Senin, 12 Maret 2012

Terlalu Lama di Gurun Pasir bisa Kena Asma dan penyakit Paru-paru

Serangan badai debu,yang setiap saat bisa saja terjadi di
daerah gurun pasir jazirah arab khususnya
(Foto diambil dari mediaonline.net)
Oleh: A.Wierodjampang

Bekerja di daerah gurun pasir sekitar daerah jazirah arab,di UAE atau di Saudi dan GCC lainnya beresiko terkena penyakit ISPA dan paru-paru.

Karena hampir setiap minggu selalu datang badai debu,yaitu terpaan angin yang didalamnya disertai butiran debu-debu halus yang bisa masuk ke tubuh manusia melalu saluran pernafasan.Termasuk juga debu rumah tangga yang sehari-hari kalau secara kasat mata tidak kelihatan secara langsung padahal debu-debu super kecil selalu beterbangan di sekitar kita.

Lihat saja bila sehari saja tidak membersihkan mobil,kaca jendela,televisi atau semua peralatan rumah tangga,maka dipastikan debu kelihatan menempel di benda-benda tersebut.Secara tidak sadar meskipun badai debu tidak datang debu super kecil itu masuk bersama hirupan nafas kita setiap saat.

Debu yang terisap akan mengendap di paru-paru dan sebagian terbawa oleh sistem pencernaan serta sebagian lagi akan menjadi penyebab inveksi di saluran nafas atas,terutama di hidung tenggorokan dan mulut.

Hal ini jikalau untuk suatu waktu yang singkat tak akan terasa efek apapun terhadap tubuh fisik kita,namun bila terlalu lama bekerja atau tinggal di daerah berdebu seperti gurun pasir,akan berdampak yang signifikan terhadap kesehatan tubuh.

Khusus untuk daerah Saudi Arabia,selain debu penyebab penyakit termaksud juga karena sistem sirkulasi udara di ruangan pada umumnya tertutup tembok dengan ventilasi yang minim ditambah dengan penggunaan AC yang terus digunakan sepanjang waktu,terutama AC yang menggunakan gas freon.

Antisipasi untuk menjaga terkena penyakit tersebut disarankan,

1.Selalu memakai masker mulut dan hidung bila sedang bekerja di suatu tempat berdebu atau dikala    sedang datang badai debu.

2.Selalu memeriksakan kesehatan ke dokter bila memungkinkan setidaknya satu kali setiap bulan.

3.Banyaklah berolahraga secara teratur setiap hari untuk mencegah kerusakan dan penciutan organ paru-paru dan melancarkan peredaran darah sehingga membantu tubuh membuat kekebalan terhadap inveksi.

4.Perbanyaklah frekwensi mandi dan keramas dengan benar,agar debu yang menempel di tubuh dan pakaian cepat luruh dengan air mandi atau air cucian.

5.Cepat ke dokter bila terjadi gejala sakit dada dan sesak nafas.
6.Hindari kebiasaan merokok aktif maupun pasif.
7.Banyak-banyaklah minum air putih dan selalu menjaga kebersihan tubuh serta pakaian.
8.Buanglah semua benda-benda sampah di ruangan anda,sisakan benda yang benar-benar perlu saja.
9.Selalu membiasakan cuci tangan kalau mau dan sesudah beraktivitas apapun.
10.Sering-seringlah menggurah hidung dan mulut anda dengan air bersih.

Selamat bekerja dan selalu menjaga kebersihan.

Tekun dan Rajin

Membaca kata Rajin dan Tekun mungkin sudah hapal dan sebagian bosan dengan kata ini,setiap motivator dan tulisan inovasi pasti selalu menyelipkan kata ini.

Kali ini saya mau berbagi sesuatu dengan teman orang Hindia tetangga kamar di Riyadh,tepatnya tetangga sebelah rumah majikanku.

