Sabtu, 27 April 2013

Blog Komunitas Bisa Membunuh Blog Pribadi

Kalimat atau judul di atas pernah dikemukakan oleh Kang Pepih Nugraha di sebuah tulisannya.Yaitu ketika seorang yang punya blog pribadi sudah tidak ada waktu dan tak sedikit yang membiarkan blog pribadinya layu dan tak terurus.Karena saking terlalu betah atau kerasan di "kerumunan' (blog komunitas).

Kerumunan memang selalu menarik,karena ramai.Lihat saja semua orang maunya tinggal di kota,sedikit saja yang mau membuat rumah di sebuah lokasi yang sepi jauh dari orang-orang,sanak saudara dan teman,kecuali bagi orang yang introvert sekali.

Sudah manusiawi pula seseorang ingin membuktikan eksistensinya di tengah teman-teman atau tetangga.Malahan yang keterlaluan suka terlena terus ngerumpi di tempat kumpulan atau kerumunan.

Dalam kehidupan nyata,tak sedikit kaum ibu atau bapak yang gemar sekali berlama-lama di warung tetangga hingga larut malam,ngerumpi ngalor ngidul kadang disertai debat kusir yang panjang.Lihat di pos-pos ronda atau di kios dan kafe-kafe sekitar rumah,begitu banyak yang berkumpul dari yang sekedar cari angin sampai yang kecanduan mau berkerumun terus.

Begitupun di blogging dan media internet.Mengapa facebook dan jejaring sosial lainnya banjir anggota? Karena itu tadi,pada dasarnya kita sebagai makhluk sosial senang sekali berkerumun.

Ada yang salah dengan berkerumun ? Ya,menurut saya jika masih dalam kendali diri dan tidak keterlaluan masih wajar-wajar saja.Namun jika suka bergerombol dan berkerumun terus di gardu ronda keterlaluan,sehingga urusan rumah tangga kita amburadul ya kurang baik juga sih.Hehe.

Dalam blogging,terutama bogger,penulis blogger berkerumun perlu,untuk mendapat info-info dan memperluas jaringan.Banyak teman artinya akan banyak ilmu,banyak kenalan,banyak informasi dan akan banyak sumber ilmu pengetahuan.

Akan banyak ilmu yang kita peroleh dari sana,termasuk ilmu bagaimana bisa bergaul dengan luwes dan elegan di tengah dunia komunitas yang terdiri dari berbagai macam karakter,sifat dan kepribadian para blogger itu.

Mengasah kedewasaan berpikir,berekspresi dan bersosialisasi juga dan sejumlah manfaat lainnya.Bagi blogger yang punya blog pribadi,tentu perlu disiplin dan pandai mengatur waktu,kapan terus di Pos Ronda (baca: komunitas),dan kapan kita harus tetap mengurus blog sendiri.Supaya keduanya bisa terus terupdate,terus terpelihara dengan baik.

Salah satu ciri terpeliharanya sebuah blog adalah suka ada konten baru di setiap periode tertentu,bisa jam-jaman,harian,atau mingguan.

Selamat berkomunitas,selamat memelihara blog Anda juga gan,bagi rekan blogger semua.Semangat semoga bermanfaat.Salaman hangat.

Semoga bisa mengatur waktu kapan berkomunitas dan kapan terus online di blog sendiri,Agar tidak terjadi blog pribadi terbunuh dan hilang atau merana karena terlalu banyak asyik masyuk di blog komunitas.

Jumat, 26 April 2013

Pembaca Media Online Paling Banyak Usia 15-29 Tahun

"Khalayak pengguna media online terbanyak saat ini adalah pengguna internet yang berusia dari 15-29 tahun" (Menurut survei terbaru kompasiana.com.Dikutip dari makalah Pepih Nugraha,Seminar Bahasa Kompas di situsnya).

Mencengangkan? Saya rasa tidak,saya sudah menduga sebelumnya,meskipun saya tak punya daya untuk menyurvei tentang khalayak terbanyak sebagai pembaca media online.Termasuk media blog dan sejenisnya.Kita sudah banyak menduga tentang segmen ini.

