Rabu, 21 Maret 2012

Berbagi Foto Sekitar Kecamatan Rawabi dan Al Rayan-Riyadh KSA

Mesjid dan Menaranya menjadikan Saudi Arabia
Sebagai Negeri Semilyar Menara.

 

Mas Junaedi,TKI asal Purwakarta yang bekerja
Sebagai Karyawan di Madrasah Al Andalus Rawabi.

Wah lagi ngitung duit ya ji,,buat dikirim ke Indonesia haha...!




Yang ini SATPAM-nya sekolahan
Namanya Yahya bin Fulan,Asli Pemuda Saudi
asal Najran,Saudi Selatan dekat Yaman.



Wah Yahya gemar agniyah (nyanyian) juga ya
sambil menjaga sekolah lihat tuh headset nyelip terus di telinganya.
Nancy Ajran kayaknya lagi nyanyi tuh hehe..

Jalanan gang dan jalan tikus yang mulus-mulus gan di Saudi,jadi
mengundang pengin nginjak gas ngageber di kilometer 60 s.d 70 di
jalan kampung.



Produk Indonesia paling populer Indomie gan
lihat nih sebagian divisi mobil Indomie



Mengawali masa musim panas sebagian tanaman bunga
berbunga di hawa yang sedang masa pancaroba.perubahan
dari musim dingin ke musim panas.

Selasa, 20 Maret 2012

Terlalu Positif Thinking Terhadap Teman atau Lingkungan

Positif thinking (atau ejaan Inggris aslinya Positive Thinking) artinya berpikiran selalu baik,dalam terjemahan bebasnya yaitu selalu berprasangka baik terhadap hal apapun,think = pikiran,apa yang dipikirkan selalu positif (baik),jikalau diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan tanpa batas-batas tertentu sangat polos,hati-hati gaya berpikir begini hanya akan menjadi bumerang,senjata makan tuan,bisa mencelakakan diri,masih ingat kan "bahwa apapun yang serba keterlaluan,terlalu itu akan berakibat tidak baik bagi diri".

Termasuk bila terlalu sangat "postif thinking ke teman dan lingkungan kita".

Terlalu percaya ke teman dan rekan bisnis anda,sangat berbahaya !,logikanya teman anda akan lepas kontrol dan cenderung menyalahgunakan kepercayaan yang terlalu dari anda,tak sedikit kasus-kasus "pagar makan tanaman bukan..?,tak sedikit asalnya berteman malah kalau kebablasan mempercayainya si teman menjadi lupa diri dan mengkhianati.Ini kenyataan banyak terjadi pengkhianatan-pengkhianatan seorang teman ke teman yang selalu berfikir positifnya terlalu,positif thinkingnya terlalu besar dan polos bahkan awam.

Kenyataan membuktikan pada umumnya memang di lingkungan suka begitu,meskipun masih ada satu dua yang benar-benar "lurus" tetapi jarang dan sudah hampir musnah.

Sudah bukan rahasia lagi budaya di sekitar kita selalu penuh intrik-intrik dan saling sikut baik secara terbuka maupun secara diam-diam,di semua komunitas lintas sektoral,lintas status dan lintas segala macam,bahkan di komunitas agama-pun saling sikut dan menjatuhkan,politik kotor selalu dilakukan oleh oknum-oknum di dalamnya,dan celakanya hampir semua sistem hidup di sekitar telah terjangkit dan kebanyakan oknum.

Pengalaman saya membuktikan banyak praktik-praktik kotor di semua komunitas,intrik-intrik pribadi,sentimen pribadi yang walau di permukaan memang tidak kentara,di permukaan seolah bersatu,kemunafikan masih merata di semua kalangan.Entah itu konplik karena kepentingan,atau malah konflik yang bersifat sentimen pribadi.

Budaya basa-basi dan unggak-angguk di depan tetapi menikam di belakang itu sangat kental di sekeliling kita.Budaya adu domba warisan jaman kolonial memang sangat tak mudah di gerus jaman.Mereka yang hatinya jahat dan kotor tega mengkhianati pikirian positifnya dari rekan-rekan seperjuangan.

Jangan dikira jika anda masuk ke suatu komunitas di sekitar kita lalu kita kompak-kompak saja lahir bathinnya..?,atau bersatu visi misinya..? wuekk..hehe..nonsen,nothing..dll haha.!Tak peduli itu sebuah komunitas tak berpendidikan,atau kalangan pelajar,atau malah kalangan kaum cerdik cendekia dan komunitas kaum intelektual sekalipun,selalu yang negatif-negatif akan ada.Lihatlah para elit politik kita yang terus berkonflik,mereka bukan anak kemarin sore yang tidak berpendidikan bukan..?.

Di kampus,di partay,di karang taruna,di perkumpulan olahraga,di komunitas petani,di nelayan,di petrnak,di komunitas tukang ojeg,di komunitas buruh,komunitas PNS,di percaturan politik apalagi,di komunitas profesi,di komunitas hobby pun selalu ada sentimen dan intrik dan  kadang terjadi konflik intern.Kompak munafik seolah dipermukaan mereka bersatu tetapi di intern tahu sendirilah..rekan pembaca yang sudah pengalaman dengan organisasi dan suka berkomunitas,pasti akan sangat tahu jikalau anda aktivis sejati bukan aktivis hanya punya kartu anggotanya saja.Dan atau Jika anda seorang pemain kehidupan.

Termasuk di keluarga,di tetangga,terutama di bisnis akan selalu ada peluang konflik dan berkhianat..!,sorry saya menulis secara terbuka saja,hari gini sudah gak jaman teori menumpuk beserta sejumlah basa-basi tawar yang membungkus kenyataan buruk dengan lipstik yang di bagus-baguskan.

