Kamis, 26 Maret 2026

Mudik Wajib Tajir ?

Arus mudik dari arah Jakarta dan kota-kota besar lainnya menuju kawasan kampung setiap lebaran selalu padat bahkan macet dan ramai.

Mudik atau berlebaran di kampung memang sangat istimewa dan berkesan,terutama bagi putra daerah yang merantau di kota kemudian sukses bisa menghasilkan uang hidup mapan merupakan sesuatu yang tidak dapat dirangkai kata untuk perasaan bahagia ketika mudik dan lebaran di kampung kelahiran.

Apalagi bila kedua orang tua masih ada,sanak famili masih hidup dan ikut berkumpul selepas salat Id, merupakan momen yang berkesan dan akan selalu terkenang sepanjang masa.

Acara kumpul keluarga utama misalnya diramaikan oleh putra puteri saudara di rumah orang tua atau mertua yang mereka sekarang dipanggil kakek atau nenek.

Setelah acara sungkeman ke orang tua lanjut saling salam antar anak menantu duh indahnya.

Lanjut acara makan bersama ramai anak cucu cicit hingar bingar tapi sangat indah dan suasana bahagia dalam kebersamaan.

Lalu kalau zaman sekarang diteruskan dengan berbagi amplop ang Pau berisi duit baru saling silang dari masing-masing orang tuanya diberikan kepada anak cucu sepupu dan keluarga yang hadir.

Senyuman bahagia tersungging di bibir dan hati mereka,dan kakek nenek sebagai tuan rumah dadanya sesak menahan haru dan syukur tak terhingga menyaksikan adegan syorga di depan mata.

Ya, suasana demikian terjadi jika semua anggota keluarga besar sedang dalam kondisi baik-baik saja.

Baik secara kesehatan dan tak kalah penting sedang dalam kondisi keuangan mereka tajir melintir,pegang uang yang cukup.

Pegang uang dari hasil usaha di kota,baik dari keuntungan bisnis atau THR bagi karyawan atau pegawai.

Uang bukan segalanya tetapi uang bisa membuat suasana lebaran jadi lebih bahagia.

Yang kebetulan saat lebaran belum beruntung memegang uang cukup,yah terpaksa suasana lebaran nya sedikit berkurang rasa bahagianya dibanding keluarga besar yang sedang sama-sama sukses.

Mungkin rasa bersyukur saja yang bisa mengobati rasa kurang keuangan saat lebaran tiba.

Lebaran dan mudik musti tajir?

Tentu jawabannya harus! Harus banyak uang dong!

Makanya semangat terus dalam menjemput rezeki dengan cara benar dan halal.Agar suasana lebaran lebih sempurna ketika berkumpul dan berbahagia bersama keluarga besar tercinta di kampung.

*****

Minal aidzin walfaidzin 

Selamat lebaran 1447 H.Admin mohon m@f lahir batin.


Kamis, 19 Maret 2026

Idul Fitri 2026 Jatuh Pada Sabtu 21 Maret

Keputusan Sidang penentuan 1 Syawal 1447 H tadi petang Kamis,19 Maret 2026 menetapkan bahwa 1 Syawal tahun ini jatuh pada Sabtu,21 Maret 2026.

Eid Mubarak 
Mohon maaf lahir dan batin.

Minggu, 15 Maret 2026

Hindari Hal Konyol untuk Keselamatan

Dalam segala hal apapun terkadang banyak perilaku atau perbuatan konyol dilakukan kita orang.Yaitu suatu hal yang apabila dilakukan bisa berakibat buruk,yang padahal hal tersebut tidak perlu sangat atau tidak penting untuk dilakukan.

Contohnya seorang pemain bola,bahkan mereka yang berstatus pemain bintang dan profesional,sering terjadi adegan konyol seperti menarik baju atau celana lawan duel perebutan bola,yaitu ketika bola sudah berhasil direbut lawannya lalu lari membawa bola,dan di saat inilah tindakan konyol suka terjadi, dengan cara menarik baju lawan.Dan tentu saja akan berbuah kartu kuning serta free kick untuk pihak lawan.

Padahal,hal tersebut tidak perlu dilakukan apalagi dalam daerah yang masih aman dari serangan lawan,yang jika sang lawan duel perebutan bola itu bisa menguasai bola selanjutnya,toh masih ada teman kita yang bisa mempertahankan langkah lawan tersebut.

Tapi yaitulah kadang situasi dan kondisi bahkan mungkin kebiasaan masing-masing pemain bisa jadi penyebab kekonyolan tersebut.

Lalu di jalan tol misalnya,banyak pengemudi yang suka sekali memakai jalur darurat bahu jalan untuk menyalip kendaraan di depannya walaupun di jalur cepat sebelah kanan kosong atau memungkinkan manuver menyalip darri jalur cepat.

Tapi yaitulah karena kebiasaan bahkan mungkin sudah ada yang maniac bahu jalan,sehingga faktor keselamatan sendiri pun diabaikan.

Bahaya menyalip dari bahu jalan sangat banyak,selain jalurnya sempit mungkin hanya 200cm an lebarnya juga bisa saja sedang ada mobil lain yang mogok atau ada benda darurat lainnya.

Tentu berbahaya termasuk bisa saja sopir di jalur lambat tak melihat spion kiri bagian bahu jalan dengan baik.

Kekonyolan tersebut di atas bisa menjadi penyebab terjadinya kecelakaan yang bisa membunuh pengemudinya dan pihak lain.

Contoh lain misalnya ketika mengemudi di jalan raya ugal-ugalan.Zigzag kiri kanan,serempet sana sini,potong kanan kiri secara mendadak, knalpot brong ala balapan di sirkuit, kelayakan kendaraan yang tak layak jalan,itu suatu kekonyolan yang juga berpotensi merugikan diri sendiri dan orang lain.

Perilaku demikian bisa membuat dia celaka dan merugikan orang lain,baik terjadi menabrak atau ditabrak pengemudi lain yang tidak bersalah.

Gaya mengemudi demikian sangat rendah etika,bahkan mungkin bisa disebut kurang moral atau lebih ekstrim bisa disebut gaya mengemudi "tak punya otak",

Hal konyol demikian sebaiknya dihindari untuk keselamatan bersama.Ingat kita hidup tidak sendirian,ada orang tua,saudara,anak istri atau suami menunggu kedatangan dengan selamat di rumah.

Banyak sekali contoh kekonyolan yang bisa kita lihat di lingkungan bahkan di diri sendiri.

Jangan sampai hidup dan waktu kita rugi atau rusak hanya dengan melakukan hal-hal konyol yang seharusnya bisa kita hindari,sangat tidak perlu untuk melakukan nya.

Semoga kita semua selalu diberi kesadaran untuk tetap hidup waras.

Terpopuler