Rabu, 27 Juli 2011
Rabu, 06 Juli 2011
Tiga Puluh Delapan Tahun Plus (38+)
Tetapi sebenarnya bukan hal itu yang menjadi terperanjat bahwa usiaku telah bertambah tua dan renta,betapa hidup ini terasa cepat sekali selama tiga puluh delapan tahun lebih diriku hadir ikut menjadi anggota makhluk hidup di dunia ini.Terperanjat karena aku menyadari bahwa samapai saat ini belum banyak aku berkarya,bermal saleh sesuai dengan amanat dari sang Pencipta tubuh dan jiwa ini.
Beramal saleh sekuat mungkin dan sekemampuan telah aku usahakan,namun apalah terasa belum ada apa-apanya,bearmal untuk diri sendiri juga untuk sesama.Terasa bahwa hidup ini masih terlalu banyak dosanya dibanding amal baik yang diperbuat,baik secara sengaja atau tidak disengaja.Terhenyak oleh tanggalnya gigi,lalau sebagian rambut juga sudah ada uban yang hadir degan sedikit genit di rambut kepalaku,terhenyak karena kalau melihat standar umur manusia saat ini rata-rata hanya sampai usia 60 sampai 80 tahunan,lalu musnah ditelan bumi.
Jikalau,seandainya sampai ke titik usia 60 tahun sekarang usia hampir 40 artinya hanya tersisa 20 tahun lagi kemungkinan kesempatan untuk menikmati dan mengisi kehidupan ini.Setiap saat detik terus berlalu,jam pun bertambah hari berganti tahun sama sekali terasa begitu cepat.
Pada saat yang sama aku belajar untuk hidup benar,secara norma hukum foditif maupun menurut norma-norma kehidupan dan nilai-nilai agamaku,Islam.,namun berbarengan dengan niat tersebut juga godaan dan ujian itu selalu hampir membuyarkan semua usaha tersebut.
Selalu ada saja godaannya dan batu sandungan setiap mau berbuat baik,memang tak mudah untuk menjadi hidup yang berada dijalan lurus itu,apalagi jaman sekarang dengan segala kecanggihannya jaman,membuat lebih banyak pintu-pintu kemaksiatan terjadi dimanapun dan dalam kondisi apapun.Hampir semua fasilitas mendorong kepada sesuatu yang masuk ke perbuatan dosa.
Keegoisan,keserakahan,dan kebutuhan yang terus meningkat dalam diri sendiri mendorong untuk berbuat yang berada di koridor antara benar dan salah,hampir setiap kesempatan memberi peluang kepada melakukan perbuatan yang nyata-nyata berdosa atau yang samar-samar juga mendekati dosa.
Keyakinan bahwa Tuhan adalah maha Rahman (pengasih) dan Rahim (penyayang) lah,yang menjadi harapan agar kita mudah-mudahan mendapat RahmatNya dan pengampunan atas semua kejahatan,dan kelalaian diri.Di usia yang semakin matang,termasuk juga godaan yang semakin berat untuk beramal baik dan menjauhi segala dosa itu.
Sebut saja godaan keimanan untuk tidak mencemooh sesama,untuk tidak tertarik lagi pada wanita lain,untuk tidak menjadi sombong dengan ilmu dan harta yang telah dimiliki,untuk tidak sombong dengan apa yang telah menjadi harta,jabatan.dan lain sebagainya.Sungguh hal yang berat untuk tidak menjadi sok tahu di depan junior-junior kita,serta seabrek persaan dan tingkah kita yang semakin berat untuk di luruskan.
Selama berusaha dan dengan terus memupuk iman dan pengetahuan tentang nilai-nilai kehidupan,dan melalui kontemplasi penyadaran diri sendiri,mau kemana kita nanti,dan sudah bagaimana hidup kita,senantiasa harus terus di evaluasi setiap hari demi untuk merubah ke arah yang lebih baik secara mental dan spritual kehidupan kita.