Kenyataan jikalau terus membungkus dengan semua hal berlaku dan kelihatan positif artinya kita telah munafik dengan mengingkari diri sendiri dari sebuah fakta aktual,fakta nyata bahwa kehidupan kita dan lingkungan adalah begini adanya.Kehidupan bukan hanya hitam dan putih saja tetapi kehidupan itu sangat berwarna,warna-warni,macam-macam,jangan pungkiri itu,dan harus siap menghadapi.

Tidak cukup hanya harus selalu berpikiran positif saja,maaf meminjam petuah satu mutiara kata yang sering AA Gym sampaikan dalam berbagai tausiyahnya,yaitu "Tidak cukup hanya berniat baik saja,tetapi harus di sertai dengan meluruskan niat dan memperbaiki ikhtiar terus menerus.Lurus niat bukan hanya berbekal baik sangka saja tetapi harus disertai dengan kewaspadaan terhadap resiko akan keburukan dan kemungkinan timbulnya kejahatan-kejahatan di dalam prosesnya.

Apa yang saya maksud di atas,berpikiran positif yang terlalu besar,awam dan polos,berbahaya bagi hidup kita.Jika kita demikian, kita bisa berpeluang akan selalu dijadikan "korban" dan di jadikan pecundang terus oleh oknum-oknum kehidupan dan oleh orang-orang jahat di sekeliling kita,positif thinking kita akan sangat dengan mudah "disalahgunakan " pihak-pihak dan lingkungan jahat sekitar kita.

Berpikir positiflah sesuai porsinya,dan selalu berusaha cerdas membaca situasi,cari tahu dimana kita berkondisi,dan bila perlu pakailah kedua-duanya,serta cari tahulah dan amalkan,dimana dan kapan kita harus berpikiran positif dan kapan,dan dimana kita sesekali harus "berpikir negatif"dalam arti waspada.

Menggali sesuatu dari sudut pandang berbeda kenapa tidak,yang jelas kenyataanlah yang akan muncul sebagai kebenaran sebuah teori atau sekedar opini.

Kita dan anda pembaca sangat bebas untuk setuju,sepakat atau tidak dengan opini sederhana saya yang digali dan disarikan dari berbagai pengalaman hidup masa lalu saya pribadi dan belajar dari lingkungan serta referensi yang saya tahu dan kenali.

Dan itulah kenyataan.Jangan kura-kura dalam perahu ah gan..! hehe..waspada terus..setiap saat..!

Salam.

Sekilas Tentang Depresi


Pernahkah suatu waktu emosi kita terasa hampa ?,atau merasa lemah,lelah dan tidak bersemangat,atau kecapean yang sangat,atau merokok tetapi tidak ternikmati,atau tengah memakan sesuatu tetapi tidak terasa nikmatnya,atau sedang berwisata tetapi tidak ternikmati panorama atau suasana wisatanya,atau sedang menikmati kue coklat tetapi tidak terasa kelezatannya ?.Itu indikasi bahwa kita sudah kena depresi walau masih di status depresi ringan.

Depresi,dimana keadaan seseorang telah berada di situasi emosi bersedih dan bersuasana tidak nyaman berlebihan.

Gelisah,sulit tidur,melamun,perasaan berdosa,persaaan bersalah atau malah perasaan tidak senang dan tidak nyaman berlebihan,menjadi pelupa,konsentrasi menurun,berat badan merosot menurun,nafsu makan berkurang atau malah sebaliknya nafsu makan jadi terlalu bersemangat sehingga berat badan secara drastis meningkat dan menggelembung dengan cepat itu termasuk depresi juga.

Depresi paling khusus dan berbahaya jika perasaan tertekan dan stress serta bersedih yang sudah akut dan berat,sehingga bisa menimbulkan keputusasaan yang hebat,kemungkinan muncul putus harapan dan menginginkan berakhirnya kehidupan,ingin segera mati.

                                                                                           ***
Gejala dan indikasi di atas semua biasanya berawal dari bertumpuknya segala macam jenis persoalan hidup yang terlalu menumpuk dan banyak.

Problema diri pribadi,kesusahan-kesusahan,tertekan,dan berbagai masalah sehari-hari yang terlalu dalam di pikirkan tanpa disertai usaha-usaha penyelesaian dengan segera,atau mudah putus asa dalam mencari solusi terbaik memecah masalah-masalah yang menimpa.

Sehingga masalah yang tertunda segera tertumpuk lagi oleh masalah-masalah berikut yang kecil maupun masalah besar dan sulit.

Cobalah kawan,sedikit bersantai dengan masalah !,masalah dipikirkan itu harus tetapi jangan sampai menjadi sebuah pemikiran yang terlalu mendalam,sehingga kita hanya sibuk dan membuang waktu dengan hanya memikirkannya saja.Kasihanilah diri kita,jiwa dan tubuh kita,jangan disia-siakan hanya untuk hidup menjadi stress dan depresi,tertekan dan mati layu sebelum berkembang.

Mari bangkit dan sayangi diri ini,nikmati kehidupan dengan santai dan enjoy,berusahalah untuk memandang segala macam masalah dengan tenang,sehat dan santai,tetapi tetap dengan berusaha memukul dan menghancurkan masalah di depan kita sedikit demi sedikit dan bertahap.

Jangan menunda atau menyepelekan hal-hal yang kecil,segera selesaikan masalah yang kecil-kecil,melangkah beraksi dan urus itu masalah dengan segera,agar tidak jadi menumpuk di kumpulan masalah hidup kita.

