Senin, 01 Juli 2013

Satu Lagi Rahasia Sukses Hidup dan Bisnis Etnis China

Ini pengalaman saya berteman dengan anak pengusaha lokal etnis Cina di kampung dahulu,dan saat ini beliau memang sudah berhasil.Berhasil beliau sudah memiliki banyak toko di 2 kota,sudah hidup mandiri dan bebas hutang!

Usahanya terus berkembang dan mampu bertahan dalam terpaan berbagai badai krisis global maupun krisis pribadi dalam keluarganya.Sampai saat ini beliau tetap 'eksis' dalam usahanya.

Dan,ampuun gan saya terlambat menyadari dan mencontohnya.Akhirnya saya terlambat 'sukses'nya hehe!Tak apalah mari simak pengalaman saya tentang salah satu trik suksesnya teman etnis Cina yang satu ini.Maaf saya tak sebut namanya demi kepentingan privasi beliau.

Salah satu trik suksesnya beliau 'mengumpulkan harta" dan memperoleh 'modal dingin" milik pribadi,modal bukan hasil hutangan ke pihak lain atau bank adalah :

"Beliau selalu mengutamakan Menabung,sebagai kegiatan utama ketika baru saja gajian atau mendapat penghasilan!Menabung dulu,baru mikir pengeluaran uang sisa yang ditabung tadi"
Rupanya trik jadul inilah yang beliau suka praktekan sebelum beliau jadi pengusaha saat ini.Yaitu ketika gajian di awal bulan,beliau selalu ambil itu uang tunai ditabungkan dahulu sekitar 30 persen dari jumlah gaji,dan baru sisanya yang 70 persen beliau bagi-bagi kepada pos pengeluaran rutinnya,untuk keperluan hidup.

Itu saja gan.disamping memang banyak trik-trik lainnya yang juga tak kalah oke.Menabung dulu,baru dibagi-bagikan sisa menabung itu untuk memenuhi keperluan sehari-hari.

Jadi tidak dibalik seperti kebanyakan kita orang,yaitu menabung hanya dari sisa uang setelah dibagi-bagi dari pos pengeluaran rutin.

Mari mulai sekarang kita balikan sistem anggaran belanja pribadinya,yaitu ketika sudah gajian atau mendapat penghasilan apapun,ambil dulu buat menabung baru berpikir membelanjakan semua sisanya untuk keperluan.Paksakan uang yang sisa dari yang ditabungkan itu cukup sampai mendapat uang kembali di bulan depan.

Tentu saja trik ini dilakukan di awal-awal mau sukses,jika sudah sukses ya ..terserah Anda gan!Selamat menabung. 

Jadilah Diri Sendiri,Itu Lebih Menarik bagi Si "Dia"

Mungkin pengalaman ini lebih bermanfaat bagi adik-adik yang sedang dalam proses mencari jati diri.Pada masa ini biasa disebut masa-masa remaja,kalau menurut versi saya yaitu pembaca yang masih di bawah 25 tahun secara umur dan masih belum menikah.

Pada masa remaja masih gonjang-ganjing menemukan jati dirinya,maaf ini bukan ulasan psikologi,namun menurut guru BK saya,begitu paling tidak pada masa sekolah dulu berkata demikian.Yaitu masa sedang mencari siapa diri kita sebenarnya.Maka suka banyak yang meniru-niru tokoh idolanya,atau berusaha mencari perhatian dari orang lain dengan berbagai bentuk 'kenakalannya".

Konon,itu semua adalah sebagai bagian dari proses pencarian identitas diri sang remaja.Kebutuhan ingin dihargai,ingin populer,ingin menunjukan siapa aku dan sebagainya.Pada masa-masa ini sangat rentan masuk pengaruh dari luar diri tersebut,dan tidak sedikit banyak yang menyimpang dari tujuan proses pencarian jati diri yang seharusnya.

Akan panjang jika dibahas semuanya,dan saya harus mencari referensi ahli psikologi untuk menambah bahan tulisannya.Namun ini seperti biasa,hanyalah ulasan ringan tentang jadilah diri sendiri,tidak usah terlalu menjiplak kepribadian orang lain atau sang idola,jika diri kita ingin menarik di mata orang lain atau lawan jenis.

Saya sempitkan tema-nya,yaitu untuk tampil dan menarik perhatian lawan jenis,seorang remaja tak usah menjiplak terlalu copy paste sang idola remaja zaman ini misalnya,untuk memperoleh simpati dan menarik seseorang atau lawan jenis.

