Senin, 26 Juni 2023

Ingin Hidup Selamat Tenang dan Bahagia

Doa sapujagat di kami kaum muslimin adalah Doa Selamat,yang artinya "Ya Alloh berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat,serta selamatkan lah kami dari siksa api neraka".

"Rabbana atina fidunya Hasanah wafilakhirati Hasanah waqina adabbannar"

***

Hidup di dunia ini yang kita cari adalah segala kebaikan,hal yang baik-baik baru kita akan merasakan kebahagiaan yaitu tidak disiksa dalam penderitaan atau neraka.

Dalam Islam jika ingin selamat dan bahagia dunia akhirat cukup kita harus bertaqwa.Muslimin dan Muslimat,mukminin dan mukminat,jika ingin selamat dan bahagia,hendaknya kita bertaqwa.

Taqwa artinya tidak melakukan hal yang dilarang Tuhan dan mengerjakan apa yang diperintahkan Tuhan.

Cara dan ilmu taqwanya ada pada syariat dengan segala perlengkapannya,yang disebut syariat agama Islam.

Itu secara keyakinan,cukup bertaqwa dan hidup akan bahagia.

Dalam keseharian ketika masih hidup,aplikasinya dalam sehari-hari bila kita ingin hidup dan mati dengan bahagia,cukup jadilah orang baik.

Lakukan hal yang baik-baik saja,lakukan hubungan kepada Tuhan dengan baik melalui ritual ibadah sesuai syariat yang lurus dan benar.

Juga lakukan hubungan dengan sesama makhluk terutama sesama insan dengan baik pula,termasuk berhubungan baik terhadap alam semesta.

Karena ketika hidup di dunia hukum alam berlaku,siapa yang menanam kebaikan sekecil apapun maka balasan yang akan didapat adalah kebaikan dan hal yang baik-baik.

Pun,sebaliknya jika berbuat buruk atau jahat kepada manusia dan alam semesta maka balasan karma buruk pun akan didapat sesuai amal kejahatannya.

Jika kita berbohong pasti kita akan dibohongi orang,jika kita suka iri dengki dan dhzalim ke sesama maka yang didapat adalah hal serupa,keburukan yang akan didapat.Ini salah satu contoh sifat dan perbuatan baik atau buruk maka balasannya sesuai dengan amal kita.

Hukum karma akan terjadi pada apapun yang kita perbuat selama masih di dunia ini.

Karma baik akan berakibat baik,sebaliknya perbuatan buruk akan mendapat karma buruk pula.

Jika kita mau hidup bahagia dan selamat dunia akhirat,teruslah berusaha dan beramal yang baik-baik.

Jadilah orang baik..maka hidup dan mati kita akan baik-baik juga.Sunatulloh demikian terjadi ke kehidupan nyata saat ini.

Jadi tidak usah menyalahkan pihak lain jika saat ini sedang seperti bernasib buruk,sengsara,menderita,dan semacamnya karena jika kita renungkan mungkin saja pada masa lalu,amal dan perbuatan kita terlalu banyak berbuat hal yang buruk-buruk atau jahat kepada sesama.

Terus bagaimana agar keluar dari penderitaan dunia jika sedang dilanda hal demikian,bernasib buruk...?

Bertaubat, teruslah berusaha dan beramal baik,jadilah orang yang baik....! Pasti balasan kebaikan akan merubah dari nasib jelek kepada bernasib bagus atau bahagia.

Jadilah orang baik ....!

Wallahu Alam 

Dari Sini Keluarga Sejahtera Dimulai

Keluarga muda yang baru membangun rumah tangga,baru saja menikah bisa saja masih bingung belum menyadari harus darimana dimulai untuk bisa bertahan,tumbuh dan bahagia berkeluarga.

Sebagai makhluk hidup individu dan makhluk sosial,yang saat ini kalian sudah berdua,sebagai suami dan sebagai istri.

Dalam teori berkeluarga masing-masing mempunyai tugas pokok sesuai statusnya,tugas pokok atau kewajiban suami dan istri tentu berbeda dalam hal tentang hak dan kewajiban khusus dalam keseharian berumah tangga.

Tugas pokok suami adalah jadi pemimpin keluarga,sebagai ketua dalam pengambilan keputusan keluarga,sebagai pelindung utama anak dan istri,sebagai kepala dalam segala hal urusan yang menyangkut masalah dalam dan luar rumah tangga.

Kewajiban memenuhi kebutuhan pokok seluruh keluarga ada pada suami atau laki-laki.Itulah kodrat aslinya tugas suami.

Istri tugasnya mengepalai semua aktivitas dan urusan rumah tangga termasuk anak dan mengurus segala keperluan serta melayani suami dan anak lahir bathin.

Adapun jika istri harus bekerja,sebaiknya sifatnya hanya membantu suami dengan catatan tidak melepas kewajiban pokok untuk melayani dan mengurus suami dengan anaknya.

Tetapi jika suami mampu mencukupi kebutuhan semua biaya dan urusan keluarga maka sebaiknya istri fokus saja mengurus anak dan rumah,melayani suami dengan baik dan menjaga rumah dengan baik.

Sangat kuno dan mungkin tidak sepakat untuk zaman kekinian bagi sebagian kaum wanita masa kini.
Sangat dimengerti jika penghasilan suami kurang mampu untuk mensejahterakan keluarga,maka istri masa kini banyak yang memilih untuk ikut juga bekerja untuk mencari tambahan pendapatan keuangan.

Dalam kondisi dan ukuran tertentu,mungkin istri ikut bekerja bisa dimengerti dan tentu tidak salah selama pekerjaannya itu tidak melalaikan tugas istri di rumah.

