Rabu, 19 Juni 2013

Milih Jodoh Terbaik? Pakai 4 Kriteria Dasar Berikut

Permisi perkenankan saya menukil sebuah riwayat hadist berikut :
Dari Abu Hurairah – rhadiyallahu anhu – dari Nabi Muhammad SAW, beliau berkata: “Seorang perempuan dinikahi karena empat perkara. Karena hartanya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, (atau) karena agamanya. Pilihlah yang beragama, maka kau akan beruntung, (jika tidak, semoga kau) menjadi miskin”. 

 عنْ أبِيْ هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – عَنِ النَّبِيِّ – صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمْ – قَالَ: تُنْكَحُ المَرْأةُ لِأَرْبَعٍ: لمِالِهَا، وَلِحَسَبِهَا،وَلِجَمَالِهَا، وَلِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكْ
Selama proses mencari dan mempertimbangkan lalu memutuskan untuk memilih seseorang untuk menjadi pasangan hidup,memang gampang-gampang susah.Gampangnya ? Ya,sesuai dengan perkembangan zaman,pergaulan semakin luas pasti akan dengan mudah mendapatkan banyak teman dan kenalan dengan mudahnya.Lalu susahnya...? Ya,susah juga kalau urusan untuk jadi pasangan hidup,karena pasangan hidup artinya orang yang akan menemani kita melewati masa hidup di dunia ini,bahkan sampai menemani kita di akhirat nanti.

Bagi umat muslim tentu sebenarnya sudah jauh-jauh hari ada keterangan dari Nabi SAW seperti di atas tadi,bisa menjadi panduan utama untuk itu, yang intinya seperti ini :."... Carilah jodoh olehmu dengan minimal pertimbangan 4 hal berikut,pilih pasangan kita itu karena:
1.Karena rupanya atau parasnya.
2.Karena Hartanya.
3.Karena keturunannya.
4.Karena Agamanya (Akhlaknya).Dan jika ingin selamat,ditambahkan keterangan,carilah pasangan hidup dengan semata-mata karena sebab utama yang nomor 4 (Agamanya,atau akhlaknya)".

Yang paling dianjurkan untuk mengutamakan melihat dari sisi Agamanya,(baca: Akhlaknya),cari calon suami atau isteri yang Akhlaknya (ilmu dan amalan ajaran agamanya yang baik).Bukan hanya berkedok agamis atau kelihatan berlimu agama tinggi,medok seperti santri/santriyah saja.Tapi lihat pula apakah ia mengamalkan dengan baik ilmu agamanya atau tidak ? Jangan terpukau dengan hanya penampilan lahiriah saja,karena zaman ini banyak yang menggunakan kedok agama sebagai tameng untuk menggaet pasangannya.

Lalu layak dipertimbangkan pula hal-hal seperti urutan nomor 1 di atas tadi,pertimbangkan rupa atau penampilannya,sesuaikan saja dengan rupa atau penampilan kita,agar nanti serasi di lahiriah serasi juga di bathiniahnya.

Lalu hartanya...? Patut dan harus pula dipertimbangkan,tentang apakah calon suami sudah punya pekerjaan tetap atau belum..?Jangan menikahi pengangguran zaman ini,walau memang rezeki diatur Tuhan,tetapi ingat,sunatullah jalan rezeki tetap harus masuk akal,jika calon suami nganggur,lalu mau hidup pakai apa...? Lama-lama iman akan luntur juga tergerus zaman,jika sebuah keluarga dalam keadaan miskin terus apalagi melarat terus.Pertimbangkan dengan baik,carilah pasangan (suami,lelaki) yang bukan pengangguran.

Carilah calon suami yang minimal punya penghasilan dan pekerjaan tetap yang baik dan jalan halal.Bukankah kemiskinan,kemelaratan itu nantinya akan sangat dekat dengan kekufuran ? Artinya bagaimanapun solehanya seorang isteri zaman sekarang,jika kurang materi,pasti suatu saat akan goyah kehidupan rumah tangga selanjutnya.

