Jumat, 24 Mei 2013

Bahaya Pemantik Api di Mobil

Saya kira semua pembaca sudah tahu,jenis korek api gas yang lumrah digunakan zaman ini.Pemantik berbahan bakar gas untuk menyalakan kompor,menyalakan rokok dan sebagainya.

Patut waspada,jika Anda seorang perokok tentu akan selalu membawa pemantik api gas ini,kemanapaun termasuk ke dalam mobil ketika sedang bepergian.Bahaya meledak bisa mengancam keselamatan berkendara kita.

Untuk menghindari bahaya kebakaran di mobil karena pemantik api (korep api gas meledak) disarankan paling tidak sikapi dengan tindakan berikut:

1.Tidak menggunakan korek api gas yang berkualitas murahan,kualitas gerigi pemantik yang mudah rusak atau botol plastiknya yang mudah pecah.

2.Pakailah korek api yang sudah berstandar dari SNI dan ISO.Memang harganya sedikit mahal,tetapi kulitasnya lebih baik dan lebih aman.

3.Jangan taruh atau simpan korek api jenis apapun di dashboard mobil atau di laci dashboard dan tenpat yang tertimpa langsung sinar matahari.

4.Tempat paling aman menyimpan korek api di mobil adalah di saku baju saja.

5.Hati-hati ketika suhuh udara atau tertimpa panas yang tinggi,tekanan gas akan meninggi dan berkemungkinan pecah serta menimbulkan percikan api,Dan ini berbahaya,bisa mengakibatkan kebakaran.

6.Lebih baik jika di mobil jangan menyimpan barang yang satu ini,baik di laci,di kotak pernik-pernik mobil atau di bagasi,Apalagi disimpan di bagian depan mobil yang terkenan sinar Matahari langsung.

Waspada terus gan,karena hal kecil seperti ini bisa membahayakan dan mengancam keselamatan perjalanan kita.Termasuk menyimpan korek api gas di dapur pun,untuk pemantik api di dapur akan lebih aman jika anda menggunakan pemantik api khusus penyala kompor yang berbentuk pistol,terbuat dari bahan logam atau besi karena jenis ini hanya berisi pemantik api saja (magnet) saja tidak ada gas di barangnya.

Selamat siang semuanya...!

Senin, 20 Mei 2013

Ketika Dikecewakan Pasangan Hidup ?

Suatu waktu adik-adik pembaca yang belum menikah pasti akan menemukan jodohnya.Jika kehidupan Anda normal pasti menikah lalu hidup bersama melewatkan masa di dunia ini bersama si dia pasangan pilihan Anda,jodoh pemberian Tuhan.

Atau bagi pembaca yang sudah menikah,tentu saja catatan ringan ini akan semakin mudah dicerna,karena kita-kita yang sudah lanjut usia sudah mengalami,bagaimana asam garam dan pahit manisnya hidup bersama dengan isteri atau suami kita.

Suatu saat,dalam hidup bersama itu akan pernah kita dikecewakan,atau mungkin saja pernah dikecewakan oleh pasangan kita,apapun bentuk dan macamnya.

Ketika saat dikecewakan oleh pasangan hidup inilah adalah suatu hal yang paling menyakitkan,sakitnya konon melebihi rasa pahit jika dikecewakan oleh orang yang bukan sebagai pasangan hidup.

Rasa tidak puas dan kecewa yang paling banyak dialami orang yang sudah berpasangan hidupnya salah satunya adalah "Pengkhianatan".Berbagai macam pengkhianatan,misalnya : pasangan kita khianat,mengkhianati,membohongi dan melakukan wanprestasi terhadapa komitmen awal ketika berjanji setia sehidup semati saat menikah dahulu.

Tentu saja termasuk juga pengkhianatan-pengkhianatan kecil dan besar lainnya.Yang jelas,kesemuanya membuahkan kekecewaan!

***
Seperti di ulasan sebelumnya topik kecewa postingan kemarin,tak ada obat yang mujaran bagi penyembuhan rasa kecewa di hati selain dengan 'belajar terus menyadari' dan menafakuri diri sendiri,terus bercermin diri dan melakukan segala usaha pencerahan-pencerahan intern,diri sendiri.

Cerahkan hati dengan mempertebal keimanan,isi diri dengan ilmu dan pengetahuan tentang penyadaran diri,sirami rokhani dengan siraman pendingin kalbu,bergaul dengan orang-orang yang positif,cari berbagai jenis pencerahan hati dan pikiran untuk membuat semua kehidupan kita mendekati sadar diri.Menyadari kesalahan dan kealfaan diri di masa lalu.

Hal yang paling instan untuk belajar selalu sadar diri dengan tanpa terus kita menyalahkan pihak lain dan diri kita adalah,menyadari adanya kebenaran dengan fakta " hukum karma',hukum alam pembalasan dosa-dosa yang dibalas ketika saat ini waktu masih hidup di dunia.

