Kamis, 19 November 2015

Pengusaha Pemula: Mapan Kendalikan Emosi

Memakai istilah mesti mapan mengendalikan emosi,saya ingin menekankan bahwa mengendalikan emosi dan perasaan dalam berbisnis adalah sangat penting.Berbisnis memerlukan pengendalian emosi yang baik dan harus mendekati sempurna.

Bagaimana mungkin seorang pebisnis apalagi masih pemula akan berhasil bila mengendalikan emosi saja masih belum mampu.

Dalam prakteknya,apapun bisnis kita sebesar atau sekecil apapun usaha kita dalam realitas sehari-hari akan selalu ada masalah.

Masalah yang rumit atau ringan semuanya memerlukan penanganan langsung sang pebisnis,dan itu memerlukan pengendalian emosi dan perasaan yang matang dan dewasa.

Sebut saja misalnya,masalah menghadapi klien yang wanprestasi,tagihan macet,janji-janji rekanan yang tidak tepat,masalah berkas admisnitrasi yang kurang dan birokrasi yang berbelit,cuaca yang kurang mendukung,badan sakit-sakitan,masuk angin,terkena serangan flu bahkan sampai urusan anak-anak atau keluarga yang seperti tidak memaklumi kesulitan perusahaan,adalah rentetan contoh kecil masalah yang akan selalu timbul dalam perjalanan bisnis kita.

Untuk menghadapi itu semua,jika kita mau jadi pengusaha yang sukses,mesti mendewasakan diri dan pandai mengendalikan emosi sehingga semua masalah dihadapi dengan jernih dan tenang serumit apapun kenyataan di dalam prakteknya.

Memerlukan latihan yang terus menerus dan menambah wawasan serta bergaul dengan orang-orang bermental dewasa dan kuat adalah salah satu langkah agar kita bisa dewasa menghadapi semua masalah seperti contoh di atas tadi.

Tambahlah terus ilmu tentang mendewasakan kepribadian kita,bergaulah dengan para pengusaha yang handal dan sudah terbukti dewasa dalam segala hal,dan kendalikanlah emosi diri sehingga kita tidak lantas bertindak brutal diluar kendali,agar bisnis kita tidak lekas hancur hanya karena diri kurang menguasai mengendalikan emosi.

Tahan nafas dan tetap tenang,hadapi masalah dan pukul terus menerus segala halang rintang,jalani dengan mantap kendalikan emosi dan injak terus gas bisnis kita,agar tetap berjalan tidak oleng dan tidak keluar dari trek jalan tujuan sukses kita.

Selamat pagi semua.

Senin, 16 November 2015

Ilmu dan Amal

Ilmu dan pengetahuan yang tidak diamalkan ibarat pohon yang tidak berbuah.Sebanyak dan setinggi apapun ilmu dan pengetahuan yang didapat dan diraih melalui pendidikan formal maupun informal akan mubadzir jika tidak disertai dengan mengamalkan ilmu itu.

Baik dalam keseharian sikap dan tingkah laku atau sebagai keseharian jalan mencari nafkah dan menjemput rezeki.Untuk berakhlakul kharimah atau berakhlak mulia diperlukan ilmu tentang hidup,tentang agama dan pengetahuan umum lalu diamalkan dalam kata,sikap dan tingkah laku sehari-hari,baru ilmu kita dikatakan bermanfaat.

Lebih jauh,mengamalkan ilmu akan bermanfaat bagi diri sendiri,keluarga dan untuk semua makhluk Tuhan.Bermanfaat bagi seluruh alam,bagi alam semesta.Ilmu yang diamalkan akan terus berkah dan merekah kebermanfaatan dan keberkahannya seperti efek domino sambung menyambung.

Ilmu yang baik akan terus tumbuh kebaikan-kebaikan baru jika diamalkan,dan keberkahan serta pahala akan terus mengalir kepada si pengamal ilmu kebaikan itu.