Orang Hindia asal provinsi Cerla memang dikenal sebagai orang yang suka berbisnis,para bussinesman mereka merajai berbagai sektor di jazirah Arab,di negara-negara GCC  dan KSA mereka seperti kalangan etnis China di Indonesia,menguasai hampir separuh sektor bisnis.

Sebut saja di Dubai group perusahaan Lulu supermarket,di KSA group Al Rajhi dlsb itu semua pemilik dan perintisnya keturunan Hindia.

Para pedagang-pedagang di Batha Riyadh,di sejumlah Tumwinat,bakalah,Toko-toko di Riaydh dan KSA sepertinya dikuasai oleh orang-orang Hindia terutama dari asal Hindia Cerla.

Back to laptop..

Tetangga Hindia saya pekerjaannya sopir rumahan,telah bekerja di rumah itu hampir 20 tahun menurut dia dalam suatu obrolan dengan saya.

Saya salut dengan ketekunan dia,yaitu pandai dan rajin berdagang sebagai usaha sampingan dari bekerja sebagai sopir pribadi.

Suatu ketika hampir tiga tahun yang lalu kalau ketemu saya di luar dia suka nawarin kartu refil pulsa ada kartu SAWA  STC ada Mobily dan belakangan ditambah dengan kartu internet.

Dari mulai dia menawarkan kartu dagangannya sampai saya benar-benar membeli ke dia tak kurang rentang waktunya sekitar 7 bulan,baru saya membeli kartu fulsa dari dia bahkan banyak pula teman Indonesia yang dekat kamar saya,saya rekomendasikan untuk membeli kartu dari dia.

Tujuh bulan dia hampir setiap pagi selalu menawarkan barang dagangannya,hanya kartu refil fusa yang kalau saya beli pun paling satu buah yang untungnya hanya setengah riyal.

Selama tujuh bulan dia selalu menawarkan walau saya tak membelinya waktu itu,karena saya suka beli di toko saja,lagian saya selalu ada pinjaman fulsa dari teman.

Namun belakangan ini saya selalu beli pulsa dari dia,selain karena dekat juga memang praktis bisa di antar ke kamar saya dan online 24 jam,artinya walupun dinihari dia selalu siap mengantar kartu ke kamarku.

Selain saya langgananya semakin banyak,karena dia selalu prospek terus ke setiap orang walau di awal-awalnya kebanyakan ditolak atau tidak membeli.

Saat ini omset jualan kartu refil fulsanya perhari beromset 1000 riyal Saudi dengan keuntungan 30 riyal.
artinya kira-kira sebulan pengahasilan dari jualan fulsa dia bertambah sekitar 900 riyal,sekitar 2 juta rupiah.

Bisnis kecil begini dia lakoni dengan tekun dan rajin,mau nembus saya saja butuh 7 bulan untuk merayu saya membeli kartu fulsa darinya.

Rajin,Ulet dan Tekun memang salahsatu kunci sukses dalam meraih sesuatu,dengan jangan putus asa bila ditolak di awal prospek,ngeyel terus dan rasakan hasilnya.

Tentu saja disertai dengan sifat enterpeneur lainnya,tetapi intinya bagi seorang pengusaha peluang sekecil apapun mereka akan selalu ngotot untuk mejalaninya.

Minggu, 11 Maret 2012

Kebiasaan jelek saya ketika menulis postingan

Hallo..saya mau buka-bukaan sedikit rahasia pribadi nih,ketika menulis sebuah postingan di blog sendiri ataupun blog keroyokan atau mengupdate status di facebook.

Pasti,pasti anda sebagai pembaca tulisan-tulisan saya di dumay akan tahu kelemahan tulisan saya yang pertama suka salah ketik,hehe...masalah ini mohon maaf sekali.

Penyebab selalu salah ketik atau salah pencet tut keyboard sama sekali tidak di sengaja tentunya,dan sama sekali BUKAN tidak menghargai pembaca,tetapi kebiasaan saya bila menulis suatu postingan ringan selalu langsung di jendela kirim entri,jadi begitu ide muncul saya langsung tulis saja di kolom posting.