Cukup jadilah diri sendiri dengan ciri-ciri mandiri yang sudah Anda miliki sebelumnya,tentu saja harus dalam kebaikan dan di jalan lurus.Meniru dalam beberapa hal yang baik boleh saja selama tidak terlalu menjiplak seluruhnya,karena jika menjiplak pribadi orang lain akan tidak baik pada akhirnya.Ini tidak boleh terjadi,yaitu Anda jadi orang lain.

Berperilaku dan berakhlak baik,bertutur kata sopan,berpenampilan sewajarnya dan tak usah terlalu bermacam-macam atau norak.Itu adalah harga mati untuk menarik perhatian lawan jenis atau calon pacar Anda.

Contoh kasus,tidak usahlah harus berpenampilan Anda menjiplak-plak serta mencontoh rambut gaya Ariel Peterpan atau meniru seratus persen gaya dan penampilan pakiaian atau rambut model artis Korea misalnya atau berpenampian ala idola remaja lainnya yang sedang ngetop,hanya untuk tujuan agar kita diperhatikan lawan jenis.Tidak usah segitunya deh.

Atau tidak usahlah kita terlalu ngotot ingin bergaya dan model serta bentuk tubuh menjadi seperti tokoh Rambo dalam film,atau harus meniru gaya rambut penyanyi wanita masa kini dan memaksakan meniru gaya 'slengean' idola masa kini dengan terlalu ngotot,hanya ingin diperhatikan orang atau pacar Anda.

Karena jika tidak sesuai dengan bentuk wajah dan tubuh serta kepribadian dan lingkungan Anda,alih-alih akan menarik simpati dan jadi idola lawan jenis,malahan jika tidak sesuai Anda akan di-cap sebagai remaja norak dan aneh dimata orang lain.

Sejatinya,setiap orang di muka bumi ini adalah pribadi-pribadi yang unik,yang mempunyai kelebihan masing-masing,dan mempunyai daya pikat tersendiri masing-masing.Tidak usah lalu kita jadi imitasi sang idola,jadilah diri sendiri,kembangkan talenta dan potensi diri,lalu perkaya dengan ilmu pengetahuan dan berkepribadian baik ,maka dengan sendirinya pesona alami bawaan kodrat diri Anda akan terlihat bersinar di mata 'jodoh' anda.

Jadi untuk mendapatkan simpati dari lawan jenis atau calon jodoh Anda,jadilah diri sendiri.Ketahuilah semua potensi baik diri kita,kembangkan dan tingkatkan terus kualtas diri lahir dan bathin,selimuti dengan sikap dan kepribadian yang baik-baik dan lurus,maka 'lawan jenis' akan seperti kena 'pelet',diri Anda begitu menariknya di mata si Dia.

Dengan menjadi diri sendiri yang sudah disepuh dengan ilmu dan pengetahuan,maka diri anda akan bersinat,akan bercahaya dan tentu saja menarik perhatian hampir semua semua orang diluar diri Anda.

Cara bicara Anda,cara berjalan Anda,cara tertawa Anda,cara berpakaian Anda,cara berinteraksi Anda,gaya menulis Anda,gaya apapun Anda dlam hidup,jadilah diri Anda yang mandiri.Dan itu semua adalah pesona mandiri bagi orang lain menyukai Anda.Yaitu keunikan diri yang berhasil anda temukan dan dibangun dengan baik oleh diri sendiri.Diantaranya yang mengkristal menjadi sikap dan kepribadian baik unik diri sendiri.

Jadilah diri sendiri,temukan jati diri dan kembangkan dengan banyak ilmu pengetahuan lalu jadikan sebagai sikap dan kerpibadianmu sehari-hari dengan tidak harus menjiplak gaya orang lain.Uniklah jadi diri sendiri,maka kamu akan tampil menarik dan akan banyak yang suka.Atau jika lawan jenis jodoh Anda,maka dengan sendirinya jodoh akan tertarik oleh magnet jati diri anda dengan sendirinya.

Salam.


Hidup Sesuai Takaran,Mengukur Diri Sendiri

Terinspirasi dari tulisan Mas Ajinatha tentang :Gaya Hidup Bisa Merubah Perilaku" di lapak beliau kompasiana.

