Rabu, 02 Januari 2013

Kredibilitas dan Tulisan Berita di Blog Ini

Curhat pengelola :

Untuk kesekian kalinya saya sebagai pengelola blog ini akan selalu berkata,bahwa ada topik yang berlabel "berita" pada kategori koleksi postingan di sini.Namun "berita' yang saya maksud bukan "berita' yang akan sama dengan postingan "berita asli".Seperti halnya tulisan berita yang dimuat di portal-portal berita khusus yang berdasarkan laporan aktual dari para reporter,kontributor atau wartawan dan kemudian ditayangkan setelah diedit seorang editor.

Berita macam di portal berita terkemuka dan terpercaya sudah pasti berisi tulisan yang baku,dan harus serta wajib memenuhi semua kaidah tentang menulis berita.

Tulisan berita di lapak ini,kaidah dasar sebagai syarat tulisan berita,tetap akan saya pakai.Misalnya yang aktual,fakta,dan hasil dari melihat atau mendengar dari sumber utama,menyaksikan oleh mata kepala sendiri dan sebagainya.Meskipun nantinya akan ada opini pribadi juga saya masukkan di dalamnya.

Saya hanya memilih kata labels"berita',untuk membedakan saja,antara tulisan yang murni opini saya pribadi dengan tulisan yang "bernada berita,laporan,kutipan dan sebagainya",yang bisa saja sumber tulisannya saya ambil dari berbagai sumber.

Meskipun postingan "berita' di blog ini bukan bentuk tulisan berita asli sebagaimana seharusnya bentuk berita,yang sesuai dengan kaidah menulis berita baku yang sesungguhnya.Karena ada opini dari penulisnya,tetapi saya berusaha dan berkomitmen akan selalu menjaga salah satu syarat sebuah "berita" yang benar dan baik,yaitu "Menjaga Kredibilitas" (Perihal dapat dipercaya)..!

Ya,saya akan selalu menjaga "kredibilitas' semua tulisan karya saya,terutama yang berkategori "berita' di blog ini.Insya Allah.

***

Blog ini "bernadaindo.com".Bukan blog portal berita,walau format templatenya seperti portal berita.Ini sudah saya tulis beberapa kali di postingan curhat admin sebelumnya.

Misalnya,saya saat ini sedang berada di Riyadh.Ibu kota Kerajaan Saudi Arabia.Jika saya mau memuat berita yang kurang kuat,maka akan banyak setiap harinya saya bisa menulis berita sekitar Riyadh.

Namun sekali lagi,saya tidak berani menulis 'bahan berita' itu.Karena saya kurang data,kurang sumber dan banyak keterbatasan,seperti batasan waktu untuk cek ricek sumber utama,batasan juga harus menghormati adat di Riyadh,misalnya adat di sini "yaitu : akan dipandang suatu ke-aib-an atau keburukan jika ranah pribadi  orang lain,dipublish atau kita ekpose ke muka umum".

Jadi,meskipun saya punya bahan untuk berita,dan cukup unik,menarik untuk ditulis,namun saya suka boak-balik berpikir  untuk menulis atau tidak.Saya takut (bukan pengecut),berita yang saya tulis akan menjadi masalah karena memuat sesuatu "yang dianggap Aib (buruk) oleh warga sini,Riyadh".

Saya bukan takut,tetapi memprioritaskan keselamatan semua pihak,hanya untuk kepentingan sebuah blog pribadi saja toh,hehe..!Dan yang utama,saya menghargai sekaligus menghormati adat negara mereka,Saudi!

Misalnya,kita punya foto atau bahan yang unik tentang peristiwa sehari-hari di sekitar saya.Tetapi ada gambar rumah orang sini,atau ikut "terfoto' seorang wanita Saudi,isteri orang Saudi,atau tershooting halaman rumah orang.Dan itu semua adalah aib bagi warga sini (Sosio kultur Saudi umumnya).Dan itu berbahaya bagi yang menulisnya,bisa dimarahi secara langsung di lokasi atau malah bisa dituntut membuka aib di ranah hukum.

