Selasa, 06 Maret 2012

Ketika ada yang Salah dengan Diri Kita

Suatu waktu siapapun akan pernah bertindak dan bersikap salah,salah menurut norma yang berlaku atau kesalahan yang bertentangan dengan nurani kita,baik kesalahan yang sengaja atau kesalahan yang memang harus kita lakukan karena terkondisi oleh lingkungan.

Ketika saya buka akun Facebook tujuan pertama mau bersilaturahmi,sebagaimana tujuan baku dari si pembuatnya,tetapi pada perkembangan selanjutnya secara umum karena membuka jalinan komunikasi yang tak terbatas,bagi saya paling tidak berjejaring di Facebook,sering terjadi penyimpangan dari tujuan semula.

Ketika masih punya teman sedikit kenalan dekat,teman dekat,kelaurga dekat berfacebook ria aman-aman dan nyaman-nyaman saja,namun seiring waktu berjalan jaringan terus beranak pinak,anda tahu sendiri kan bagaimana mudahnya berjejaring di sana.

Ketika ada satu nama muncul di pemberitahuan minta di konfirmasi,saya di awalnya suka melihat profilnya terlebih dahulu, jikakalau kenal atau sedikit mengenalnya saya konfirmasi.Namun akhir-akhir ini saya main klik saja konfirmasi teman,berawal dari malas untuk sekedar ngintip profil teman baru,maka saya klik saja semua permintaan teman.

Dan ternyata dalam hampir usia satu tahun lebih akun FB saya telah mendapat teman lebih dari 2500 orang,sembilan puluh persen mereka yang meminta,artinya bukan saya yang meminta di konfir mereka.

Tak tahu apa yang jadi daya tarik saya,mungkin saja mereka ada yang hanya iseng saja meng add profilku,atau malah mereka dengan alasan lain.

Di banyak teman inilah yang selanjutnya bagi saya banyak muncul "kurang nyaman lagi" on line di sana,di mulai dari banyak status yang muncul di beranda yang terlalu bermacam dan banyak yang tidak sopan,obrlan yang mengarah ke selingkuh,obrolan yang menghina dengan tanpa sebab,atau yang hanya basa basi banget dan lainsebagainya ,maklum berbagai latar belakang teman fb saya berasal.

Terus jika saya kelihatan online maka di kolom obrolan muncul 10 sampai 20 teman yang ngajak ngobrol,dari yang sekedar say hello sampai yang mau curhat atau malah ngajak "mojok' deuh..!

Menjadi "tidak nyaman"  bukan saya tak mau berkomunikasi atau tak mau berhubungan,tetapi tidak nyaman harus membalas semua komentar dan obrolan,karena saya selalu tak enak hati kalau sapaan mereka tak terbalas.Sebisa mungkin saya membalas semua komentar mereka.

Yang jadi sedikit "ribet" ketika harus mengetik semua komentar dalam waktu bersamaan,memang tak wajib sih,tetapi sebagai layaknya sopan santun dan perasaan hati saya, bila ada yang menyapa yah harus dibalas kan..?.nah membalasnya itu perlu ngetik,lalu pindah-pindah kursor klak klik sana sini.

Kalau satu atau dua teman tak mengapa tetapi kalau ada 20 teman di obrolan dan belum komentar yang masuk wah ribet dan cape hehe..manusiawi kalau terasa repot,atau kerepotan membalasnya.

Tetapi jika sedang 'semangat' online ya senang-senang saja.masalahnya dari sekian obrolan yang masuk tidak semuanya terlalu penting,banyak yang sekedar iseng saja.Celakanya mereka hanya iseng tetapi nurani saya tetap tak bisa tenang kalau belum saya balas.

Adakah yang salah dengan diri kita ketika sudah begini.?

Untuk sebuah pembelajaran melatih kesabaran,ketangkasan ngobrol hehe dan sekedar fun-hiburan saja mungkin tak ada yang salah.(mungkin kalau terlalu ribet ya tutup saja akunnya,beres),tetapi bukan itu maksudnya hehe.

Perasaan ada yang sudah tak beres dengan diri saya ketika sudah jadi "seleb" di dinding sendiri,jadi repot sendiri dan pasti satu dua teman ada yang kecewa,karena komentar dan obrolan mereka terlewati dengan tidak sengaja,karena saking banyaknya komentar yang harus dibalas.