Saya jarang menulis dikonsep dulu di notebook atau di catatan lainnya,justru kalau di konsep dulu di kertas lain malah ide saya jadi mandeg,gak tahu juga saya sudah coba beberapa kali dan ternyata gagal.

Akibat dari mengetik langsung yah hasilnya pasti harus di edit lagi sebenarnya,tetapi waktu saya kadang mepet,setelah tulisan jadi di kolom entri,sering terjadi majikan saya memanggil dan daripada tulisan hilang saya langsung klik publish saja.

Sekali lagi mohon maaf dengan segala hormat ke pembaca semua,bila dalam menyimak tulisan-tulisan penulis yang masih menjelimet tata bahasanya,dan hurupnya banyak yang salah ketik,itu semua bukan karena tidak menghormati (menyepelekan )pembaca,naudzubillah sama sekali tidak.

Oleh karena itu saya kalau ada sempat waktu selalu mengedit ulang tulisan-tulisan "baheula" saya.

Dan saat ini dengan menyadari kekurangan tersebut,saya pun perlahan sedikit-demi sedikit akan saya perbaiki kebiasaan buruk tersebut.

Terima kasih perhatian semua rekan,teman,sahabat dan saudara pembaca semua.

Seks Swalayan di kalangan TKI,Sehatkah ?


Foto dari Google img.

Oleh : Aang WDjampang
Di muat pula di Kompasiana/Aang Suherman


Urusan arus bawah yang satu ini memang tak memandang siapapun dia itu manusia biasa atau manusia luar biasa,selama manusia itu normal pasti hasrat ini akan selalu meronta-ronta hendak mencari penyaluran.Tak peduli dengan status sosial apapun atau jenis dan kelas manapun dan jenis kelamin apapun lelaki atau perempuan,pria atau wanita pasti akan merasakan hal yang sama bila sehat dan normal.

Tak terkecuali hal ini melanda juga kepada TKI yang hidup dan tinggal sendirian di seluruh penjuru dunia,termasuk di Saudi Arabia.Penyaluran hasrat biologis secara umum bisa disamakan dengan halnya kebutuhan makan minum bagi seseorang yang telah berumah tangga atau yang pernah melakukan hubungan suami isteri.

Disini tak mengulas tentang halal atau haramnya hukum “swalayan’ atau “masturbasi”atau apa yang orang medis katakan “onani”,tetapi mencoba untuk mengulas hal manusiawi ini (human being) yang satu ini dari satu sudut serpihan masalah yang kompleks dan rentan bersentuhan dengan norma=norma agama dan adat timur yang asalnya sangat tabu untuk dibicarakan.

Rekan TKI di Saudi khususnya yang saya tahu terutama rekan TKI pria yang kebanyakan sopir pribadi dan beberapa orang rekan yang saya kenal sebagai penjaga toko atau pekerja restaurant sering memperbincangkan hal tabu ini walau dengan malu-malu atau sekedar senda gurau sesama teman.

Tetapi kenyataan bahwa hal penyaluran seksual ini menjadi sangat penting karena tidak sedikit TKi yang kabur dari majikan hanya karena tergoda rayuan rekan wanita baik di dalam negara  Saudi atau tergoda oleh wanita atau pria di Indonesia.Dan masa kontraknya tidak sukses penuh 24 bulan sesuai perjanjian atau malah kabur untuk menikah di Negara Saudi di kota lain yang ada pasangannya.

Pak Sanusi TKI asal Cikalong-Cianjur misalnya umur 45 tahun beristeri satu anak tiga di Saudi bekerja sendirian tanpa pasangannya untuk menyalurkan hasrat biologisnya Pak Sanusi mengisinya dengan mengaji dan mengikuti pengajian-pengajian yang dekat dengan rumahnya. Atau melampiaskan dengan mendekatkan diri dengan ritual ibadah yang banyak,tetapi tetap saja sekali-kali ada hasrat juga dan terpaksa melakukan Masturbasi.

