Jika secara global ekonomi bangsa angkanya sering dinyatakan pejabat naik dan bertumbuh,itu menggembirakan kabar untuk di atas permukaan.
Angka pertumbuhan dan perekonomian secara umum negara termasuk bagus dan bisa menarik investor datang ke tanah air untuk ikut usaha di sini.
Namun di Kenyataan tingkat bawah apakah bagus dan baik?
Kenyataan UMKM terutama usaha kecil sebagian besar megap- megap.Daya beli cenderung lemah dan pedagang kecil atau pengusaha kecil banyak yang usahanya asal hidup dengan kondisi usaha kurang sehat.
Usaha kecil kurang sehat bahkan banyak yang status sakit.
Usaha mereka tidak bangkrut namun hutang terus bertambah sementara keuntungan sedikit atau bahkan merugi.
Usaha buka terus tapi untung tidak ada.
Pedagang pisang di kios pasar tradisional misalnya,tiap hari masih buka dan berdagang tetapi omset hariannya menurun,banyak pedagang untuk operasional dan belanja barang baru hasil dari meminjam sana- sini agar hidup terus berjalan.
Pedagang sayur kecil,penjual buah,pedagang baju, pedagang sandal,sepatu,dan komoditas lainnya di level kecil bahkan level menengah banyak yang bertahan karena meminjam uang lagi untuk menyuntik dana usaha mereka.
Jadi mereka bisa tetap jualan bukan karena dagang mereka untung, kebanyakan mereka tutup lobang gali lobang hutang baru.
Hutang baru yang bunganya tidak kecil,banyak sekali pedagang yang berhutang ke pinjol,kosipa,rentenir gelap demi kios atau lapaknya tidak bangkrut.
Dari pegawai kasar seperti tukang panggul,pengemudi ojek, pengemudi angkot,bahkan travel dan Bus untuk menghasilkan uang seratus ribu saja mereka sangat sulit.Apalagi penghasilan mereka tidak menentu, kadang sehari kerja lalu besok atau bisa dua hari tidak ada job.
Ditambah dengan nilai inflasi,daya tukar uang ke barang semakin mahal.Penghasilan kecil,tidak menentu lalu setelah dapat uangnya ketika dibelikan keperluan pokok sehari-hari harganya naik terus dan mahal.
Itulah kenyataan yang riil di kehidupan saat ini pada umumnya terjadi di kalangan bawah warga kita.
Sah,rezeki itu urusan Tuhan dan setiap orang punya jalan rezeki masing-masing,benar itu menurut keyakinan,tapi realitanya rezeki harus diusahakan dan kewajiban pemerintah membantu warganya untuk bisa hidup layak dan sejahtera lewat kekuasaan dan kebijakannya.
Program pengentasan kemiskinan sudah lama digaungkan oleh negara kita,namun sudahkah serius dan berkelanjutan program itu dilaksanakan semua pihak...?
Jawaban tak pasti,mungkin serius mungkin juga hanya kampanye saja....
Tetapi kenyataan kemiskinan masih ada,kemiskinan yang muncul bukan karena mereka malas,mereka rajin,ulet,kreatif namun...? Usaha mereka tidak untung.
Siapa peduli dengan "kaum " ini...?
Seharusnya pemerintah yang paling depan memberi dan ngurusi sistemnya.
Mulai dari pendampingan manajerial,sumber dana atau modal dan sebagainya dan sebagainya....terlalu rumit dibahas di sini.....hehe!
Mungkin Anda pembaca peduli dengan mereka ?
Semoga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar