Senin, 16 November 2015

Ilmu dan Amal

Ilmu dan pengetahuan yang tidak diamalkan ibarat pohon yang tidak berbuah.Sebanyak dan setinggi apapun ilmu dan pengetahuan yang didapat dan diraih melalui pendidikan formal maupun informal akan mubadzir jika tidak disertai dengan mengamalkan ilmu itu.

Baik dalam keseharian sikap dan tingkah laku atau sebagai keseharian jalan mencari nafkah dan menjemput rezeki.Untuk berakhlakul kharimah atau berakhlak mulia diperlukan ilmu tentang hidup,tentang agama dan pengetahuan umum lalu diamalkan dalam kata,sikap dan tingkah laku sehari-hari,baru ilmu kita dikatakan bermanfaat.

Lebih jauh,mengamalkan ilmu akan bermanfaat bagi diri sendiri,keluarga dan untuk semua makhluk Tuhan.Bermanfaat bagi seluruh alam,bagi alam semesta.Ilmu yang diamalkan akan terus berkah dan merekah kebermanfaatan dan keberkahannya seperti efek domino sambung menyambung.

Ilmu yang baik akan terus tumbuh kebaikan-kebaikan baru jika diamalkan,dan keberkahan serta pahala akan terus mengalir kepada si pengamal ilmu kebaikan itu.

Mencari dan menimba ilmu sebanyak-banyak dan setinggi-tingginya adalah sebuah kebaikan,namun akan lebih baik dan akan sempurna jika disertai dengan mengamalkan ilmu yang sudah kita peroleh itu.Sehingga ilmu yang kita punya menjadi berbuah kebaikan demi kebaikan untuk keberkahan dan kemaslahatan alam semesta,yang tentunya pahala akan kita dapatkan seperti halnya royalty yang terus menerus mengalir pahala kepada sang pengamal ilmu terus berkembang,bertambah dan mengalir keberkahan.

Sebaliknya,jika ilmu yang sudah kita miliki tidak kita amalkan,menurut kepercayaan kami,nanti di hari pembalasan ilmu yang tidak kita amalkan malahan akan menuntut dan mendakwa kita yang rakus ilmu pengetahuan tetapi miskin mengamalkan.Akhirnya akan jadi bumerang seperti memiliki Kalajengking yang akan mengigit sang Tuannya sendiri,karena selama di dunia ilmu yang banyak dimiliki namun pelit dan enol besar dalam mengamalkan.

Selamat mengamalkan ilmu dan pengetahuan yang kita miliki,agar bisa menyelamatkan dan membahagiakan kita,keluarga dan alam semesta.

Barang siapa menaman kebaikan,maka akan menuai kebaikan-kebaikan yang lebih banyak,lebih besar dan lebih berkah.Wallahualam.

Rabu, 04 November 2015

Pengusaha Pemula: Bangun Pagi adalah Wajib

Salah satu faktor penunjang bisnis kita sukses adalah disiplin diri.Disiplin personal-mendisiplinkan diri sendiri dulu sebelum mendisiplinkan bawahan atau pegawai.Termasuk mendisiplinkan manajemen waktu rutin setiap hari.

Seorang pengusaha yang baik akan menghargai sekali setiap detik per sekon sebuah waktu.Termasuk mengatur waktu untuk kepentingan pribadi dan kesehatan diri sendiri.Pebisnis yang berhasil pada umunya suka bangun cepat sebelum pajar menyingsing,kurang lebih jam 3 atau 4 waktu subuh mereka sudah bangun.Sehingga persiapan untuk aktivitas siang harinya mereka sudah jauh-jauh waktu siap bertempur di ranah bisnis.Sudah matang dengan segala rencana bisnis hari itu bahkan sejak sebelum matahari terbit---wow hebat bukan..?

Dan secara keyakinan agama saya,menyatakan bahwa "ada keberkahan hidup di saat subuh dan pagi hari" itu!

Logika pun bersaksi : Jika seorang pengambil keputusan (pemimpin) sudah siap sebelum siang datang,dimana aktivitas kehidupan berjalan dan bisnis-bisnis mulai berputar,maka kemungkinan terbesar peluangnya adalah akan 'memenangkan' pertarungan hidup pada siang harinya,dibanding dengan mereka yang suka lelet dan terlambat bangun apalagi sampai bangun siang hari sebagai pemalas.Tentu sudah jauh tertinggal dari mereka yang suka bangun tidur cepat di pagi hari.

