Minggu, 04 Desember 2011

Seperti Kecanduan TKI Migran Saudi Pulang Pergi

Menjadi TKI migran atau kasar katanya menjadi TKI pembantu atau sopir di Saudi  kadang ada suka dan ada dukanya.Berbagai berita duka dan suka silih berganti dan meramaikan fenomena per TKI an di Saudi,terutama TKI migran,TKI informal yang sebagain besar hanya mengandalkan otot saja.

Rekan TKI yang sudah masuk Saudi seolah kecanduan untuk setelah pulang ke Indonesia selalu pulang balik lagi bekerja di Saudi kembali.

Padahal bekerja di Saudi Arabia sebagai sopir rumahan atau pembantu rumah tangga sangat rentan dan riskan terhadap perlindungan keamanan diri,terbatasnya komunikasi dengan dunia luar serta jarangnya berinteraksi sosial, menjadi warna kehidupan sehari-hari seolah Terpenjara,tetapi tetap saja menjadi TKI migran di Saudi seolah punya magnet untuk menarik eks-eks atau mantan TKI untuk kembali lagi ke sini ,Saudi Arabia.

Salahsatu sebabnya karena susahnya tenaga mereka terserap oleh lapangan kerja di dalam negeri,kalaupun mereka bisa bekerja di Indonesia tetapi gajinya tidak sebanding dengan gaji TKI sebagai sopir atau PRT di Saudi.

Para sopir dan PRT yang mantan Saudi ketika sudah tiba di Indonesia menjadi canggung untuk sekedar membuka usaha atau berwiraswasta,karena ketinggalan informasi bisnisnya atau jikalau bekerja sebagai buruh sejenis pun mereka selalu membandingkan gajinya dengan gaji ketika bekerja di Saudi.

Kenyataan membuktikan bahwa bekerja menjadi sopir dan PRT di Saudi adalah lebih baik gajinya dibanding dengan gaji dalam negeri dengan macam kerja serupa.

Meskipun sebenarnya jikalau merasakan bahwa harga diri di Saudi sebagai sopir atau pembantu kurang penghargaannya, tetapi urusan perut diri sendiri dan keluarganya di tanah air memang menjadi sebuah dilema.Harga diripun seolah diabaikan,kebanyakan membuat prinsip, tak apalah berakit-rakit dahulu ,mudah-mudahan senang di kemudian hari.

Harapan TKI Saudi semoga di hari ke depannya mereka mendapat modal yang cukup untuk membuka suatu bentuk usaha dan atau malah hanya berpikir pendek saja ,yaitu asal kebutuhan keluarga hari ini tercukupi mereka menggadaikan harga diri sekalipun sebagai kuli di negeri Saudi.

Seperti kata rekan Sopir TKI asal Sukabumi,Haji Usep berikut : "Saya bukan kecanduan tetapi terpaksa pulang pergi jadi TKI Sopir di saudi,karena anak saya udah tiga orang,satu kuliah,satu SLTA satu SMP,membutuhkan biaya total sekitar Dua Juta Rupiah setiap bulannya,kalau saya nyopir angkot di Indonesia,angka tersebut tidak bisa terpenuhi,ditambah kalau kerja disini kita jadi terpaksa tidak banyak pengeluaran karena "dipenjara" dengan jam kerja yang harus ready 18 jam sehari ,'.

Terlalu banyak kalau mau ditulis tentang semua ini,tulisan ini hanyalah mengulas sebagian saja masalah sisi kehidupan yang terlalu besar untuk di ulas tentang Buruh Migran Saudi.


Pembaca selamat siang.Terima kasih telah mampir di blog yang hampir vakum sebulan penuh karena saya tak bisa meng up date posting baru.

Selamat berkarya.
Teman mampir ya ke sini :

http://www.kompasiana.com/wierodjampang

Sabtu, 15 Oktober 2011

Aku,lapakku My Blog dan Facebook

Sudah hampir satu bulan penuh saya tak mengisi "lapak"saya ini,sebenarnya tak sibuk-sibuk amat,tetapi tidak tahulah,mood itu selalu tak datang.Mungkin karena saya juga lebih tertarik hanya untuk komentar sana-sini,atau login masuk komunitas lainnya.Karena aku butuh pengalaman dan jam terbang di dunia maya ini,yang bagiku memang masih awam dan meraba-raba ibaratnya,secara otodidak.