Atau ada peristiwa apa saja,saya tidak bebas menulis dan memuat di sini.Saya menghargai adat dan budaya di tempat domisili saat ini,kota Riyadh,Kingdom Of Saudi Arabia.

***
Kembali ke kategori "berita" di blog ini.Meskipun isinya pasti ada opini saya di setiap postingannya,tetapi insya Allah,saya akan selalu menjaga "kredibilitas' isi postingan yang saya muat yang saya beri label "berita" itu.Insya Allah.

Selamat siang.

Selasa, 01 Januari 2013

Sekilas TKI PRT Kaburan Saudi

Kabur dari majikan (sponsor asli) yang membiayai dan bertanggungjawab selama kerja dan masuk ke Kerajaan Saudi (nama di visa),banyak terjadi sejak lama.Ribuan alasan dan sebab,kenapa mereka kabur dan pergi dari rumah majikan lalu kelayapan sembunyi-sembunyi numpang di rumah teman TKI,di penampungan gelap atau ke rumah kenalannya.

TKI laki-laki yang kabur,mungkin masih mendingan sebab langkah mereka agak lebih leluasa,karena secara fisik Pria untuk berjalan di tempat umum dan beraktivitas sehari-hari bagi pria terlihat lazim,biasa dan tidak mencolok ketika berkeliaran di tempat umum.

Meskipun tetap saja yang namanya kaburan,pasti banyak kendalanya.Misalnya selalu ngumpet-ngumpet ketika di jalanan takut terlihat oleh majikan asli dan atau oleh Polisi.Apalagi jika majikannya melaporkan dengan tuduhan tambahan ke kepolisian.Misalnya dilaporkan telah bertindak kriminal dan statusnya bertambah sebagai buronan kejahatan pula.

Lebih berat lagi yang kaburnya adalah TKW,karena aktivitas perempuan di tempat umum di Saudi tidak selazim dan sebebas di negara lain.Di Saudi seperti sudah anda ketahui,aktivitas semua wanita di tempat umum,harus selalu tertutup seluruh badannya,memakai kain Abaya dan aktivitas berjalan di jalanan sangat tidak lazim.

Akan kelihatan mencolok jika wanita hadir di keramaian dan tempat umum di Saudi yang pada umumnya adalah kaum pria.

Bahkan di beberapa tempat dan kondisi tertentu,aktivitas wanita banyak yang diharuskan beraktivitas harus dengan muhrimnya.Misalnya di restoran siap saj,kedai kopi dan sebagainya.Harus bersama teman muhrimnya,anak,suami atau saduara laki-laki dan orang tua.

Beraktivitas di tempat umum sendirian bagi wanita di Saudi,sangat gampang kentara dan kelihatan mencolok di mata umum yang sebagian besar kerumunan di jalanan dan ruang publik adalah kaum Pria.

Sangat mudah bagi Polisi atau yang berwenang untuk mengintai TKW yang kabur, jikalau kaburnya tidak memakai teknik dan strategi yang jitu dan matang.

Cara kabur yang efektif gaya mereka adalah dengan sebelumnya mengontak sopir taksi atau sopir TKI teman sebangsa.Malah tidak sedikit yang dijemput oleh kawanan mafia penampung kaburan yang sudah profesional.

Meskipun citra kaburan TKI Saudi sudah jelek dan dipandang "buruk' oleh umum,namun tidak semua kaburan adalah berperilaku tidak baik.Karena kaburnya memang ada kondisi dan alasan yang mendesak masalah terjadi di tempat bekerjanya,atau asli ada masalah dengan majikannya.

Yang membuat citra jelek kaburan adalah banyaknya oknum TKI yang memanfaatkan mereka untuk dijadikan sebagai wanita penghibur atau bahkan pelacur.Baik disengaja atau dipaksa,kaburan TKW itu kebanyakan menjadi tidak berdaya.Dan terpaksa  menacri uang dengan cara haram.

