Senin, 10 April 2023

Cara Rumah Tangga Pemula Swasembada Beras

Beras adalah makanan pokok hampir di seluruh dunia orang menjadikan beras sebagai bahan pokok makanan sehari-harinya.

Terutama di Indonesia,beras merupakan makanan utama untuk memenuhi kebutuhan asupan makanannya.

Untuk itu yang namanya beras akan laku terus dan dicari orang 

Lantas,kenapa kamu keluarga muda gak berjualan beras saja?

Memang tidak semudah teori untuk dilaksanakan,berbagai alasan akan muncul untuk menghalangi Anda bergerak berdagang beras dan punya untung dari jualan itu.

Namun,bagi keluarga muda layak dicoba.

Mari kita lihat situasinya,mungkin berandai-andai sajalah pada awalnya.

Andai Anda keluarga muda tinggal di perkotaan atau kompleks perumahan dan anda tidak memiliki sawah,tetapi ingin swasembada beras....?!

Nah,bisa dengan jalan jualan beras dimulai dari omset terkecil.

Anda berada di kompleks atau gang dan kampung,yang rata-rata mereka tetangga atau saudara kita mengonsumsi beras bukan?

Itu artinya peluang pasar Anda.

Mulailah belanja beras misalnya satu karung 50kg.Ambil keuntungan per kilogramnya Rp.500,- artinya jika terjual semua 50 kg Anda untung Rp.25.000 toh...?

Kemana jual 50 kg ? Coba tawarkan ke tetangga kiri atau kanan rumah,teman kerja,teman anak atau teman pasangan Anda,adik kakak Anda,teman komunitas dan siapa saja yang mungkin Anda kenal.

Dapat 10 keluarga saja jadi pembeli rutin setiap bulan misalnya 10 kg per keluarga,omset Anda 100kg beras per bulan.

Dikalikan keuntungan Rp.500 per kg,Anda untung 50 ribu per satu bulan.

Dengan uang lima puluh ribu hasil untung jualan omset 100kg beras,berarti jika belikkan ke beras lagi lima puluh ribu bisa dapat beras kualitas standar dapat 5 kg beras per bulan.

Jika Anda belum punya anak,5 kg beras per bulan,cukup untuk kebutuhan makan Anda berdua.

Bukankah itu artinya sama saja Anda seperti memiliki sawah sendiri ?

Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk khusus membeli beras bulanan,karena sudah dapat untung dari dagang beras omset 100kg tadi.

Itu sekedar illustrasi dengan dagang sederhana seperti itu,kebutuhan beras per bulan Anda berdua sudah terpenuhi dari kegiatan dagang beras kecil-kecilan.

Artinya dengan gerak cerdas dagang sederhana begitupun,Anda berdua sudah bisa makan dan bisa swasembada beras tanpa harus memiliki sawah kalau memang Anda tak memiliki sawah.

Tentu saja jika ingin hasil lebih banyak,tinggal meningkatkan omset dan memperluas jaringan pemasaran.

Area penasaran mulailah dari tetangga dekat,teman dekat,saudara dekat,lalu kuasai satu RT,kuasai satu RW,satu kelurahan,kecamatan....semua belanja beras ke kios Anda.

Bisa Anda hitung sendiri peluang untungnya......!

Sederhana bukan ...?

Tapi ini memerlukan tindakan yang baik dan segera beraksi.

Pergilah besok ke Pasar Induk Beras,belanja satu karung beras ukuran 50 kg,lalu bawa ke rumah,terus tawarkan ke calon pembeli yang sudah saya tulis di atas tadi 

Selamat mandiri dan swasembada beras keluarga Anda tanpa harus memiliki lahan sawah atau tanah ladang.

Ok......segera beraksi ,bung dan nyonya...!

Baca juga yang ini ya,..Mandiri Memenuhi Kebutuhan Sehari-hari


Patroli Tim Prabu Akan Hadir Lagi di Bandung

Sebagai warga Bandung yang sering keluar malam hari untuk berangkat bekerja,saya menyambut baik berita tentang akan aktif kembali patroli keamanan oleh jajaran Polrestabes Bandung 

Seperti diberitakan beberapa waktu ke belakang,keamanan pada malam hari di Kota Bandung sempat terganggu oleh beberapa tindak kejahatan kriminal,baik dari oknum geng motor atau disebut-sebut oleh pembegal jalanan.

Kebanyakan kejahatan terjadi pada malam hari ketika jalanan sudah agak sepi.

