Minggu, 23 Juni 2013

Marathon Mandiri Yuk,Raih Tubuh Sehat dan Jiwa yang Kuat

Lomba lari Marathon suka diadakan dalam even-even nasional,lokal maupun internasional.Namun tak ada salahnya kalau kita dan keluarga mengadakannya sebagai acara wisata olahraga bersama mandiri,karena kalau menunggu even besar dan masal diadakan tentu tidak setiap waktu hadir di kota Anda.Lagian,iya kalau pas dengan jadwal kerja atau liburan kita,kalau jadwal evennya bentrok,pasti tak bisalah kita mengikutinya.

Alternatif untuk mengisi liburan kali ini,bisa kita membuat even mandiri saja.Bisa bersama keluarga,bersama teman atau anggota grup komunitas.

Bentuknya seperti lomba lari marathon saja,malahan bukan lari sih,cukup berjalan santai saja,Tetapi memakai target dan tujuan yang jelas.Briefing,rapatkan dengan teman,keluarga dan rencanakan dulu dengan matang,jalan santai marathon Anda.Komitmen kepada diri sendiri saja,bahwa kita harus bisa sampai ke tujuan yang ditetapkan,cepat atau lambat tak mengapa,toh ini hanya sebagai olahraga dan liburan saja kok.

Mempunyai tujuan jelas penting,misalnya kalau Anda dan grup tinggal di Kota Jakarta,tentukan tujuan jalan marathon santai Anda sampai ke Kota Sukabumi,atau ke Kota Cianjur misalnya.Nah perjalanannya dengan cara berjalan bersama,semacam backpacker begitulah.Atau napak tilas,long march dan sebutan lainnya.

Dari Jakarta ke Sukabumi atau Cianjur,ditempuh dengan berjalan kaki.Tentu saja persiapkan perlengkapan segalanya dengan baik.Mulai dari pakaian,sepatu,tas,alat P3K,perbekalan secukupnya,dan tentu saja Uang tunai atau Kartu ATM.Uang tunai sediakan secukupnya saja,untuk keperluan makan minum selama di perjalanan.

Kegiatan begini,selain memang adalah olahraga bagi tubuh menyehatkan,tentu saja pasti akan banyak pengalaman yang baru dan menambah latihan mental bersabar dan ulet dalam mencapai tujuan.Melatih disiplin diri dan agar semua organ tubuh serta pikiran terbiasa fokus ke sebuah tujuan.

Sekaligus juga akan melatih kita peka dan tanggap terhadap tantangan nyata dan hambatan-hambatan selama perjalanan.Dengan tentu saja sambil menikmati pula pemandangan dan pengalaman serba baru sepanjang jalan.

Selamat berlibur panjang pembaca adik pelajar dan mahasiswa,serta selamat berlibur bagi rekan pembaca semua.Selamat menikmati perjalanan panjang jalan santai Marathon antar kota Anda.

Rabu, 19 Juni 2013

Dicari,Ilmu Sukses dengan Berhutang

Jika Anda melihat ada orang sukses dari hasil hutangan,tapi suksesnya sukses sejati,berhasil nyata bukan sukses semu atau berhasil di atas kepura-puraan,tentu kita patut acungi jempol dua ratus buah jempol ! Mengapa..? Karena orang itu,orang yang berhasil dan sukses mengelola hutang,berusaha atau berbisnis dari hutang,kemudian hutangnya lunas dan memperoleh keuntungan hingga sukses betulan,maka beliau adalah seorang ahli dan mumpuni ilmunya tentang mengelola hutang.

Anda atau kita sangat perlu mengejar beliau untuk menimba ilmunya.Karena sangat-sangat jarang orang yang ahli mengelola dan punya ilmu berhutang lalu kemudian sampai sukses dan akhirnya tidak punya hutang sepeserpun.Eits,jangan dulu dikejar sebelum memastkan diri guru yang akan kita kejar itu,apakah benar-benar enggak punya hutang...? Tidak semu,atau tidak bohong.Jangan-jangan guru yang menganjurkan teori hutang itu mereka hutangnya tutup lobang gali lobang...!

Sukses dengan hutang,apakah ada,apakah mungkin ? Menurut saya,mungkin saja ada yang bisa,bagi orang yang memang punya ilmu di bidang 'mengelola' hutang.Tetapi saya tidak melihat banyak orang yang punya ilmu bidang per"hutang'an ini.

Mungkin ada yang sukses dengan hutang ? Mungkin,misalnya kita simak perumpamaan sebagai berikut, ketika melihat sebuah Mobil,bagi yang tidak punya ilmu nyopir tentu akan bilang,tidak mungkin mobil itu maju atau akan sangat sulit sekali membuat mobil itu bermanfaat menuai untung.Karena apa ? Karena yang berpendapatnya adalah orang yang tidak punya "ilmu' menyetir mobil,orang yang tidak tahu ilmu mengendarai mobilnya.Bagi kalangan ini,tentu melihat mobil bisa bermanfaat dan menguntungkan akan sulit diterima,karena mereka 'bodoh' tidak bisa menyetir.