Lain cerita dengan Mahmud asal Madura usia 26 tahun duda 4 tahun,meyalurkan aspirasi arus bawahnya kata beliau selalu tiap malam malahan melakukan lewat “cyberseks”. maklumlah Mas Mahmud masih greng-grengnya. Atau ada yang menelepon pacarnya dan berpacaran di telepon.

Berbeda dengan Rudi asal Cililn Bandung untuk mengantisipasi ini Rudi memperbanyak kegiatan olahraga kalau disela-sela waktu senggang tak ada kerjaan Rudi selalu olahraga.tetapi tetap saja bila lagi mood datang suasana itu Rudi akhirnya melakukan ativitas “M” (marturbasi juga).

Rekan Halimah dari Sukabumi lewat telepon waktu saya tanya tentang ini tadi sore dengan sedikit malu-malu dia menjawab,katanya kalau datang hasrat itu dia suka tidur saja lalu nanti akan mimpi basah..haha,,Berbeda dengan rekan PRT Yani Mulyani 23 tahun asalnya tak mau disebut berkomentar tentang ini dia kalau lagi “on’selalu menelepon suaminya di Indonesia lalu bermesraan di telepon sampai klimaks.

Menulis khusus tentang ini pasti berbagai cara banyak dilakukan oleh rekan-rekan TKI yang jauh dari pasangannya itu,jikalau sudah “on” hadir hasrat untuk ML (Making Love) maka akal sehat sering tidak berjalan,terutama yang mempunyai hasrat bertegangan tinggi,bayangkan selama dua tahun malah lebih hasrat manusiawi ini tak tersalurkan.

Begitulah salahsatu perjuangan para pahlawan devisa ini patut diacungi jempol karena mereka selain punya masalah-masalah lain termasuk kuat menahan dan punya “penderitaaan” bathin yang satu ini pula.Hal ini tidak termasuk kepada atau jarang diungkap oleh para pengulas dan komentator tentang masalah TKI.

“Setahu saya jikalau pasangan tak ada atau jauh,swalayan saja oke tuh.” Kata Bang Dede TKI yang sudah empat kali puasa empat kali lebaran belum pulang ke Indonesia,karena hutangnya di kampung belum lunas haha…tadi pagi waktu ngobrol di warung Indonesia di kawasan Hayi AlRawabi-Riyadh Saudi Arabia.

Bagaimana dengan hukum agama,bagaimana menurut ilmu kesehatan itu kembali ke masing-masing pribadinya.Yang jelas konteksnya dengan tulisan ini tentang hitam putih kesehatan para TKI,masturbasi tak ada salahnya dibanding dengan berbuat jina dengan wanita atau pria yang bukan suami atau isterinya yang sah.

“Kalau saya suka pusing dan uring-uringan kalau sehari saja tidak masturbasi,”Kata Mas Nurkholis TKI asal Banyuwangi yang sudah 18 bulan bekerja di kawasan Al-Badiah Riyadh.Yang sudah tak sabar ingin pulang kampung empat bulan lagi.

“Saya suka sakit kepala mas,dan perasaan gelisah dan resah kalau tidak “MB” (masturbasi) seminggu saja.” Mas Sadikin TKI asal Brebes.Selama ini Mas Sadikin Ber “MB” ria dengan melihat dan berfantasi dengan melihat film-film BF dari ponselnya.

“Kalau saya suka seger dan merasa plong kalau sudah di “keluarkan” MB nya saya selalu pake YM atau video calling dengan pacar saya di Jeddah,” Kata Salim pemuda sopir asal Karawang yang masih umur 22 tahun bekas sopir angkot di Karawang dulunya.

Pembaca..,ada komentar? atau malah ada juga pembaca  yang suka “swalayan” ini….salam.

Sejumlah TKI Sopir di Riyadh Mengeluh Mau Naik Gaji

Gambar uang kertas Riyal Saudi (SAR) masing-masing 500 SAR dan 100 SAR

Gaji TKI sopir di KSA untuk sektor sopir pribadi rumahan sekitar 1200 SAR,dengan kurs Rp.2300 jumlah sekitar Rp.2.700.000,an .

