Jumat, 22 Mei 2026

Oknum yang Hobi jadi Perusuh

Hampir dalam setiap even yang melibatkan pergerakan massa di tanah air banyak terjadi kerusuhan,baik rusuh skala kecil bahkan beberapa kasus terjadi kerusuhan besar dan banyak memakan korban.

Di suasana hajatan saja yang nota bene sebagian besar yang hadir terdiri dari kerabat,teman kerja atau kenalan keluarga pengantin bisa terjadi kerusuhan,perkelahian dan semacamnya.

Ketika konser musik atau kumpulan kampanye kerusuhan suka terjadi meskipun yang hadir masih satu komunitas atau bahkan satu kepentingan yaitu menonton atau mendukung orang atau partai yang sama.

Di mana saja bila terjadi kerumunan selalu berpotensi kerusuhan fisik perkelahian.

Tidak terkecuali di dunia olahraga,dimana pada event olahraga sikap sportifitas seharusnya dijunjung tinggi.

Namun tidak berlaku bagi oknum yang suka jadi perusuh,mereka tak memandang sedang dimana dan bagaimana,oknum perusuh memang sukanya membuat kerusuhan.

Motif mereka jadi perusuh bermacam-macam ada yang memang berasal dari niat sendiri karena terlalu kecewa atau bentuk protes atas sebuah situasi.

Yang lebih berbahaya ketika perusuh sudah ada yang mendalangi,lebih berbahaya dan bisa merebak lebih luas bahkan bisa menganggu keamanan dan ketertiban umum yang lebih luas.

Pada konvoi euforia juara klub sepakbola Persib di kota Bandung misalnya,ketika usai pertandingan yang menjadikan Persib juara para Bobotoh biasanya spontan turun ke jalan dan pawai secara random dengan rute yang tidak teratur ,spontan saja belum konvoi resmi yang diarahkan panitia.

Di situasi inilah suka terjadi kerusuhan antar peserta acak bertemu di jalan bersinggungan atau tabrakan kecil bisa menjadi penyulut kerusuhan.

Atau bahkan disinyalir ada orang jahat tertentu yang ikut memanfaatkan kerumunan ramai untuk niat jahat mereka,biasanya mereka membuat rusuh di jalan raya lalu membegal motor korban.

Untuk itu waspada selalu bila kita sedang ada di kerumunan pada suatu even atau acara yang melibatkan kumpulan orang banyak.

Waspada adalah sikap hati-hati dan tenang sadar akan situasi dan kondisi ketika kita sedang mengikuti acara dl keramaian yang melibatkan banyak orang.

Waspada bukan curiga tapi hati-hati hati dan sadar bahwa di antara orang banyak itu di sebuah acara,suka ada oknum pengikut yang jadi perusuh.

Terimakasih sudah membaca.(Ang'S)

Bandung Besok Siap-siap Pesta Persib

Pertandingan terakhir liga super Indonesia tahun ini bagi Persib vs Persijap Jepara di kandang Persib,sangat menentukan jika Persib menang maka juara tiga kali berturut-turut (hattrick) terjadi.

Dan semua Bobotoh pendukung Persib berharap pertandingan besok bisa menang.

Jika menang, siap-siap jalanan utama pusat kota Bandung akan dipenuhi oleh pesta kemenangan di seluruh ruas jalan kota.

Tanding ke 34 dari 34 putaran Sabtu,23 Mei 2026 pukul :16.00 tempat Stadion GBLA Bandung.

Jika anda akan melakukan perjalanan keperluan pribadi mungkin besok malam Minggu lebih baik hindari berkendara lewat jalan flyover Pasopati,Jl Cihampelas,jalan Merdeka, Sulanjana,Jalan Asia Afrika,Braga, Alun-alun,Oto Iskandar Dinata, dan sekitar itu.

Tapi jika ingin ikut konvoi dan nonton kirab jika ramai bersama keluarga cukup nonton di depan alun-alun saja.

Jika juara lagi, kemungkinan hari Minggu pesta juara biasanya berlanjut hingga malam Senin.

Untuk teman yang mau piknik ke Bandung besok Sabtu dan Minggu pasti ada kemacetan di semua jalur menuju pusat kota.

Mungkin lebih baik memilih nginap di Lembang atau di Ciwidey jika tak berminat nonton pesta juara Persib.

Selamat pagi.   

Kamis, 21 Mei 2026

Orang Kampung Tak Pakai Dolar ?

Secara langsung tunai atau kontan alat pembayaran jual beli di kampung Indonesia tidaklah rakyat menggunakan uang dolar,itu benar dan tidak salah.

Tetapi pernyataan untuk tenang di tengah nilai tukar rupiah ke dollar lemah menembus angka 17.000 per 1 dolar Amerika tentu secara tidak langsung akan pengaruh paling tidak ke kenaikan banyak komoditas yang orang desa biasa dibeli.

Sejak terjadi perang timur tengah Iran dan Amerika meletus,rakyat level bawah sudah merasakan dampaknya.

Secara kasat mata harga beberapa komoditas dan bahan pokok sudah banyak yang harganya naik.

Gaya hidup orang kampung sekarang sudah berbeda sejak lama,kalau dahulu di kampung tidak memegang uang serupiah pun tak jadi masalah,sebab kebutuhan mereka hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan makanan dan sedikit kebutuhan sekunder.

Namun zaman berubah,(Apakah pak Presiden tidak tahu hal ini.....? Wallahu alam).

Zaman sudah berubah mister....!!

Di kampung sekarang hampir sama saja dengan orang kota,yaitu jika tak ada uang kontan maka sulitlah aktivitas sehari-hari mereka.

Di kampung sekarang pergi ke sekolah perlu ongkos,beli BBM,beli lauk pauk,beli pulsa,uang jajan anak,beli gas untuk kompor,bayar Listrik dan sebagainya.

Yang kesemuanya itu perlu uang tunai...! Dan itu semua berhubungan dengan naik turunnya harga-harga.Secara tidak langsung jika nilai tukar Rupiah ke Dollar Amerika payah tentu akan berpengaruh ke harga-harga jadi naik dan mahal...

Bla-bla-bla....dst..dst...yang sebenarnya ini semua kalangan sudah faham tentang itu.

Sebagai bagian dari warga kampung saya heran dengan pernyataan pemimpin kita itu.

Ya sudahlah,orang kampung memang betul tidak bertransaksi dengan menggunakan uang Dollar...tapi......! Cape dwech....!

Salam.

Terpopuler