Selasa, 06 Maret 2012

Nu Mepende Hate


Nu Mepende Hate

Kari-kari ayeuna..nya
Karasa,,bener ceuk indung bener ceuk pun bapa..
Eta keur basa kamari,,basa mangsa ti jauhna,,20 tahun kaliwat..

Cenah yeuh bapa jeung mamah teh nyaaah ka haridep teh teu pilih bulu..
Sasauran mangsa tas isya di tahun dalapan tujuhan,mangsa adi kuring kembang buruan..
Jeung mangsa kuring endah alam keur budak mangsa beger munggaran...

Kanyaah kolot mah..ujang nyai teu pilih saha maraneh..
Ka anu leutik nyaah ku leutikna,,ka anu gede nyaah teh ku gedena

Ka anu pinter nyaah ku pinterna,ka anu bodo nyaah ku bodona..
Ka anu lalaki nyaah ku lalakina,ka anu awewe sarua oge nyaah ku awewena..

Dina pada nyaahna sarua bae jeung melang sumoreangna indung bapa ka anak..
Nu Gede melang longkewang ku geus gedena,nu leutik oge sarua melang teh ku leutikna..
Jeung saterusna jeung saterusna..

Satemena kanyaah indung jeung bapa teh ,asa beuki karasa komo mangsa ayeuna..

Mangsa kuring geus jadi bapa,geus reuay anak..
Eta ucapan mamah jeung apih teh aduh bener nyatana..

Hate melang,nyaah,longkewang pinuh kapaur jeung kaasih ka barudak..(jeung indungna hehe..).
Pacampur paaduk ngagalo ngajadi hiji,antukna mindeng hate teh midangdam ngaburungsinang..
Hayang patepang..maklum keur di jauhna di pangumbaraan.

Ka pamajikan sifatna indung budak atuh geuning bet sarua,
Kanyaah kadang kekeuheul sakapeung ngagalo sok jadi hiji..tagiwur''
Eta nyaah ka indung budak,,nyaah ku sopana,nyaah ku tulatena,nyaah ku tresna na..

Kaasup nyaah ku cerewedna,nyaah ku baeudna nyaah ku sok timburuanana...haha..
Ah nyate atuh lir ibarat geus sadarah geus sadaging meuerun ieu cinta sajati teh..

Cinta,tresna anu turun ti kudrat,takdir ti ajali,karunia ti nu Kawasa..
Alus goreng ah da endah bae..

Riyadh,Desember Munggaran 2011 katompernakeun.

Senin, 05 Maret 2012

Sekolah diliburkan ketika Badai Debu atau Hujan Datang


Gambar Gedung Mamlaka Riyadh KSA.
Diambil dari jalan Malik Fahad.Olaya Riyadh
(Foto :Koleksi Aang Wierodjampang)



Lain padang lain belalang lain lubuk lain ikannya,demikian pepetah lama berbunyi,lain Saudi lain pula di Amerika,lain pun di Indonesia.

Di Saudia sekitar empat sampai lima kali dalam setiap dua bulan selalu datang terpaan badai debu,ketika datang badai ini alam seakan di selimuti oleh kegelapan yang menyeramkan,angin disertai debu tebal menggumpal dan masuk ke wilayah permukiman.Sehingga alam sekitar menjadi gelap gulita layaknya akan turun hujan di Indonesia.

Biasanya badai debu di kota Dammam dan Riyadh terjadi berbarengan,termasuk kota-kota di sekitarnya.

Bis-sekolah,pada masa-masa badai debu atau hujan deras datang
semua sekolah dan jemputan siswa diliburkan.
(foto:koleksi aang suherman)


Pada peristiwa begini semua sekolah dari SD sampai SLTA diliburkan,bila badai datang saat dinihari,maka pemberitahuan di beritakan di saat menjelang subuh di semua stasiun TV atau Radio dan SMS ke semua no HP penduduk.

Begitupun jika turun hujan lebat maka semua kegiatan sekolah diliburkan,termasuk jika datangnya badai ketika sedang proses belajar mengajar berlangsung.Maka segera semua pihak membubarkan siswa-siswinya.

Karena sudah berlangsung lama sehingga semua pihak sudah mafhum dan mengerti bahkan jikalau tak ada pengumuman resmi pun mereka sudah dengan sendirinya segera menghentikan sementara aktivitasnya.

