Sabtu, 11 April 2026

Wisata Bandung Mulai Menggeliat

Meskipun perang di Timur Tengah masih berlangsung, aktivitas wisata Bandung termasuk kunjungan ke Ciwidey dan Lembang sudah mulai menggeliat.

Kunjungan turis lokal maupun internasional sudah mulai banyak setelah bulan Ramadhan turis asing relatif tidak ada kunjungan.

Pantauan di lapangan penulis melihat sudah ada turis asing dari Europa dalam jumlah kecil, disusul turis Arab dan Malaysia sudah mulai berdatangan.

Turis Malaysia diperkirakan akan mulai ramai pada media April sampai awal Mei.

Sejumlah destinasi pavorite dan langganan turis yang lama maupun baru sudah banyak yang merenovasi atau menambah wahana di dalam kawasan wisatanya.

Di Utara Bandung pemandangan kebun Teh Ciater dan jalan indah sekitar Sari Ater atau Ciater nampak jalan lebar dan pinggirnya di cat warna merah,menambah daya tarik jalan-jalan di kawasan Subang berbatasan dengan Bandung Barat Lembang.

Di Selatan Bandung wahana kebun Teh di Pangalengan menambah daftar tempat indah yang diminati pengunjung selain Rancabali,Situ Patenggang Kawah putih,Rancangan Upas dan Kawah Rengganis yang sudah ngetop lebih dulu.

Yang masih jadi masalah utama adalah kemacetan pada saat weekend Sabtu Minggu yang sampai saat ini masih suka terjadi.Hal ini sering mengecewakan sebagian besar turis.

Viral Dulu Baru Ada Perhatian

Kemajuan teknologi zaman sekarang memudahkan segala urusan termasuk masalah "kemanusiaan",tata kerja,tata kelola pelayanan publik, dikomentari bahkan dikritisi lewat media onlen atau media sosial oleh semua kalangan.

Baru-baru ini viral tentang postingan kecewa seorang ibu seorang bayi yang mau keluar dari perawatan RSHS Bandung yang bayinya ketika hendak keluar sudah ada di tangan wanita lain.

Karena lapar di ibu bayi menunggu antrian pulang maka dia turun dahulu ke lantai bawah,mungkin cari makanan dan bayi masih ditinggal di ruang perawatan.

Ketika dirinya dipanggil antrian si ibu masih di lantai bawah.Lalu menurut video dia,feeling seorang ibu memanggil untuk segera ke ruang antri.

Disinilah kejadian bayinya diketemukan sudah dipangkuan wanita lain.

Suster dan pihak Rumah sakit sudah mengklarifikasi kelalaian ini.Bahksn video ibu bayi ini sudah direspon pula oleh KDM gubernur Jawa Barat.

Dari sini kita mendapat pembelajaran bahwa saat ini pelayanan publik bisa dengan mudah diketahui oleh umum dalam detik per detik.

Berbagai bidang pelayanan dan kekecewaan publik bisa dengan mudah diupload dan disebar di berbagai saluran onlen.Terutama dari media jejaring sosial.

Manfaatnya tentu saja bagus dan besar,agar kontrol sosial zaman sekarang semua kalangan bisa melakukan.

Tentu kekurangan dan kelalaian yang terjadi di ruang publik bahkan ranah pribadi bisa dengan mudah dikontrol semua pihak.

Dengan demikian kinerja dan tata kelola yang kurang baik bisa segera diperbaiki saat itu juga.

Respon positif dari para pihak membuat kehidupan seharusnya sudah semakin membaik.

Meskipun kondisi demikian masih rawan pula untuk digunakan secara kotor,yaitu viralkan dengan cara fitnah, pembunuhan karakter, intimidasi, provokasi dan semacamnya.

Konten viral adalah dua sisi yang harus bijaksana menyikapi.

Sensor pribadi menerima konten viral adalah hal bijak harus kita lakukan agar tidak terpancing pada hal yang buruk.

Kita harus bijak menilai mana konten viral yang baik dan konten viral yang tidak baik.

Selasa, 07 April 2026

Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Tanpa KTP Pemilik

Birokrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor di Samsat Jawa Barat asalnya mengharuskan ada KTP asli atas nama pemilik sesuai STNK.

Hal ini membuat pemilik kendaraan kedua yang belum balik nama kesulitan membayar pajak pada tahun tertagih.

Dampaknya tentu menjadi malas dan membiarkan tagihan pajak tertunggak.

Di sisi lain,ada yang bisa membayar tetapi lewat jalan tidak benar yaitu membayar uang tembak KTP asal dan pajak pun bisa dibayarkan,keluar tanda lunas pajak.

Tentu hal janggal tersebut sudah berjalan puluhan tahun.

Bayar tanpa KTP asal STNK tidak bisa,tetapi kalau lewat belakang dengan membayar sejumlah uang pembayaran berlangsung lancar.

Menurut informasi dari akun pribadi Gubenur Jabar di medsos,mulai tanggal 4 April 2026, membayar pajak kendaraan boleh tanpa ada KTP pemilik pertama atau yang sesuai STNK.

Sebuah terobosan birokrasi yang positif,mari kita dukung.

Catatan: Tulisa ini berdasarkan pengalaman penulis setelah menonton akun medsos yang terkait. 

Terpopuler