Mengapa harus begitu,karena kita berkeyakinan bahwa siksa dan pahala itu memang benar dan yakin keberadaanya,dan bisa kita rasakan saat ini waktu di akhir kehidupan masa 40 tahun sampai meninggal dan atau nanti stelah masa kita di alam akhirat.Syurga dan neraka adalah pilihan kita saat ini mau kemana kita pergi,sah itu semua rahasia Allah,namun ayat-ayat Allah telah jelas bahwa apa yang akan kita dapatkan nanti di kehidupan kedua stelah kematian adalah semata-mata hanya akan menikmati apa yang ditanam manusia itu dikala sedang berada di dunia fana ini.
Wallahulam.semoga kita senantiasa selalu ada dalam petunjukNya.
Selasa, 05 Juli 2011
Foto Porno di HP PRT dan TKI Saudi Benarkah ?
by: Wiero Dj
Namanya berita memang selalu ada-ada saja,unik dan menarik maksud saya,pada sebuah media online edisi hari kemarin 4Juli 2011,dikabarkan bahwa ada seorang TKW di Saudi ditangkap karena memiliki koleksi foto bugil dirinya dalam handphone milik dia,lalu disebarkan ke sopir-sopir atau pekerja asing lainnya malah di tulis pula sampai mengajak untuk bersetubuh segala.
Ketika aku membuka obrolan dengan rekan pekerja TKL saat menunggu majikan di halaman sebuah Mall di Riyadh,malam lalu,rekan sopir yang mendengar spontan langsung tersenyum penuh arti.Bahkan ada rekan senior dari saya umurnya Pak Haji dari sebuah kota di Jateng mengatakan:"sudah tak aneh lagi ji,malah aku sering mendapat kiriman foto begituan"Katanya.....lhaa?
Semenjak gebyar hp berkamera meramaikan pasar dimulai rame sekali pada tahun 2005,ada sebagian majikan yang membolehkan para pembantunya memilki hp,malah sejalan dengan boomingnya hp layanan 3G yang bisa bercakap dengan video live peneleponnya,maka banyak pula rekan pembantu yang sengaja membelinya,walau pada umumnya mereka berniat untuk sekedar melepas rindu dengan keluarga dan teman yang berada di kawasan jaringan layanan 3G ini.
Berawal dari kejenuhan menjalani keseharian yang kalau pembantu disini ibarat dipenjara,karena mereka tidak bebas berinteraksi dengan sembarang orang,bahkan walaupun bertemu dengan rekan sesama wanita senegara,apalagi dengan rekan lelaki yang bukan muhrim,maka mereka melampiaskan sebagian kejenuhannya dengan bertelepon ria melalui hp.
Kebanyakan hp ini juga didapat dengan sembunyi-sembunyi tanpa pengetahuan sang Madam atau majikan,bisa membeli lewat sopir serumah atau membeli lewat kawan wanita yang suka ketemuan di acara kumpulan keluarga majikan,biasanya mereka berkumpul di rumah tertentu dengan membawa pembantunya masing-masing.
Disinilah kesempatan mereka mendapatkan hp tersebut khusus bagi yang majikannya tidak membolehkan bawa hp,termasuk isi ulang pulsa mereka bisa merefil pulsa lewat jasa sopir atau teman pembantu satu keluarga majikan.
Lalu,diantara sekian banyak pekerja wanita disini sebagian juga ada yang berstatus janda,atau bersuami tapi sedang dalam masalah,status diragukan,atau tergantung kepribadian masing-masing.
Nah dari pribadi-pribadi "nakal" inilah kemudian hadir foto-foto tentang diri mereka dari yang semi bugil sampai ke yang polos semua tanpa pakaian.
Berbagai alasan mereka melakukan hal tersebut,diantaranya mungkin karena mereka berpacaran,atau hanya sekedar mau dikirim pulsa,atau memang berhasrat secara biologis,atau ada pula yang sekedar iseng melepas kejenuhan problema hidupnya,dan ini yang paling berat ada yang sengaja memang mencari uang tambahan.
Tipe terakhir inilah sasarannya seperti kata berita di media online tadi,sasaran mereka adalah para sopir-sopir dari luar Indonesia.
Mereka memilih mangsanya sopir dari luar Indonesia,karena mereka cenderung royal dan gampang untuk dipintain pulsa atau beberapa riyal uang tunai,malah banyak yang dirayu mau dinikahi sampai ada yang ngasih ribuan riyal,yang mana hal ini tak jarang terjadi mereka memirit rekan sopir Indonesia.