Salah satu cara menanggulangi tindak kejahatan jalanan demikian,tindakan preventif yang terbaik adalah dengan banyak patroli yang melintas.Setidaknya memberi efek takut dan mempersempit kesempatan kepada orang jahat untuk berbuat kriminal.

Tim patroli terkenal di Bandung yang sempat terhenti beberapa saat yang lalu,yaitu Tim Prabu kini diaktifkan kembali.

Dilansir dari portal pikiranrakyat.com dan prfmnews,dinyatakan bahwa sejak 6 April 2023 Tim Prabu akan berpatroli kembali terutama pada saat malam hari.

Terima kasih pak Kapolres dan seluruh jajaran kepolisian Bandung khususnya,dan semua aparat keamanan semua,semoga tugas Anda menjadi bernilai ibadah dan membawa keberkahan.

Bravo.....terimakasih LAPAN Anam ,komandan.....!

Selamat bertugas,hati-hati dan semoga selamat ada dalam Lindungan Alloh kita semua.

Sumber :Prfmnews- klik di sini..!

Minggu, 09 April 2023

Di Rumah Puasa di Luar Tidak Puasa!

Asli ini pengalaman pribadi,tetapi ngomong-ngomong dengan teman kerja dan komunitas saya di luar rumah,terutama kaum kami bapak-bapak banyak yang sama.Pernah mengalami batalin puasa di tempat kerja,ngumpet di kantin,sekedar ngopi dan mero***.

Padahal tidak makan,hanya begitu saja karena waktu sahur ikut sahur waktu buka ikut buka,di rumah.

Sebagai kepala keluarga di rumah tentu harus jaga imej,jaga wibawa di hadapan anak istri,termasuk jaga ketaatan untuk menunaikan ibadah puasa ramadhan.

Seharusnya jangan munafik,berbohong ke keluarga,kalau batal ya bilang saja batal karena ada sebab yang dibolehkan oleh aturan ibadah shaumnya.

Misalnya,karena sakit,karena melakukan perjalanan jauh,karena mabuk,karena hilang akal ...hehe.....karena sudah uzur tua dan sebagainya.

Atau jika wanita moslem karena datang haid menstruasi,karena nifas melahirkan,karena masa menyusui bayi baru lahir dan seterusnya.

Jika ibu batal puasa atau tidak puasa di rumah di depan anak-anak tentu harus dikasih tahu,bahwa fikih ibadah puasa membolehkan ibu buka puasa dengan alasan tersebut.

Jika suami atau bapak-bapak tidak puasa juga mestinya diberitahu juga ke anak,alasan yang sah sesuai hukum Islam bahwa sedang boleh tidak berpuasa.

Tetapi jika bapak-bapak tidak puasa tidak ada sebab yang sah,di depan anak sebaiknya tidak vulgar dan berbuka secara terang+terangan.

Menurut hemat saya ya,jika kita tidak puasa tidak ada sebab yang sah,cukup kita berbuka di luar rumah atau di tempat tertutup demi agar anak kita tidak meniru akhlak bapaknya yang sedang dalam perbaikan hehe.....!

Sejatinya ibadah itu adalah hak pribadi masing-masing,dan tentu melakukannya harus karena Alloh semata bukan karena makhluk.

Itu hakikat dari ibadah apapun termasuk puasa,tetapi di dalam hubungan antar manusia,terutama untuk pendidikan akhlak anak-anak,seyogyanya jika kita sedang tidak berpuasa,maka hormatilah mereka yang sedang berpuasa diantaranya tidak makan minum atau merokok dan ngopi di depan anak atau orang yang sedang puasa.

Mau shaum atau tidak itu hak Anda,itu urusan Anda moslem masing-masing.

Ini tulisan saya buat hanya memuat pendapat dan pengalaman pribadi saya.

Saya jika memang tidak sedang puasa,di rumah tetap seperti puasa terutama di depan anak-anak.

Pun,di luar rumah jika harus batal,mungkin saya berbuka di tempat yang tertutup tidak vulgar berbuka di depan orang atau umum,baik teman yang sesama agama Islam maupun di dekat teman yang berlainan agama 

Hubungan manusia dengan Tuhannya harus baik,hendaknya pula baik-baik hubungan dengan sesama makhluk Tuhan juga.

Dalam hal ini,urusan ibadah puasa adalah urusanmu dengan Alloh,dan jika harus berbuka puasa atau batal puasanya hendaknya menghormati pula orang yang sedang beribadah puasa,dengan tidak makan minum secara terbuka di depan mereka.

Selamat menunaikan shaum bagi rekan yang moslem,salam sejahtera buat pembaca semua.

Terpopuler