Lain lagi dengan kondisi TKI PRT dan sopir,bila hujan atau badai debu datang,mereka sesudahnya akan terlihat sibuk melakukan proses pembersihan di masing-masing rumah majikannya.

Ada yang langsung mencucinya dengan air atau hanya menyapu debu di lantai halaman rumah,jendela-jendela,mobil dan trotoar depan rumah.

Kecuali badai debu,jikalau yang datangnya hujan air,sebagaian warga malah bersuka ria bermain hujan-hujana atau sekedar menonton turunnya hujan yang sangat langka terjadi di tanah Saudi Arabia.

Bagi TKi dan orang Indonesia yang bermukim disini,datangnya hujan menjadi sangat menyentuh perasaan,mereka seolah bernostalgia dengan kampung halamannya.Mereka jadi ingat ketika hujan mengguyur tanah air kampung halamannya.

Kalau datang hujan semasa di kampung halaman Indonesia,hujan seolah-olah menjadi momok yang menjengkelkan tetapi kalau menyaksikan hujan di Saudi Arabia apalagi kita sudah lama tak pulang,menyaksikannya adalah suatu keindahan tersendiri.

Gambar Badai debu yang menerjang kota Riyadh,KSA,
Gambar dari :Mediaonline,net google image.
salam.

Kyai Kondang dan si Kopiah Beureum


Alkisah sekitar akhir tahun 1970 an menjelang awal tahun 1980 an,ketika pamor Pesantren masih jaya-jayanya dan peran kyai pemimpin-pemimin sebuah pesantren begitu masih sangat dihormati dan masih sangat di dengar oleh santri ataupun mantan santrinya,alumni pesantren.
Saat itu di daerah Jawa Barat pasti akan kenal dengan yang namanya Ki Balap (maaf saya lupa nama asli Kyai yang dimaksud,mudah-mudahan ada pembaca yang bisa menambahkan,siapa nama asli kyai termaksud).

Ciri khas kyai tersebut adalah jika berdakwah,memakai cara seperti mendongeng khas Sunda.Yaitu bercerita kisah-kisah klasik yang di modifikasi sedemikian rupa tetapi warna dan nilai dakwahnya sangat dalam dan berselera humor yang tingi.Beliau lebih ngetop dan tenar di masa itu dengan sebutan Ki Balap.

Sehingga Mustami,pendengar yang sedang tolabul ilmu tidak jenuh bahkan memori ingatannya akan materi yang disampaikan teringat terus hampir sepanjang masa.Selain humor yang khas mengena.tidak norak dan tidak dibuat-buat,kisah-kisahnya membumi,diangkat dari kisah kehidupan sehari-hari yang kadang konyol,urakan sok alim dan belajar untuk berbuat kesolehan.

Karena itu pamor sebagai Kyainya sang Ki Balap tidak tercemar atau mengundang cemooh para muslimin,bahkan semakin menghormati beliau.Dengan cara yang antik tersebut.
Selama “mendongeng” mengisahkan materi dakwahnya,sesekali di selingi oleh nadom (serupa nasyid) atau lagu yang seperti nyanyian yang dilagukan sangat khas Ki Balap,lagunya khas dengan cengkok Priangan yang kental.Berisi petuah-petuah yang dikemas dalam bahasa yang menasehati tapi tidak menggurui,atau kisah dongeng nya sesekali di lagukan pula. 


Termasuk juga salawat dan pujian pada Allah dan sanjungan kepada Nabi Muhammad SAW.
Tidak ada nada menyindir atau bahkan menghina agama lain apalagi memprovokasi,atau berkampanye terselubung sebuah partai .Tidak, setahu saya tak ada.Kaset-kasetnya masih ada sampai sekarang.Sangat membumi dan banyak berurusan dengan masalah akhlak yang mulia atau akhlakulkarimah.

Dari salah satu seri materi dakwahnya yang paling populer adalah kisah Ki Ahmad (Mas Ahmad),yaitu seorang tokoh ulama Islam sejati yang sifat-sifat dan kepribadiannya di karakterkan mendekati sifat-sifat Nabi.

Ki Ahmad di ceritakan banyak di ledek teman-temannya karena kesederhanaan dan kesahajaan serta kejujuran dan kesabaran serta ketawakkalannya,pasrah kepada Tuhan setelah berusaha semaksimal mungkin.Padahal ilmu agama dan kehidupan Ki Ahmad ini bukanlah orang sembarangan.Bisa dikata Ki Ahmad orang yang mumpuni,linuwih dan penuh berisi ilmu tauhid dan ilmu pengetahuan.

