dan tidak salah.
Tetapi pernyataan untuk tenang di tengah nilai tukar rupiah ke dollar lemah menembus angka 17.000 per 1 dolar Amerika tentu secara tidak langsung akan pengaruh paling tidak ke kenaikan banyak komoditas yang orang desa biasa dibeli.
Sejak terjadi perang timur tengah Iran dan Amerika meletus,rakyat level bawah sudah merasakan dampaknya.
Secara kasat mata harga beberapa komoditas dan bahan pokok sudah banyak yang harganya naik.
Gaya hidup orang kampung sekarang sudah berbeda sejak lama,kalau dahulu di kampung tidak memegang uang serupiah pun tak jadi masalah,sebab kebutuhan mereka hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan makanan dan sedikit kebutuhan sekunder.
Namun zaman berubah,(Apakah pak Presiden tidak tahu hal ini.....? Wallahu alam).
Zaman sudah berubah mister....!!
Di kampung sekarang hampir sama saja dengan orang kota,yaitu jika tak ada uang kontan maka sulitlah aktivitas sehari-hari mereka.
Di kampung sekarang pergi ke sekolah perlu ongkos,beli BBM,beli lauk pauk,beli pulsa,uang jajan anak,beli gas untuk kompor,bayar Listrik dan sebagainya.
Yang kesemuanya itu perlu uang tunai...! Dan itu semua berhubungan dengan naik turunnya harga-harga.Secara tidak langsung jika nilai tukar Rupiah ke Dollar Amerika payah tentu akan berpengaruh ke harga-harga jadi naik dan mahal...
Bla-bla-bla....dst..dst...yang sebenarnya ini semua kalangan sudah faham tentang itu.
Sebagai bagian dari warga kampung saya heran dengan pernyataan pemimpin kita itu.
Ya sudahlah,orang kampung memang betul tidak bertransaksi dengan menggunakan uang Dollar...tapi......! Cape dwech....!
Salam.