Masalah apapun jangan dihindari,karena pada dasarnya semua kehidupan tak akan bisa lepas dari masalah,baik masalah yang manusiawi hasil perbuatan kita atau kadang masalah yang timbul dari lingkungan kita.

Hadapai dengan tegar,pupuklah terus keimanan dan keyakinan kita terhadap kepercayaan bahwa Tuhan akan membantu kita bila kita percaya penuh ke Dia,dengan disertai oleh usaha yang maksimal dari tubuh dan jiwa kita.

Perbanyaklah silaturahmi,berhubungan dengan orang-orang atau teman yang berpengalaman tentang hidup,diskusilah dengan mereka tentang masalah hidup,berbagi pengalaman dengan mereka-mereka yang telah punya pengalaman di kehidupan,minimal secara umur dan wawasan dia telah lebih banyak dari kita,bisa orang tua,bapak,ibu,paman,bibi,guru sekolah,guru ngaji dan yang lainnya,atau belajarlah selalu dari apapun siapapun tentang pengembangan diri dan pengendalian diri.

Jangan putus asa,depresi timbul berawal dari sebuah keputusasaan seolah jalan keluar dari segala masalah sudah buntu,di tambah dengan kebiasaan menutup diri dari lingkungan dan terlalu menyalahkan keadaan diri serta selalu menyalahkan nasib karena kurang terpupuknya keimanan.

Salah satunya ayo kita berbagi pengalaman hidup,saling memberi inspirasi tentang semangat dan menikmati kehidupan yang sangat singkat ini.Syukuri nikmat yang ada,niscaya Tuhan akan menambah nikmat-nikmat berikutnya.

Banyak-banyaklah Silaturahmi dengan Tuhan dan sesama,itulah obat depresi yang paling mujarab.Insya Allah,God willing!.Salam silaturahmi.

Penulis :Aang WDjampang,disarikan dari berbagai sumber.

Bijaksana Pada Iklan-Iklan Online maupun Offline

Dimanapun anda berada entah itu di desa atau kota,di pelosok atau metropolitan di dunia nyata atau dunia maya pasti akan selalu ketemu dengan yang namanya iklan.

Iklan yaitu media informasi suatu produk kepada konsumen atau calon konsumennya dengan harapan konsumen bisa tertarik dan lalu paling tidak mengenal dan lebih lanjut bisa bertransaksi atau berhubungan sesuai dengan kepentingan iklannya itu sendiri.Membeli produk yang ditawarkannya.

Atau lebih umum iklan berarti sebuah bentuk informasi dari produsen ke khalayak umum,dengan tujuan untuk menarik umum bisa berinteraksi dengan pihak kepentingan produsen,yang biasanya sesuatu itu memang diperlukan juga oleh umum.

Kurang lebih begitu deh,pengertian yang gampangnya saja,kalau terlalu terbelit-belit jadi kaya teori di sekolahan jenuh juga toh.

Lalu hubungannya dengan kita,yaitu tadi tujuan sebuah iklan agar kita tertarik kepada materi iklannya dan diharapkan kita bisa memakai produk mereka,kasar katanya bisa bertransaksi dengan mereka pihak pemasang iklan,keculai iklan layanan masyarakat tentu tidak komersil amat tetapi tujuannya sama supaya publik tertarik mengikuti tujuan pemasang iklan sosial dengan target tertentu.Jadi ada kesamaan tujuan dalam hal mereka memasang iklan,yaitu supaya publik mendapat informasi tentang siapa bagaimana materi iklannya.

Menyikapi berbagai iklan yang ada,tentu saja kembali ke kepribadian masing-masing,terutama iklan-iklan online yang lagi marak bertengger di situs-situs internet,kita sebagai onliner (istilah saya saja) yang suka online akan banyak melihat dan mendengar berbagai tawaran iklan di internet,karena iklan memang mendonor sebagian besar keberadaan situs-situs di internet.

Artinya banyak situs-situs yang menjadi besar dan terkemuka dengan biayanya hasil dari pembayaran pemasang iklan dan hasilnya ternikmati oleh publik.Sebagai contoh Facebook,Mbah Google,Yahoo,dan lain-lain,mereka selain memang bermodal sendiri di awalnya dengan kuat namun selanjutnya mereka hidup dan eksis di dorong pula dengan keberadaan iklan.

Hasil yang bisa dinikmati publik yang dekat-dekat saja misalnya publik bisa mendaftar buka email dengan gratis.Kita bisa buka email dengan gratis menumpang rumah di situs-situs mereka,bahkan karena dengan gratisnya banyak diantara kita menjadi sedikit rakus membuka email disana-sini karena gratis,coba kalau berbayar..?,saya jamin anda akan berpikir dua kali untuk bernafsu buka email sana-sini.

Tetapi apakah anda pernah suatu waktu meng-klik salahsatu iklannya karena anda berpikir,misalnya,aduh..saya sudah dikasih gratis oleh Google atau Yahoo nih buka email,ah saya mau mengklik iklan barang satu kali mah..sebagai tanda terima kasih kepada mereka yang sudah menyediakan host (gudang) data email kita disana,atau mengklik iklan facebook sekali saja dengan niat berbagi rejeki kepeda yang telah menyediakan kita berfacebook ria malahan sepanajang hari hehe...?,sampaikah nurani anda ke sana...?.haha...?? tanda tanya nya tiga kali deh..ada sih tetapi saya yakin jarang..!.