Kalau saya menangkap sebagian intinya saja,yaitu jika hidup kita ingin damai,tenang,tidak resah dan tidak banyak mengundang masalah (hidup normal saja sudah banyak masalah,bukan?),harus bisa menakar diri dan kemampuan,terutama dalam hal kemampuan ekonomi dan pendapatan diri sendiri terhadap gaya hidup yang kita jalani.

Dibahas pula dalam artikel tersebut,bahwa jadi tidak masalah mau bergaya hidup hedonis,foya-foya dan bergaya bak kaum jet set sekalipun,jika memang pada dasarnya kita sudah jadi orang kaya.Orang kaya asli bukan kaya seperti orang kaya,kelihatan kaya padahal hutangnya numpuk.

Masih kata Bang Ajinatha,sebenarnya kalau masalah gaya hidup adalah sangat personal,pribadi dan menjadi hak masing-masing.Namun tak ada salah jika kita,khususnya saya,penulis berbagi tema ini,semoga ada manfaat bagi pribadi dan tentu saja,jika mau bisa diambil pula oleh sahabat pembaca.

Anda mau bergaya hidup sederhana,hedonis,mewah,super mewah sekalipun silahkan saja,toh itu semua hak Anda.Siapapun tak berhak melarang-larang asal tidak merugikan kepentingan umum dan orang lain.

Namun lain masalah,jika kita sebagai orang sederhana,penghasilan sederhana,juga berasal dari keluarga sederhana.Lalu sebagai manusia normal dan sehat,tentu saja selalu kita mendambakan hidup ini :bahagia.toh? Maka bergaya hidup sederhana saja,pasti enak dan senang di hati.

Bahagia dalam arti hidup normal,tenang,senang dan selalu bisa melewati dan memecahkan setiap rangkaian masalah dengan berakhir kepada kepuasan hidup.Bahkan kesenangan hidup.

Bagi kalangan sederhana,alangkah bijaksananya jika bergaya hidup sederhana pula,tidak terlalu mewah dan banyak foya-foya,agar hidup tidak terlalu resah dna tidak terlalu cape hati buat memaksakan agar bisa bermewah-mewah dengan segala cara.

Memilih gaya hidup,bagi kalangan sederhana kemampuan menakar diri,tahu diri dan mengukur diri sendiri saja paling utama.Cukup tahu diri dan sadar diri dengan kemampuan yang ada dan nyata,tidak lantas mengawang-ngawang ingin terlalu terbang tinggi,sementara sayap kita tidak mampu mengepakkannya.

Dari segi finansial misalnya,kalau gaji dan pendapatan asli dan halal kita setiap bulannya hanya 2 juta rupiah,maka gaya hidup dan pengeluaran janganlah lebih dari 2 juta itu.Akan lebih baik tentu saja pengeluaran dan gaya hidup kita,cukupkan saja dengan uang 1,5 juta per bulan,selebihnya bisa untuk menabung.

Gaya hidup mewah atau foya-foya akan menuntut dan memerlukan biaya atau uang banyak.Dengan sendirinya jika selalu bergaya hidup mewah sementara kemampuan sederhana,akan terjadi kolap bahkan bangkrut.

Mari raih penghargaan dan hormat orang lain ke kita dengan berlomba-lomba berbuat banyak karya dan jasa kepada khalayak umum sekemampuan masing-masing.Penghargaan akan jasa dan kebaikan,biasanya lebih abadi dan berbuah kebaikan bagi semua pihak,dibanding kalau kita hanya mau dihargai karena penampilan dan gaya hidup hedonis,mewah yang dipaksakan,(kecuali kalau mampu lain judul gan hehe).

Maka tidak sedikit orang yang kalau tidak bisa mengukur diri di awalnya,maka suka terjadi yang asalnya gaya hidupnya suka berfoya-foya,malahan jadi gembel atau bahkan jadi hina di ujung hidupnya,Karena memang tak mampu menakar ukuran hidup dirinya sejak dini.(Contoh: lihat koruptor).

Semoga kita termasuk orang yang bisa dan mampu menakar diri sendiri,dan bisa bergaya hidup sesuai dengan kemampuan dan apa adanya diri kita.Tidak terlena dan tidak silau dengan gaya hedonis yang memang sudah zamannya ini.

Namun,sekali lagi mohon maaf,itu semua,memilih gaya hidup Anda tentu saja terserah agan-agan semua.Ini hanya berbagi sedikit cerita saja.

Salam.

Terpopuler