Kamis, 05 Desember 2013

Cukup 2 Kali Saja,Nyikat Gigi dalam Sehari

Ilustrasi:flickr.com

Menurut para ahli kesehatan gigi juga dilansir oleh beberapa media kesehatan,menggosok gigi yang sehat idealnya cukuplah 2 kali dalam satu hari.Yaitu setelah bangun tidur dan sesaat sebelum tidur malam hari.

Terlalu sering menggosok gigi malahan akan merusak lapisan-lapisan bermanfaat di gigi kita.Tentu saja terkecuali jika sehabis makan yang darurat bau khas.Seperti setelah makan Pete atau Jengkol,jika terjadi hal ini wajib sekali menggosok gigi lagi dan lagi.

Namun,untuk jadwal yang normal dan termasuk sehat,cukuplah menggosok gigi Anda itu sehari 2 kali saja.Selain itu,diterangkan pula,jangan terlalu sering 'membersihkan gigi' apalagi memakai obat-obatan tanpa resep dokter.Nanti jika terjadi kesalahan fatal salah pakai obat kimia,alih-alih mendapatkan gigi putih sehat menawan,malahan gigi cenderung akan rusak dan bermasalah.

Cukup satu kali setahun membersihkan gigi dan dilakukan oleh dokter gigi,berbahaya jika membersihkan gigi sendiri dan memakai sembarang obat pemutih gigi yang belum jelas keamanannya.Jangan-jangan gigi akan rontok dan ompong semua karena salah obat pemutih atau pembersih yang serampangan.

Jangan jadi dokter sendiri..! Serahkan perawatan tubuh kita kepada ahlinya,dalam hal ini serahkan kepada Dokter Gigi kepercayaan Anda.

Salam senyum,semuanya.

Rencanakan dengan Matang,Putuskan dan Segera Eksekusi!

Sehebat apapun sebuah rencana atau sebuah cetak biru untuk membangun diri sendiri,jika tidak disertai langkah praktek atau 'action',bergerak dan mengeksekusi maka cetak biru itu hanya akan menjadi nostalgia saja.Dan tidak akan terjadi kenyataan apapun,kalau tidak beraksi.

Misalnya,sehapal apapun teori tentang cara mengemudi mobil,cara mengoperasikan komputer,cara menulis yang baik,cara beternak yang baik,cara berdagang yang oke,cara menghasilkan uang yang banyak bahkan cara menuju surga sekalipun.Hanya akan merupakan tumpukan dokumentasi saja semua rencana (teori) di atas kertas jika tak dibarengi oleh 'eksekusi'.

Bergerak,beraksi dan mengeksekusi semua rencana yang matang adalah salah satu jalan sukses meraih keberhasilan menjadi nyata.

Secara umum 'teori' sederhana ini sudah diketahui banyak orang,namun kadang-kadang suka terlupakan,padahal hal ini berlaku untuk segala hal yang berkaitan dengan aktivitas dalam rangka mencapai tujuan.Tujuan apapun agar segera mengkristal jadi kenyataan.

Buat perencanaan yang matang,buat dan perdalam segalam teori membangun diri dan lantas segeralah 'eksekusi" dalam arti ,laksanakan...! Dan langkah sukses pun menjadi semakin tidak mumet lagi memikirkannya.

Sekedar saling menyegarkan semangat kita,selamat beraktivitas rekan pembaca semua.Terima kasih sudah selalu mampir.Salam.

Rabu, 04 Desember 2013

Jampi-jampi dan Mantra-mantra Hadir di Internet

Zaman sekarang,apa sih yang enggak ada di internet? Maksudnya segala macam ilmu pengetahuan,terutama yang bisa diakses dan dilihat lewat ranah tulisan.Blog-blog dan situs bertaburan dan bertumbuh bak jamur di musim hujan.Mulai dari nama domain berbayar sampai domain gratisan yang disediakan oleh situs-situs besar dan terkenal,dengan sukarela meng-hosting data-data member-nya untuk berbagi di dunia maya.