Kebanyakannya egois malah banyak yang semakin terlena dengan nafsunya membuka email gratisan tersebut lebih dari dua atau tiga alamat,malahan tidak sedikit ada yang sampai lupa nama emailnya sendiri,wah serakah amat gan..! ya enggak apa sieh..wajar deh mumpung masih gratisan haha..!,tetapi setidaknya kekanglah secara moral mental aji mumpung itu hehe.,atau sekali-kali bagikan juga rejeki kita buat mengklik iklannya di situs-situs mereka.Satu kali klik iklan dari anda sangat berarti untuk situs yang tengah kita kunjungi atau kita tumpangi memakai alamat emailnya.

Tergantung masing-masing deh..namun demikian memang adanya keberadaan iklan di media online adalah paling tidak menyumbang sedikit nyawa buat kelangsungan situs itu sendiri.

Anda pasti tahu pendiri Wikipedia beberapa bulan yang lalu dengan "sedikit memelas" pemiliknya meminta anda memberikan sumbangan uang tunai berapapun untuk kelangsungan situs terkemuka itu,karena di wiki tidak dipasang iklan,sebab sudah jauh-jauh hari wiki berkomitmen bahwa situsnya hanya untuk kepentingan sosial tidak mencari laba,tetapi jaman gini mana ada yang bisa eksis tanpa uang.

Pernahkah anda mengirim sumbangan buat wiki..?,padahal wiki sangat bermanfaat bagi pemburu pengetahuan di internet,sayang jikalau mereka bangkrut dan lenyap dari dunia maya ini.Semoga wikipedia langgeng terus dan pengelolanya mendapat jalan keluar dari ancaman kebangkrutan.Amin.

Balik ke topik..gan ..,

Tentang iklan di media online dan sikap kita,banyak yang belum apa-apa sudah takut dengan mengklik mereka,takut sebagai alamat penyebar viruslah,atau takut sebagai penipuan lah dan lain sebagainya.

Satu hal buat pedoman saya dan mungkin bisa kita pakai,segala yang terjadi di lingkungan kita efeknya terhadap diri sendiri tergantung pada integritas kepribadian kita,penipu dan penjahat dimanapaun akan selalu ada bahkan mungkin saat ini disekitar kita tinggal,atau dimanapun,tergantung kita mau mawas diri dan waspada atau tidak.

Begitupun dengan iklan online walau satu atau dua pernah terjadi kasus penipuan namun tidak serta merta bahwa semua iklan online adalah penipu,sangat tidak bijak menggeneralisasi seperti itu,apakah misalnya hanya satu orang warga Kampung X mencopet dompet anda di Bis,lalu anda mengklaim bahwa semua warga kampung X adalah pencopet,,tentu tidak,dan sangat tidak bijak bersikap demikian.

Iklan-iklan di dunia maya masih banyak yang bertanggungjawab,malah banyak yang memberi manfaat,menambah pengetahuan dan ilmu,menambah wawasan dan menambah inspirasi hidup kita.

Lagian pelit amat sih bagi-bagi rejeki kita dengan hanya mengklik satu kali saja iklan online,toh di sebagian rejeki kita itu ada hak yang harus dibagi-bagi buat orang lain,distribusi rejeki kan berputar-putar jikalau kita suka memutar,rejeki anda juga atas sinergi dengan orang lain begitupun rejeki orang lain salahsatunya adalah sinergi dengan anda atau kita.

Logikanya jika kita berhenti atau jarang atau malah Kikir bersinergi rejeki dengan orang lain,percaya atau tidak rejeki yang datang ke kita pun akan seseret kelas sinergi kita ke pihak lain.kalau kita kikir dan pelit,sinergi juga akan kikir ke kita.

Tentu saja bersinergi dengan cara yang sehat dan bijaksana.
Sampai jumpa..!
Penulis: Aang Wierodjampang-Original

OKB Orang Kaya Baru


Ilustrasi/shutterstock
Untuk yang sudah super kaya raya tentu tak akan bimbang dengan masa depan,ketika sudah tua renta tak berdaya tak bisa bekerja keras lagi atau tak bisa berkarya apapun.Karena super kaya tentu tak akan habis hartanya sampai ketujuh turunan walaupun keturunannya mau badung,mau enggak bener,mau bodoh,mau bloon bahkan tidak sekolah tinggi pun tak mengapa,sebab apa ?,ya sebab kaya raya,hartanya terlalu banyak.

Tetapi berapa orang sih yang super kaya raya di kita?,berapa orang sih yang hartanya tak akan habis meskipun berfoya-foya tiap saat ?,hanya segelintir bukan ?,kebanyakan yang hanya kaya pas-pasan saja,dan malah tidak sedikit yang kelihatannya doang seperti kaya,padahal hutangnya numpuk dan atau hanya bagus rumahnya doang tetapi tak punya apapun cadangan buat masa depan di hari tua.

Taruh kata memang punya mobil,sepeda motor,kulkas,springbed,peralatan yang serba mewah tetapi masih kredit,tutup lobang gali lobang,wah kalau type begini bukan kaya tetapi kaya susah,kayak ribet bila sudah tiba limit waktu bayar kredit jadi susah sendiri.

Orang kaya enggak pernah susah ribet dan kasak-kusuk sana sini cari pinjaman buat membayar kreditan,orang kaya asli sama sekali tak punya hutang hartanya tanah,sawah dan properti banyak dimana-mana,hidupnya tenang dan kalau mau apa saja tinggal beli atau tinggal petik,itulah yang kaya.

Kalau masih status calon kaya atau malah calon miskin ya terpaksa harus puter otak biar hidup tetap hidup,biar dapur tetap ngebul,biar kebutuhan tetap terpenuhi walau ngos-ngosan,tiap waktu harus selalu memutar otak bagaimana makan hari ini,makan besok makan nanti ?,dan hantu masa depan terus menguntit bagaimana jikalau saya tidak bekerja lagi,bagaimana kalau kita jatuh sakit,bagaimana kalau kita tubuh ini sudah lemah?,semua pertanyaan itu terus harus selalu dijawab dengan usaha dan doa.

