Sabtu, 11 April 2026

Viral Dulu Baru Ada Perhatian

Kemajuan teknologi zaman sekarang memudahkan segala urusan termasuk masalah "kemanusiaan",tata kerja,tata kelola pelayanan publik, dikomentari bahkan dikritisi lewat media onlen atau media sosial oleh semua kalangan.

Baru-baru ini viral tentang postingan kecewa seorang ibu seorang bayi yang mau keluar dari perawatan RSHS Bandung yang bayinya ketika hendak keluar sudah ada di tangan wanita lain.

Karena lapar di ibu bayi menunggu antrian pulang maka dia turun dahulu ke lantai bawah,mungkin cari makanan dan bayi masih ditinggal di ruang perawatan.

Ketika dirinya dipanggil antrian si ibu masih di lantai bawah.Lalu menurut video dia,feeling seorang ibu memanggil untuk segera ke ruang antri.

Disinilah kejadian bayinya diketemukan sudah dipangkuan wanita lain.

Suster dan pihak Rumah sakit sudah mengklarifikasi kelalaian ini.Bahksn video ibu bayi ini sudah direspon pula oleh KDM gubernur Jawa Barat.

Dari sini kita mendapat pembelajaran bahwa saat ini pelayanan publik bisa dengan mudah diketahui oleh umum dalam detik per detik.

Berbagai bidang pelayanan dan kekecewaan publik bisa dengan mudah diupload dan disebar di berbagai saluran onlen.Terutama dari media jejaring sosial.

Manfaatnya tentu saja bagus dan besar,agar kontrol sosial zaman sekarang semua kalangan bisa melakukan.

Tentu kekurangan dan kelalaian yang terjadi di ruang publik bahkan ranah pribadi bisa dengan mudah dikontrol semua pihak.

Dengan demikian kinerja dan tata kelola yang kurang baik bisa segera diperbaiki saat itu juga.

Respon positif dari para pihak membuat kehidupan seharusnya sudah semakin membaik.

Meskipun kondisi demikian masih rawan pula untuk digunakan secara kotor,yaitu viralkan dengan cara fitnah, pembunuhan karakter, intimidasi, provokasi dan semacamnya.

Konten viral adalah dua sisi yang harus bijaksana menyikapi.

Sensor pribadi menerima konten viral adalah hal bijak harus kita lakukan agar tidak terpancing pada hal yang buruk.

Kita harus bijak menilai mana konten viral yang baik dan konten viral yang tidak baik.

Selasa, 07 April 2026

Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Tanpa KTP Pemilik

Birokrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor di Samsat Jawa Barat asalnya mengharuskan ada KTP asli atas nama pemilik sesuai STNK.

Hal ini membuat pemilik kendaraan kedua yang belum balik nama kesulitan membayar pajak pada tahun tertagih.

Dampaknya tentu menjadi malas dan membiarkan tagihan pajak tertunggak.

Di sisi lain,ada yang bisa membayar tetapi lewat jalan tidak benar yaitu membayar uang tembak KTP asal dan pajak pun bisa dibayarkan,keluar tanda lunas pajak.

Tentu hal janggal tersebut sudah berjalan puluhan tahun.

Bayar tanpa KTP asal STNK tidak bisa,tetapi kalau lewat belakang dengan membayar sejumlah uang pembayaran berlangsung lancar.

Menurut informasi dari akun pribadi Gubenur Jabar di medsos,mulai tanggal 4 April 2026, membayar pajak kendaraan boleh tanpa ada KTP pemilik pertama atau yang sesuai STNK.

Sebuah terobosan birokrasi yang positif,mari kita dukung.

Catatan: Tulisa ini berdasarkan pengalaman penulis setelah menonton akun medsos yang terkait. 

Kamis, 26 Maret 2026

Mudik Wajib Tajir ?

Arus mudik dari arah Jakarta dan kota-kota besar lainnya menuju kawasan kampung setiap lebaran selalu padat bahkan macet dan ramai.

Mudik atau berlebaran di kampung memang sangat istimewa dan berkesan,terutama bagi putra daerah yang merantau di kota kemudian sukses bisa menghasilkan uang hidup mapan merupakan sesuatu yang tidak dapat dirangkai kata untuk perasaan bahagia ketika mudik dan lebaran di kampung kelahiran.

Apalagi bila kedua orang tua masih ada,sanak famili masih hidup dan ikut berkumpul selepas salat Id, merupakan momen yang berkesan dan akan selalu terkenang sepanjang masa.

Acara kumpul keluarga utama misalnya diramaikan oleh putra puteri saudara di rumah orang tua atau mertua yang mereka sekarang dipanggil kakek atau nenek.

Setelah acara sungkeman ke orang tua lanjut saling salam antar anak menantu duh indahnya.

Lanjut acara makan bersama ramai anak cucu cicit hingar bingar tapi sangat indah dan suasana bahagia dalam kebersamaan.

Lalu kalau zaman sekarang diteruskan dengan berbagi amplop ang Pau berisi duit baru saling silang dari masing-masing orang tuanya diberikan kepada anak cucu sepupu dan keluarga yang hadir.

Senyuman bahagia tersungging di bibir dan hati mereka,dan kakek nenek sebagai tuan rumah dadanya sesak menahan haru dan syukur tak terhingga menyaksikan adegan syorga di depan mata.

Ya, suasana demikian terjadi jika semua anggota keluarga besar sedang dalam kondisi baik-baik saja.

Baik secara kesehatan dan tak kalah penting sedang dalam kondisi keuangan mereka tajir melintir,pegang uang yang cukup.

Pegang uang dari hasil usaha di kota,baik dari keuntungan bisnis atau THR bagi karyawan atau pegawai.

Uang bukan segalanya tetapi uang bisa membuat suasana lebaran jadi lebih bahagia.

Yang kebetulan saat lebaran belum beruntung memegang uang cukup,yah terpaksa suasana lebaran nya sedikit berkurang rasa bahagianya dibanding keluarga besar yang sedang sama-sama sukses.

Mungkin rasa bersyukur saja yang bisa mengobati rasa kurang keuangan saat lebaran tiba.

Lebaran dan mudik musti tajir?

Tentu jawabannya harus! Harus banyak uang dong!

Makanya semangat terus dalam menjemput rezeki dengan cara benar dan halal.Agar suasana lebaran lebih sempurna ketika berkumpul dan berbahagia bersama keluarga besar tercinta di kampung.

*****

Minal aidzin walfaidzin 

Selamat lebaran 1447 H.Admin mohon m@f lahir batin.


Terpopuler