Mencari dan menimba ilmu sebanyak-banyak dan setinggi-tingginya adalah sebuah kebaikan,namun akan lebih baik dan akan sempurna jika disertai dengan mengamalkan ilmu yang sudah kita peroleh itu.Sehingga ilmu yang kita punya menjadi berbuah kebaikan demi kebaikan untuk keberkahan dan kemaslahatan alam semesta,yang tentunya pahala akan kita dapatkan seperti halnya royalty yang terus menerus mengalir pahala kepada sang pengamal ilmu terus berkembang,bertambah dan mengalir keberkahan.

Sebaliknya,jika ilmu yang sudah kita miliki tidak kita amalkan,menurut kepercayaan kami,nanti di hari pembalasan ilmu yang tidak kita amalkan malahan akan menuntut dan mendakwa kita yang rakus ilmu pengetahuan tetapi miskin mengamalkan.Akhirnya akan jadi bumerang seperti memiliki Kalajengking yang akan mengigit sang Tuannya sendiri,karena selama di dunia ilmu yang banyak dimiliki namun pelit dan enol besar dalam mengamalkan.

Selamat mengamalkan ilmu dan pengetahuan yang kita miliki,agar bisa menyelamatkan dan membahagiakan kita,keluarga dan alam semesta.

Barang siapa menaman kebaikan,maka akan menuai kebaikan-kebaikan yang lebih banyak,lebih besar dan lebih berkah.Wallahualam.

Rabu, 04 November 2015

Pengusaha Pemula: Bangun Pagi adalah Wajib

Salah satu faktor penunjang bisnis kita sukses adalah disiplin diri.Disiplin personal-mendisiplinkan diri sendiri dulu sebelum mendisiplinkan bawahan atau pegawai.Termasuk mendisiplinkan manajemen waktu rutin setiap hari.

Seorang pengusaha yang baik akan menghargai sekali setiap detik per sekon sebuah waktu.Termasuk mengatur waktu untuk kepentingan pribadi dan kesehatan diri sendiri.Pebisnis yang berhasil pada umunya suka bangun cepat sebelum pajar menyingsing,kurang lebih jam 3 atau 4 waktu subuh mereka sudah bangun.Sehingga persiapan untuk aktivitas siang harinya mereka sudah jauh-jauh waktu siap bertempur di ranah bisnis.Sudah matang dengan segala rencana bisnis hari itu bahkan sejak sebelum matahari terbit---wow hebat bukan..?

Dan secara keyakinan agama saya,menyatakan bahwa "ada keberkahan hidup di saat subuh dan pagi hari" itu!

Logika pun bersaksi : Jika seorang pengambil keputusan (pemimpin) sudah siap sebelum siang datang,dimana aktivitas kehidupan berjalan dan bisnis-bisnis mulai berputar,maka kemungkinan terbesar peluangnya adalah akan 'memenangkan' pertarungan hidup pada siang harinya,dibanding dengan mereka yang suka lelet dan terlambat bangun apalagi sampai bangun siang hari sebagai pemalas.Tentu sudah jauh tertinggal dari mereka yang suka bangun tidur cepat di pagi hari.

Maksud tulisan ini adalah,boleh saja sewaktu-waktu karena darurat di malam harinya seorang pengusaha bangun terlambat bahkan sampai siang hari.Namun jika mau jadi pengusaha yang berhasil,disiplin diri ber-kebiasaan bangun cepat di waktu fajar atau subuh adalah kebiasaan yang Isnya Allah akan menambah poin tersendiri dalam mencapai kesuksesan bisnis Anda.

"Bangun cepat di pagi hari adalah kebiasaan yang bisa diusahakan dan akan jadi keberkahan tersendiri dalam proses bisnis kita".

Apalagi bagi para calon pebisnis atau pengusaha pemula,kebiasaan bangun cepat di pagi hari adalah wajib diamalkan.Jika sudah bisa bangun cepat di pagi hari maka itu adalah cermin bahwa Anda memang seorang pengusaha yang disiplin dirinya sudah mendekati kualitas grade terbaik.Dan untuk pengusaha sukses displin diri adalah kunci utama keberhasilan usaha mereka.

Selamat bangun tidur boss...

Terpopuler