Dari mulai cerita dewasa,cerita parno yang zaman dahulu hanya bisa dibaca lewat buku setensilan dan disembunyikan dengan ketat di bawah kasur,hingga tulisan muatan agama,kepercayaan,ipoleksosbudhankam dan tetek bengek lainnya.Kini hadir di internet dengan bebas selama ada akses untuk membukanya.

Tak terkecuali tulisan yang memuat jampi-jampi dan mantra-mantra hasil dari budaya dan adat kebiasaan serta hasil karya sastra kuno,buhun ,mantra turun temurun.Yang jika zaman dahulu dalam memperolehnya harus melalui jalan ritual dan sakral sesuai guru dan alirannya masing-masing,kini bisa dilihat sembarang orang dan sembarang waktu.

Mantra-mantra yang bisa diakses bebas zaman ini,padahal zaman dahulu hanya beredar di kalangan tertentu saja.Misalnya,ada jampi Pelet,jampi-jampi mengobati penyakit tertentu,mantra-mantra kekuatan,pengasihan,kewibawaan atau lainnya.Jika Anda mencari dengan kata kunci tersebut maka akan muncul berbagai macam ragam mantra dan 'ajian-ajian' ilmu lainnya,yang pada beberapa era yang lalu masih dianggap sakral dan mistis sangat mistis dan terbatas.

Sama saja dengan konten-konten p*rno atau dewasa dan konten sensitif dan berbahaya lainnya,konten mantra berbahaya bagi kalangan anak-anak atau kalangan yang belum cukup umur.Untuk mengantisipasi bahaya dari konten tersebut, peran 'keluarga'lah yang harus dilakukan,yaitu membimbing mereka agar tidak mencerna dengan mentah konten termaksud.Karena tidak semua konten mantra atau jampi-jampi tersebut cocok bagi anak-anak atau belum cukup usianya.

Terlebih jika dilihat dari aspek akidah dan agama Islam,akan sangat tipis dan sangat dekat dengan kufur,syirik dan sesat,jika tidak ada kontrol dari orang tua,anak-anak bisa terbawa ke aliran-aliran yang sesat menyesatkan dari pandangan hukum agama.Meskipun tidak semua konten hasil olah budaya tersebut akan menjadikan seseorang jadi musryik misalnya.Namun bagi anak-anak yang masih polos tetap akan jadi masalah dengan keimanannya.

Dunia internet bisa mencerdaskan kalau digunakan dengan bijak,terutama bagi anak-anak.Akan tetapi jika tidak terkontrol dengan baik,dunia internet bagi anak-anak kita bisa juga menjerumuskan ke hal-hal yang negatif dan menjadikan hidup generasi muda kita rusak ke depannya.

Peran keluargalah yang paling penting,untuk membimbing anak-anak kita agar aman berinternet dan menjadikan internet sebagai penunjang meningkatkan kuaitas mereka.Karena bagaimanapun,anak-anak masih harus dan wajib ada peran guru dan orang tua dalam segala hal.Termasuk dalam menyikapi maraknya konten-konten yang belum cukup umur untuk 'dikonsumsi ' oleh anak-anak.

Apalagi konten yang mengandung jampi-jampi yang beraroma mistis,mistik,dan beberapa ritual olah bathin yang hanya baik dibaca dan diamalkan oleh orang dewasa.Dan bagi orang dewasapun,mempelajari hal-hal gaib,mistis dan super natural tidak baik jika hanya dilakukan secara otodidak,harus ada guru pendamping,guru spiritual misalnya.Karena jika tak ada guru akan sangat fatal jika terjadi hal-hal yang di luar kebiasaan atau di luar normal.

Banyak sekali kasus yang mempelajari 'dunia lain' dengan sendiri lalu menjadi terganggu mentalnya,menjadi gila atau tidak normal kehidupannya,hanya karena pernah 'ngelmu' yang belum cocok dengan umur atau ngelmu tanpa guru.

Mari bijaksana membimbing anak-anak kita beriinternet ria.Salaman hangat.



Terpopuler