Rabu, 21 Maret 2012

Berbagi Foto Sekitar Kecamatan Rawabi dan Al Rayan-Riyadh KSA

Mesjid dan Menaranya menjadikan Saudi Arabia
Sebagai Negeri Semilyar Menara.

 

Mas Junaedi,TKI asal Purwakarta yang bekerja
Sebagai Karyawan di Madrasah Al Andalus Rawabi.

Wah lagi ngitung duit ya ji,,buat dikirim ke Indonesia haha...!




Yang ini SATPAM-nya sekolahan
Namanya Yahya bin Fulan,Asli Pemuda Saudi
asal Najran,Saudi Selatan dekat Yaman.



Wah Yahya gemar agniyah (nyanyian) juga ya
sambil menjaga sekolah lihat tuh headset nyelip terus di telinganya.
Nancy Ajran kayaknya lagi nyanyi tuh hehe..

Jalanan gang dan jalan tikus yang mulus-mulus gan di Saudi,jadi
mengundang pengin nginjak gas ngageber di kilometer 60 s.d 70 di
jalan kampung.



Produk Indonesia paling populer Indomie gan
lihat nih sebagian divisi mobil Indomie



Mengawali masa musim panas sebagian tanaman bunga
berbunga di hawa yang sedang masa pancaroba.perubahan
dari musim dingin ke musim panas.

Selasa, 20 Maret 2012

Terlalu Positif Thinking Terhadap Teman atau Lingkungan

Positif thinking (atau ejaan Inggris aslinya Positive Thinking) artinya berpikiran selalu baik,dalam terjemahan bebasnya yaitu selalu berprasangka baik terhadap hal apapun,think = pikiran,apa yang dipikirkan selalu positif (baik),jikalau diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan tanpa batas-batas tertentu sangat polos,hati-hati gaya berpikir begini hanya akan menjadi bumerang,senjata makan tuan,bisa mencelakakan diri,masih ingat kan "bahwa apapun yang serba keterlaluan,terlalu itu akan berakibat tidak baik bagi diri".

Termasuk bila terlalu sangat "postif thinking ke teman dan lingkungan kita".

Terlalu percaya ke teman dan rekan bisnis anda,sangat berbahaya !,logikanya teman anda akan lepas kontrol dan cenderung menyalahgunakan kepercayaan yang terlalu dari anda,tak sedikit kasus-kasus "pagar makan tanaman bukan..?,tak sedikit asalnya berteman malah kalau kebablasan mempercayainya si teman menjadi lupa diri dan mengkhianati.Ini kenyataan banyak terjadi pengkhianatan-pengkhianatan seorang teman ke teman yang selalu berfikir positifnya terlalu,positif thinkingnya terlalu besar dan polos bahkan awam.

Kenyataan membuktikan pada umumnya memang di lingkungan suka begitu,meskipun masih ada satu dua yang benar-benar "lurus" tetapi jarang dan sudah hampir musnah.

Sudah bukan rahasia lagi budaya di sekitar kita selalu penuh intrik-intrik dan saling sikut baik secara terbuka maupun secara diam-diam,di semua komunitas lintas sektoral,lintas status dan lintas segala macam,bahkan di komunitas agama-pun saling sikut dan menjatuhkan,politik kotor selalu dilakukan oleh oknum-oknum di dalamnya,dan celakanya hampir semua sistem hidup di sekitar telah terjangkit dan kebanyakan oknum.

Pengalaman saya membuktikan banyak praktik-praktik kotor di semua komunitas,intrik-intrik pribadi,sentimen pribadi yang walau di permukaan memang tidak kentara,di permukaan seolah bersatu,kemunafikan masih merata di semua kalangan.Entah itu konplik karena kepentingan,atau malah konflik yang bersifat sentimen pribadi.

Budaya basa-basi dan unggak-angguk di depan tetapi menikam di belakang itu sangat kental di sekeliling kita.Budaya adu domba warisan jaman kolonial memang sangat tak mudah di gerus jaman.Mereka yang hatinya jahat dan kotor tega mengkhianati pikirian positifnya dari rekan-rekan seperjuangan.