Gaji pokok resmi sebenarnya hanya 1000 riyal yang 200 riyal aturannya sebagai uang makan,karena pengaruh ekonomi global dan semakin kondusifnya perekonomian di tanah air,nilai tukar riyal terhadap rupiah cenderung tetap di kisaran Rp.2200-Rp 2500 per 1 Riyal (SAR) Saudi.

Keluhan tersebut terutama mereka minta dinaikkan jatah makan yang SAR 200 minimal di tambah 100 riyal,mengingat saat ini kebutuhan sopir bukan saja untuk membeli makanan saja,saat ini anggran pengeluaran mereka tertambah oleh pemakaian fulsa telepon yang mahal menurut ukuran sopir dan PRT,serta naiknya barang-barang sembakonya di negeri Minyak tersebut.

Hal tersebut berlaku umum,artinya ada yang secara perorangan membuat kesepakatan intern dengan pihak user (majikan) malah ada yang ditambah lebih dari 200 riyal dari gaji pokok 1200 SAR.

Dalam hal ini para sopir TKI di KSA meminta para satgas dan yang berwenang untuk kembali memperjuangkan nilai gaji pokok menurut kesepakatan instansi terkait di tambah menjadi 1500 SAR perbulan.

"Kami mengharapkan BNP2TKI dan yang berwenang tentang kami,untuk memperjuangkan kenaikan gaji kami kalau bisa sampai 1500 SAR perbulan,selain memperjuangkan perlindungan kepada kami," kata Haji Agus,TKI asal Sukabumi siang tadi.





Riyadh(10/3/12).AWD.

Sabtu, 10 Maret 2012

Boss bilang;"Ini semua adalah kelalaian saya.!".


Bekerja menjadi pegawai atau karyawan atau menumpang kerja ke orang atau pihak lain,seringkali banyak saat-saat yang tidak enak.Terutama jika boss atau atasan yang tidak tenggang rasa dan kurang bijaksana,bahkan otoriter dan mau menang sendiri.Yang padahal sebenarnya wajar ,wong dia yang punya perusahaannya.

Sehingga ada istilah bilang bahwa Atasan atau populer di sebut Boss pasti akan selalu benar.

Namun ada satu pengalaman saya,meskipun kondisi ini bukan di sebuah instansi formal,sebuah badan atau lembaga,tetapi tetap saja bentuknya hampir sama,yaitu hubungan antara boss dan pegawainya.

Mengapa saya betah dan cocok dengan majikan ini,dari berbagai sebab ada salahsatu saat dimana saya sangat simpati dan menghormati pekerjaan dan boss saya ini.
Sehingga saya tetap bersemangat dan menghormati serta semakin produktif di mata perusahaan dan saya menikmatinya sebagai pegawai Perusahaan beliau.

Suatu hari pertengahan tahun 2008 saya karena sedikit lalai dan melamun,menabrak trotoar dan sebuah signboard iklan Restoran Herfy di Jalan Anijjah di sebuah distrik di AL-Rayyan Riyadh.

Lumayan rusak juga mobilnya satu sayap depan dan pelek serta bannya sebelah kiri hancur di tambah kap dan radiator serta komponen lainnya bagian depan rusak,balon air bag juga pecah di bagian setir dan dashboard,kaca depan juga pecah karena tertimpa papan iklan Restoran Herfy.Mobil bagian depannya penyok,beruntung saya hanya sedikit memar saja karena kena tendangan balon pengaman dari setir
.
Sejujurnya kecelakaan itu adalah sepenuhnya kelalaian saya,saya sedang melaju di kecepatan sekitar 80 km/jam di jalan kompleks pertokoan bukan jalan Tol,dan pikiran saya tengah melamun dan sedang tidak fit saat itu,disamping dikejar target waktu yang harus segera sampai ke tempat tujuan konsumen perusahaan.Di Saudi kalau menyetir sebuah Truk Kontainer pun tak ada kernet,hanya sopir sendirian.