Dengan demikian beredarnya foto bugil di MMS Saudi yang berhubungan dengan pembantu kita,mungkin saja itu foto dirinya sendiri dan atau malah foto orang lain,dan sengaja dibikin untuk merayu sopir-sopir dari negara lain,yang kebanyakan berkebangsaan Hindia,Srilangka dan sekitarnya.
Yang nota bene mereka sopir Hindi ini gampang dirayunya untuk sekedar memberi uang atau fulsa untuk sekedar bertelepon ria dengan teman atau pacarnya dengan tidak mengganggu uang gajinya.
Membeli pulsa bagi pembantu di Saudi sangatlah sulit kalau tidak "bekerjasama"dengan sopir rumahnya,walau dengan cara sembunyi-sembunyi.
Kembalilah kita pada diri kita masing-masing,namanya di dunia hidup ini selalu ramai karena ada dua hal,baik atau buruk,terserah kepada pilihan mereka atau kita,mau meilih manakah kita menapaki jalan hidup ini.
Alhasil memang peredaran foto demikian yang dimaksud dengan berita di atas tadi benar kenyataanya memang ada,tetapi tidak semualah,warna warni kehidupan dimana saja kan selalu ada.Dan itulah indahnya hidup.Baik setuju atau tidak memang demikian adanya.
Selamat berjuang rekan pahlawan devisa di seluruh penjuru dunia,salam sukses selalu,jaga diri dan waspada untuk kita selalu mawas diri demi keselamatan diri kita,ingat kita ditunggu oleh orang-orang tercinta di Bumi persada Indonesia sana.
Terima kasih ke semua pembaca blog ekspresi apa adanya,terima kasih mampirnya dan selamat berkarya di pos kita masing-masing,bekerja dan berkarya demi diri sendiri,keluarga,dan bangsa.
Namanya berita memang selalu ada-ada saja,unik dan menarik maksud saya,pada sebuah media online edisi hari kemarin 4Juli 2011,dikabarkan bahwa ada seorang TKW di Saudi ditangkap karena memiliki koleksi foto bugil dirinya dalam handphone milik dia,lalu disebarkan ke sopir-sopir atau pekerja asing lainnya malah di tulis pula sampai mengajak untuk bersetubuh segala.
Ketika aku membuka obrolan dengan rekan pekerja TKL saat menunggu majikan di halaman sebuah Mall di Riyadh,malam lalu,rekan sopir yang mendengar spontan langsung tersenyum penuh arti.Bahkan ada rekan senior dari saya umurnya Pak Haji dari sebuah kota di Jateng mengatakan:"sudah tak aneh lagi ji,malah aku sering mendapat kiriman foto begituan"Katanya.....lhaa?
Semenjak gebyar hp berkamera meramaikan pasar dimulai rame sekali pada tahun 2005,ada sebagian majikan yang membolehkan para pembantunya memilki hp,malah sejalan dengan boomingnya hp layanan 3G yang bisa bercakap dengan video live peneleponnya,maka banyak pula rekan pembantu yang sengaja membelinya,walau pada umumnya mereka berniat untuk sekedar melepas rindu dengan keluarga dan teman yang berada di kawasan jaringan layanan 3G ini.
Berawal dari kejenuhan menjalani keseharian yang kalau pembantu disini ibarat dipenjara,karena mereka tidak bebas berinteraksi dengan sembarang orang,bahkan walaupun bertemu dengan rekan sesama wanita senegara,apalagi dengan rekan lelaki yang bukan muhrim,maka mereka melampiaskan sebagian kejenuhannya dengan bertelepon ria melalui hp.
Kebanyakan hp ini juga didapat dengan sembunyi-sembunyi tanpa pengetahuan sang Madam atau majikan,bisa membeli lewat sopir serumah atau membeli lewat kawan wanita yang suka ketemuan di acara kumpulan keluarga majikan,biasanya mereka berkumpul di rumah tertentu dengan membawa pembantunya masing-masing.
