Jumat, 22 Mei 2026

Bandung Besok Siap-siap Pesta Persib

Pertandingan terakhir liga super Indonesia tahun ini bagi Persib vs Persijap Jepara di kandang Persib,sangat menentukan jika Persib menang maka juara tiga kali berturut-turut (hattrick) terjadi.

Dan semua Bobotoh pendukung Persib berharap pertandingan besok bisa menang.

Jika menang, siap-siap jalanan utama pusat kota Bandung akan dipenuhi oleh pesta kemenangan di seluruh ruas jalan kota.

Tanding ke 34 dari 34 putaran Sabtu,23 Mei 2026 pukul :16.00 tempat Stadion GBLA Bandung.

Jika anda akan melakukan perjalanan keperluan pribadi mungkin besok malam Minggu lebih baik hindari berkendara lewat jalan flyover Pasopati,Jl Cihampelas,jalan Merdeka, Sulanjana,Jalan Asia Afrika,Braga, Alun-alun,Oto Iskandar Dinata, dan sekitar itu.

Tapi jika ingin ikut konvoi dan nonton kirab jika ramai bersama keluarga cukup nonton di depan alun-alun saja.

Jika juara lagi, kemungkinan hari Minggu pesta juara biasanya berlanjut hingga malam Senin.

Untuk teman yang mau piknik ke Bandung besok Sabtu dan Minggu pasti ada kemacetan di semua jalur menuju pusat kota.

Mungkin lebih baik memilih nginap di Lembang atau di Ciwidey jika tak berminat nonton pesta juara Persib.

Selamat pagi.   

Kamis, 21 Mei 2026

Orang Kampung Tak Pakai Dolar ?

Secara langsung tunai atau kontan alat pembayaran jual beli di kampung Indonesia tidaklah rakyat menggunakan uang dolar,itu benar dan tidak salah.

Tetapi pernyataan untuk tenang di tengah nilai tukar rupiah ke dollar lemah menembus angka 17.000 per 1 dolar Amerika tentu secara tidak langsung akan pengaruh paling tidak ke kenaikan banyak komoditas yang orang desa biasa dibeli.

Sejak terjadi perang timur tengah Iran dan Amerika meletus,rakyat level bawah sudah merasakan dampaknya.

Secara kasat mata harga beberapa komoditas dan bahan pokok sudah banyak yang harganya naik.

Gaya hidup orang kampung sekarang sudah berbeda sejak lama,kalau dahulu di kampung tidak memegang uang serupiah pun tak jadi masalah,sebab kebutuhan mereka hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan makanan dan sedikit kebutuhan sekunder.

Namun zaman berubah,(Apakah pak Presiden tidak tahu hal ini.....? Wallahu alam).

Zaman sudah berubah mister....!!

Di kampung sekarang hampir sama saja dengan orang kota,yaitu jika tak ada uang kontan maka sulitlah aktivitas sehari-hari mereka.

Di kampung sekarang pergi ke sekolah perlu ongkos,beli BBM,beli lauk pauk,beli pulsa,uang jajan anak,beli gas untuk kompor,bayar Listrik dan sebagainya.

Yang kesemuanya itu perlu uang tunai...! Dan itu semua berhubungan dengan naik turunnya harga-harga.Secara tidak langsung jika nilai tukar Rupiah ke Dollar Amerika payah tentu akan berpengaruh ke harga-harga jadi naik dan mahal...

Bla-bla-bla....dst..dst...yang sebenarnya ini semua kalangan sudah faham tentang itu.

Sebagai bagian dari warga kampung saya heran dengan pernyataan pemimpin kita itu.

Ya sudahlah,orang kampung memang betul tidak bertransaksi dengan menggunakan uang Dollar...tapi......! Cape dwech....!

Salam.

Kamis, 14 Mei 2026

Ekonomi di Kenyataan Sehari-hari

Jika secara global ekonomi bangsa angkanya sering dinyatakan pejabat naik dan bertumbuh,itu menggembirakan kabar untuk di atas permukaan.

Angka pertumbuhan dan perekonomian secara umum negara termasuk bagus dan bisa menarik investor datang ke tanah air untuk ikut usaha di sini.

Namun di Kenyataan tingkat bawah apakah bagus dan baik?

Kenyataan UMKM terutama usaha kecil sebagian besar megap- megap.Daya beli cenderung lemah dan pedagang kecil atau pengusaha kecil banyak yang usahanya asal hidup dengan kondisi usaha kurang sehat.

Usaha kecil kurang sehat bahkan banyak yang status sakit.

Usaha mereka tidak bangkrut namun hutang terus bertambah sementara keuntungan sedikit atau bahkan merugi.

Usaha buka terus tapi untung tidak ada.

Pedagang pisang di kios pasar tradisional misalnya,tiap hari masih buka dan berdagang tetapi omset hariannya menurun,banyak pedagang untuk operasional dan belanja barang baru hasil dari meminjam sana- sini agar hidup terus berjalan.

Pedagang sayur kecil,penjual buah,pedagang baju, pedagang sandal,sepatu,dan komoditas lainnya di level kecil bahkan level menengah banyak yang bertahan karena meminjam uang lagi untuk menyuntik dana usaha mereka.

Jadi mereka bisa tetap jualan bukan karena dagang mereka untung, kebanyakan mereka tutup lobang gali lobang hutang baru.

Hutang baru yang bunganya tidak kecil,banyak sekali pedagang yang berhutang ke pinjol,kosipa,rentenir gelap demi kios atau lapaknya tidak bangkrut.

Dari pegawai kasar seperti tukang panggul,pengemudi ojek, pengemudi angkot,bahkan travel dan Bus untuk menghasilkan uang seratus ribu saja mereka sangat sulit.Apalagi penghasilan mereka tidak menentu, kadang sehari kerja lalu besok atau bisa dua hari tidak ada job.

Ditambah dengan nilai inflasi,daya tukar uang ke barang semakin mahal.Penghasilan kecil,tidak menentu lalu setelah dapat uangnya ketika dibelikan keperluan pokok sehari-hari harganya naik terus dan mahal.

Itulah kenyataan yang riil di kehidupan saat ini pada umumnya terjadi di kalangan bawah warga kita.

Sah,rezeki itu urusan Tuhan dan setiap orang punya jalan rezeki masing-masing,benar itu menurut keyakinan,tapi realitanya rezeki harus diusahakan dan kewajiban pemerintah membantu warganya untuk bisa hidup layak dan sejahtera lewat kekuasaan dan kebijakannya.

Program pengentasan kemiskinan sudah lama digaungkan oleh negara kita,namun sudahkah serius dan berkelanjutan program itu dilaksanakan semua pihak...?

Jawaban tak pasti,mungkin serius mungkin juga hanya kampanye saja....

Tetapi kenyataan kemiskinan masih ada,kemiskinan yang muncul bukan karena mereka malas,mereka rajin,ulet,kreatif namun...? Usaha mereka tidak untung.

Siapa peduli dengan "kaum " ini...?
Seharusnya pemerintah yang paling depan memberi dan ngurusi sistemnya.

Mulai dari pendampingan manajerial,sumber dana atau modal dan sebagainya dan sebagainya....terlalu rumit dibahas di sini.....hehe!

Mungkin Anda pembaca peduli dengan mereka ?

Semoga.


Terpopuler