Mobil yang saya kendarai waktu itu Mobil van Toyota Previa model 2005,setelah saya keluar dari mobil dan mengamankan mobil dari bahaya kebakaran,membongkar accu batterey dan instalasi elektriknya,saya telepon boss saya,sebagai pemberitahuan.

Berkata majikan di handphone,kamu bagaimana..?,nabrak orang atau mobil lain enggak..? dimana posisi..?.Sama sekali tak menanyakan mobilnya rusak atau enggak,padahal mobil model itu harga barunya sekitar 90.000 riyal setara 200 juta lebih kalau rupiah.Heran saya waktu itu.Katanya,panggil aja mobil derek dan ke bengkelkan,kamu segera ke Rumah Sakit dan telepon orang kantor buat bantu kamu ke Rumah Sakit.

Karena diri saya tak begitu parah,saya tak terbiasa cengeng hehe..lalu saya di jemput teman karyawan lainnya pulang ke mess kami.

Malam harinya saya dipanggil majikan ke Rumahnya,deg-degan saya karena kerusakan mobil ditaksir tak akan kurang dari 8000 riyal untuk memperbaikinya,kabar dari bengkel tadi sore.8000 riyal Saudi sama dengan sekitar 18 juta rupiah gan..dan sama dengan 5 bulan gaji saya.Waduh”.mati “saya dan anak isteri,bisik saya dalam hati kalau majikan minta saya yang bayar.

Masuklah saya menghadap Pak Boss di ruang tamunya.Setelah salam dan bertanya kabar,Pak Boss menanyakan keselamatan tubuh saya,sampai melihat bibir dan pipi saya yang bengkak kena airbag setir dan tangan kena kaca pintu.

Berkata Pak Boss:’ Aan Bilang Alhamdulillah (Puji Tuhan),badan kamu selamat dan tidak menabrak manusia lainnya !,lain kali lebih berhati-hatilah,ingat anak isterimu menunggumu di Indonesia”.

Saya menjawab:” Puji Tuhan (Alhamdulillah) Ya Rabb.terima kasih Ya Abu Abdallah (boss maunya di panggil dengan sebagai bapak anak-anaknya Bapaknya Abdullah).

” Maafkan saya Ya Abu Abdalah,saya bertanggungjawab karena kelalaian saya,saya bersedia di potong dari sebagian gaji saya untuk perbaikan mobil.” Kata saya lebih lanjut
.
Beliau menjawab :’Ya kamu harus bertanggung jawab,tanggungjawab kamu adalah harus mengambil pelajaran ke depannya,jangan berlaku lalai lagi,meskipun kecelakaan dan musibah bukan kemauan kita,tetapi tetap kita wajib waspada!”.

Lanjutnya,Kamu tidak usah membayar perbaikan mobil itu,karena ini kesalahan saya juga,maafkan saya mungkin selama ini kamu banyak pikiran karena saya kurang memperhatikan kamu dengan maksimal,saya jarang berkomunikasi dengan kamu,dan ini adalah peringatan Tuhan ke saya untuk memperhatikan para pegawai saya lebih baik,dan saya memang sudah dua bulan ini belum bersedakah jariah ke siapapun sepeserpun.

“Jadi sekarang Tuhan mungkin telah membawa sebagian rejeki yang saya miliki untuk menjadi rejeki sebagian orang lainnya melalu ikerusakan mobil milik saya,melalui kecelakaan kamu,hingga rejeki itu terbagi kepada montir,kepada pedagang spart part dan tukang derek mobil dlsb”.

“Bukan salah kamu dalam hal ini,maaf ini salah saya telah lalai dalam mengelola harta titipan Illahi,saya sudah dua bulan tidak bersedekah sepeser pun,karena terlalu sibuk dengan target perusahaan”.

Saya mengucap syukur karena bukan saja saya bebas dari potongan gaji,tetapi saya telah bertemu orang-orang yang langka saat ini.