Jika kita moslem (umat Islam) sangat meyakini bahwa ,".....hal apapun kebaikan atau keburukan yang telah kita perbuat,semuanya tidak akan ada yang lepas dari semua perhitungan aturan Tuhan yang Maha Adil.....kebaikan sebesar biji gandum pun maka akan dibalas dengan pahala atau kebaikan,dan sebaliknya keburukan,amal buruk yang telah diperbuat kita,sebesar apapun perbuatan buruk itu,niscaya akan berbalas keburukan juga,...hanya tinggal masalah waktu saja..".

Semua balasan "karma' itu hanyalah masalah waktu saja,perbuatan buruk kita akan dibalas dan dirasakan akibat buruknya secara kontan setelah berbuat buruk.atau ditangguhkan satu jam,dua jam,seminggu atau sebulan atau dibiarkan dulu bertahun-tahun kemudian.Namun yakinlah pembalasan itu akan terjadi,cepat atau lambat !

Hukum Tuhan adalah yang seadil-adilnya hukum.Hukum Tuhan di dunia tentu saja berjalan sesuai dengan sunatulah (tradisi alamiah Allah) bentuk dan jenisnya.Yaitu bisa berupa pembalasan yang serupa pula dengan perbuatan buruk yang pernah kita lakukan di masa lalu ke orang lain.

***
Begitupun jika kita saat ini atau suatu hari nanti,terjadi dikecewakan pasangan atau teman Anda,artinya apa..? Artinya suatu waktu di masa lalu kita pernah 'mengecewakan' orang lain.Sadarilah itu semoga menjadi sebuah tebusan dosa-dosa agar nanti di akhirat tidak disiksa lagi,(menurut keyakinan kami umat Islam).

Jika disikapi dengan benar,rasa kecewa dari perbuatan pasangan kita yang mengecewakan saat ini,misalnya,maka itu semua adalah buah dari dosa-dosa kita pada masa lalu.Obatnya ? Segera sadar diri ,bertaubat dan tidak menyalahkan terus kepada pihak lain.Disarankan terus banyak berdoa agar selalu diberi Hidayah dan Taufik oleh Allah SW,kepada semua pihak yang mengecewakan dan yang dikecewakan.

Wallahualam.

Disarikan dari berbagai sumber,semoga bermanfaat.

Minggu, 19 Mei 2013

Duh! Pernahkan Anda Kecewa ?

Kecewa adalah perasaan tidak puas di hati karena tidak sesuai dengan keinginan.Harapan tidak sesuai dengan kenyataan atau ada suatu cela dan kekurangan ketika mencapainya.

Hal kecil saja misalnya,ketika Anda salah model dicukur atau dipangkas rambut di Salon langganan atau dicukur teman.Model yang terjadi setelah dipangkas rambut Anda tidak sesuai dengan keinginan yang kita idamkan.

Atau kecewa ketika membeli baju baru ternyata ukuran dan modelnya kurang pas ketika dikenakan di rumah,padahal ketika di toko warnaya bagus karena permainan warna sorot lampu toko.

Atau ketika membeli gadget,handphone lalu ada fitur atau keypad yang rusak,maka Anda pasti kecewa.Tidak jarang yang langsung mengembalikan atau malah membantingnya ke lantai,rusak dan puas kecewa sedikit terobati.Tetapi malah mangkel tetap saja singgah di hati.

Atau ketika janjian pertemuan dengan sang kekasih yang tidak ditepati,janji palsu calon pasangan Anda,atau janji yang tidak ditepati partner bisnis dan kolega Anda dan sebagainya.

Semuanya berbuah kekecewaan,tidak puas di hati dan beberapa orang lalu jadi bahan pikiran yang berlarut-larut.

Inilah yang lantas menjadi persoalan.Kekecewaan yang tidak bisa lekas terobati,jika tidak segera dikelola dengan benar,perasaan kecewa akan menambah beban pikiran jadi banyak dan semakin ruwet isi kepala.

Ketika kita dikecewakan oleh orang lain,atau malahan kecewa dengan tindakan bodoh diri sendiri misalnya,segera kita menyadari bahwa semua kekecewaan itu adalah hasil kebodohan diri sendiri.Tidak ada yang harus disalahkan dengan membabibuta aplagi terlalu menyalahkan pihak lain atau lingkungan.

Kekecewaan yang melanda kita adalah sebagian besar penyebabnya adalah diri sendiri.Entah itu karena dosa-dosa kita di masa lalu,kebodohan dan kekurangtahuan kita,tingkat kewaspadaan kita masih kurang dan mungkin saja kita sudah terlalu banyak mengecewakan orang lain tanpa pernh disadari selama ini.

Berapa kali kita pernah kecewa di hati,dan hitung juga berapa kali sesungguhnya kita pernah mengecewakan orang lain baik dengan sengaja maupun tidak sengaja.

Jika saat ini kita sedang dilanda rasa kecewa...? Tak ada obat yang bisa mengobati kekecewaan itu dengan mujarab,selain dengan coba menafakuri diri saja,bahwa sesungguhnya kecewa saat ini adalah buah dari sikap dan tindakan kita pernah suatu waktu atau malah sering pernah mengecewakan orang lain.Sadar atau tidak sadar,kecil ataupun besar kita mengecewakannya.

Selamat malam.

Terpopuler