Menjadikan Ki Ahmad menjadi orang berilmu,berisi dan sholeh berakhlak mulia itu bukan dengan cara yang mudah.Di kisahkan ki Ahmad berjuang mesantrennya saja lebih dari 20 tahun di tambah dengan hidup berkelana dari Pesantren satu ke pesantren lainnya untuk menambah wawasan.Beserta kisah keprihatinannya selama mencari ilmu dengan berbagai perilaku sederhana ,tirakat yang sabar.ulet rajin dan cerdas serta terkadang agak ironis karena serba kekurangannya akan materi dan biaya.

Ki Ahmad sewaktu-waktu suka menyamar menjadi orang biasa,tujuannya untuk menggali lebih dalam kenyataan riil di masyarakat tentang apa dan bagaimana kenyataan hidup,perilaku dan suara hati nurani ummat di lapangan.Penampilannya terkenal dengan suka berpakaian sederhana dan memakai kopiah (peci) khas Indonesia.(Peci yang selalu dipakai Pak Karno begitulah gambarannya. ).

Peci inilah yang membuat ki Ahmad suka di olok-olok dan yang membuatnya tersohor.Yaitu peci beludru hitam yang kalau sudah berumur tua dan lama banyak kena hujan dan panas,warna hitamnya akan luntur dan akan berwarna kemerah-merahan lusuh dan kusam.
Yaitu gambaran bagi orang miskin yang tidak mampu membeli kopiah baru,sehingga kopiah butut pun selalu dipakainya setiap saat.Ki Ahmad dalam menyamar untuk menambah ilmunya suka memakai kopiah ini.Termasuk ketika menguji Cinta sang calon isterinya,anak Kyai Sepuh salah satu gurunya.

Ki Ahmad menyamar menjadi orang miskin,si kopiah merah ketika calon isterinya mau bertemu muka dengan beliau.Dan dikisahkan karena keduanya sama orang sholeh (dijamannya..hehe)..putri Kyai sepuh itu menerima lamaran cinta Ki Ahmad,walau berkopiah lusuh dan sudah kemerah-merahan pirang saking miskinnya,karena sang putri tahu,pribadi Ki Ahmad,adalah pribadi linuwih penuh ilmu dan berkepribadian yang mulia.

Pun ketika kisah Ki Ahmad yang menyamar menjadi pembantu tukang masak di suatu Perayaan Keagamaan di sebuah pesantren Besar (jaman dahulu kalau ada hajatan,konsumsinya selalu memasak sendiri,biasanya di buat sebuah tempat memasak dengan tungku-tungku dari batu dan genteng di belakang rumah Pak Kyai Sepuh).

Ki Ahmad menyamar menjadi tukang masak,lengkap dengan peci kebesarannya hehe..peci yang lusuh dan sudah pirang kemerahan.Misi Ki Ahmad yang sudah jadi Mama Kyai Sepuh saat judul ini di buat.Tengah menyamar untuk menguji Muridnya yang akan menjadi Da’i nya nanti pada acara puncak peringatan tersebut.

Singkatnya sampailah pada acara puncak,dimana disebutkan oleh MC bahwa saatnya sekarang untuk mendengarkan tausiah dari Kyai  yang sedang ngetop masa itu.Katakanlah sebagai kyai dua juta umat.Yang tidak lain adalah muridnya Ki Ahmad yang tengah menyamar jadi juru masak di pinggir dapur dekat tungku,dan berkopiah merah nan lusuh.

Ketika di tengah-tengah pembicaraan “penting”,ketika semua ummat tengah terpukau oleh kepiawaian sang pendakwah,di tengah tepuk sorak kekaguman para ummat,ditengah sedikit kesombongan dan kelalaian si pendakwah menggebu-gebu menyampaikan materi,dan mencatut salahsatu ayat-ayat dalil keterangan dari kitab-kitab sumber hukumnya.Terjadilah kesalahan mengatakan sebuah keterangan..?.ummat awam dan ulama yang di depan mimbar tak begitu sadar bahwa Dai yang tengah berkhotbah telah mengambil literatur yang salah,atau ada satu dua kyai sepuh yang mendengar dan tahu,tetapi mereka mendiamkan saja tak “interupsi’,mungkin karena sungkan dan menghargai Kyai Kondang yang semakin membusa dakwahnya.

