Selasa, 23 April 2013

Rambut adalah Mahkota

Kalimat indah lama ini tetap berlaku sepanjang masa,yang menegaskan bahwa fungsi rambut di bagian kepala bagi manusia sangat penting.Baik untuk menjaga kesehatan kepala atau untuk keindahan.

Fungsi kesehatan rambut bagi kulit kepala adalah untuk membantu menstabilkan suhu di sekiar bagian kepala kita,fungsi estetis adalah ibarat mahkota yang menambah pamor,wibawa,serta keindahan penampilan seseorang.

Model rambut yang kita pilih,kesehatan dan kualitas rambut yang kita miliki sangat berpengaruh bagi orang lain mengapresiasi diri kita.Apakah kita dinilai culun,berwibawa,menarik,dewasa atau kanak-kanak bisa dipengaruhi oleh penampilan rambut dan gaya rambut.

Rambut yang sehat,terawat,indah dipandang,tidak terlalu neko-neko modelnya menggambarkan seorang yang matang,dewasa dan punya kepribadian yang menawan.Itulah paling tidak contoh orang lain melihat diri seseorang.

Rambut acak-acakan,tidak terawat,tidak sehat dan modelnya semau gue,menggambarkan bahwa seseorang sedang dalam masalah dalam hidupnya,atau minimal menggambarkan sedang ada konflik pribadi di dirinya.

Menyayangi,merawat dan memelihara rambut adalah sebagian dari mensyukuri nikmat Tuhan.Selamat merawat dan memelihara rambut kita.Termasuk merawat dan memelihara rambut di bagian badan lainnya...? Ups..!

Minggu, 21 April 2013

Penulis "Tukang Tulis",Tukang Gigi bukan Dokter Gigi

Tukang dan ahli memang tipis perbedaannya,namun jelas lain dong,terutama jika dilihat dari hal latar belakang akademis.Dari segi pendidikan formalnya,jika kita mendengar wartawan pasti identik dengan sarjana komunikasi atau sarjana penuh paling tidak.Tetapi jika mengenal blogger,penulis blogger belum tentu seorang sarjana sastra dan bahasa,terbolak ya nulisnya hehe.Belum tentu sarjana bahasa dan sastra maksud saya.

Jika mendengar tukang gigi dan dokter gigi,beda sekali.Tukang gigi adalah yang ahli memasang gigi palsu dan urusan pergigian,hasilnya tergantung orangnya,beberapa orang bisa lebih baik pasangan giginya dari seorang dokter gigi hasil memasang gigi palsunya,Karena sudah mahir dan berpengalaman dibanding dokter gigi yang masih baru praktek misalnya.

Dokter gigi,ya tukang ahli gigi juga,tetapi ilmunya didapat dari pendidikan formal,dan mengetahui seluk beluk gigi dari A sampai Z.Tetapi dalam hal menempel gigi palsu,hasilnya kelihatan sama saja toh,gigi palsu terpasang di geraham seseorang.

Atau perbandingan lainnya,kita melihat tukang kaca mata (optikal) tentu beda dengan dokter mata,tetapi dalam hal menentukan dan bekerja di bidang perkacamataan pasti ada yang lebih mahir ahli optikal dibanding dokter mata yang baru,dalam hal memasang kaca mata baca seseorang.

Atau banyak juga seorang bengkel mobil yang sangat mahir dan "ahli' memperbaiki mobil,melebihi seorang yang keluaran baru dari pendidikan otomotif,padahal tukang bengkel itu tidak sekolah SMP sekalipun,tetapi mahir sekali memperbaiki bahkan jika ada modal mungkin membuat mobil juga bisa,saking mahirnya tentang memperbaiki mobil.

Cerita lain di dunia teknik sipil juga demikian,banyak tukang tembok atau kayu yang mahir membaca design atau rancangan dan membuat bangunan dengan lebih baik.Bahkan selanjutnya bisa membangun lebih mengerti dari seorang teknik sipil dalam hal hasil pekerjaannya.Tentu saja kalau teori dan ilmunya lebih banyak insinyur dong,namun maksudnya kemahiran di prakteknya suka banyak tukang lebih mahir daripada seorang insinyurnya.

Begitupun dengan dunia kepenulisan saat ini di blogging.Belum tentu seorang blogger adalah seorang sarjana jurnalistik misalnya,sarjana komunikasi,sarjana bahasa dan sebagainya.Beberapa blogger bahkan hanya SLTA saja,tetapi hasil menulisnya bisa lebih baik dari tulisan seorang sarjana bahasa dan sastra.

Hikmahnya,bagi sahabat blogger yang belum sampai ke pendidikan sarjana atau bahkan tidak sempat kuliah,untuk jadi penulis blogger bisa saja dnegan belajar terus dari teman-teman sarjana dan teruslah "berpraktek' menulis. Belajar sambil bekerja.Pasti bisa,walaupun hanya sebagai penulis sekelas tukang tembok,tukang  gigi,atau tukang servis mobil hehe.

Bagi teman yang kebetulan belum sarjana,Jadi penulis yang Tukang saja,tukang tulis juga saya rasa gak apa-apa.Semangat saja.Bukan penulis yang mendapat pendidikan formal,tetapi penulis yang bisa menulis dari banyak praktek saja di lapangan.Bukan wartawan yang mendapat pendidkan formal di jurusan kewartawanan,tetapi jurnalis tukang saja deh.Jadi pewarta warga,yang penting niatkan untuk selalu menebar manfaat buat khalayak.