Disinilah kesempatan mereka mendapatkan hp tersebut khusus bagi yang majikannya tidak membolehkan bawa hp,termasuk isi ulang pulsa mereka bisa merefil pulsa lewat jasa sopir atau teman pembantu satu keluarga majikan.
Lalu,diantara sekian banyak pekerja wanita disini sebagian juga ada yang berstatus janda,atau bersuami tapi sedang dalam masalah,status diragukan,atau tergantung kepribadian masing-masing.
Nah dari pribadi-pribadi "nakal" inilah kemudian hadir foto-foto tentang diri mereka dari yang semi bugil sampai ke yang polos semua tanpa pakaian.
Berbagai alasan mereka melakukan hal tersebut,diantaranya mungkin karena mereka berpacaran,atau hanya sekedar mau dikirim pulsa,atau memang berhasrat secara biologis,atau ada pula yang sekedar iseng melepas kejenuhan problema hidupnya,dan ini yang paling berat ada yang sengaja memang mencari uang tambahan.
Tipe terakhir inilah sasarannya seperti kata berita di media online tadi,sasaran mereka adalah para sopir-sopir dari luar Indonesia.
Mereka memilih mangsanya sopir dari luar Indonesia,karena mereka cenderung royal dan gampang untuk dipintain pulsa atau beberapa riyal uang tunai,malah banyak yang dirayu mau dinikahi sampai ada yang ngasih ribuan riyal,yang mana hal ini tak jarang terjadi mereka memirit rekan sopir Indonesia.
Dengan demikian beredarnya foto bugil di MMS Saudi yang berhubungan dengan pembantu kita,mungkin saja itu foto dirinya sendiri dan atau malah foto orang lain,dan sengaja dibikin untuk merayu sopir-sopir dari negara lain,yang kebanyakan berkebangsaan Hindia,Srilangka dan sekitarnya.
Yang nota bene mereka sopir Hindi ini gampang dirayunya untuk sekedar memberi uang atau fulsa untuk sekedar bertelepon ria dengan teman atau pacarnya dengan tidak mengganggu uang gajinya.
Membeli pulsa bagi pembantu di Saudi sangatlah sulit kalau tidak "bekerjasama"dengan sopir rumahnya,walau dengan cara sembunyi-sembunyi.
Kembalilah kita pada diri kita masing-masing,namanya di dunia hidup ini selalu ramai karena ada dua hal,baik atau buruk,terserah kepada pilihan mereka atau kita,mau meilih manakah kita menapaki jalan hidup ini.
Alhasil memang peredaran foto demikian yang dimaksud dengan berita di atas tadi benar kenyataanya memang ada,tetapi tidak semualah,warna warni kehidupan dimana saja kan selalu ada.Dan itulah indahnya hidup.Baik setuju atau tidak memang demikian adanya.
Selamat berjuang rekan pahlawan devisa di seluruh penjuru dunia,salam sukses selalu,jaga diri dan waspada untuk kita selalu mawas diri demi keselamatan diri kita,ingat kita ditunggu oleh orang-orang tercinta di Bumi persada Indonesia sana.
Terima kasih ke semua pembaca blog ekspresi apa adanya,terima kasih mampirnya dan selamat berkarya di pos kita masing-masing,bekerja dan berkarya demi diri sendiri,keluarga,dan bangsa.
Status Darurat PRT/TKI Di Saudi Arabia
Bahwa sangat penting dan dibutuhkan sekali khadamath (pembantu) berkebangsaan Indonesia di Saudia Arabia,begitu kata teman tetanggaku seorang sopir asal Kenya,sebuah negara di benua Afrika,dia sudah bekerja sebagai sopir rumahan di lima kafil (majikan) Saudi Arabia selama dua puluh tahun,dengan kesemuanya majikan dia adalah pembantunya dari negara tercinta Indonesia.
"Wallahi,ya sadik,saya sangat simpati dengan pembantu asal Indonesia,mereka punya adab sopan santun yang tinggi,dan mereka penyayang kepada sesama pekerja baik itu sesama sopir senegaranya atau sopir bangsa lain,terutama kepada saya "kata si Ali sang sopir asal Kenya itu,yang berwarna kulit hitam usianya sudah hampir menginjak 55 tahunan.