Yang sering berusaha kaya asalnya pasti orang kekurangan atau miskin (bukan fakir),miskin yaitu masih selalu kekurangan walau hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Dari yang miskin-miskin ini berkat kegigihan dan nasib baiknya banyak yang muncul orang kaya-orang kaya baru (OKB),asalnya sering kelaparan,asalnya tak pernah pegang duit jadi banyak pegang duit,asalnya selalu kekurangan uang jadi selalu berlimpah uang itulah OKB,orang kaya baru.

OKB dalam perkembangannya menjadi beberapa macam jenis,termasuk OKB jenis pertama ,yaitu OKB  yang terus mawas diri dan semakin waspada sebab tak mau jatuh miskin lagi,karena pernah merasakan bagaimana hina dina nya jadi orang miskin dengan segala penderitaannya type ini biasanya akan semakin pelit,kikir dan serba perhitungan dalam hal mengeluarkan uang atau bertransaksi.

ilustrasi/shutterstock
Yang kedua OKB parah,yaitu menjadi takabbur,sombong dan lupa diri,jadi ke GR an dan nervous serta bertingkah yang norak dan cenderung selalu over acting dalam setiap tingkahnya,maklum kan dulunya miskin sekarang berlimpah terbuailah oleh mimpi dan gemerlapnya kesuksesan yang sebentar lagi akan menikamnya kembali menjadi keset sebagai orang miskin yang bangkrut jatuh dan terjerembab dengan kesombongannya.

Biasanya type OKB kedua tadi usia jayanya tidak akan lama,jangankan buat tujuh turunan hartanya buat seperdua hidupnya saja sudah unutng hartanya bisa langgeng,biasanya OKB semacam ini kan jatuh terpuruk lebih dalam ke jurang kemiskinan yang paling hina di kemudian hari.

Yang terakhir OKB Ideal,dimana setelah mendapatkan uang dan harta yang banyak,lalu dipakai membereskan diri dan keluarganya,dipakai untuk kemasalhatan diri dan lingkungannya dan tidak lupa selalu beribadah bermanfaat apapun buat diri dan sesama,sibuk membantu memberi pancing kepada yang belum berhasil dan masih niskin ,serta selalu ingat ke purwa daksinya,yaitu asal mereka berasal,tidak lupa diri,kalangan ini banyak memanfaatkan uangnya untuk membeli hal-hal yang konvensional seperti membeli tanah atau sawah dan barang-barang yang berharga nan awet dan akan selalu bertambah nilai jualnya walapun ditinggal tidur dan ditinggal sakit sekian bulan pun.

Type ideal OKB ketiga inilah yang teristimewa biasanya mereka selain kembali ke jalan konvensional,OKB ideal selalu memikirkan dan mendorong dengan baik dan mendukung penuh "anak-anak dan dirinya untuk semangat belajar terus baik belajar mandiri maupun secara akademis" uangnya digunakan untuk membiayai anak-anaknya meneruskan sekolah sampai setinggi-tingginya.

...selamat pagi....!

Senin, 19 Maret 2012

"Disiplin diri" adalah Kunci Keberhasilan Apapun

Disiplin secara mudah artinya sikap integritas seseorang yang patuh dan taat terhadap sebuah tata tertib yang membawa pada suatu kebaikan.

Patuh dan taat terhadap sesuatu peraturan yang menuju ketertiban diri atau umum yang pada umumnya demi terciptanya suatu kondisi yang baik dan kebaikan.

Disiplin diri sendiri bisa berarti menertibkan suatu sikap tertentu menjadi patuh dan taat pada hal yang di anggap akan berdampak baik bagi perkembangan pribadi dan kepribadian.

Pengertiannya bisa jadi banyak sih..tetapi biar lebih mudahnya disiplin diri adalah patuh dan taat kita pada sesuatu aturan tertulis maupun tidak tertulis demi untuk kebaikan kita sendiri.

Patuh dan taat tentang ketertban akan membawa sesuatu hal menjadi beres,rapi dan menunjang kepada arah maksud dan tujuan kebaikan termaksud.

Disiplin dalam pengeluaran Uang pribadi.

Berapapun gaji atau penghasilan kita ,jikalau disiplin (ketertiban diri) dalam hal mengurus pos pengeluaran menjadi tidak tertib dan serakah pasti akan selalu kurang-kurang-dan kurang,atau malah bisa sampai parah ,berhutang.Karena disiplin pengeluaran kita kurang,lemah atau bahkan tidak disiplin,

Disiplin juga berhubungan dengan sikap mampu menahan segala godaan untuk melakukan sesuatu hal yang akan berakibat buruk,misalnya nafsu untuk selalu membeli hal-hal yang sebenarnya kurang perlu,padahal keperluan pokok saja masih ngos-ngosan selalu kurang,tetapi berhubung disiplin diri lemah maka kita dengan "serakahnya" mengeluarkan uang kita untuk hal yang kurang perlu,sudah pasti anggaran kita akan defisit terus.

Disiplin dalam mengelola keluarga juga sama,baik hal keuangan atau hal kesetiaan,disiplin tentang kelanggengan rumah tangga,bila lemah tingkat kepatuhan dan semangat ketertibannya,disiplin tidak terintegrasi di dalam diri pastilah suatu saat keluarga akan semrawut,ribut dan akhirnya tidak sedikit yang hancur.

Mengelola perusahaan,mengelola jaringan,mengelola pertemanan,mengelola suatu usaha kecil,mengelola tanah pertanian,mengelola apapun,kedisiplinan diperlukan jikalau ingin berhasil.