Maksud tulisan ini adalah,boleh saja sewaktu-waktu karena darurat di malam harinya seorang pengusaha bangun terlambat bahkan sampai siang hari.Namun jika mau jadi pengusaha yang berhasil,disiplin diri ber-kebiasaan bangun cepat di waktu fajar atau subuh adalah kebiasaan yang Isnya Allah akan menambah poin tersendiri dalam mencapai kesuksesan bisnis Anda.

"Bangun cepat di pagi hari adalah kebiasaan yang bisa diusahakan dan akan jadi keberkahan tersendiri dalam proses bisnis kita".

Apalagi bagi para calon pebisnis atau pengusaha pemula,kebiasaan bangun cepat di pagi hari adalah wajib diamalkan.Jika sudah bisa bangun cepat di pagi hari maka itu adalah cermin bahwa Anda memang seorang pengusaha yang disiplin dirinya sudah mendekati kualitas grade terbaik.Dan untuk pengusaha sukses displin diri adalah kunci utama keberhasilan usaha mereka.

Selamat bangun tidur boss...

Selasa, 03 November 2015

Pengusaha Pemula: Hidup dari Keuntungan

Jika Anda masih karyawan atau berpenghasilan pokok dari gaji,artinya hidup Anda tergantung 90 persen kepada uang gaji.Dan biasanya uang gaji itu akan habis dibelikan (dibelanjakan) kepada keperluan sehari-hari,dan biasanya pula akan habis sebelum tanggal gajian tiba.Itulah mengapa biasanya karyawan tidak akan cepat kaya.Karena penghasilannya akan dibelanjakan kepada keperluan hidup yang memang kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

Dan yang namanya gaji tentu saja terbatas,walaupun sudah tentu jumlah dan waktunya namun terbatas tidak ada peluang tambahan yang signifikan untuk menambah penghasilan.

Lain halnya dengan berwirausaha,penghasilan tidak menentu tetapi peluang penghasilnnya tidak terbatas.Disinilah letak keunggulan hidup jadi pengusaha dibanding jadi karyawan.Namun,tentu saja penghasilan jadi tidak terbatas jika perusahaan ada untungnya.

Untuk itulah,seorang pengusaha harus senantiasa orientasinya dalam segala hal apapun adalah mencari untung-untung-untung dan keuntungan.

Pikirkanlah keuntungan selalu dalam setiap nafas pengusaha.Jadikan hal memperoleh keuntungan selalu jadi prioritas utama dalam pola pikir dan tindakan kita.Sebab seorang pengusaha hidupnya terus berlanjut tergantung kepada keuntungan usaha.

Jika usaha tidak beruntung,tidak ada laba,pengusaha akan "mati".Perusahaan jika merugi terus akan bangkrut,pengusahanya akan "mati',bahkan akan tidak bisa makan dan bisa mati dalam arti yang sebenarnya.

Untuk bisa terus eksis hidup,seorang pengusaha harus selalu punya untung.Dari 'keuntungan' itulah hidup pengusaha dan perusahaannya ditentukan.Keuntungan adalah "nyawa' bagi pengusaha,keuntungan adalah jantung dari sebuah perusahaan.

Pengusaha yang baik adalah segala tindak-tanduk,sikap dan pola pikirnya selalu berorientasi kepada namanya -untung atau laba-keuntungan hasil usaha dalam setiap gerak bisnisnya.Bahkan harus ekstra ekstrim orientasi untungnya itu,...Anda harus bermental "materialistis' !

Jika berbisnis tidak berorientasi kepada keuntungan,itu namanya kerja bakti atau kerja sosial.Hal ini sih lain ranahnya bisnis,bisnis adalah bisnis di luar ranah sosial dan kerja bakti.Kalau biacara di ranah bisnis atau ekonomi atau usaha dan bertahan hidup,tentu saja hal-hal keuntungan materi harus menjadi orientasi utama dan tujuan pokok usaha kita.

Namun,tetap hukum besi berbisnis berbicara: Keuntungan materi adalah hal yang harus dikedepankan.Tentu materi dan keuntungan yang bagus,baik dan diperjuangkan dengan cara dan jalan yang halal.

Terpopuler