Karena keturunannya,iya cari kalau bisa atau diusahakan mendapatkan pasangan yang dari keturunan orang subur,lalu dari keturunan orang baik-baik dan membawa kesalehan.Ini artinya jangan sepelekan dukungan keluarga calon pasangan.Karena pada hakikatnya sebuah ikatan perkawinan adalah menyatukan dua keluarga besar untuk lebih mendekatkan silaturahmi.Tidak baik melakukan "kawin lari' atau kawin tak direstui keluarga misalnya,nanti akan menelantarkan kehidupan kita di masa depan.

Jangan abaikan peran,restu dan izin keluarga,hargai ayah dan ibu atau keluarga dengan meminta doa dan restunya ketika kita memutuskan untuk memilih pasangan hidup.

Tentu saja itu semua bagi kesejahteraan dan kebahagiaan Anda berdua setelah jadi keluarga mengarungi hidup ini.

Selamat malam semua.

***

Catatan admin/penulis :

Maaf para teman pembaca semua,jikalau Anda menemukan ulasan atau postingan agama Islam di blog ini,maka itu semata-mata bukan karena saya seorang Kyai,atau seorang ahli agama.Oh,tidak teman.

Saya bukan ahli agama atau apalagi Kyai,namun saya sebagai bagian dari umat muslim saja,untuk sekedar berbagi infromasi yang saya dapat dari pengalaman ,untuk berbagi kepada Anda semua dengan harapan ada manfaatnya,dan blog ini bukan blog khusus untuk memuat materi Agama Islam,hanya saya berniat untuk ikut sesuai anjuran agama kami,bahwa setiap muslim itu wajib ikut berdakwah walau menyampaikan keterangan agama hanya satu ayat sekalipun,sekemampuan.

Mengatasi Mabuk Perjalanan

Ada kawan saya yang jika bepergian memakai mobil atau alat angkut lainnya selain sepeda motor,maka beliau selalu mengalami mabuk perjalanan.Tidak jarang jika sudah terjadi,ia muntah-muntah,mual,muka pucat,masuk angin semua badan panas dingin dan keluar keringat sekujur tubuh.

Bagi yang pernah mengalaminya,mabuk perjalanan ini sangat mengganggu kenikmatan dan asyiknya selama di jalan.Boro-boro menikmati suasana,malahan terus sibuk mengatasi rasa perut mual ingin muntah dan badan seperti linglung hilang kesadaran.Ditambah pula jika sampai muntah,suka disertai oleh rasa "enek,eneg" dan nyeri di dada atau sakit di saluran pencernaan bagian atas.

Jika sudah dilanda mabuk,susah sekali mengobatinya,selain ya,berhenti saja turun dari mobil,lalu istirahat kemudian minum air hangat.Bisa juga ditambah digosokan minyak angin atau balsem yang mengandung menthol dan sejenisnya.Atau dibantu pemulihannya selama istirahat sebentar dengan dipijat seluruh bagian tubuh terutama bagian leher dan punggung.

Untuk mengatasi 'kebiasaan' atau terlanda mabuk perjalanan,perlu kiranya diperhatikan hal berikut sebelum melakukan perjalanan jauh memakai kendaraan bermotor,apalagi jika medan jalanannya banyak berliku dan kurang baik kualitas aspal atau banyak jalan rusak dan naik turun.

Antisipasi agar tidak mabuk perjalanan bisa dicegah dengan persiapan berikut :

1.Pastikan perut kita terisi oleh makanan yang baik dan sehat sebelum berangkat,hindari makanan yang terlalu pedas,terlalu asam.Makan atau sarapan dengan baik,tidak terlalu kenyang juga jangan terlalu sedikit.Perut terisi dengan cukup.

2.Minum air putih secukupnya satu atau dua jam sebelum naik ke kendaraan.Pastikan kondisi tubuh sehat dan segar.