Banyak cerita deh bagaimana sikap orang-orang Jepang semasa awal-awal perjuangan mereka mau bangkit dari keterpurukannya,atau bagaimana kisah-kisah pengusaha sukses di awal perjuangannya,kisah-kisah para Taipan pengusaha China di awal-awal perjuangannya,bagaimana kisah para penulis sukses,para blogger sukses,para ilmuwan sukses,ara pengusaha jaringan yang sukses,para pedagang kecil yang sukses,atau tetangga saudara kita yang sukses,semua yang sukses-sukses mereka "bersikap disiplin semua hal "diawal-awal langkah suksesnya.

Ada seorang teman saya yang berprofesi sama dengan saya,gajinya sama dengan saya,pos pengeluaran pokoknya di rumah tangga sama dengan saya,namun dalam kurun setahun dia bisa menyisihkan uangnya buat beli harta tambahan baru,beli sepetak sawahlah,atau bisa membeli sepetak tanahlah,atau bisa menambah saldo tabungannnya di Bank,atau bahkan bisa menolong saudaranya yang minta pinjaman uang,setelah saya "survey" dan di intip gaya hidupnya,wah ternyata disiplin banget beliau dalam mengeluarkan uangnya.

Dia teman saya jikalau enggak perlu-perlu sangat jarang membeli hal apapun yang bersifatnya bukan kebutuhan pokok,kedua selalu mencatat setiap pengeluaran uang walau mengeluarkan uang hanya satu riyal,ketiga dia tidak merokok,keempat dia suka memelihara harta yang sudah ada dengan apik,teliti dan telaten misalnya selalu memelihara sepatunya setiap hari,menggosoknya,menyimpan di tempat yang baik,jadi sepatunya awet dan kelihatan layak pakai terus,ke pakaian selalu merawat pakaiannya setiap saat dengan memeliharanya baik-baik jadi sampai ada pakaian yang usianya lima tahun masih layak pakai dan masih bersih serta awet karena disiplin memeliharanya.

Dalam hal gadget HP dia misalnya atau komputer dia misalnya,jarang HP dia rusak,atau komputer dia rusak karena kelalaian pemeliharaan,dia selalu disiplin dalam menyimpan,dalam memakai,HP nya saja selalu pakai sarung kalau dibawa beperggian,pokoknya segalanya dispilin meskipun kadang kelihatan ribet oleh saya haha..tetapi patut di acungi jempol disiplin beliau sangat "jepang'sekali,makanya tak banyak pos pengelaran sia-sia di akhir bulan.

Ya disiplin dalam segala hal akan sangat menunjang keberhasilan sesuatu,karena dengan disiplin akan terhindar dari sesuatu tentang kecerobohan,akibat yang sia-sia dan tak berarti,akan terhindar dari sebuah pemborosan yang sebenarnya bisa diantisipasi,dengan disiplin akan membuat hidup kita teratur serba tertib dan jelas serta mantap dalam berpola,bersikap dan berjalan di kehidupan.

Selamat malam.




Majnun...?,Satu kata yang Sering Membuat Sakit Hati

Lain padang lain belalang lain lubuk lain pula ikannya,peribahasa ini bermakna bahwa di setiap tempat dan lokasi berbeda maka akan berbeda pula adat istiadat maupun bahasanya.

Adat kebiasaan dan berbahasa di Indonesia akan sama sekali lain dengan adat kebiasaan di Saudi Arabi,atau adat di Minangkabau akan berbeda dengan adat di Bogor,di Sukabumi dan di Cianjur akan berbeda pula,adat di Hongkong akan berbeda dengan adat di Vietnam,adat di Amerika akan lain dengan adat di Sumatera misalnya,itulah Tuhan telah membuat segala perbedaan di dunia agar kita saling memahami dan saling mengenal dengan ilmu dan komunikasi.

Dengan segala perbedaan itu pula maka kehidupan jadi bersinergi dan bermakna bagi yang mau membaca ayat-ayat tersirat dari Tuhan ini.

Majnun.

Majnun adalah bahasa Arab yang berarti harfiah adalah Gila,gendeng,sedeng, saraf atau edan yaitu sebutan untuk sesorang yang terganggu mental atau jiwanya sehingga berperilaku tidak normal seperti halnya manusia sehat.

Namun kata "majnun,majnunin,majnunah." secara istilah dalam bahasa sehari-hari di Arab abangan,tidak berarti Gila,edan,sedeng,gendeng,atau saraf dan terganggu jiwa.

Istilah majnun yang lain yang dimaksud adalah semacam kata ungkapan bergurau,atau sedang kesal atau malah bercanda di kalangan warga Arab sehari-hari,hampir menyerupai idiom yang berarti bukan gila,tetapi lebih kepada mengungkap kekesalan saja.

Arti majnun di sini adalah semacam olokan,atau kesal dan mengumpat lebih kena artinya ke "Sialan..!".atau bloon,atau oon atau goblok,dalam hal ini tergantung situasi sedang mengungkapkannya.Bisa sedang mengumpat kesal atau hanya candaan atau malah sedang bergurau.

Kata umpatan semacam Ya kalbah,arti harfiahnya anjing,ya hamara arti harfiahnya keledai,ya gabiya arti harfiahnya bodoh,ya muh mafi arti harfiahnya tidak punya otak.

Semua kata diatas arti turunannya hanya sebagai ungkapan kekesalan saja yang umum di ungkapkan orang Saudi dikala kesal atau marah ke siapapun,apa itu anaknya,saudaranya atau ke temannya,termasuk ke--Pembantu dan Sopirnya.