Ki Ahmad,yang dari sejak detik pertama selalu mendengar dan memperhatikan tingkah muridnya di podium sangat tahu,muridnya telah berbuat salah.Yaitu telah salah mengutip sebuah ayat,yang bagi orang yang mengerti dan sadar,itu akan membahayakan nilai-nilai kebenaran yang seharusnya.Bahkan akan membahayakan agama dan umat,bahkan akan membahayakan kemanusiaan.

Dikisahkan saat itu Ki Ahmad yang berpenampilan pisik sebagai orang msikin,hanya pembantu juru masak yang kotor di dapur yang punya hajat.Ki Ahmad dengan lantang maju ke forum ke depan mimbar dan permisi interupsi….!!.

Terkejut semua umat,merah padam sang Dai Kondang,semua khalayak tersentak.Peristiwa langka dan luar biasa tengah terjadi…

Yaitu seorang ulama besar,seorang publik pigur,seorang pendakwah pavorit umat,sekarang ” diprotes oleh seorang miskin,berpeci lusuh kemerahan saking bututnya.

Ki Ahmad berkata lantang: ” Hai saudaraku Dai Kondang,maaf beribu maaf,,keterangan tentang “X” tersebut maaf itu salah..dan yang benar adalah “INI’..”.Ki Ahmad lalu menerangkan secukupnya,tidak berlebih tidak ada muatan apapun,menerangkan yang sebenarnya .

Apa terjadi,karena Sang Murid yang Kyai Kondang juga orang mulia,maka ditanyalah siapa engkau dan siapa sebenarnya engkau?.dikisahkan Ki Ahmad akhirnya membuka identitasnya dan minta maaf ke hadirin.

Sang Murid lalu merangkul Ki Ahmad gurunya,dan berkata ke khalayak ramai,umat.Bahwa benar apa yang dikatakan Gurunya tadi dia telah menerangkan sebuah keterangan yang salah,karena kelalaiannya.

Demikian sepenggal kisah klasiknya KI Balap yang berdakwah dengan elegan dan tidak menggurui umat.tetapi tetap di kenang dan bermanfaat.

***
Kepada rekan yang bernama Ahmad,mohon maaf  nama tokoh cerita di atas di sadur sesuai kisah aslinya.
Salam takzim saya kepada Ki Balap (Kyai yang juga seniman,mudah-mudahan ilmu yang Pak Kyai amalkan menjadi sebuah amal sholeh Amin)

*) Tulisan ini saya juga kirim ke Kompasiana.

Minggu, 04 Maret 2012

Menerima Kenyataan

Kehidupan,kadangkala seperti kegiatan berenang begini.Kadang
kita bisa bersenang,tertawa lupa dunia,tetapi suatu waktu ada -
ada kecewa,jengkel dan kadang terjungkal basah tenggelam
dan tenggelam.Bangkit selalu bila terjatuh,bila terpuruk,kalau tak
 ingin  terus tenggelam di kehidupan.
Hidup banyak sekali yang harus dipelajari, dari sejak lahir sampai mati pelajaran tentang hidup tak akan pernah habis untuk dibahas.

Diantaranya harus mampu menerima kenyataan hidup,garis hidup atau takdir kehidupan yang konon telah ditetapkan oleh sang Maha Pencipta,sejak dari masa empat bulan dalam kandungan ibu.

Dalam rangka memperjuangkan nasib,membentuk nasib kita masing-masing yang disarankan harus semaksimal mungkin memperjuangkannya.Dengan kondisi masing-masing semasa berangkat hidup di lingkungan keluarga,sistem masyarakat,lingkungan dan alam sekitar,sangat mempengaruhi bentuk perjuangan itu.

Perjuangan nasib tidaklah semudah membalik telapak tangan,harus melaui proses yang panjang dan kadang kelelahan untuk mampu merangkai garis hidup menjadi sebuah riwayat kehidupan yang asyik enjoy dan bahagia.

Dari sekian banyak teori dan ilmu hidup dan kehidupan,ada satu poin yang harus kita sadari,yang harus kita jalani dan diamalkan,yaitu kesadaran dan keikhlasan menerima hasil perjuangan membuat bentuk nasib baik buruk atau pun bagus.