Seorang majikan mampu berkata , maaf saya yang salah,saya telah melalaikan kalian para pegawai kecil,dan telah lalai pada rejeki titipan Tuhan,yaitu tidak segera membersihkan rejeki yang di dapat,karena dari sebagian rejeki yang kita dapat itu ada bagian hak orang lain yang fukara dan miskin.

Sehingga Tuhan bisa saja membawa sebagian rejeki itu dengan “sedikit paksa”dengan cara yang bermilyar cara,bisa melalui penyakit yang tak kunjung sembuh,bisa dengan ada yang menipu,bisa dengan ada yang mencuri bisa dengan yang kecelakaan lalu lintas atau lainnya.
“Sadakah jariyah selain mendapat pahala di akhirat,juga akan menghindarkan kita dari musibah dunia’ (sari sebuah al-hadist).

Jadi teringat saya,saya juga belum berzakat buat membersihkan rejeki yang selalu kudapat setiap awal bulan ini,syariat lahiriahnya rejeki dari perusahaan hakikat rejeki dari Tuhan.

Jumat, 09 Maret 2012

Situs Terancam Rusak dan Kotor


Situs Megalhitikum di Gunung Padang -Campaka Cianjur,Jawa Barat,perlu
pengelolaan dan perhatian semua pihak terkait (foto dari Cianjur Cyberciti.com)



Membaca berita lokal tentang situs megalit di Cianjur,sebuah situs jaman batu terdapat di sana,tepatnya di Gunung Padang kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur,Jawa Barat.

Pemerintah dan LSM setempat baru-baru ini gencar mempublikasikan baik di media cetak maupun online mempromosikan situs itu,tentu saja tujuan dari promosi ini selain untuk lebih mengenalkan tentang budaya sejarah dan ilmu pengetahuan juga diharapkan sektor pariwisata setempat semakin menggeliat yang efeknya bisa bermanfaat secara lintas sektoral.

 Ada yang menarik untuk saya angkat opini disini,yaitu mereka gencar mempromosikan di berbagai media tujuan utama agar banyak pengunjung.

Hasilnya sangat signifikan sekarang (Pebruari 2012) jumlah pengunjung situs meningkat tajam,menurut pengelola disana setiap minggunya tidak kurang dari 1000 s. 2000 orang wisatawan datang ke sana.Beritanya bisa anda lihat klik disini.

Peningkatan jumlah pengunjung ternyata membawa dampak yang kurang baik bagi kelestarian dan keaslian serta keamanan benda-benda bersejarah di sana,karena supra dan inpra struktur di sana belum siap.

Pintu masuk utama misalnya,kita kalau berkunjung ke sana bebas saja mau masuk situs dari berbagai penjuru sesduah masuk di dalam juga pengunjung bebas-bebas saja memegang,melihat bahkan menduduki dan menginjak-injak benda-benda bersejarah itu yang kebanyakan berbentuk batu-batu tua.Bahkan menurut cianjurcybercity.com,banyak oknum pengunjung yang mencorat-coret benda-benda tersebut.

Berpromosi tetapi belum siap dengan segala tetek bengek urusan di sesuatu yang di promosikan memang suka terjadi di lingkungan kita,modal nekad dan kadang hanya iseng-iseng saja lalu setelah akibatnya muncul,ternyata di lapangan belum siap.

Yang dikhawatirkan semua pihak adalah akan rusaknya situs tersebut dan akan mengecewakan pengunjung yang baik,kemungkinan mereka yang datang terlambat hanya akan melihat situasi yang morat-marit,kotor,rusak dan sudah tidak asli lagi.

Sebaiknya segera pemerintah setempat mengantisipasi dan mengambil langkah-langkah yang segera,kongkrit dan tepat.Minimal upaya darurat segera di upayakan sebelum terjadi kerusakan lingkungan maupun kerusakan citra nama baik situs tersebut.

AWD/Riyadh.