Seperti kata sawwag asal Kenya tadi,majikan saya pun berkata demikian yang sudah hampir dua puluh tahun memakai jasa pembantu rumahnya asal Indonesia,majikan berkata dan berpendapat,bahwa wanita pembantu dan sopir asal Indonesia terkenal dengan adab sopan santun,dan sabar serta mampu dan tegar dalam bekerja dibawah tekanan lahir dan bathin.
Sejak sekitar duapuluh tahun yang lalu,mulai ramainya dibuka dengan terbuka lowongan kerja non formal pembantu dan sopir khususnya di Saudi,maka semakin populerlah para pekerja pembantu dikalangan madam-madam Saudi,mereka membicarakannya dalam setiap pertemuan keluarga,bahwa merek punya pembantu asal Indonesia.dan kemudian mereka pun turut serta mengambil pembantu,malah ada yang sekaligus suami istri pembantu dan sopir sekalian ke agen-agen PJTKI di Saudi dengan memesan pekerjanya asal Indonesia.
"Aku suka pekerja Indonesia karena masih sesama beragama Islam,bersih tidak berbau badan dan sabar,itulah selalu yang terdengar kesan pekerja kita di satu sisi kabar bagusnya.Dengan tidak mengesampingkan hal-hal buruk yang kemudian akan menjadi berbagai masalah sekarang yang banyak terekpose oleh media masa,maka benarlah adanya bahwa disebagian lain ada pembantu kita yang dinikahi dengan benar dan bertanggungjawab oleh pria Saudi,atau ada yang mereka dianggap saudara,malah ada anak-anak Saudi yang liburannya pergi ke Indonesia dengan sopir dan pembantuunya sekalian cuti kerja,tidak dengan orangtuanya.Juga ada benarnya para pekerja kita yang bernasib baik selalu kalau hari raya Idulfitri atau Iduladha mendapat hadiah,jakat dsb ribuan riyal Saudi.
Atau ada pula yang berhasil mendapat bantuan sidkah jariyah untuk pembangunan mesjid di kampung halaman pekerja kita,pembantu dan sopir kita.Atau tentang cerita mereka yang berhasil keluar dari kemiskinan yang sangat menjadi hidup layak,punya rumah,mobil,motor,sawah kebun dan dapat menyekolahkan anak-anak yang tidak sedikit ada yang sampai semua anaknya menjadi sarjana.
Itulah sebagian kisah manis menjadi pekerja di Saudi Arabia dengan bekerja sebagai pembantu dan sopir pribadi di keluarga-keluarga Saudi.Sekarang pemerintah menghentikan sementara pengiriman,karena sebab terbesar adalah ketersinggungan karena ada salahsatu TKW kita yang di hukum pancung,dengan tidak memberi tahukan pemerintahan kita,lalu pemerintah kita tersinggung,dan menyetop pengiriman,lalu juga Saudi tak mau kalah set mereka lebih cepat bertindak bahwa mulai tanggal 2 Juli 2011 telah menyetop pengeluaran visa TKI,sedangkan pemberhentian pengiriman TKI kata Presiden RI mulai efektif tanggal tanggal 1 Agustus 2011,tepatnya sebulan sebelum rencana negara kita menyetop,Saudi Arabia sebulan lebih cepat telah menyetop visa TKI.,lagi-lagi kalah set pemerintah kita.
Toh tak ada guna kita menggunjing tentang itu,harapan kita semua semoga semua yang diambil sebagai kebijakan itu adalah jalan terbaik bagi berbagai carut marut permasalahan TKI TKW Saudi ini,semoga dengan adanya kejadian dan berbagai peristiwa yang berhubungan dengan ini,akan menjadikan kondisi dan bentuk yang lebih oke dan benar di semua pihak.
Dengan harapan yang panjang,dan bertawakal selalu kepada Tuhan,semoga semua amal ibadah kita dengan tujuan yang baik dan benar,akan selalu mendapat Lindungan Allah rabbullalamin.Amin.Selamat berjuang rekan sebangsa setanah air dimanapun anda berada.
Selamat Pagi Indonesia,selamat Pagi juga Dunia.
Damailah kita semua.Dalam ridlo-Nya.
