Sabtu, 28 November 2015

Sehat itu Memang Perlu

Sehat jasmani dan rokhani,sehat jiwa dan raga,sehaat lahir dan bathin itu adalah kekayaan yang tidak ternilai harganya,Tidak bisa dinilai dengan uang.

Saya sudah hampir 2 minggu ini terkena penyakit demam seperti masuk angin,flu dan pilek disertai batuk-batuk ditambah dengan sakit otot semua.Baru hari ini agak mendingan meskipun batuk dan sakit otot nyeri sendi masih terasa walau tidak separah dua minggu yang lalu.

Selama sakit tersebut,tersiksanya minta ampun,makan dan minum tidak enak,tidur pun tidak nyenyak sehingga hidup gundah dan serba salah.Semua aktivitas pekerjaan terganggu bahkan ada yang buntu,pertemuan-pertemuan dengan rekanan dan teman usaha banyak yang gagal karena batuk saya menganggu.Ya,mau berbincang bisnis bagaimana jika batuk-batuk,pilek meler dan otak tidak bisa konsentrasi berpikir dengan baik.

Jika sudah sakit begini,bahkan hanya baru diberi sakit ringan meriang,flu pilek dan demam saja kok,apalagi sakit yang parah dari itu,mungkin kesulitan dan ketidakbahagiaan hidup akan lebih parah terasa.

Baru sakit meriang saja,hampir semua aktivitas hidup jadi terganggu dan banyak yang gagal total.Banyak langkah yang tidak bisa berjalan dengan semestinya seperti ketika badan ini sehat.

Tentu saja secara bisnis dan materi jika kita sakit adalah sebuah kondisi merugi,karena banyak peluang dan jalan usaha jadi terbuang percuma.Jadi benar sekali bahwa sehat itu adalah modal utama jika kita ingin hidup bahagia.

Secara takdir,memang sakit dan sehat itu adalah di luar kuasa makhuk,namun kondisi sakit dan sehat bisa kita usahakan melalui ikhtiar berperilaku dan bergaya hidup sehat.

Menjaga kebersihan lahir bathin,memanaj mengatur waktu antara kapan bekerja,kapan istirahat,kapan harus kontrol cek up kesehatan  dan pandai mengendalikan diri demi kesehatan jiwa raga adalah sebuah ikhtiar untuk bisa hidup sehat.

Badan sehat jiwa raga bisa diusahakan,dan jika sehat jiwa raga hidup bisa ternikmati,bisa dengan maksimal menikmati hidup dengan senang dan bahagia.Dengan sehat jiwa raga lahir bathin,kebahagiaan,kenikmatan,dan kepuasan hidup bisa diperjuangkan.

Selamat menjaga kesehatan jiwa raga lahir bathin Anda semua.Thanks sudah selalu mampir.

Kamis, 26 November 2015

Jeda,Ambil Nafas! Stop Sebentar jika Situasi Sedang Kacau Balau

Meluangkan waktu untuk berkontemplasi,menenangkan diri secara fisik dan psikis,istirahat di ranjang seperti layaknya seorang yang sakit secara medis sedang diopname di rumah sakit adalah salah satu trik untuk membuat bisnis kita tidak larut dalam kondisi kacau balau.

Perjalanan usaha tidak selamanya akan mujur,bayangan dan target keuntungan yang diburu semua pebisnis tidak selamanya berjalan dengan mulus.Bahkan,setiap pebisnis akan pernah suatu waktu dimana kondisi dan situasi usaha baik secara intern maupun faktor eksternal ada pada posisi kacau balau,semrawut dan di luar perhitungan.

Jika sudah demikian adanya,lakukanlah stop aktivitas barang sejenak,bukan berhenti tetapi mengambil nafas agar situasi dengan jelas terbaca keadaan yang sebenarnya,sehingga kesadaran posisi dimana kita berada dan harus bagaimana ke langkah ke selanjutnya menjadi jernih terlihat untuk tidak salah mengambil keputusan bisnis di etape usaha berikutnya.

Menganalogikan seperti pada permainan sepak bola,jika permainan sudah ngawur semrawut diluar kendali standar operasi ketika direncanakan pada waktu briefing di luar lapangan,ketika semua lini sudah mebahayakan,ketika semua manuver sudah meleset tidak membuahkan goal,ketika segala teknik sudah tumpul dan gagal lagi-gagal lagi mencetak goal,bahkan membahayakan pertahanan teeam kita,maka yang harus dilaksanakan team kita agar bisa menang pertandingan adalah KONSOLIDASI.