Meminjam Barang

Kadang-kadang kita suatu waktu pernah atau bahkan sering meminjam sesuatu hal,baik barang atau uang kepada pihak lain,terutama ke teman,tetangga atau anggota keluarga.

Entahlah itu misalnya pinjam tangga buat benerin genteng bocor,pinjam palu,konci-konci pas atau kunci inggris buat benerin mobil atau motor,atau apapun keperluan rumah tangga kita.

Meminjam barang,artinya hanya untuk numpang memakai manfaatnya dan setelah selesai langsung harus dikembalikan karena memang barangnya milik dan hak orang lain.

Nah saya sering pinjam barang begituan misalnya pinjan gergaji,atau pinjam tangga karena gergaji saya juga hilang dipinjam orang lain tidak dikembalikan.

Apalagi kunci-kunci bengkel semacam kunci inggris,kunci pas,kunci sok sederhana kunci 8 inch sampai 24 inch asalnya saya punya,tetapi saat ini raib entah dimana.

Apalagi yang namanya tang,biasanya saya beli hari ini satu minggu kemudian sudah pasti tang punyaku akan berkeliaran entah kemana dan berakhir dengan kehilangan.

Kebiasaan selalu meminjam di lingkungan saya seakan menjadi biasa,maklumlah tingkat toleransi dan rasa kebersamaan kekeluargaan di kampungku masih kental.Disamping memang kami adalah orang-orang yang berekonomi sedang malah kebanyakan yang miskin.Jadi tahu sendiri kami selalu membutuhkan sesuatu pada orang lain untuk sesuatu hal karena kami tak memilikinya,untuk membeli barang yang sifatnya temporer begitu di kalangan kami kurang diperhatikan sebab untuk memenuhi kebutuhan pokok saja ngos-ngosan.

Kebiasaan saling membantu,meminjamkan sesuatu mungkin berangkat dari budaya saling membantu gotong royong warisan leluhur kami,tetapi manakala kebiasaan itu menjadikan terlena pada si peminjamnya tentu akan membuat sedikit jengkel.

Meminjam barang kita lalu mereka lambat mengembalikannya,kemudian kita suatu saat sedang membutuhkan barang yang dipinjam tersebut,pastilah muncul perasaan kesal dan jengkel.

Seperti halnya saya waktu itu,motor saya ngadat remnya harus di buka dibersihkan semua komponennya,pagi-pagi sekali dari sejak subuh saya mencari kunci-kunci peralatan bengkel,tetapi apa lacur,kunci 12 inch gak ada,kunci 10 juga raib,kunci 17 gak tahu rimbanya,kunci inggris hilang,tang tak ada ditempatnya.

Akhirnya saya tak jadi pergi hari itu,sudah terlanjur kesal.Ketika kutanya ke isteriku wah katanya,dipinjam si fulan di pinjan si anu dan lain sebagainya.

Mending kalau hanya pinjam meminjam barang begituan,coba hal ini,
Sudah 3 bulan teman saya meminjam kodak digital saya,katanya untuk membantu dia mengambil gambar-gambar proyek dan gambar lainnya,janjinya mau hanya seminggu saja,eh tiga bulan sudah berlalu belum juga dikembalikan.

Tangga persediaan buat bila genteng rumah bocorpun sekarang tak tentu rimbanya,belakangan saya lihat ada di rumah tetangga disandarkan di dinding pinggir rumahnya, (dih segitunya..kayak miliknya saja deuh..hehe).

Tetapi yaitulah hidup bermasyarakat memang sekali-kali harus legawa juga terhadap kondisi-kondisi demikian,terutama kita jangan sampai lupa mengembalikan hak dan kepunyaan orang lain.

Mereka bisa jengkel ke kita walaupun mereka akan sungkan mengatakannya di depan kita.

Terbaru

Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran

Hari ini ,Senin 27 April 2026,ada reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran.Pelantikan langsung dilakukan oleh presiden di Jakarta. Harapan kami raky...

Terpopuler