Sabtu, 24 Maret 2012

Kemesraan

Bersyukur dan Nikmatilah Keindahan Kebersamaan dengan Keluarga
Indahnya suasana kebersamaan dengan keluarga menghadirkan suasana "mesra' yang tidak
bisa dinilai dengan materi.(foto ilustrasi dari :flickr.com)
         
Kemesraan merupakan suasana indah yang berselimut kasih sayang penuh cinta, biasanya disertai oleh sikap atau aksi yang romantis dan rasa menyentuh memenuhi relung-relung lubuk dan palung kasih yang terdalam.

Kemesraan biasanya selalu berdampingan dengan rasa cinta kasih sejati,tidak ada kepalsuan dan sangat tulus,sehingga sikap romantisnya keluar dan hadir sebagai spontanitas dari suasana hati yang sedang indah..,indaaaah..!

Kemesraan dalam hubungan suami isteri,kemesraan dalam rumah tangga,kemesraan bersama semua anggota keluarga,kemesraan dengan teman-teman tercinta adalah suatu anugerah Tuhan yang sangat langka.Dan berbahagialah anda pembaca bila selalu mendapatkan suasana ini.

Rasa empati terdalam yang penuh dengan cinta dan sayang,melahirkan suasana yang mesra dan romantis serta berbagai bentuk kebahagiaan syurgawi dunia.Hal ini bisa kita dapatkan dalam sebuah mahligai keluarga yang utuh,setia dan saling mencinta.

Bersenda gurau,saling jahil bermain bercanda,dengan isteri dengan suami dengan anak-anak,makan bersama,nonton bersama,online bersama,santai bersama,tidur bersama suami isteri,malahan bertengkar debat kusir di akhiri dengan saling menertawai diri sendiri adalah rangkaian cerita syurgawi hidup berumah tangga.

Menggoda anak kita yang judes,malah menggoda anak kita yang agak "badung",mencandai si bungsu,mencandai si sulung,mencandai ibunya,mencandai bapaknya,ah indaaahh berkumpul bersama keluarga,berpura-pura marah berpura-pura lemah dan sejuta bentuk mainan dikala berkumpul dengan anggota keluarga.

Bahkan misalnya "kita" peloncoin anak kita dengan join bersama ibunya atau kakak adiknya di kala mereka berulang tahun,atau di momen-momen pentingny mereka,atau menggoda dengan mengolok-olok (candaan) tentang teman lain jenis anak-anak kita..suatu yang akan indah coba saja.

Melakukan perjalanan wisata murah bersama,bahkan lari-lari pagi bersama,atau kegiatan bersih-bersih sekitar rumah,di kebun di taman bersama anak dan isteri waduh sangat indah.

Kesetiaan yang harus selalu di pupuk dan berusaha terus untuk ingat ke keluarga,serta selalu tahu diri jika sudah terlena dengan "hantaman badai" rumah tangga.Dan cepat kembali ke jalan "yang benar dan lurus".


Memang mengkondisikan suasana ideal di keluarga macam ilustrasi di atas sangat sulit,tetapi kalau dengan niat yang kuat dan hati selalu dibimbing Tuhan,hal itu akan menjadi mudah di laksanakan,diterapkan di rumah tangga kita,karena demikian sederhananya,tidak perlu waktu yang senggang tersendiri,tidak perlu ruang yang berlainan,dan tidak perlu mengeluarkan uang banyak,semisal pergi wisata ke Bali atau ke tempat wisata lainnya.

Cukup menciptakan kemesraan di rumah kita,rumah adalah syorga dunia kita.

Ups..bagi yang belum berumahtangga silahkan segera persiapkan ,hidup berkeluarga itu indah,lagian nunggu apalagi jikalau selalu menunggu semuanya sempurna,saya jamin anda tak akan menikah-nikah atau tak akan kawin-kawin karena kesempurnaan tak akan pernah singgah ke dunia ini.

Carilah yang ideal saja tak usah mencari yang sempurna,segera hirup suasana kemesraan hidup dengan anak isteri suami anda.

Selamat malam!

Jumat, 23 Maret 2012

Making Love Sehari Tiga kali,Kenapa Tidak ?