Jangan dikira jika anda masuk ke suatu komunitas di sekitar kita lalu kita kompak-kompak saja lahir bathinnya..?,atau bersatu visi misinya..? wuekk..hehe..nonsen,nothing..dll haha.!Tak peduli itu sebuah komunitas tak berpendidikan,atau kalangan pelajar,atau malah kalangan kaum cerdik cendekia dan komunitas kaum intelektual sekalipun,selalu yang negatif-negatif akan ada.Lihatlah para elit politik kita yang terus berkonflik,mereka bukan anak kemarin sore yang tidak berpendidikan bukan..?.

Di kampus,di partay,di karang taruna,di perkumpulan olahraga,di komunitas petani,di nelayan,di petrnak,di komunitas tukang ojeg,di komunitas buruh,komunitas PNS,di percaturan politik apalagi,di komunitas profesi,di komunitas hobby pun selalu ada sentimen dan intrik dan  kadang terjadi konflik intern.Kompak munafik seolah dipermukaan mereka bersatu tetapi di intern tahu sendirilah..rekan pembaca yang sudah pengalaman dengan organisasi dan suka berkomunitas,pasti akan sangat tahu jikalau anda aktivis sejati bukan aktivis hanya punya kartu anggotanya saja.Dan atau Jika anda seorang pemain kehidupan.

Termasuk di keluarga,di tetangga,terutama di bisnis akan selalu ada peluang konflik dan berkhianat..!,sorry saya menulis secara terbuka saja,hari gini sudah gak jaman teori menumpuk beserta sejumlah basa-basi tawar yang membungkus kenyataan buruk dengan lipstik yang di bagus-baguskan.

Kenyataan jikalau terus membungkus dengan semua hal berlaku dan kelihatan positif artinya kita telah munafik dengan mengingkari diri sendiri dari sebuah fakta aktual,fakta nyata bahwa kehidupan kita dan lingkungan adalah begini adanya.Kehidupan bukan hanya hitam dan putih saja tetapi kehidupan itu sangat berwarna,warna-warni,macam-macam,jangan pungkiri itu,dan harus siap menghadapi.

Tidak cukup hanya harus selalu berpikiran positif saja,maaf meminjam petuah satu mutiara kata yang sering AA Gym sampaikan dalam berbagai tausiyahnya,yaitu "Tidak cukup hanya berniat baik saja,tetapi harus di sertai dengan meluruskan niat dan memperbaiki ikhtiar terus menerus.Lurus niat bukan hanya berbekal baik sangka saja tetapi harus disertai dengan kewaspadaan terhadap resiko akan keburukan dan kemungkinan timbulnya kejahatan-kejahatan di dalam prosesnya.

Apa yang saya maksud di atas,berpikiran positif yang terlalu besar,awam dan polos,berbahaya bagi hidup kita.Jika kita demikian, kita bisa berpeluang akan selalu dijadikan "korban" dan di jadikan pecundang terus oleh oknum-oknum kehidupan dan oleh orang-orang jahat di sekeliling kita,positif thinking kita akan sangat dengan mudah "disalahgunakan " pihak-pihak dan lingkungan jahat sekitar kita.

Berpikir positiflah sesuai porsinya,dan selalu berusaha cerdas membaca situasi,cari tahu dimana kita berkondisi,dan bila perlu pakailah kedua-duanya,serta cari tahulah dan amalkan,dimana dan kapan kita harus berpikiran positif dan kapan,dan dimana kita sesekali harus "berpikir negatif"dalam arti waspada.

Menggali sesuatu dari sudut pandang berbeda kenapa tidak,yang jelas kenyataanlah yang akan muncul sebagai kebenaran sebuah teori atau sekedar opini.

Kita dan anda pembaca sangat bebas untuk setuju,sepakat atau tidak dengan opini sederhana saya yang digali dan disarikan dari berbagai pengalaman hidup masa lalu saya pribadi dan belajar dari lingkungan serta referensi yang saya tahu dan kenali.

Dan itulah kenyataan.Jangan kura-kura dalam perahu ah gan..! hehe..waspada terus..setiap saat..!

Salam.

Sekilas Tentang Depresi


Pernahkah suatu waktu emosi kita terasa hampa ?,atau merasa lemah,lelah dan tidak bersemangat,atau kecapean yang sangat,atau merokok tetapi tidak ternikmati,atau tengah memakan sesuatu tetapi tidak terasa nikmatnya,atau sedang berwisata tetapi tidak ternikmati panorama atau suasana wisatanya,atau sedang menikmati kue coklat tetapi tidak terasa kelezatannya ?.Itu indikasi bahwa kita sudah kena depresi walau masih di status depresi ringan.