Tentu saja setelah melalui pilihan-pilihan hidup asa,cita-cita,mimpi-mimpi dan usaha kita,melalui segala upaya untuk meraih bentuk sebuah nasib.

Dalam teori kehidupan dikenal dengan ada dua pasangan pilihan,baik-buruk,siang-malam,untung- rugi,manis-pahit dan jenis berpasangan terbalik lainnya.

Di kedua pilihan itu rata-rata yang jadi tujuan kita semua adalah sisi baiknya saja,semua orang inginnya untung terus,senang terus,berhasil terus,sehat terus dan kalau bisa berjaya terus.

Tetapi hukum alam berkata lain,semua pilihan hitam putih kehidupan harus dan wajib menjadi hak setiap makhluk,termasuk kita manusia.

Disinilah manfaatnya harus memiliki banyak ilmu pengetahuan,baik secara formal maupun ilmu pengetahuan yang tidak formal,kesemuanya adalah untuk bekal mengarungi kehidupan ini,agar diri kita bijak menyikapinya.

Misalnya kita buka suatu usaha,harus sadar bahwa resiko buka usaha ada dua sisi pilihan antara bisa terjadi untung atau malah bisa terjadi rugi.

Mau untung dan mau rugi suatu rintisan usaha kita tergantung ilmu pengetahuan dan usaha kita,sitem yang dipakai,situasi dan kondisi saat buaka usaha dan semua perhitungan bisnis lainnya.

Ketika suatu waktu terjadi kondisi salahsatu resiko di atas,untung atau rugi kita sudah siap menghadapinya dengan bijaksana.

Tidak semua untung akan membahagiakan efeknya,dan tidak semua rugi akan berdampak sedih jikalau ilmu mengelola kondisi sudah kita kuasai

Sebagai contoh ketika kita sedang berbahagia menjalin rumah tangga,lalu dengan berbagai sebab kemudian terjadilah perceraian,baik cerai mati atau cerai dengan jatuh talak.

Atau tiba-tiba semua usaha dan pekerjaan kita buntu,bangkrut dan jadi pengangguran,lalu kita terperosok ke jurang kehinaan karena terbelit hutang misalnya.

Disinilah kita menguji kemampuan dan kedewasaan diri kita,apakah kita langsung shock,down jatuh dan hancur ?,atau sebaliknya kita tegar kuat dan dewasa dengan cepat bersikap dewasa mengantisipasi nasib buruk itu.

Inilah sekilas tulisan sederhana harus berani menerima kenyataan yang sangat berlawanan dengan kondisi zona nyaman kita.

Menerima kenyataan bahwa hidup tak akan selalu baik-baik saja tetapi ada sisi lain,yaitu kondisi buruk dalam hal apapun menjadi hak kita untuk dijalani.

Riyadh,04/03/12.AWD.

Sabtu, 03 Maret 2012

Berhubung masih berbagi waktu dengan kerja,bagi rekan yang yang mau lebih lanjut menyimak silahkan klik disini terima kasih.atau silahkan berkunjung ke klik juga disini 

Kamis, 08 Desember 2011

Kaya Hati dan Kaya Harta Mana yang Penting ?

Menulis postingan ini pagi-pagi sekali,saat dimana hati dan badan sedikit masih segar.Lalu berteman secangkir kopi dan sebatang rokok (aduh kebiasaan ini yang belum saya tinggalkan,sudah beberapa kali berusaha tetapi tepar terus dan merokok lagi).Membuat saya tergelitik untuk menjawab judul di atas.

Kaya berarti mempunyai sesuatu dengan jumlah yang cukup bahkan melebihi dari cukup.Kaya harta artinya mempunyai harta kekayaan pribadi lebih dari sekedar cukup untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dan keluarga.Arti harfiah tersebut mungkin saja akan banyak definisi tetapi kuranglebih begitulah hehe..

Kaya Hati juga sama yaitu memilki persaan dan mental yang besyukur sehingga merasakan sesuatu yang di dapat dari hasil usaha dan apa yang diberikan Tuhan selalu dirasakan cukup.

Mana dari keduanya yang penting..?

Tentu akan banyak jawaban,tetapi menurut saya tentu dua-duanya menjadi penting,karena jika salasatu nya tidak ada pasti tak akan mulus dan bermanfaat kekayaan yang kita miliki,sejalan dengan kebutuhan materi dan immateri manusiawi seorang anak manusia.pasti sangat membutuhkan materi dan perasaan hati.