Making Love sehari tiga kali,wow..keren!,jadi seperti aturan minum obat saja.
Tentu saja artikel ini ditujukan untuk pasangan  suami isteri yang sah,maksudnya untuk lebih mengintimkan suasana hubungan pribadi dalam sebuah perkawinan.

Hubungan intim suami isteri dalam sebuah keluarga punya peranan yang sangat penting dibanding dengan masalah lain dalam sebuah perkawinan.Diantaranya untuk melanggengkan rasa temali bathin antara suami dan isteri dalam mengisi kehidupan bersamanya.

Fungsi perkawinan yang utama adalah bisa menghasilkan keturunan dari dua jenis darah keturunan berbeda,untuk selanjutnya akan membuahkan anak sebagai buah cinta kasih suami isteri.

Kebutuhan biologis sebagai manusia normal diatur oleh norma,khusus di atur oleh agama agar lelaku berhubungan intim itu supaya baik,sehat dan beradab diwajibkan untuk menikah terlebih dahulu sebagai jalan memasuki gerbang perkawinan dan hidup bersama.

Setelah menikah,berkeluarga dan kawin,berkumpul dan hidup bersama dua insan berlainan jenis,dengan nama Keluarga.Tujuan semua keluarga adalah ingin hidup bersama melewatkan masa hidupnya dengan saling mencintai dan saling kasih mengasihi serta sayang menyayangi.

Sehingga tercipta Keluarga yang sakinah,mawaddah,warrahmah.Keluarga harmonis penghasil keturunan yang unggul dan baik-baik dan keluarga yang melewatkan hidup ini dengan bahagia.

Salah satu cara untuk mengharmoniskan suasana hidup bersuami isteri jangan sepelekan tentang ritual hubungan intim suami isteri (timsuis).Yaitu proses normal berhubungan biologis untuk semakin merapatkan dan mengintimkan rasa hati dan jiwa serta tubuh kedua pasangan suami isteri.

Untuk melakukan "ritual" ini,perlu persiapan mental dan fisik yang baik dan fit,bugar,sehat dan mood yang baik.

Persiapan Fisik Jasmani.

Persiapkan dengan selalu menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh kita,karena dengan sehat dan bugar fisik tubuh kita,segala apapun akan ternikmati dengan mantap dan penuh..ciee..!,jangankan ritual timsuis,makan minum saja kalau kita sakit tentu akan menjadi tidak enak.

Jadi siapkan "tenaga kuda'..eh.. tenaga ekstra maksudnya.!


Pesiapan Mental.

Wah sampai segini seriusnya ya,,seperti mau "perang " saja hehe..!,ya betul persiapkan mental dan pikiran kita sebelum ML dengan santai dan senang,kondisikan mood sedemikian rupa dari awal-awal pertama mau bercinta.

Misalnya prediksikan dan pastikan waktu ritual berlangsung tidak akan ada yang datang disaat sedang "bertempur".Lalu persipakan juga tempat yang privat tertutup dan hanya kita berdua dengan pasangan yang bisa masuk dan bebas bergerak "action',pastikan anak kunci pintu dipegang kita haha.

Persiapkan lokasi sedemikian rupa,agar jangan disaatnya ritual berlangsung terjadi "kecelakaan kecil' misalnya ranjang runtuh,kursi runtuh atau sesuatu akan tersenggol dan akhirnya bisa runtuh ke kita.Keamanan lingkungan,ya lingkungan sekitar kamsudnya wkwk.Termasuk siapkan juga handuk kecil yang steril hmm...!

Bila perlu lakukan gladi bersih sejam sebelum menjelang acara dimulai hihi..!

Terakhir jangan lupa siapkan stock makanan dan minuman,jadi kalau lapar enggak usah lari-lari ke dapur buat makan atau minum kalau kecapean.

Intinya persiapkanlah segala sesuatunya dengan matang.Perkara mau sehari tiga kali empat kali atau sepuluh kali wah ya tergantung persiapan anda.

Stamina yang oke,tempat yang oke kondisi yang oke dan terakhir tentu saja isi dompet yang oke juga mempengaruhi suasana upacara sakral suami isteri anda.

Selamat mempersiapkan.

Carilah Suami Yang Minimal Bisa Memenuhi Ini



Menjadi seorang isteri yang konvensional saja itu lebih baik dalam berkeluarga,maksudnya isteri yang selalu patuh,taat dan setia kepada suami.Dengan catatan suaminya pun suami ideal yang mampu menjadi seorang pemimpin dan yang dituakan bertanggungjawab terhadap keluarganya.