Pantesan saya jaman dulu mengirim surat ke seorang Idola saya (artis) balasan suratnya lama sekali dan dari nada suratnya balasan itu mungkin hanya dibalas buat basa-basi oleh sekretarisnya.Sekarang baru aku mengerti "beliau" terlalu repot untuk membalas semua surat (korespondensi) yang masuk karena terlalu banyaknya,dan saya dari perasaan saya pribadi kecewa dengan beliau,seolah saya disepelekan.

Begitupun di FB saya,banyak teman yang kecewa...karena secara sengaja atau tidak ak bisa saya respon kehadiran mereka di dinding Fb akunku.

Kalau sudah begini saya harus menyegarkan kembali dan menata ulang semuanya,biarlah yang berlalu menjadi pelajaran yang berhaga buat lebih baik di masa depan.

Saya ingat dalam sebuah forum terbuka Aa Gymnastiar menjawab sebuah pertanyaan pemandu acaranya,
kata pemandu ;"Aa,kenapa Aa akhir-akhir ini seolah menutup diri dan banyak menyepi dan seolah mau lenyap dari permukaan ?".

Jawab Aa Gym :"...ada yang salah dengan diri saya,dimana sya setelah jadi seleb menjadi tak banyak waktu untuk keluarga,untuk diri sendiri,dari menit ke menit semuanya jadi sibuk,dari yang hanya untuk berfoto bareng sampai mau konsultasi ....(dlsb).....ada yang salah dengan diri saya...saya sudah terlalu jauh dengan semua ini...". (kurang lebih begitu intinya,ditulis menurut versi saya ).

Yah ada yang harus diperbaiki dalam koresondensi saya di dunia maya,bagaimana dengan anda ..?

*)sekedar curhat untuk berniat berjejajring sehat di dunia maya.

Kamu,atau saya siapa sih ?

................kamu ini siapa ............


Bukan harus kamu ini siapa sih..
Seharusnya saya ini siapa sih..
Lha, sih siapa saya juga tak mengapa
Kenapa begitu ya begitu saja...


Gampang kalau tanya siapa saya
Saya nama siapa,bapak saya siapa,ibu saya siapa...
Saya lahir tangggal berapa,agama saya apa
Anak ke berapa..,tinggal dimana status pernikahan apa gimana?


berkelakuan baik atau tidak? coba saja nilai sendiri
Apa yang sudah diperbuat? Buat diri sendiri atau buat orang lain,,
Buat keluarga juga apa sih yang sudah kau perbuat


Membahagiakannya..coba tanya mereka...!
Coba lihat mereka,isterimu,anak-anakmu.ayah ibumu,adik-adikmu penahkah engkau bahagiakan mereka..
Satu menit saja..
Satu jam saja..
Atau malah sedetik saja..


Sudahkah tetangga menjadi bahagia karena ada kamu ada...saya?
Sudahkah teman-teman dan sahabat menjadi senang dan bahagia dengan adanya kamu..? saya..?
Berbahagiakah mereka jika kamu atau saya hadir di antara mereka?


itulah sebagian dirimu yang masih harus kau bentuk...
Itulah jati dirimu yang masih engkau cari...


Jangan lama mencari..temukan segera dari dirimu sendiri..


lalu...segera Amalkan..!!!

Senja pun Sirna di Ujung Sahara


Ah semua waktu terus berjalan..tak akan berhenti..
Akankah berhenti...?
Tentu tak kan berhenti,,sebelum kiamat tiba dan melanda planet ini..

Lalu kita kemanakah?
Tak akan kemana-mana,,,kita akan ikut larut dengan suasana di dalamnya..bersama sang waktu
Bersama sang Bumi yang porak poranda
Bersama semua hisaban amal hisaban dosa hisaban amal baik..

Tak kan bisa mengelak semua itu harus dijalani..

Hari ini,sore ini,,Senja tiba ketika aku dengan keakuannya ada di senja nan temaram
Di sebuah padang sahara yang terhampar bak lautan
Temaram saja mentari sudah hampir mengufuk di barat sana
Tanah Makkah tergambar jelas di depan mata
Kiblatku untuk segera menghamba
Baitulllah pusatnya dunia...

Ya Tuhan hamba-Mu ini telah berusia senja,,
Setemaramnya susana saat ini
Saat-saat aku melihat matahari hampir tenggelam di ufuk barat sana...
Tenggelam diantara pandangan sahara menghampar temaram hampir kelam
Menunggu datangnya sang malam yang menggantikan..

Salam,
Perantauan nan sunyi,Riyadh 2 Desember 2011.
Sebuah Penantian yang belum berujung.

Terpopuler