Meskipun misalnya,mereka mencoba mengendarai mobil dengan nekad,ada satu dua yang akhirnya sampai tujuan,tetapi kebanyakan,jika mobil dikendarai oleh yang bukan ahli mengendarai,99 persen mobilnya pasti akan nyungsep,celaka dan bahkan hancur.

Namun sebaliknya,bagi yang sudah punya ilmu mengendara dengan baik,melihat dan mengendarai mobil,enjoy dan enak-enak saja,bahkan bisa membuat mengendarai mobil bisa menguntungkan dan banyak bermanfaat.Mengendarai mobil selamat sampai tujuan.Karena kalangan ini memang sudah ahli dan tahu ilmunya mengendarai mobil.

Analogi di atas tadi,sama halnya dengan mobil diibaratkan Hutang.Jika seseorang sudah ahli dan punya ilmunya sukses dari modal hutangan,maka hutang tidak akan menjadi beban atau berat,tetapi malahan bisa mendorong sukses-sukses terus dalam usahanya,karena sudah menguasai seluk beluk dan ahli dalam mengelola hutang.Mohon dibedakan,yaitu yang dimaksud saya adalah,Ahli dalam mengelola hutang gan,bukan orang yang gemar berhutang ! Hehe.

Bagi yang sudah tahu ilmu mengelola hutang,sukses dari berhutang bisa saja terjadi,Dan itu bisa jadi kenyataan bukan hisapan jempol belaka.Atau bukan teori belaka.

Namun,nah ini yang ingin saya garisbawahi.Jika Anda atau kita belum ahli dan belum mumpuni atau belum matang dalam ilmu "mengelola' hutang.Jangan sekali-kali bersentuhan dengan Hutang! Karena jika tak tahu ilmunya dengan baik mengelola hutang,ketika Anda atau kita bersentuhan dengan HUTANG,maka alamat bangkrut dan celaka akan melanda orang yang tidak ahli mengelola hutang.

Bagi yang tidak ahli dan tak punya ilmu "mengelola' hutang,saya sarankan jauhi saja berhutang,Karena bahaya berhutang bagi yang awam akan sangat dahsyat dan ngeri.Bisa-bisa harga diri akan terkubur dan terjatuh ke jurang terdalam karena bangkrut atau karena celaka sebab hutang.

Sampai saat ini,saya belum menemukan seorang ahli "mengelola' hutang dengan baik.Kalau teori gemar berhutang sih banyak,tetapi teori dan ilmu mengelola hutang yang benar-benar hebat,yaitu dari asalnya berhutang,lalu dikelola kemudian sampai bersih tidak punya hutang sama sekali,tetapi bisnis jalan terus hasil untung dari jalan hutang diawalnya,hingga saat ini belum saya temukan guru 'mengelola'hutang seperti itu.

Kalau sekedar guru-guru teori gemar berhutang bahkan jor-joran berani berhutang sih banyak,tapi semuanya berakhir dengan 'hasil: tutup lobang gali lobang',ah itu mah bukan guru yang baik sodara.Saran saya jangan turuti guru 'nekad' macam itu mah,bikin anda jadi sengsara saja nantinya.

Jika belum mahir dan ahli dalam mengelola hutang,sebaiknya hindari usaha atau hidup dengan bergelimang hutang.Karena hutang jika berada di tangan yang awam,akan menjadi nyala api yang membakar seluruh ketenangan dan kebahagiaan hidup,bahka hutang jika ditangan yang bukan ahli mengelolanya bisa membuat dan mengantar ke jurang kehinaan dan kenistaan dalam hidup.

Kalau tak punya ilmu berhutang dalam usaha,lebih baik jauhi dan jangan berhutang sepeserpun saja gan...!Itu lebih sehat dan lebih baik bagi hidup kita.

Milih Jodoh Terbaik? Pakai 4 Kriteria Dasar Berikut

Permisi perkenankan saya menukil sebuah riwayat hadist berikut :
Dari Abu Hurairah – rhadiyallahu anhu – dari Nabi Muhammad SAW, beliau berkata: “Seorang perempuan dinikahi karena empat perkara. Karena hartanya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, (atau) karena agamanya. Pilihlah yang beragama, maka kau akan beruntung, (jika tidak, semoga kau) menjadi miskin”. 