Tidak berdaya karena langkah mereka yang "sangat terbatas' tadi.Tidak bisa bergerak dengan bebas layaknya di negeri sendiri.Keadaan terbatas inilah disertai kondisi tubuh butuh tempat tinggal,butuh makan minum,butuh uang,butuh perlindungan dan panik serta takut ketahuan oleh Polisi atau majikannya.

Posisi skak-ster inilah,yang membuat mereka akhirnya jadi "takluk' dan tidak berdaya,lemah dan menuruti apa yang dikatakan dan diatur oleh sang penampung.

Ibaratnya,mati hidup mereka ada di tangan si penampung yang tidak semuanya penampung itu baik-baik.Banyak penampung yang hanya butuh duitnya saja,bisnis hitam.

Entah karena keawaman mereka,atau oleh kepanikan dan ketidaksabaran serta emosi sesaat mereka ketika memutuskan kabur dari majikan.Saat di penampungan (yang jahat),pada umumnya mereka sangat menyesali "pebuatan kaburnya" itu.

Namun menyesal kemudian tiadalah arti,harapan mereka kebanyakan menantikan banyak "dewa penolong",yang bisa membebaskan mereka dari jeratan mafia penampung.Atau yang bisa menolong mengembalikan ke tanah air,tidak jarang mereka jadi banyak yang stress,depresi dan akhirnya malah menjadi "super nekad'nyemplung ke dunia hitam "pelacuran terselubung".

Sekali lagi,tidak semua kaburan begitu adanya.Namun kebanyakan ketika sudah kabur dari majikan asli,TKW PRT menjadi ibarat berhadapan dengan buah Simalakama.Di dalam hati terdalam mereka (nurani dan sanubarinya) mereka sangat menyesal,mereka mau pulang dan jadi TKI baik-baik.Namun situasi antara butuh uang,status kaburan dan jeratan mafia penampung hitam,menjadikan mereka susah keluar dari lingkaran setan tersebut.

"Buah Simalakam,dimakan akan mati Ibu,tidak dimakan akan mati Bapak"(naudzubillah).

Sumber : Dari berbagai percakapan dengan para teman TKI Pria dan Wanita PRT di Saudi,lewat hp dan media sosial.

Tahun Baru 2013,BMI Bikin Acara "Bakar Sate" di Jeddah

Tahun baruan 2013 di salah satu komunitas BMI Saudi-Jeddah
(Foto: facebook.Asep Jaiman)BMI -Jeddah.
Meskipun perayaan tahun baru di Saudi tidak sebebas merayakan seperti di tanah air.Tetapi komunitas salah satu kontrakan BMI Saudi di Jeddah,mengisi acara tahun baruan 2013 dengan acara begadang dan bakar Sate.

Tentu saja tidak dengan acara tiup Terompet yang membuat bising tetangga dan membuat gaduh.Hanya acara kumpul-kumpul sambil melepas jenuh,ngopi,makan dan ngobrol ngalor ngidul bersama teman-teman.

Mereka seperti bebas melakukan aktivitas gaya tanah air ini,karena sebagian besar mereka adalah BMI yang ber-Visa umroh dan Visa bebas.Bahkan ada pula yang (maaf,TKI over stay).Yang difoto ini sebagian besar mereka sudah bermukim di Saudi lebih dari 4 tahun.

Rasa kebersamaan dan kekerabatan yang kental sebagai ciri khas bangsa Indonesia,kemanapun bangsa kita pergi pasti tak akan mudah luntur begitu saja.Meskipun dalam keadaan dan kondisi yang sedang "tertekan' dan malah tidak jarang yang berstatus ilegal.

Selamat tahun baru teman semua,salam TKI.Selamat berjuang dan jangan lupa,untuk tidak terlalu berisik,karena ini masih di wilayah hukum negara lain.(AWD-Bicom,1/1/13)

Terpopuler