Disinilah suka terjadi salah paham diantara majikan dan para TKI rumah tangga ketika sedang bekerja di rumah-rumah tangga Saudi.

Tidak jarang banyak TKI yang mangkel,sebel dan sakit hatinya karena pemahaman yang hanya tahunya arti harafiah saja,ya kalba (hei anjing)..wah sangat tidak sopan kan,,,? menurut ukuran kita,tetapi makna yang termaksud mereka ya kamu seperti anjing dalam arti noyod atau badung atau ngeyel menjengkelkan.

Ya hamar (hai keledai ) maksudnya kamu bloon sieh..!,ya majnun (Hai Gila,edan) maksudnya hai kamu oon sih..!,dan lain sebagainya.Ungkapan seperti ini mereka anggap biasa saja seperti halnya kita berkata kesal ke orang-orang dengan kata hai..tolol lu..!,hai bloon lu..!,hey bodoh kamu..!.maksud mereka bukan maksud arti sebenarnya.

Masalahnya kebanyakan pemahaman berkomunikasi bahasa di TKI yang pas-pasan dan hanya tahu arti sempit dan sedikit mendengar arti harfiah bahasa arab sehari-hari,maka banyak rekan TKI yang sakit hati dengan mengartikan kata umpatan itu secara harfiah (arti dasarnya suatu kata) saja.Padahal bahasa Arab sehari-hari banyak yang bunyi katanya sama tetapi berbeda arti atau malah banyak artinya,tergantung situasi dan kondisi sedang bicaranya.

Contoh kata Sirub,Yusrub (artinya bisa minum,tetapi bisa juga menghisap kalau di bicara tentang rokok),inta isrub moya...(kamu minum air) atau malah (hal..inta isrub duhon= apakah kamu mengisap rokok,merokok),itu salah satu contoh satu kata banyak arti termasuk Majnun= Gila ,edan,saraf atau Majnun berarti oon,bloon,bodoh kamu..).dll.

Kiranya perlu pembekalan tentang ini di PAP atau di pembekalan pendidikan TKW TKI sebelum berangkat bekerja di jazirah arab,karena tidak sedikit dengan kebiasaan ini banyak TKI tersinggung dan kabur dari majikan,padahal itulah maksud mereka sebenarnya.

Apapun hal apapun memang memerlukan suatu wawasan dan tingkat pendidikan atau pengetahuan yang baik,termasuk pengetahuan memahami hal-hal sepele tentang idiom atau kebiasaan remeh temeh di negara tujuan.

Sama halnya kalau kita bekerja dengan orang-orang yang berbahasa Inggris juga,misalnya pasti sering mendengar umpatan Oh shit...!,Fuck you...! Bull shit ...! nah coba kalau dia rti harfiahkan ,,,?? waduh ngeri deh..saya tak kuasa menulisya di sini hehe...(padahal enggak tahu arti dasarnya hahaha..kamus Indonesia-Englishnya hilang hehe....).

Ya tahu sendirilah arti harfiah umpatan english tersebut yang jijik-jijik kan..?.Begito..yang jelas saya tak mau disebut majnun...hehe..meskipun sebenarnya saya kadang-kadang majnun juga...!

Menyepi,Sunyi dan Senyap

Menyepi,sunyi dan senyap adalah kata sinonim, mempunyai makna yang kurang lebih sama.Yaitu keluar dari situasi keramaian baik keramaian microcosmos (diri manusia,diri sendiri) maupun keramaian dunia (macrocosmos).

Paling populer  jika mendengar kata menyepi, terbayang kebiasaan saudara umat Hindu merayakan hari raya Tahun barunya dengan berbagai ritual keagamaan, hari raya Nyepi.Biasanya pada hari pertama tahun baru saka-mereka saudara umat Hindu menyetop semua aktivitasnya dan menyepi,semedi,tapa brata di rumah masing-masing,menghentikan segala kegiatan dunianya sehari semalam kecuali kegiatan yang sifatnya sangat penting dan darurat,misalnya kegiatan rumah sakit dan pelayanan kemanusiaan yang bersifat urgen.

Saya bukan mau menulis tentang hari raya Nyepi-nya,tetapi masih berhubungan dengan fitrah manusia pada  umumnya,agama apapun kita,siapapun kita.

Juga tak mau melihat perbedaan apapun,karena kalau selalu melihat segala perbedaan, topik akan melebar ke polemik tak berujung jika berdebat tentang siapa "kecap terbaik dan kecap nomor satu " dalam hal keagamaan.


Namun,mari saya ajak kita menyimak kata Sepi,Sunyi dan Senyap !

Jaman sekarang,hari gini,saat ini dunia kita begitu ramainya sejalan dengan terus melajunya tingkat peradaban manusia sebagai makhluk hidup yang terus berpikir dan berkembang.

Termasuk diri kita,mau tidak mau ikut melarut di dalam arus perkembangan ilmu dan teknologi serta kemajuan berbagai bidang di jamannya.Hal ini merasuk mempengaruhi gaya hidup kita sebagai makhluk individu dan sebagai makhluk sosial,sebagai benda microcosmos dan macrocosmos dunia kecil (diri sendiri) dan dunia besar,luas (kehidupan ini).

Dampak dari kemajuan peradaban yang sangat cepat,hitungan detik perdetik apapun selalu berubah dengan percepatan yang signifikan,membawa dampak tersendiri bagi gaya hidup dan perkembangan jiwa dan tubuh jasad kita.

Gaya hidup berteknologi,gaya hidup tergantung pada gadget,cara bergaul,cara bermasyarakat,cara semua tatanan bermasyarakat terus berubah dari hari ke hari,dari jam ke jam dari menit ke menit.Tuntutan hidup yang juga terus dinamis bergerak searah perkembangan dan kemajuan segala bentuk peradaban.