Depresi,dimana keadaan seseorang telah berada di situasi emosi bersedih dan bersuasana tidak nyaman berlebihan.

Gelisah,sulit tidur,melamun,perasaan berdosa,persaaan bersalah atau malah perasaan tidak senang dan tidak nyaman berlebihan,menjadi pelupa,konsentrasi menurun,berat badan merosot menurun,nafsu makan berkurang atau malah sebaliknya nafsu makan jadi terlalu bersemangat sehingga berat badan secara drastis meningkat dan menggelembung dengan cepat itu termasuk depresi juga.

Depresi paling khusus dan berbahaya jika perasaan tertekan dan stress serta bersedih yang sudah akut dan berat,sehingga bisa menimbulkan keputusasaan yang hebat,kemungkinan muncul putus harapan dan menginginkan berakhirnya kehidupan,ingin segera mati.

                                                                                           ***
Gejala dan indikasi di atas semua biasanya berawal dari bertumpuknya segala macam jenis persoalan hidup yang terlalu menumpuk dan banyak.

Problema diri pribadi,kesusahan-kesusahan,tertekan,dan berbagai masalah sehari-hari yang terlalu dalam di pikirkan tanpa disertai usaha-usaha penyelesaian dengan segera,atau mudah putus asa dalam mencari solusi terbaik memecah masalah-masalah yang menimpa.

Sehingga masalah yang tertunda segera tertumpuk lagi oleh masalah-masalah berikut yang kecil maupun masalah besar dan sulit.

Cobalah kawan,sedikit bersantai dengan masalah !,masalah dipikirkan itu harus tetapi jangan sampai menjadi sebuah pemikiran yang terlalu mendalam,sehingga kita hanya sibuk dan membuang waktu dengan hanya memikirkannya saja.Kasihanilah diri kita,jiwa dan tubuh kita,jangan disia-siakan hanya untuk hidup menjadi stress dan depresi,tertekan dan mati layu sebelum berkembang.

Mari bangkit dan sayangi diri ini,nikmati kehidupan dengan santai dan enjoy,berusahalah untuk memandang segala macam masalah dengan tenang,sehat dan santai,tetapi tetap dengan berusaha memukul dan menghancurkan masalah di depan kita sedikit demi sedikit dan bertahap.

Jangan menunda atau menyepelekan hal-hal yang kecil,segera selesaikan masalah yang kecil-kecil,melangkah beraksi dan urus itu masalah dengan segera,agar tidak jadi menumpuk di kumpulan masalah hidup kita.

Masalah apapun jangan dihindari,karena pada dasarnya semua kehidupan tak akan bisa lepas dari masalah,baik masalah yang manusiawi hasil perbuatan kita atau kadang masalah yang timbul dari lingkungan kita.

Hadapai dengan tegar,pupuklah terus keimanan dan keyakinan kita terhadap kepercayaan bahwa Tuhan akan membantu kita bila kita percaya penuh ke Dia,dengan disertai oleh usaha yang maksimal dari tubuh dan jiwa kita.

Perbanyaklah silaturahmi,berhubungan dengan orang-orang atau teman yang berpengalaman tentang hidup,diskusilah dengan mereka tentang masalah hidup,berbagi pengalaman dengan mereka-mereka yang telah punya pengalaman di kehidupan,minimal secara umur dan wawasan dia telah lebih banyak dari kita,bisa orang tua,bapak,ibu,paman,bibi,guru sekolah,guru ngaji dan yang lainnya,atau belajarlah selalu dari apapun siapapun tentang pengembangan diri dan pengendalian diri.

Jangan putus asa,depresi timbul berawal dari sebuah keputusasaan seolah jalan keluar dari segala masalah sudah buntu,di tambah dengan kebiasaan menutup diri dari lingkungan dan terlalu menyalahkan keadaan diri serta selalu menyalahkan nasib karena kurang terpupuknya keimanan.

Salah satunya ayo kita berbagi pengalaman hidup,saling memberi inspirasi tentang semangat dan menikmati kehidupan yang sangat singkat ini.Syukuri nikmat yang ada,niscaya Tuhan akan menambah nikmat-nikmat berikutnya.

Banyak-banyaklah Silaturahmi dengan Tuhan dan sesama,itulah obat depresi yang paling mujarab.Insya Allah,God willing!.Salam silaturahmi.

Penulis :Aang WDjampang,disarikan dari berbagai sumber.

Terpopuler