Keterangan tersebut,khalayak atau pengguna (baca:pembaca) media online terbanyak menurut versi penelitian di kompasiana.Dalam makalah seminar bahasa kompas di situsnya,Pepih Nugraha,redaktur pelaksana kompas.com menyatakan,bahwa pengguna terbanyak kompas.com (online) berusia dari 15-29 tahun.Yakni anak muda,pemuda yang umumnya bertanggal lahir sekitar tahun 1983-an ke sini.

Merujuk kepada standar hasil penelitian kompasiana,dengan pertimbangan bahwa situs kompas.com adalah media terbesar online saat ini,maka kesimpulan menurut saya,pembaca dan pengguna situs atau blog kitapun tidak akan jauh-jauh amat jenis dan nuansa pembacanya.

Jadi,jika kita menayangkan tulisan yang tidak se-selera generasi sekian yang dimaksud,siap-siaplah blog atau situs kita akan sepi pengunjung.Wuaaa...!

Generasi yang lahir setelah tahun 1983 ke sini sangat beda pengalaman dan wawasan hidup dan kehidupannya.Tingkat pendidikan akademis dan gaya hidup serta kondisi sosial dan kehidupan sehari-harinya tentu akan beda "selera" dengan generasi setua saya misalnya,keluaran generasi tahun 1970-an.Apalagi dengan pembaca yang lebih tua dari penulis,pembaca yang lahir sebelum tahun 1970.

Pandangan hidup,pola pikir,wawasan,terutama pengalaman pribadi dan sosial tentu akan berbeda,malahan sangat jauh.

Dengan demikian terjadi gap yang sangat lebar antara generasi yang lahir di zaman Belanda,Jepang,masa revolusi fisik agresi Belanda ke -2,zaman orde lama dan orde baru permulaan.Dalam hal suka online dan suka membaca media online,serupa blog atau website terutama.

Tidak akan heran jika di ranah-ranah online yang bernama komunitas,suka terjadi "debat' beda pedapat dan beda pandangan terhadap suatu isu yang dilontarkan seseorang ke dinding online-nya.

Perdebatan yang kadang tak tentu arah,tak jelas ujung pangkal suka terjadi,salah satunya karena adanya perbedaan cara belajar dan pengalaman hidup yang sangat banyak perbedaannya.Karena ada beda lintas generasi antara si penulis konten dengan yang berkomentar pro dan kontra di bawahnya.

Untuk artikel atau postingan online,jika situs atau blog kita mau banyak pembaca,cobalah membuat karya tulis atau postingan dan konten yang membidik dan menyesuaikan dengan selera segmen khalayak terbanyak tadi.Yaitu khalayak internet yang berumur 15 sampai 29 tahun.

Walaupun ini bukanlah standar baku dan kaku serta pasti,Namun paling tidak bisa masuk akal.Selintas saja generasi yang lahir sebelum tahun 1980 misalnya,pasti tak akan banyak lagi yang bisa dan berminat terus online.Ya yang tua-tua ada sih,yang terus dan suka baca media onlie,tetapi tidak sebanyak kaum yang lahir setelah 1980 ke atas.Tidak sebanyak anak muda 15-29 tahun.

Tetapi yang anak muda kelahiran 1980 ke atas,paling tidak walaupun belum bekerja atau menganggur sekalipun,kebanyakan masih mahasiswa dan pelajar atau yang sudah jadi eksekutiv muda,dipastikan mereka sedang nafsu-nafsunya dengan dunia internet,termasuk sebagai segmen sasaran sebagai pembaca dan pengunjung setia blog kita.

Perbanyak konten yang mengakomodasi usia calon pembaca blog kita sekitar itu.Maka perlahan tapi pasti,blog dan konten kita akan berpeluang banyak dibaca dan dicari orang.

Tentu saja dengan memenuhi syarat dan prasyarat lainnya tentang menulis di media online.

