Senin, 27 Mei 2013

Terlambat Membalas Interaksi di Media Sosial,Apakah Berarti Sombong?

Bila kita berinteraksi di internet semacam media sosial dan jejaring,dan kita terlambat membalas komentar atau inbok,pernahkah Anda di-cap sombong oleh teman-teman? Jika Anda pemain lama di media sosial pasti pernah mengalami hal ini.Baik hanya dilontarkan secara tidak langsung ataupun secara langsung menuduh Anda sombong oleh teman kita.

Sejatinya,tidaklah selalu berarti sombong jika interaksi balas-membalas komentar atau inbok terlambat artinya orang itu sombong.Karena bisa saja berbagai kemungkinan terjadi di dunia online.Bisa saja akun yang kita sambangi dengan komentar atau inbok itu sedang tidak online atau sedang off line.Atau bisa saja setelah beberapa detik online kemudian jaringan net-nya padam atau gadgetnya error,itu semua bisa saja terjadi kepada siapapun.

Bukan berarti semua yang telat dan terlambat membalas interaksi di online adalah sombong,tetapi kebanyakan karena berbagai gangguan teknis dan non teknis saja.

Layaknya,hubungan di media sosial tidaklah kita berjiwa cengeng,jika inbok kita lambat dibalas atau malah terbiarkan sampai berhari-hari atau berbulan-bulan tak berbalaskan,sudah lupakan saja.Karena dunia maya adalah dunia yang hanya maya saja,media sosial jadikan saja sebagai hiburan, tidak terlalu dimasukan ke hati dengan terlalu serius.

Berbalas cengan cepat ya syukur,terlambat membalas juga ya harap maklum,bahkan tidak terbalaskan interaksi kita di media sosial,ya no problemo saja deh.

Jangan sampai aktivitas di media sosial kita terlarut terbawa perasaan ke hati dan pikiran layaknya di dunia nyata.Kalau mau lebih inten dan serius tentu saja kita hubungi saja dia dengan jaringan pirbadi semacam nomor teleponnya atau langsung kopi darat saja.Itu lebih baik.

Interaksi di dunia maya...? Santai saja bro and sisters...!

Salam selamat sore semua.

Membaca adalah Amunisi Bagi Blogger

Untuk kita yang sedang belajar terus menulis semacam di blog,atau penulis blogger-lah istilahnya, status Kang Pepih Nugraha menyegarkan kembali akan pentingnya membaca,membaca dan membaca!

Saya copy paste dari laman facebooknya beliau sebagai berikut :

"MULAILAH MENULIS DENGAN MEMBACA --

Membaca adalah amunisi untuk berperang (menulis), membaca adalah bahan bakar yang membuat kendaraan (proses menulis) bisa melaju kencang. Menulis tanpa membaca, sama dengan turun ke medan perang tanpa amunisi atau menjalankan kendaraan dengan cara mendorong susah payah.

PEPIH NUGRAHA.


***
Saya sendiri sepakat dengan ini,apalagi bagi kami blogger yang berada di Saudi dan sibuk dengan pekerjaan,sangat kurang bercakap sehari-hari dengan bahasa Indonesia.Termasuk membaca buku-buku yang berbahasa Indonesia,sangat jarang.Untung zaman ini ada media internet yang sedikit menolong kita bisa membaca berbagai referensi dan sumber dari media online.

Membaca dalam arti kiasan ataupu membaca dalam arti sebenarnya adalah amunisi untuk membuat tulisan kita lebih baik dan apa yang suka disebut-sebut sebagai tulisan bernas.

Mas Ajinatha,teman dan sodara saya di blogger,pernah juga berkomentar dan memberi saran,jika seorang blogger sedang beristirahat dari blogging-nya,tidak mengupdate postingannya,hal yang paling bermanfaat dilakukan adalah mengisi masa libur ngeblognya dengan banyak membaca.

Dengan banyak membaca tulisan akan tidak garing,dan kita jadi menguasai serta mendapat banyak mendapat kosa kata serta memperdalam kualitas materi tulisan.

Selamat terus membaca kawan,salam hangat.Maaf informasi ini mungkin sudah basi,tetapi tak ada salahnya toh kita disegarkan lagi ingatan tentang perlu dan pentingnya kegiatan membaca bagi seorang penulis,paling tidak bagi seorang penulis (blogger).

Salam.



Minggu, 26 Mei 2013

Sejumlah TKW Kaburan Saudi Emoh Mengurus Diri di Imigrasi dan KBRI

Masa amnesti bagi pekerja asing Saudi untuk mengurus status pekerjaannya ternyata tidak semua pihak menerima dengan baik.Sejumlah TKW kaburan ketika diberitahu informasi ini malahan tidak tertarik sama sekali untuk mengurus dirinya.

Alasan pribadi mereka masing-masing yang menjadi penghalangnya.Sebut saja seorang TKW asal Karawang,Fatmah(nama samaran),ketika diberitahu ada "pemutihan' TKA Saudi,ia tidak tertarik untuk mengurus dirinya.

Sementara ini Fatmah lebih memilih jadi TKW kaburan saja dengan gaji bulanan sebagai PRT antara 1500 sampai 2000 riyal.Selain alasan pribadi tersebut yang menjadikan Fatmah emoh mengurus pemurtihan,juga masih melekatnya kesan dan anggapan miring bahwa meskipun masa amnesti sudah selesai,namun Fatmah masih bisa mengurus bisa pulang ke Indonesia jika menyogok sejumlah uang ke oknum petugas imigrasi atau Kedutaan.

Anggapan miring ini diduga dilontarkan oleh si "pemilik' atau masul (penanggung jawab) dia.Memang ini adalah urusan pribadi masing-masing,namun sangat disayangkan masa amnesti yang tidak hadir setiap tahun ini tidak dimanfaatkan dengan baik.

Hidup memang pilihan,terserah dia saja semoga berhasil dan selamat selalu semua TKW/TKI Saudi khususnya,dan rekan BMI di seluruh dunia.Salam hangat.

Terpopuler