Jumat, 24 Juni 2011
Merubah Nasib dengan Bekerja jadi TKW PRT di Saudi Arabia
Oleh:Wiero Djampang
Para wanita TKI/TKW ,perempuan Indonesia adalah kartini-kartini yang memang dibalik kesahajaannya dan kesederhanaan serta adab yang sopan santun,atau malah suatu keawaman?atau karena memang seperti kata teori perubahan nasib manusia,bahwa sebuah tekanan akan bisa merubah keadaan karakter,pendirian dan fikiran seseorang untuk merubah kondisi nasibnya.Dan ini berlaku bagi para wanita yang asalnya lugu dan nun jauh di kampuang pada umumnya,berubah menjadi wanita yang tangguh dan berani mengadu nasib ke negeri yang sangat jauh dari keluarga,bahkan berani meninggalkan suami atau anak-anak belahan jiwanya.
Para wanita TKI/TKW ,perempuan Indonesia adalah kartini-kartini yang memang dibalik kesahajaannya dan kesederhanaan serta adab yang sopan santun,atau malah suatu keawaman?atau karena memang seperti kata teori perubahan nasib manusia,bahwa sebuah tekanan akan bisa merubah keadaan karakter,pendirian dan fikiran seseorang untuk merubah kondisi nasibnya.Dan ini berlaku bagi para wanita yang asalnya lugu dan nun jauh di kampuang pada umumnya,berubah menjadi wanita yang tangguh dan berani mengadu nasib ke negeri yang sangat jauh dari keluarga,bahkan berani meninggalkan suami atau anak-anak belahan jiwanya.
Selasa, 21 Juni 2011
TKW PRT ,antara Devisa dan Derita
Oleh : WD
Sebut saja Teh Anah,seorang TKW dari sebuah kampung di Jawa Barat,kehidupan rumah tangganya belumlah lima atau sampai enam tahun sejak menikah dengan Ahmad,yang pekerjaan suaminya hanya sebagai pengojeg di pangkalan persimpangan kampung.Penghasilannya tidak tentu,dan kadang-kadang hanya cukup buat beli rokok dan ngopi di warung pangkalannya.Sering mereka cekcok karena hal keuangan ini,namun suaminya apalah daya,untuk mencari pekerjaan yang lain susahnya minta ampun dan lain sebagainya.
Anah nekad berangkat ke Saudi Arabia untuk menjadi TKW,dia mendaftar ke sponsor yang setiap tempat dan waktu selalu berkeliling untuk mencari TKI.Terutama TKI wanita untuk pembantu.di Timur tengah dan atau ke negara Asia lainnya.
Anah dibarengi dengan derai airmata anaknya yang baru usia 4 tahun,juga tangisan keluarganya pergilah dia ke Jakarta dengan dijemput oleh mobil sponsor.Sampai di Jakarta Anah tidak langsung diterima karena hasil Medichal Cek up dinyatakan anah punya asma ringan,mungkin akibat asap rokok suaminya yang tiap hari merokok terus kalau ada di rumahnya,dan rokok itu pula yang menyedot hampir 40% anggaran rumah tangganya yang sudah miskin itu,tapi yaitu tadi suaminya seperti tidak peduli.
Karena penyakitnya bisa diobati,ditambah dengan niat yag sudah mantap Anah tidak langsung pulang ke rumah dan putus asa,tetapi dia minta berobat jalan di Jakarta sambil menunggu proses pemberangkatan,atas kesanggupan sponsornya Anah berobat hampi satu bulan lamanya,baru penyakitnya dinyatakan sembuh,atau tidak tahulah mungkin sembuh atau setengah sembuh,atau malah petugas Kesehatannya di kasih uang sama sponsor,yang jelas Sdri Anah dinyatakan berbadan sehat.
Selama di PT.Ahmad suaminya hanya membesuk satu kali karena berat diongkos katanya waktu pertemuan terakhir dengan Teh Anah.teh anah makan seadanya jatah dari PJTKI nasi bungkus yang menunya berputar-putar saja hari ini telor dan kangkung,besok ikan asin,besoknya lagi sayur bayam,(nah mungkin sayur bayam ini yang membuat para TKI kita tahan banting ya,,,seperti halnya si popeye sang pelaut hehe...).