Tetapi bicara keluarga ideal dan ini pendapat kuno sebenarnya,jika ingin sebuah keluarga tidak terlalu banyak muncul masalah dan konflik,yang terbaik adalah suami itu mampu menafkahi dan membiayai seluruh biaya hidup keluarganya dengan cukup.

Ukuran cukup ini memang menjadi nilai yang relatif,satu keluarga dengan yang lainnya ukuran cukup biaya hidup bisa berlainan jika pos pengeluaran keluarganya ditambah dengan pos pengeluaran bukan sekedar kebutuhan.

Akan jadi banyak pengeluaran jika biaya ditambah  dengan biaya gaya hidup dan untuk memenuhi semua keinginan.Bahkan jika tidak terkontrol semua keinginan ajan membuat pendapatan sebesar apapun ajan selalu terasa kurang.

Namun paling tidak penghasilan suami bisa membiayai kebutuhan pokok dengan aman,yaitu kebutuhan makanan,pakaian dan perumahan ditambah untuk biaya pendidikan jika sudah hadir anak.

Bisa membiayai hal tersebut di atas,seorang suami termasuk suami yang baik dan apalagi jika bisa menabung dan investasi untuk dana darurat atau untuk mempersiapkan masa depan keturunan itulah suami ideal.

Dari faktor ekonomi inilah biasanya masalah dalam keluarga suka muncul masalah,selain soal lain yang sering melanda kebahagiaan keluarga jadi tidak tercapai.

Bukan mengesampingkan masalah lainnya,namun hal utama pondasi keutuhan pernikahan faktor ekonomi keluarga harus terus dibangun dan diperkuat agar tidak terjadi resesi ekonomi lokal di keluarga.

....selamat berjuang keluarga muda.....


Minggu, 25 Juni 2023

Jika Pernikahanmu Mulai Retak

Jodoh adalah terjadi atas kuasa Tuhan,kepada siapa dengan siapa kita berjodoh untuk menikah,menurut kepercayaan saya yang muslim,itu sepenuhnya adalah TakdirNya.

Secara keyakinan jodoh adalah takdir,berakhir jodoh atau bercerai pun adalah sesuai TakdirNya.

Namun dalam menjalaninya pada kenyataan hidup,perceraian atau mencari jodoh dan mempertahankan pernikahan adalah nasib yang ditentukan oleh ikhtiar manusianya.

Bertahan atau bercerai dari pernikahan,itu adalah pilihan manusia 

Pernikahan adalah ikatan,komitmen dua insan untuk hidup bersama,berangkat dari asal saling ketertarikan lalu saling mengenal,berpacaran,dan menikah.Begitu kan,proses awal pada umumnya orang menikah?

Meskipun ada yang peristiwa bertemunya dijodohkan orang tua,ujungnya sama yaitu menikah dan harus hidup bersama.Mungkin yang dijodohkan memerlukan adaptasi yang lebih cepat untuk bisa hidup bersama dan tidak bercerai.

Tetapi yang biasa terjadi pasangan menikah diawali dengan saling tertarik,kenal mengenal dan sepakat untuk menikah lalu hidup bersama dalam sebuah keluarga.

Ketika pertama kali bertemu mungkin hanya ada rasa senang saja kalau bersama,nyaman dan sebagainya,lalu timbul rasa sayang,muncul juga cinta dan kasih yang selanjutnya diikat oleh sebuah perjanjian hidup bersama dengan pernikahan.

Setelah menikah,nah disinilah mulai bermunculan masalah umum dalam sebuah rumah tangga.

Mulai muncul masalah ekonomi,keuangan keluarga,muncul orang ketiga,muncul pihak ketiga yang merecoki,muncul banyak perbedaan sifat,karakter,kebiasaan,budaya yang berbeda dari pasangan.

Bahkan sering muncul masalah dari tentang perbedaan dua keluarga besar pasangan dan sebagainya 

Muncul cemburu buta,muncul selingkuh uang,selingkuh waktu,dan sebagainya dan seterusnya.

Jika emosi dikedepankan,jika egois dinomorsatukan saat timbul masalah umum keluarga,maka tidak sedikit pernikahan mereka hancur,bercerai dan berakhir dengan surat talaq.

Agar tidak sampai pernikahanmu hancur,salah satunya adalah kedua pasangan harus sadar diri dan kembali ingat dan berpijak pada komitmen awal.

Komitmen awal sebuah pernikahan adalah ingin bersama menjalani hidup dengan bahagia.

Jika timbul masalah rumah tangga,hendaknya ingat lagi komitmen kita adalah ingin hidup bersama dengan saling menyayangi.

Fokus ke solusi untuk kebaikan bersama,jangan mudah untuk bercerai,ingat sangat susah dan jangan sampai Anda jadi Janda atau Duda.

Perbaiki sedikit demi sedikit salah faham hal apapun,jalani tanggung jawab masing-masing dengan baik sebagai istri atau suami.

Anggap masalah keluargamu adalah kesempatan untuk tumbuh bersama,untuk maju bersama,tantangan untuk lebih merekatkan jalinan pernikahan.

Komunikasikan masalah dengan pasangan lebih baik.Kembangkan dan terus belajar untuk selalu memperbaiki,melakukan perbaikan terus menerus.

Hadapi masalah rumah tangga dengan lebih erat menjalin persatuan dan kesatuan komitmen hidup bersama yang sejak awal Anda berdua jalani.

Hadapi dan pukul masalah dengan kekuatan Anda berdua,barengi dengan doa agar Tuhan selalu melindungi kita dari hal yang tidak kita harapkan.

Terpopuler