Untuk adik-adik yang masih di bangku sekolahan,bersyukur dan teruslah semangat belajar,tuntaskan pendidikan Anda sampai titik darah penghabisan,hehe.Gunakan kesempatan selagi muda untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya.Karena jika pendidikan dan ilmu kurang,maka keahlian kita hanyalah sebatas "tukang',bukan disebut ahli hanya disebut mahir dan kualitasnya,hanyalah sekualitas "tukang'.

Terima kasih Anda untuk selalu mampir di blog saya yang kontennya ditulis oleh seorang "tukang tulis' semacam saya gan.Saya bukan "penulis' tetapi hanyalah "tukang tulis," sesuai ilustrasi tulisan di atas tadi.

Hanya satu harapan saya menulis di sini,semoga ada manfaatnya,dan blog ini selalu menjadi ajang silaturahmi,menambah teman,nambah sahabat,nambah sodara dan sodari.

Salam.

Konten yang Menghujat Agama atau Keyakinan

Bagi pemeluk suatu agama atau kepercayaan,sebadung apapun atau bukan orang alim sekalipun jika masalah agama dan kepercayaannya dilecehkan atau dihujat maka darahnya akan medidih satu perasaan sejumlah umat.Marah dan geram kepada si penghujat.

Apalagi sudah sampai ke kriteria menistakan agama,baik secara langsug atau tidak langsung.Umat agama manapun pasti akan marah bahkan akan mengejar si penghujat sampai kemanapun.Penghujat dan penista agama dari sejak internet muncul sudah banyak blog atau konten yang melecehkan.Terutama dibuat oleh yang (maaf) pembuatnya tidak dengan akun asli.

Dewasa ini yang sedang hangat kita saksikan adalah munculnya video oknum siswa salah satu sekolah di Sulteng.Mereka menari dengan membaca salah satu surat di kitab suci dan memperagakan gerakan salat dicampur menari.Meskipun sebenarnny jika melihat sepintas ,ini hanyalah buah keisengan anak-anak ingusan yang keterlaluan.

Di lain ranah di sebuah blog komunitas,ada yang sedang hangat konten yang dinilai teman-temannya sebagai pelecehan kepada agama tertentu.Maka seperti biasa,ramailah jagat dunia persilatan di sana.Yang pro dan kontra banyak memperbincangkan.

Dan karena pembuatnya sudah meminta maaf,lagian itu dikemas dalam sebuah cerita fiksi,yang nota bene fiksi adalah fiksi,bebas saja karena fiksi identik dengan "khayalan' saja.Tetapi meskipun fiksi bebas,mbokya jangan sampai melecehkan masalah kepercayaan,agama siapapun.Berbahaya dan sangat rentan serta sensitif sekali kepada konflik bahkan sampai bisa mengancam keselamatan diri.Para pemeluk agama fanatik akan mengejar Anda sampai di kenyataan.Mungkin saja toh.

***
Sebenarnya,hujat menghujat di ranah blog sudah hadir sejak dulu,saya yang mengenal blogging baru-baru ini saja,sekitar tahun 2006 an.Dimana jejaring sosial belum seramai sekarang,facebook saya pertama kali waktu itu hanya berteman 15 orang saja,karena jika saya online pun harus ke warnet.Lalu Yahoo Masenger sayapun hanya berteman 5 orang saja.Belum ramai blog komunitas,apalagi saya waktu itu hanya sebagai netter kadang-kadang saja.

Namun pernah mendengar dari teman-teman,katanya ini ada link alamat blog yang hebat menghujat agama saya.Ternyata setelah dibuka memang isinya hujatan-hujatan bahkan penistaan kepada agama yang dipeluk saya.Waktu itu semua yang membaca marah dan geram,namun apalah daya akunnya akun palsu.

Karena waktu itu tak seramai sekarang,interaksi komentarnya tidak terlalu banyak respon di bawah konten hujatan.Tetapi semua publik internet tahu alamat itu.mungkin pembaca juga tahu,mohon maaf enggak saya muat di sini.

Lain lagi dengan zaman sekarang,jika ada konten yang menghujat,meskipun kadang gampang segera dihapus,tetapi banyak rekan pembaca yang sudah dengan cepat mengcopy paste artikel hujatan.Bahkan beberapa orang sudah dengan cepat membuat file PDF nya.

Hikmahnya,memang layak hati-hati kalau menulis dengan soal keyakinan atau agama siapapun.Meskipun tulisan di media online bisa segera dihapus ketika menuai pro kontra,tetapi siapa tahu bagi aparat hukum dan orang yang perhatian pasti akan segera mengcopy tulisan hujatan kita dengan cepat,misalnya.Bahkan menyimpannya dalam file sejenis PDF dan semacamnya.

Meskipun di media online sudah dihapus,tetapi misalnya jika diperlukan penyelidikan secara hukum masih bisa diteruskan,dengan barang bukti file yang sudah dengan cepat didokumentasikan khalayak pembaca.

Semoga kita semua selalu dibimbing Tuhan setiap waktu.Salam berinteret sehat kawan semua,Salam silaturahmi.

Terpopuler