Teh Anah telah tiga bulan berada di PJTKI menunggu yang kapan pastinya dia diberangkatkan,uang sudah tidak ada sepeserpun,suami tak ada menengok apalagi sanak keluarga,mereka semua berkata berat diongkos,dan kalaupun ada kontak ke keluarga di kampun hanya sebatas denga telepon dari hasil pinjam kalau kebetulan ada rekan TKW yang agak "tajir"yang sekamar dengan dia.Kalau tak ada kawan seperti ini dia hanya menendam rindu keluarga dengan perih di hati saja.
Jadi orang yang tak punya duit memang mengenaskan dan selalu menyedihkan,begitu teh Anah berkata dalam hatinya.Makanya aku harus..harus!harus pergi tidak boleh surut semangat ini,aku harus berangkat bekerja ke Saudi Arabia,Begitu teh Anah bertekad di hatinya.
Negara yang paling pavorit bagi calon TKW yang ke Timur Tengah selalu Kerajaan Saudi arabia,karena satu memang secara historis Islam disana ada kesempatan untuk beribadah umroh atau malah naik haji besar pada musimnya.Selain bahwa perbandingan nilai gajinya di KSA adalah lebih besar dari standar gaji pekerja di timur tengah lainnya.
Teh Anah setelah menunggu hampir tiga bulan akhirnya berkat kesebaranya hari itu diberangkatkan juga,setelah sehari sebelumnya beliau mengikuti PAP (pembekalan kahir pemberangkatan).Teh Anah semakin mantap saja setelah PAP karena disana di beri sedikit pengetahuan untuk bagaimana dan harus gimana nanti setelah sampai di tujuan,malahan cara berbohong untuk membawa hp pun diajarkan di sana (hmmm maaf).
Teh Anah sampai di Bandara Sukarno Hatta Cengkareng,mereka dengan rekan TKW lainnya sekitar 15 orang rombongan dari PJTKI dia,disuruh menunggu di bandara datang jam 10.00 pagi..sedangkan tiket pemberangkatan nanti 5 sore.
Dari penampungan dia belum makan apapun,karena takut terlambat dan ketinggalan mobil yang mengantar Anah tadi pafi tidak sempat makan apapun,dan sekarang ada di bandara dengan kelimpungan karena belum pernah sama sekali dia menginjak bandara.Beruntung ada teman yang sudah eks Saudi karena sudah pengalaman dia membawa air dan sedkit biscuit serta dua bungkus roti.Lumayanlah Anah makan sepotong roti pemberian temannya,yang ternyata banyak juga rekannya yang kondisi seperti itu.Memang restoran ada,kafe ada,namun apalah mereka,jangankan buat beli makan saat itu,waktu di PJTKI saja Anah sudah tak mengantongi uang,Kasihan Anah nasibmu selalu dijauhi yang namanya uang hehe....
Begitulah sebagian kecil penderitaan perjuangan seorang TKW ini baru mau berangkat,belum sesampainya di tempat tujuan nanti berbagai penderitaan bathin dan lahir mereka akan dapatkan.Aku menulis ini bukan untuk bercengeng ria tentang TKW di saudi,namun berbagi pengalaman,denga harapan semua pihak,terutama individunya,yang bersangkutan dan keluarganya di rumah jangan meremehkan uang kiriman dari mereka ini.Dan yang paling utama kepad para preman berdasi juga preman berpangkat,apalagi preman beneran,tegakah kau masih mau memeras keringat darah penderitaan para Babu TKW di seluruh mancanegara ini dengan dalih uang rokok,uang tambahan,penukaran uang agak memaksa,uang administrasi yang selangit,pada masa piulangnya mereka.
Sekali lagi memang tidak semua begitu,masih ada orang yang bersifat manusia,,namun kebanyakan sifat serakah untuk kebodohan para TKW khususnya,ketika penulangan sering terjadi pemerasan dengan dalih uang tambahan keamanan,dll dll.Kalau itu benar sungguh kamu kalian sungguh tega dan keji memeras uang TKW yang dihasilkan hasil dari perjuangan keringat dan airmata serta hati dan perasaan yang tergadaikan.dan jumlahnya tidak seberapa,malah kadang mereka banyak yang pulang hanya membawa uang satu atau dua bulan gaji terakhir saja.Malah ada yang hanya membawa cukup ongkos sampai rumahnya saja.
