Kamis, 30 April 2026

Blog Masih Hidupkah,Masih Laku?

Di tengah gempuran banjir informasi disertai kemajuan super cepat perkembangan teknologi informasi yang selalu terbarukan secepat "kilat" ini, muncul pertanyaan saya sebagai. Blogger:

Apakah blog atau dunia blogging masih akan ada yang membaca atau mengunjungi?

AI dengan sangat kuat dan super modern menyajikan teknologi yang bisa semua orang asyik Masyuk menggunakannya.

Dan AI dalam konten tertentu akan dengan mudah menyisihkan konten bloger yang asli buatan manusia.

Dunia blog yang " konvensional" dibanding media sosial lainnya, bagi anak gen z mungkin sudah tak menarik lagi berselancar di blog atau aktivitas blogging.

Pada tahun 2011 an,saya membaca opini Kang Pepih Nugraha ( saat itu beliau Wartawan Kompas senior dan Penulis),di blog Kompasiana dan di blog pribadinya beliau menulis tentang peluang blog yang menuju senja saat itu.

Artinya dunia blogging sejak tahun 2012 an sudah tak menarik orang (netizen) lagi.Pengguna dan pengunjung blog tidak seramai jejaring sosial lainnya yang mulai bermunculan dengan fitur yang bisa memuat tulisan atau konten lebih menarik dan lebih canggih.

Jejaring yang lebih mudah atau cepat dalam interaksinya,netizen butuh komunitas bukan hanya sekedar konten.

Di Indonesia saat itu Facebook dan Twitter menjadi rengking atas diminati orang.

Blog mulai jenuh dan cenderung sepi.

Facebook pada era itu bisa membuat status lebih dari 420 karakter ,wall Facebook bisa memuat maksimal 63.200 karakter.

Twitter juga bisa menulis status panjang,dan platform medsos lainnya yang lebih bagus bermunculan bagai jamur.

YouTube yang akhirnya diambil google semakin di depan memimpin minat pengunjung internet karena fokus di berbagi konten video.

Lanjut ada Tiktok yang dalam hal cepat meraih peminat dan penonton lebih baik dari YouTube.

Blog semakin hampir terlupakan dengan ramainya gadget android hadir di tengah generasi yang mau serba instan.

Sedangkan blog tidak se"instan" YouTube atau Tiktok misalnya, khususnya ini di tanah air.Ini.menurut pengalaman pribadi saya,yang belum tentu benar.

Media sosial lain bisa diakses lewat aplikasi semudah membalik telapak tangan,balita umur 7 bulan sudah bisa membuka aplikasi medsos yang memang gampang.

Blog saat ini mungkin hanya dikunjungi oleh mereka yang dulunya "kutu buku" yang hoby membaca saja,haha....! Yang lahir tahun 60 atau 1970an, kebanyakan sudah aki-aki dan nenek -nenek.

Mohon maaf yang latar belakang pendidikan SLTA ke bawah pasti ada satu dua pengunjung itupun yang mungkin sangat gemar membaca di dunia nyatanya.

Pengunjung blog saat ini mungkin hanya rekan bloger,wartawan yang hobi baca,guru generasi 70 atau 80 an, sebagian milenial atau mahasiswa tertentu dan yang ...tersesat di searching google wkwk......

Dengan demikian,blog sudah ketinggalan zaman.Dan bagi saya blog mempunyai tempat tersendiri di hati.Dari sini saya mendapat banyak ilmu pengetahuan dan beberapa teman virtual yang punya kesukaan sama.

Blogging adalah ranah jadul tempat berbagi konten terutama tulis menulis.Blog sejatinya konten perorangan,konten sendiri,hasil karya sendiri dan kepuasan tersendiri.

Walau masih sepi pengunjung saat ini, namun saya nyaman di sini dan berharap walau masih sedikit yang mampir semoga ada manfaatnya bagi kita.

Rabu, 29 April 2026

Mindfulnes Bukan Pikiran Kosong

Mindfullness pada dasarnya adalah latihan untuk sadar pada saat ini tanpa menghakimi.

Setiap detik saat ini di sini disadari dengan lebih mendalam hingga sampai ke perasaan.Sederhananya mindfullness bisa dimulai dari praktek meditasi.

Latihan paling gampang kita bisa mengambil sikap duduk atau rebahan sesuai kondisi tubuh masing-masing yang dirasa nyaman.

Lalu mulai dari latihan semacam senam nafas.Tarik nafas hitungan 3 sampai 4 detik lalu tahan dan hembuskan dengan hitungan yang sama.

Rasakan "Keheningan" dan rasa nafas keluar masuk yang sedang memberi kehidupan ke dalam tubuh dan perasaan.

Nikmatilah semua proses yang terjadi sambil fokus pada momen saat ini,di sini dan sekarang.

Bagi yang sudah biasa meditasi ini bisa dilakukan di manapun dan kapanpun,namun bagi pemula pilihlah tempat yang tenang dan pada waktu sepi seperti tengah malam.