Salam blogger.

Kamis, 25 April 2013

Magnet Ingin Menulis Topik "Politik" yang Membikin Saya Sakit Kepala

Sebagai blogger,meskipun masih status blogger ecek-ecek dan blogger baru,naluri jurnalisme warga (rasa ingin mewartakan dan ingin berkomentar,hehe arti sederhana saja),dan menulis topik politik selalu menggelitik geli di batin ini.

Pikiran selalu tertarik oleh semacam magnet yang cukup kuat arus daya tariknya,sehingga jika saya tak pandai-pandai menetralkan rasa itu,suka kebablasan menulis topik politik.Padahal sama sekali bukan pakar politik,jangankan sebagai pakar atau ahli,ikut politik-politik praktis di lokal daerah saja saya sudah gak pernah ikutan.Kecuali menunaikan kewajiban "politik'sebagai warga negara dalam arti lain,ya tentu saja ikut mendukung.

Namun ini lain,yaitu ketika pikiran ingin selalu menulis topik dan tema politik.Dan karena wawasan politik saya dangkal,ketika memaksakan menulis tema atau topik politik,alih-alih jadi tulisan yang mencerahkan,eh malahan jadi sebuah tulisan yang nyinyir,berat sebelah,dangkal,garing dan sejumlah titel jelek lainnya.

Alhasil pernah suatu waktu tulisan saya di banned pengelola komunitas untuk tidak layak muat di layar websitenya.

Lalu di blog ini,apalagi terus terang saya sudah berkomitmen,dalam mengisi konten di blog ini tak akan ada membuat tulisan yang secara langsung bermuatan kepentingan politis tertentu.Apalagi untuk suatu kepentingan kelompok dan golongan tertentu.

Mengapa...?

Ya,enggak mau saja gan.Karena di ranah politik dalam arti politik praktis,rawan akan konflik kepentingan.Termasuk rawan perdebatan yang panjang,rawan intimidasi,rawan dibenci orang yang berseberangan dengan orientasi politik kita.Dan saya tak mau semua terjadi.

Menulis sudah tidak lagi dengan ikhlas dan bebas merdeka berkreasi demi membawa manfaat sebanyak-banyaknya.Jika sudah ada nuansa kepentingan  di dalamnya,tulisan kita akan kaku dan sarat dengan jargon-jargon dan nada yang dipaksakan ke dalam kontennya.

Dan saya tidak mau itu.Lalu kata pembaca,mungkin,yah terserah elo deh.Hehe ,iya betul terserah saya,namun paling tidak pembaca akan mendapat sedikit gambaran terutama bagi yang suka mampir dan ingin berpartisipasi di sini.Mengirim tulisan atau berkomentar,bahwa blog yang dikelola saya ini adalah netral secara kepentingan politik.

Saya mengutamakan rasa kebangsaan,nilai persatuan dan kesatuan yang kokoh dalam berbagai mozaik perbedaan yang terdapat di negeri ini.Indonesia.Saya membuat blog dipersembahkan kepada hal-hal kemanusiaan,tidak akan membatasi dalam bentuk apapun.Bahkan lintas kepercayaan sekalipun,terbuka untuk umum,berkarya demi kemanusiaan.

Meskipun blog ini apalah artinya diantara banyak situs yang bermutu lainnya,namun semoga menjadi sebuah bagian dari sebuah skrup kecil yang ikut memberi manfaat bagi manusia dan makhluk Tuhan di semesta ini.

Oleh karena itu,saya menghindari sebisa mungkin untuk tidak mengisi terlalu banyak topik "politik' secara tidak seimbang dan hanya bagi kepentingan kelompok tertentu saja,Jikapun akan ada konten tentang tema politik,semata-mata karena perhatian saja kepada akitivitas politik secara umum.

Bingung ya..?

Yaitulah,saya bilang kalau saya kirim konten bicara politik suka gak tentu arah,Hehe.

Terima kasih,selamat malam semua.

Terpopuler