Diantara wujud tanggungjawab suami ke isteri yaitu harus mampu memenuhi minimal,paling tidak mampu memberi Rumah yang layak,memberi pakaian yang layak dan memberi nafkah makanan lahir dan bathin kepada isterinya.

Rumah

Rumah adalah hal pokok di dalam hidup berkeluarga,tidak baik hidup bersama satu rumah dengan pihak lain,termasuk dengan mertua,atau tinggal di rumah mertua Indah.Akan banyak persoalan sehari-hari yang timbul bahkan muncul dari hal remeh temeh dan sepele yang akan memengaruhi ketentraman dan ketenangan hidup bersama suami isteri.kecuali bila mertua atau orang tua kita sudah sendirian atau ditinggal meninggal dunia oleh mertua isteri atau laki-lakinya.

Tetapi hal sangat penting adalah jika sudah suami isteri rumah tempat tinggal idealnya adalah rumah milik sendiri yang hasil dari seorang suami.

Jikalau rumah hasil dari bersama duit isteri dan duit suami,cenderung "kewibawaan' seorang suami akan berkurang di mata isteri dan keluarganya.Suami jadi "lemah" dan tidak akan gagah lagi sebagai pemimpin keluarga.

Rumah yang baik dan layak tidak harus selalu bonafide dan luks mewah serba mahal dengan model mutakhir,disesuaikan saja dengan kelas dan kemampuan masing-masing,yang terpenting berbentuk sebuah rumah yang bersih,sehat dan layak huni aman dari segala gangguan keamanan pada keluarga.

Di dalam nilai-nilai islami,perkara rumah di terangkan bahwa rumah adalah kewajiban suami untuk memenuhinya.Tujuannya agar suami "bertaring' di keluarga,dan secara pisik dan psykis suami adalah lelaki yang lebih kuat segalanya dari seorang isteri,hal ini jika keluarga ingin Ideal.

Pangan/Makanan

Sebagai makhluk hidup kita semua butuh makanan,tidak sembarang makanan tentunya,yaitu makanan yang sehat,halal,dan baik serta layak makan untuk mempertahankan kehidupan pisik materi sebuah keluarga,termasuk ini adalah kewajiban pokok yang harus memenuhinya adalah lelaki atau suami.Suamilah yang harus dan wajib mencari dan menunaikan nafkah terhadap keluarganya.Berbahagialah bagi para suami yang mampu bekerja menafkahi anak isteirnya,dan berbahgialah bagi isteri yang punya suami yang memapu menafkahi keluarga dengan baik.

Menafkahi juga relatif,sesuai dengan kelas dan kondisi keluarga masing-masing,tidak usah menfakahi dengan yang mewah-mewah dan berlebihan,minimal bisa menfakahi standar dan layak sebagai manusia beradab.

Sandang/Pakaian.

Suami yang baik dan diamanatkan oleh Tuhan sebuah keluarga isteri dan anak-anak,berkewajiban memberi dan memeberi pakaian yang baik dan pantas sebagai manusia,sesuai untuk kepentingannya,sama halnya dengan dua hal pokok di atas,memberi pakaian juga tidak harus yang serba mahal dan mewah,tetapi memberi dengan pakaian yang baik dan layak secara agama atau budaya setmpat dan pantas dipakai sebagai seorang manusia yang beradab dan berbudaya.
\
Setelah ketiga kebutuhan pokok di atas,tentu saja seorang suami masih harus bertanggung jawab dengan hal-hal lain,sebagai seorang pemimpin di keluarganya,suami bertanggung jawab dengan jantan terhadap semua hal lahir bathnnya sebuah keluarga,bahkan diisyaratkan oleh nilai-nilai agama bahwa tanggungjawabnya seorang suami sampai ke kehidupan akhirat nanti.

"Maka menikahlah kalian jika sudah akilbaligh dan mampu memberi nafkah,tetapi jika belum mampu menikah (memenuhi kewajiban paling tidak kebutuhan pokok di atas) ,maka cukuplah bagi kamu hendaknya berpuasa saja" (intisari keterangan dalam Islam).".

Terpopuler