Yang tidak dianjurkan di dalam agama saya (Islam) adalah mencari dan memiliki sesuatu atau menjalankan sesuatu dengan secara berlebihan.Nah yang berlebihannya yang tidak boleh dalam Islam.

Carilah harta ibarat tak akan ada kematian dan beribadahlah seakan kematian akan menjemput kita besok,demikian salahsatu keterangan dalam agama untuk menyemangati kita mencari nafkah..

(maaf untuk dilanjutkan...)

Minggu, 04 Desember 2011

Seperti Kecanduan TKI Migran Saudi Pulang Pergi

Menjadi TKI migran atau kasar katanya menjadi TKI pembantu atau sopir di Saudi  kadang ada suka dan ada dukanya.Berbagai berita duka dan suka silih berganti dan meramaikan fenomena per TKI an di Saudi,terutama TKI migran,TKI informal yang sebagain besar hanya mengandalkan otot saja.

Rekan TKI yang sudah masuk Saudi seolah kecanduan untuk setelah pulang ke Indonesia selalu pulang balik lagi bekerja di Saudi kembali.

Padahal bekerja di Saudi Arabia sebagai sopir rumahan atau pembantu rumah tangga sangat rentan dan riskan terhadap perlindungan keamanan diri,terbatasnya komunikasi dengan dunia luar serta jarangnya berinteraksi sosial, menjadi warna kehidupan sehari-hari seolah Terpenjara,tetapi tetap saja menjadi TKI migran di Saudi seolah punya magnet untuk menarik eks-eks atau mantan TKI untuk kembali lagi ke sini ,Saudi Arabia.

Salahsatu sebabnya karena susahnya tenaga mereka terserap oleh lapangan kerja di dalam negeri,kalaupun mereka bisa bekerja di Indonesia tetapi gajinya tidak sebanding dengan gaji TKI sebagai sopir atau PRT di Saudi.

Para sopir dan PRT yang mantan Saudi ketika sudah tiba di Indonesia menjadi canggung untuk sekedar membuka usaha atau berwiraswasta,karena ketinggalan informasi bisnisnya atau jikalau bekerja sebagai buruh sejenis pun mereka selalu membandingkan gajinya dengan gaji ketika bekerja di Saudi.

Kenyataan membuktikan bahwa bekerja menjadi sopir dan PRT di Saudi adalah lebih baik gajinya dibanding dengan gaji dalam negeri dengan macam kerja serupa.

Meskipun sebenarnya jikalau merasakan bahwa harga diri di Saudi sebagai sopir atau pembantu kurang penghargaannya, tetapi urusan perut diri sendiri dan keluarganya di tanah air memang menjadi sebuah dilema.Harga diripun seolah diabaikan,kebanyakan membuat prinsip, tak apalah berakit-rakit dahulu ,mudah-mudahan senang di kemudian hari.

Harapan TKI Saudi semoga di hari ke depannya mereka mendapat modal yang cukup untuk membuka suatu bentuk usaha dan atau malah hanya berpikir pendek saja ,yaitu asal kebutuhan keluarga hari ini tercukupi mereka menggadaikan harga diri sekalipun sebagai kuli di negeri Saudi.

Seperti kata rekan Sopir TKI asal Sukabumi,Haji Usep berikut : "Saya bukan kecanduan tetapi terpaksa pulang pergi jadi TKI Sopir di saudi,karena anak saya udah tiga orang,satu kuliah,satu SLTA satu SMP,membutuhkan biaya total sekitar Dua Juta Rupiah setiap bulannya,kalau saya nyopir angkot di Indonesia,angka tersebut tidak bisa terpenuhi,ditambah kalau kerja disini kita jadi terpaksa tidak banyak pengeluaran karena "dipenjara" dengan jam kerja yang harus ready 18 jam sehari ,'.

Terlalu banyak kalau mau ditulis tentang semua ini,tulisan ini hanyalah mengulas sebagian saja masalah sisi kehidupan yang terlalu besar untuk di ulas tentang Buruh Migran Saudi.


Pembaca selamat siang.Terima kasih telah mampir di blog yang hampir vakum sebulan penuh karena saya tak bisa meng up date posting baru.

Selamat berkarya.
Teman mampir ya ke sini :

http://www.kompasiana.com/wierodjampang

Kamis, 24 November 2011

Sebagian Kenangan Biarlah Didalam Gambar