Jika sudah sampai tingkat tertinggi maka tubuh dan jiwa kita akan otomatis selalu meditatif d  alam setiap aktivitas.

Akan banyak manfaat jika kesadaran diri selalu mengiringi langkah kehidupan kita.

Daya tahan tubuh meningkat,pikiran fokus dan konsentrasi bagus sehingga segala aktivitas kehidupan berpeluang untuk lancar dan berhasil.(Ang'S). 

Selasa, 28 April 2026

Oknum Pedagang yang Tidak Tertib

Ketika sudah berhubungan dengan kepentingan umum maka selain kita berhak untuk hidup sebagai pribadi pun juga harus menghargai hak orang' lain.

Kita berhak untuk melakukan kegiatan usaha dagang misalnya dimanapun dan kapanpun tentu wajib disesuaikan dengan situasi dan kondisi tempat kita usaha.

Mulai dari pilihan tempat,waktu dan jenis usaha yang kita jalani.Apakah mengganggu' keamanan dan ketertiban atau tidak,apakah perijinan sudah sesuai kalau mengharuskan usaha kita mesti ada legalitasnya,semua harus dipertimbangkan dan dilaksanakan.

Jika usahanya masih kecil-kecilan mungkin syarat yang banyak itu minimal terpenuhi hal tidak mengganggu keamanan dan ketertiban umum itu sudah baik.

Usaha jualan minuman kopi instan dan makanan pinggir jalan raya misalnya,sering ada oknum pedagang yang meremehkan akan lingkungan.

Mereka banyak yang mengabaikan tentang Keamanan, ketertiban, keindahan dan kenyamanan lingkungan umum.

Tidak sedikit seenaknya mendirikan tenda sampai ke badan jalan raya,tali temali dan terpal yang kumuh kusut kesana kemari sangat kumuh dan tidak elok dipandang.

Pelanggan atau pembeli parkir di badan jalan raya,sampah berserakan bercampur dengan alat masak yang semrawut, pemandangan demikian akan selalu ada di kita hampir di semua sudut-sudut kota dan badan jalan provinsi.

Tanpa meremehkan hak usaha masing-masing orang,tentu kita sebagai sesama warga kadang kurang nyaman juga melihatnya.

Kadang juga kita bertanya,kemana pemerintah setempat sampai tidak ditertibkan hal demikian.

Atau jangan-jangan mereka malah ada yang "dipelihara" untuk ada masukan uang ke saku oknum pemerintah setempat.

Atau mungkin aparat sudah bosan memperingatkan mereka,banyak pertanyaan sekaligus jawaban negatif dari pikiran warga.

Di akun YouTube KDM (Kang Dedi Mulyadi),akun pribadi Gubernur Jawa Barat ada konten yang membuktikan situasi di atas tadi nyata ada di lapangan.Dan sekelas gubernur turun tangan untuk ikut memperingatkan bahwa kondisi demikian tidak baik untuk kenyamanan bersama.

Di konten tersebut gubernur sampai harus memotong tali temali tenda pedagang tak tertib itu,karena secara tempat itu diperuntukkan untuk taman kota milik pemerintah ruang publik yang harus indah bersih dan tertib.

Sudut-sudut taman didirikan tenda dari terpal atau triplek yang kumuh seadanya.

Penertiban hal demikian tentu sudah pemerintah lakukan,tetapi warga Kita memang terlalu banyak.

Sepertinya yang sepuluh orang ditertibkan setelah beberapa hari datang oknum yang baru karena penertiban tak mungkin dilakukan setiap hari di satu tempat.

Ketika satpol PP lengah maka mereka berdagang lagi,hal tersebut terjadi lagi dan lagi bisa sampai puluhan tahun berjalan untuk masalah yang sama.

Edukasi tentang tertib dan teratur di tempat umum mungkin sudah banyak dilakukan berbagai kalangan,baik dari pemerintah dan dari para pihak yang peduli akan lingkungan yang tertib.

Sejauh ini ada satu dua yang "Sadar" tetapi warga kita terlalu banyak dan urusan pemerintahan bukan ngurusin hal itu saja,maka sampai saat ini hal demikian masih banyak dijumpai di setiap sudut kota atau ruang publik di seluruh wilayah kita.

Diakhir postingan ini saya sebagai warga biasa bingung untuk menawarkan solusinya..hehe,.....!
Ya bagaimana lagi,yang Gubernur saja seperti Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat kadang mereka tertib saat ada aparat saja,seiring waktu berlalu Mereka kembali lagi untuk tidak tertib lagi.

Itu teguran dari Gubernur,saya warga biasa tak bisa memberi solusi menghadapi hal begini...mohon maaf,serasa cape dan tak mungkin ada solusi.

Mungkin dimulai dari diri sendiri sajalah untuk hidup Tertib, menghargai hak orang lain, disiplin untuk mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi,mungkin itu saja yang bisa kita lakukan.

Ya memang kehidupan ini sangat kompleks sangat banyak yang tidak sempurna sangat banyak masalah....itulah kehidupan.

Selamat malam pembaca setia.

Terpopuler