3.Bisa dibantu juga dengan meminum obat anti mabuk sesuai dosis yang dianjurkan.Lebih baik disertai dengan minum obat  untuk mengatasi gejala penyakit mag.

4.Jika suka dengan aroma minyak angin atau balsem gosok,ulaskan merata minyak angin yang hangat atau minyak telon ke bagian dada dan perut sampai pusar.

5.Duduklah di bagian depan kendaraan,agar pandangan fokus dan lebih banyak melihat ke bagian depan arah perjalanan.

6.Cobalah bersenda gurau atau ngobrol santai dengan Sopir atau anggota keluarga yang ikut di kendaraan.

7.Jaga selalu kondisi badan atau tubuh secara keseluruhan,karena kondisi kesehatan tubuh yang buruk secara umum bisa mengakibatkan mudah terjadinya mabuk perjalanan.

8.Jangan lupa bawa ember kecil atau kantong plastik,jaga-jaga bila muntah tidak menyembur ke kursi atau pakaian Anda,karena ketika mabuk melihat muntah berceceran akan semakin merangsang terjadi mual dan muntah kemudian.

9.Beristirahatlah barang sebentar jika ada penumpang yang mabuk atau muntah di kendaraan kita.

Selamat menikmati perjalanan Anda.

Senin, 17 Juni 2013

Penulis Dumay,Siap dan Legawa Bila Diplagiat

Ada saran dari senior saya,beliau seorang blogger juga sebagai penulis yang asli "penulis'.Bahwa katanya jika tulisan atau konten milik dan karya kita dimuat di internet dalam berbagai bentuk media,di media blog,web site atau di jejaring sosial apalagi,ada satu hal penting yang harus diketahui seorang 'netizen' atau penulis,blogger dan semacamnya,yaitu : Harus siap diplagiat tulisan kita sewaktu-waktu oleh siapapun,paling tidak harus siap dicopy dan dipaste oleh siapapun.

Jika tak rela karya tulis atau konten  kita dicopy paste atau bahkan diplagiat,maka tak ada trik ampuh selain :jangan posting konten milik kita di internet !

Seperti layaknya dunia nyata, (ehm..saya sok tahu juga ya ?),...maksudnya begini gan,seperti layaknya di dunia nyata,masyarakat internet itu tidak semuanya 'orang baik-baik',yah,bermacam-macamlah,ada orang miskin,ada orang kaya,ada orang jahat,ada pengecut,ada si pemalas,ada orang keluar sekolahan tetapi jiwanya bukan jiwa terpelajar,ada orang masih awam,orang yang belum tahu bahwa memplagiat itu adalah kegiatan pengecut dan hina dan sebagainya.

Sangat beragam kepribadian dan karakter masyarakat internet,lalu ketika konten kita dibajak orang,maka memang ada sih upaya hukum bisa kita tuntut ke pengadilan,karena melanggar hak cipta dan sebagainya.
Namun pasti urusannya akan panjang.Yang jelas,kalau karya kita (konten tulisan,foto dlsb),tidak mau dibajak orang di internet,seharusnya kita tahu diri dan antisipasi pribadi saja.

Artinya kita selektif memuat konten yang kira-kira jika tidak siap dibajak orang,maka kita tak usah ditayangkan ke media internet.Dan jika niatnya memang untuk berbagi atau beribadah barulah kita upload ke  dunia maya.

Atau kita kunci dan tandai konten dengan berbagai cara,untuk yang ini pasti teman yang jago-jago IT sudah mahir dan mengetahui caranya.Namun bukankah tidak semua jago IT...? Termasuk saya hanya bisa mengupload dan mengetik saja gan hehe..., Gaptek....!

Masihkah kita ingat pesan di sebuah website besar,yang menyertakan catatan penting bagi para penyumbang tulisannya,yang berbunyi : "....jangan upload hasil penelitian di internet.....".Kalau hasil karya Anda tak mau dicuri orang...!

Selamat siang.

Terpopuler