Kali ini setelah saya suntuk,ngenet di facebook,hari ini aku sungkan dan malas untuk login ke FB,karena ada sesuatu hal yang membuat saya agak malas untuk ber FB ria.Bukan saja karena aku kangen untuk menjenguk my blog atau lapakku ini,tetapi juga ada sebagian saat yang aku kadang jengah dan suntuk untuk ber FB.

Ngenet di facebook memang asyik,selain interaksinya lebih cepat dan kita layaknya chatting,bisa dengan cepat mengakses akun teman,dan teman kita kita juga demikian,namun akhir-akhir ini aku suntuk saja,karena setelah menulis status selalu saja ada yang nyapa di Chatting nya,tentu saja kalau sekedar nyapa atau berchatria tak mengapa,satu dua komentar lalu pergi dan berlalu.Tetapi yang membuat aku selalu suntuk dan setengah kesal adalah selalu saja ada teman yang menjrus ke hal-yang lebih jauh.

Hal lebih jauhnya yaitu selalu ingin berpacaran di dumay,pada awalnya saya suka-suka aja,lebih tepatnya enjoy aja,malah aku komen juga dengan senang hati,setelah sepuluh sampai duapuluh buah komentar lalu berlalu denga enjoy dan berakhir dengan "bahagia".Namun entah bagaimana asalnya aku akhir-akhir ini selalu merasa berdosa pada keluargaku dan keluarganya,karena aku beranggapan bahwa berkata-kata mesra dan seolah-olah kita berpacaran meskipun di dunia maya (dumay),dan itu aku beranggapan aku telah selingkuh.

Hal inilah yang membuatku selalu gusar,kadang aku didalam chatting tersebut hanyalah berbasa-basi saja,di dalam hati yang terdalam aku merasa berdosa pada keluarga,terutama pada istriku.Apakah ini salah?,ya menurutku adalah salah,karena chatting dengan kata-kata komentar yang seolah-selayaknya perbincangan dua sejoli kekasih yang sedang berkasih-kasihan.

Aku sok "ALIM"
Ya mungkin dalam hal ini bukan masalah sok atau tidak sok alim,belagu taqwa dan lain-lain.Namun ada sesuatu yang penting yang harus di pikirkan.Yaitu apakah pantas saya yang sudah beristeri,berkeluarga,beranak dua,masih berperillaku macam begitu,meskipun itu mungkin hanya sekedar chat di dunia maya internet.


Tentu saja jawabannya harus begini,Tidak pantas,karena meskipun kelihatannya seperti bercanda tetapi candaannya itu sudah tidak bermoral dan sudah melewati batas sebagai candaan.Pelajaran yang kuambil sebagai hal yang aku anggap penting adalah meluruskan kembali niat untuk hanya bersilaturahmi dan menjalin persahabatan yang kalau di dunia nyata secara fisik kita terbatas dengan jarak,ruang dan waktu.


Sekeping catatan buat sendiri,mudah-mudahan bermanfaat juga bagi rekan pembaca,terima kasih sudah mampir di blog sederhana ini,Ibarat warteg "sederhana"pada umumnya lapakku ini beginilah,apa adanya karena yang empunya,yaitu saya juga hanya orang yang sederhana secara ilmu maupun yang lainnya,Akan tetapi suungguh tiada kerugian kalau kita saing berbagi pengalaman,walaupun pengalaman yang kecil dari saya,dan anda tentunya bisa mendapatkan dan belajar yang lebih okedari rekan-rekan yang lainnya,terutama yang sangat berkompeten sekali denga dunia tulis menulis.


Selamat malam,selamat berjuang semua.Berjuang untuk Hidup.
Semoga Selalu dalam berkahNya,amin.

Terpopuler