Ya,mengontrol dan mengendalikan diri lalu berkonsolidasi dengan langkah-langkah yang lebih baik di detik-detik permainan berikutnya.Untuk berkonsolidasi dan memperbaiki suasana situasi buruk kacau balau itu,diperlukan jeda sejenak,mengambil nafas agar kesadaran diri tertarik kembali untuk tetap berpikir jernih dan logis guna mengndalikan situasi kacau tersebut.

Begitupun bagi pebisnis pemula (wirausaha pemula),jika aktivitas bisnis sedang kacau,ambilah masa jeda,dengan beristirahat barang sehari atau 2 hari untuk menenangkan diri secara fisik dan psikis,Banyak cara sesuai kebiasaan masing-masing,ada yang caranya pergi ke guru spiritual yang lurus (Guru Agama yang dituakan),atau pergi ke sebuah tempat semacam Villa dan menyendiri di sana,berkontemplasi di tempat yang sepi,pergilah ke pegunungan dan menyewa kamar villa lalu mendekatkan diri ke Sang Pencipta di sana,pokoknya cari aktifitas yang membuat otak dan oto kita bisa rehat sejenak.Yang kesemuanya itu untuk memperoleh inspirasi dan membuat otak dan otot segar kembali untuk menguasai situasi dan kondisi yang sempat kacau ketika Badai Kacau Balau melanda di hari kemarin.

Salaman hangat,selamat mencari inspirasi dan bersemangat untuk terus berusaha dan beribadah kembali.


Kamis, 19 November 2015

Pengusaha Pemula: Mapan Kendalikan Emosi

Memakai istilah mesti mapan mengendalikan emosi,saya ingin menekankan bahwa mengendalikan emosi dan perasaan dalam berbisnis adalah sangat penting.Berbisnis memerlukan pengendalian emosi yang baik dan harus mendekati sempurna.

Bagaimana mungkin seorang pebisnis apalagi masih pemula akan berhasil bila mengendalikan emosi saja masih belum mampu.

Dalam prakteknya,apapun bisnis kita sebesar atau sekecil apapun usaha kita dalam realitas sehari-hari akan selalu ada masalah.

Masalah yang rumit atau ringan semuanya memerlukan penanganan langsung sang pebisnis,dan itu memerlukan pengendalian emosi dan perasaan yang matang dan dewasa.

Sebut saja misalnya,masalah menghadapi klien yang wanprestasi,tagihan macet,janji-janji rekanan yang tidak tepat,masalah berkas admisnitrasi yang kurang dan birokrasi yang berbelit,cuaca yang kurang mendukung,badan sakit-sakitan,masuk angin,terkena serangan flu bahkan sampai urusan anak-anak atau keluarga yang seperti tidak memaklumi kesulitan perusahaan,adalah rentetan contoh kecil masalah yang akan selalu timbul dalam perjalanan bisnis kita.

Untuk menghadapi itu semua,jika kita mau jadi pengusaha yang sukses,mesti mendewasakan diri dan pandai mengendalikan emosi sehingga semua masalah dihadapi dengan jernih dan tenang serumit apapun kenyataan di dalam prakteknya.

Memerlukan latihan yang terus menerus dan menambah wawasan serta bergaul dengan orang-orang bermental dewasa dan kuat adalah salah satu langkah agar kita bisa dewasa menghadapi semua masalah seperti contoh di atas tadi.

Tambahlah terus ilmu tentang mendewasakan kepribadian kita,bergaulah dengan para pengusaha yang handal dan sudah terbukti dewasa dalam segala hal,dan kendalikanlah emosi diri sehingga kita tidak lantas bertindak brutal diluar kendali,agar bisnis kita tidak lekas hancur hanya karena diri kurang menguasai mengendalikan emosi.

Tahan nafas dan tetap tenang,hadapi masalah dan pukul terus menerus segala halang rintang,jalani dengan mantap kendalikan emosi dan injak terus gas bisnis kita,agar tetap berjalan tidak oleng dan tidak keluar dari trek jalan tujuan sukses kita.

Selamat pagi semua.

Terpopuler