Semua hal ini menjadikan sebagian manusia menjadi gamang,banyak yang tergerus oleh kemajuan jaman,terbawa arus modernisasi sehingga tak sedikit yang kehilangan identitas dirinya sebagai manusia pribadi dan sebagai makhluk sosial, paling parah banyak yang kelimpungan mencari jati diri serta tersesat di alam euforia kemajuan peradaban.

Apa akibat yang terasa di diri ini ?

Dampaknya adalah hedonisme,materialisme,ketergantungan pada segala bentuk materi sepertinya tak bisa dihindarkan sehingga menciptakan sesuatu yang sangat hingar bingar,seolah semua manusia menuju ke satu arah yaitu mencapai kepuasan materialis,berlomba meraih semua puncak pundi-pundi kekayaan yang menjanjikan kenyamanan dan kebahagiaan semu.

Lalu tercapaikah pencapaian dan semua gerak langkah tersebut,mencapai sebuah zona menjanjikan yaitu zona nyaman di ujung perjuangan dengan hasil materi ?

Jawabannya pasti beragam,banyak yang sukses mencapai puncak,tapi tak sedikit pula yang terkapar jatuh di tengah proses,atau bahkan tidak sedikit yang terkapar tak berdaya diinjak garis hidup di awal atau di tahap bontot menjelang zona sukses,atau bahkan banyak yang kalah sebelum bertanding.Tetapi tetap saja semua manusia hari ini terus semua mata hatinya menatap ke sana,ke puncak materialisme dan kejayaan materi,ke pundi-pundi gelimang emas kejayaan harta dan uang.

Manusiawi,human being adalah alasan pembenaran dari semua hiruk pikuknya segala bentuk usaha dan action menuju ke sana itu.

Ya semua mengejar materi karena saat ini materi sangat perlu tak bisa munafik tak bisa memungkiri dan tak bisa berkilah dari itu semua,dan materi itu dalam bentuk praktis dan simpel kita sebut saja Harta dan Uang dalam arti yang sebenarnya.

Semua hal itu melahirkan segala dampak negatif bagi perkembangan dan kesehatan mental dan fisik kita,bahkan berdampak "sakit" pula terhadap dunia itu sendiri (lingkungan).Kemerosotan moral,etika dan akhlak terjadi dimana-mana,tak peduli bahkan di sekitar tempat-tepat sakral keagamaan apapun,kemunafikan,kedhaliman makin menjadi,syetan berpesta pora di mana-mana,angkara murka tersebar di seluruh pelosok dunia makro,terselip diantara dunia-dunia kecil (diri manusia).

Kalau sudah begini semua dunia baik mikro (manusia,diri kita) dan dunia luas,menjadi semakin meradang,resah gelisah,kacau balau,abrasi identitas,luntur segala aturan agama,risau dan porak poranda semua tatanan aturan kehidupan yang benar.

Dunia sebenarnya telah porak poranda dan hingar bingar dengan segala kepalsuannya.

Di saat-saat begitulah,semua keresahan,resah gelisah dan saat hampir kehilangan identitas sebenarnya dunia makro dan mikro,tak ada salahnya kita berbuat dari diri sendiri dulu (dunia mikrokosmos,dunia kecil diri ini),untuk merenung,menyimak,dan membaca kembali siapa diri ini,mau apa diri ini dan bagaimana selanjutnya diri ini dlsb tentang penghayatan visi misi untuk apa kita hidup dengan cara salah satunya sesekali atau rutin untuk "menyepi'.

Dalam Islam diterangkan bahwa saat yang terbaik dan paling dekat di kabulkan doa dan pengharapan makhluk adalah disaat sepertiga malam,saat dinihari dikala semua makhluk alam sekitar terlelap dalam tidur,artinya saat-saat sepi adalah saat terbaik berdialog diri sendiri dengan Allah SWT,di dalam Hindu saat sedang semedi (menyepi) adalah saat terbaik untuk merenungi kembali kehidupan ini dan saya rasa di semua agama samawi pasti ada keterangan termaksud.

                                                                                  ****
Intinya,kita sebagai manusia bagian dari makrokosmos (dunia ini),yang jikalau saat ini sedang selalu gundah gulana,resah gelisah,meradang,merana,resah jiwa,resah pikiran,tidak tenang,hidup gamang,hidup terasa hampa,terasa otak cape dan lelah dan semua gejala keresahan lainnya.

Tak ada salah bila sesekali atau rutin tiap hari,menyegarkan,merefresh tubuh dan jiwa kita dengan ritual "menyepi"dalam kontek dan bentuk masing-masing sesuai dengan agama atau kepercayaan masing-masing.

Atau secara manusiawi sesekali coba kita menyingkir dulu dari semua hiruk pikuk gadget dan gaya hidup selama ini,mungkin luangkan waktu satu atau dua jam untuk melakukannya,misalnya kita sendirian di sebuah ruangan yang privat lalu matikan semua alat elektronik,gadget dan putuskan semua komunikasi dan interaksi dengan dunia luar sementara,hiruplah kenyamanan dengan mengambil nafas dalam-dalam,berat dan tenang,merenung dan berbicaralah dengan diri sendiri lalu mengadulah ke TuhanYME.


Dan setelah itu,rasakan ada suatu rasa pembaharuan di ruang hati kita,suatu kesegaran baru di tubuh kita,semoga semakin menambah kenyamanan dalam menjalani hidup di tengah hingar bingarnya dunia saat ini.

Salam hangat buat semua.

penulis : Aang Wierodjampang.


Terpopuler