 عنْ أبِيْ هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – عَنِ النَّبِيِّ – صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمْ – قَالَ: تُنْكَحُ المَرْأةُ لِأَرْبَعٍ: لمِالِهَا، وَلِحَسَبِهَا،وَلِجَمَالِهَا، وَلِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكْ
Selama proses mencari dan mempertimbangkan lalu memutuskan untuk memilih seseorang untuk menjadi pasangan hidup,memang gampang-gampang susah.Gampangnya ? Ya,sesuai dengan perkembangan zaman,pergaulan semakin luas pasti akan dengan mudah mendapatkan banyak teman dan kenalan dengan mudahnya.Lalu susahnya...? Ya,susah juga kalau urusan untuk jadi pasangan hidup,karena pasangan hidup artinya orang yang akan menemani kita melewati masa hidup di dunia ini,bahkan sampai menemani kita di akhirat nanti.

Bagi umat muslim tentu sebenarnya sudah jauh-jauh hari ada keterangan dari Nabi SAW seperti di atas tadi,bisa menjadi panduan utama untuk itu, yang intinya seperti ini :."... Carilah jodoh olehmu dengan minimal pertimbangan 4 hal berikut,pilih pasangan kita itu karena:
1.Karena rupanya atau parasnya.
2.Karena Hartanya.
3.Karena keturunannya.
4.Karena Agamanya (Akhlaknya).Dan jika ingin selamat,ditambahkan keterangan,carilah pasangan hidup dengan semata-mata karena sebab utama yang nomor 4 (Agamanya,atau akhlaknya)".

Yang paling dianjurkan untuk mengutamakan melihat dari sisi Agamanya,(baca: Akhlaknya),cari calon suami atau isteri yang Akhlaknya (ilmu dan amalan ajaran agamanya yang baik).Bukan hanya berkedok agamis atau kelihatan berlimu agama tinggi,medok seperti santri/santriyah saja.Tapi lihat pula apakah ia mengamalkan dengan baik ilmu agamanya atau tidak ? Jangan terpukau dengan hanya penampilan lahiriah saja,karena zaman ini banyak yang menggunakan kedok agama sebagai tameng untuk menggaet pasangannya.

Lalu layak dipertimbangkan pula hal-hal seperti urutan nomor 1 di atas tadi,pertimbangkan rupa atau penampilannya,sesuaikan saja dengan rupa atau penampilan kita,agar nanti serasi di lahiriah serasi juga di bathiniahnya.

Lalu hartanya...? Patut dan harus pula dipertimbangkan,tentang apakah calon suami sudah punya pekerjaan tetap atau belum..?Jangan menikahi pengangguran zaman ini,walau memang rezeki diatur Tuhan,tetapi ingat,sunatullah jalan rezeki tetap harus masuk akal,jika calon suami nganggur,lalu mau hidup pakai apa...? Lama-lama iman akan luntur juga tergerus zaman,jika sebuah keluarga dalam keadaan miskin terus apalagi melarat terus.Pertimbangkan dengan baik,carilah pasangan (suami,lelaki) yang bukan pengangguran.

Carilah calon suami yang minimal punya penghasilan dan pekerjaan tetap yang baik dan jalan halal.Bukankah kemiskinan,kemelaratan itu nantinya akan sangat dekat dengan kekufuran ? Artinya bagaimanapun solehanya seorang isteri zaman sekarang,jika kurang materi,pasti suatu saat akan goyah kehidupan rumah tangga selanjutnya.

Karena keturunannya,iya cari kalau bisa atau diusahakan mendapatkan pasangan yang dari keturunan orang subur,lalu dari keturunan orang baik-baik dan membawa kesalehan.Ini artinya jangan sepelekan dukungan keluarga calon pasangan.Karena pada hakikatnya sebuah ikatan perkawinan adalah menyatukan dua keluarga besar untuk lebih mendekatkan silaturahmi.Tidak baik melakukan "kawin lari' atau kawin tak direstui keluarga misalnya,nanti akan menelantarkan kehidupan kita di masa depan.

Jangan abaikan peran,restu dan izin keluarga,hargai ayah dan ibu atau keluarga dengan meminta doa dan restunya ketika kita memutuskan untuk memilih pasangan hidup.

Tentu saja itu semua bagi kesejahteraan dan kebahagiaan Anda berdua setelah jadi keluarga mengarungi hidup ini.

Selamat malam semua.

***

Catatan admin/penulis :

Maaf para teman pembaca semua,jikalau Anda menemukan ulasan atau postingan agama Islam di blog ini,maka itu semata-mata bukan karena saya seorang Kyai,atau seorang ahli agama.Oh,tidak teman.

Saya bukan ahli agama atau apalagi Kyai,namun saya sebagai bagian dari umat muslim saja,untuk sekedar berbagi infromasi yang saya dapat dari pengalaman ,untuk berbagi kepada Anda semua dengan harapan ada manfaatnya,dan blog ini bukan blog khusus untuk memuat materi Agama Islam,hanya saya berniat untuk ikut sesuai anjuran agama kami,bahwa setiap muslim itu wajib ikut berdakwah walau menyampaikan keterangan agama hanya satu ayat sekalipun,sekemampuan.

Terpopuler