Jumat, 28 Juni 2013

Ngeri! Barang Busuk Dipakai Bahan Baku

Jika seandainya memang terbukti temuan aparat kepolisian di sebuah daerah di Jakarta hari ini,(berita detik.com),yang memuat ada pengusaha home industri yang memakai bahan baku sudah busuk untuk bahan pembuat produknya,memang bukan prihatin lagi,tetapi,ngeri dan menjijikkan.

Bagaimana tidak jijik dan ngeri,bahan baku sudah ada ulat dan belatung masih dipakai bahan dasar produk-nya.

Peran serta masyarakatlah yang berbicara di sini,mungkin kontrol pemerintah tidak akan bisa menyentuh semua kasus yang ada.Laporan warga dan masyarakat sekitar menentukan untuk ikut memberantas praktik-praktik tidak senonoh demikian.

Dulu pernah beredar kabar tentang bakso yang dibuat dari daging Tikus? Atau ada makanan yang diberi bahan pengawet buat mengawetkan mayat ? Sangat berbahaya bagi kesehatan dan tentu saja bagi yang muslim itu semua makanan menjadi tidak halal lagi,atau haram (terlarang) untuk dikonsumsi.

Haram (terlarang) dimakan karena ada unsur berbahaya bagi tubuh jasamani dan rokhani yang memakainya.Bagi kita yang sedang jadi wirausaha punya home industri di rumah,mari niatkan usaha kita ini bukanlah semata-mata hanya mencari uang saja.

Niatkan berusaha juga sambil ibadah,alangkah lebih elok dan bermanfaat,kalau kita hanya memproduksi dan berjualan barang-barang yang halal,baik dan legal.

Buka usaha di jalan ilegal dan merugikan umum (konsumen),selain berdosa juga berkemungkinan suatu waktu akan berurusan dengan pihak yang berwajib.

Selamat berusaha di jalan resmi,halal dan baik-baik,Insya Allah rezeki dan keuntungannya juga akan berkah dunia akhirat.

Selamat hari jumat buat teman muslim,selamat sore buat sahabat non moslem,salam sejahtera semua.Terima sudah selalu mampir ke sini,blog kumpulan catatan ringan tapi mudah-mudahan bermanfaat.

Tiada Negeri Paling Indah,Selain Kampung Halaman

Saya rasa kita semua akan setuju dengan ini,Negeri yang paling indah adalah negeri dimana pernah suatu waktu darah kelahiran bersimbah dengan tubuh semasa bayi ketika kita dilahirkan dari rahim Ibu kandung.Tak ada lagi negeri,tak ada lagi lokasi kenangan paling berkesan selain kampung tempat pertama kali kita berkelana di dunia ini.

Dimanapun kita berada saat ini,di seluruh pelosok dunia, di segala tempat nun jauh di perantauan,suatu waktu kerinduan ke kampung halaman akan Anda rasakan.

Dinamisnya kehidupan membuat beberapa orang harus setengah terpaksa meninggalkan kampung kelahiran.Banyak motivasinya meninggalkan kampung kelahiran,ada yang karena tuntutan pekerjaan,studi mencari ilmu,dibawa oleh pasangan hidup yang berbeda kampung atau karena ingin merubah nasib lalu merantau ke segala pelosok dunia.

Namun setelah kita sukes,setelah kita berhasil baik berhasil pendidikan,mendapat ilmu beserta gelar dan titel yang berderet-deret misalnya.Atau ketika sudah berhasil mendapatan harta dan jabatan,akan tidak "puas' jikalau kampung halaman kita tidak mengetahuinya.Atau akan kurang kepuasan hidup jika suksesnya kita tidak ada kontak atau terlalu jauh bahkan meninggalkan kampung halaman.

Berbeda jika setelah merantau,pergi berkelana lalu berhasil dan sukses lahiriah batiniah,lalu bisa berkumpul bersama handai taulan dan sanak keluarga,suksesnya terbawa ke kampung halaman dan bisa berjasa untuk warga kampung halaman,atau dalam lingkup lebih luas bisa berjasa bagi sesama satu negeri,maka kesuksesan yang diraih kita akan berbeda "rasa puas'nya.

Akan merasakan kepuasan tersendiri jika sukses kita bisa dinikmati di kampung halaman sendiri,baik secara domisili,bertempat tinggal atau bisa berjasa nyata memajukan warga,keluarga dan daerah kampung kelahiran.

Mungkin dari ada rasa inilah yang kemudian selalu ada budaya "mudik' pulang kampung bagi banyak orang yang merantau.Dan ketika di kampung maka akan lebih puas jika mudiknya membawa kesuksesan,baik sukses secara pribadi maupun suskes bersama keluarga.

Indah sekali kalau kita sukses lalu bisa tetap tinggal di kampung kelahiran,mengabdi kepada negeri,berkarya bagi sesama,menebar manfaat kepada semua umat dan dengan tetap bertempat tinggal di kampung sendiri.Terutama di tanah asal kelahiran kita ketika baru mengisi dunia fana ini.

Salam rindu kampung buat semua pembaca.Semoga kita bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi banyak sesama,minimal bisa manfaat bagi warga sekampung tanah kelahiran kita.

Salam.


Rabu, 26 Juni 2013

Jangan Lupakan Buah Mengkudu

Sebenarnya catatan kali ini sudah banyak yang nulis,tapi sekedar mengingatkan disela-sela ribuan informasi media saat ini tak ada salah kalau kita nyimak lagi di sini.

Karena bukan artikel (karya ilmiah) tentang kesehatan,tentu saja saya hanya hanya menulis tentang pentingnya mengingat kembali khasiat Daun dan Buah Mengkudu,terutama bagi penderita Diabetes (atau istilah ngetopnya penderita kencing manis).

Untuk mencegah dan mengobati Diabetes hal yang paling pokok adalah pola hidup sehat yang baik.Gaya hidup sehat harus selalu dilakukan.Makan dan minum yang teratur,istirahat,bekerja,olahraga,mengelola stress  dan sebagainya diusahakan teratur dengan baik dan seimbang.

Pada dasarnya pengobatan kepada penderita diabtes meliputi hal berikut : mengaktifkan dan memperbaiki kembali fungsi sel Beta dalam Pankreas untuk menghasilkan Insulin, menstabilkan dan membantu mengendalikan gula darah tetap pada level yang normal.

Dan khasiat dari buah Mengkudu bisa membantu dalam proses seperti di atas tadi,yaitu Membantu mengurangi kadar gula darah pada penderita/pasien Diabetes melitus.

Untuk pencegahan,minum atau konsumsi terus sari buah daun atau buah Mengkudu,tak ada salahnya jika konsultasi juga dengan dokter atau ahli kesehatan pribadi Anda selama perawatan.

*)Disarikan dari berbagai sumber,untuk artikel tentang Diabetes lebih mendetail sudah banyak para ahlinya yang menulis di internet,silahkan googling saja gan.Agar lebih jelas dan lebih memahami semuanya.

Saya hanya mengingatkan saja,bahwa pengobatan alternatif dengan buah Mengkudu bisa dilakukan apalagi kalau di kebun Anda sendiri memiliki pohon tersebut,mohon jangan ditebang deh gan..! Banyak sekali manfaatnya dari Pohon Mengkudu tersebut.

Salaman.

Terpopuler