Kembali ke Anah.....
(pembaca ditunda dulu nih...untuk disambung...mohon maklum....)
Sebut saja Teh Anah,seorang TKW dari sebuah kampung di Jawa Barat,kehidupan rumah tangganya belumlah lima atau sampai enam tahun sejak menikah dengan Ahmad,yang pekerjaan suaminya hanya sebagai pengojeg di pangkalan persimpangan kampung.Penghasilannya tidak tentu,dan kadang-kadang hanya cukup buat beli rokok dan ngopi di warung pangkalannya.Sering mereka cekcok karena hal keuangan ini,namun suaminya apalah daya,untuk mencari pekerjaan yang lain susahnya minta ampun dan lain sebagainya.
Anah nekad berangkat ke Saudi Arabia untuk menjadi TKW,dia mendaftar ke sponsor yang setiap tempat dan waktu selalu berkeliling untuk mencari TKI.Terutama TKI wanita untuk pembantu.di Timur tengah dan atau ke negara Asia lainnya.
Anah dibarengi dengan derai airmata anaknya yang baru usia 4 tahun,juga tangisan keluarganya pergilah dia ke Jakarta dengan dijemput oleh mobil sponsor.Sampai di Jakarta Anah tidak langsung diterima karena hasil Medichal Cek up dinyatakan anah punya asma ringan,mungkin akibat asap rokok suaminya yang tiap hari merokok terus kalau ada di rumahnya,dan rokok itu pula yang menyedot hampir 40% anggaran rumah tangganya yang sudah miskin itu,tapi yaitu tadi suaminya seperti tidak peduli.
Karena penyakitnya bisa diobati,ditambah dengan niat yag sudah mantap Anah tidak langsung pulang ke rumah dan putus asa,tetapi dia minta berobat jalan di Jakarta sambil menunggu proses pemberangkatan,atas kesanggupan sponsornya Anah berobat hampi satu bulan lamanya,baru penyakitnya dinyatakan sembuh,atau tidak tahulah mungkin sembuh atau setengah sembuh,atau malah petugas Kesehatannya di kasih uang sama sponsor,yang jelas Sdri Anah dinyatakan berbadan sehat.
Selama di PT.Ahmad suaminya hanya membesuk satu kali karena berat diongkos katanya waktu pertemuan terakhir dengan Teh Anah.teh anah makan seadanya jatah dari PJTKI nasi bungkus yang menunya berputar-putar saja hari ini telor dan kangkung,besok ikan asin,besoknya lagi sayur bayam,(nah mungkin sayur bayam ini yang membuat para TKI kita tahan banting ya,,,seperti halnya si popeye sang pelaut hehe...).
Teh Anah telah tiga bulan berada di PJTKI menunggu yang kapan pastinya dia diberangkatkan,uang sudah tidak ada sepeserpun,suami tak ada menengok apalagi sanak keluarga,mereka semua berkata berat diongkos,dan kalaupun ada kontak ke keluarga di kampun hanya sebatas denga telepon dari hasil pinjam kalau kebetulan ada rekan TKW yang agak "tajir"yang sekamar dengan dia.Kalau tak ada kawan seperti ini dia hanya menendam rindu keluarga dengan perih di hati saja.
Jadi orang yang tak punya duit memang mengenaskan dan selalu menyedihkan,begitu teh Anah berkata dalam hatinya.Makanya aku harus..harus!harus pergi tidak boleh surut semangat ini,aku harus berangkat bekerja ke Saudi Arabia,Begitu teh Anah bertekad di hatinya.
Negara yang paling pavorit bagi calon TKW yang ke Timur Tengah selalu Kerajaan Saudi arabia,karena satu memang secara historis Islam disana ada kesempatan untuk beribadah umroh atau malah naik haji besar pada musimnya.Selain bahwa perbandingan nilai gajinya di KSA adalah lebih besar dari standar gaji pekerja di timur tengah lainnya.
Teh Anah setelah menunggu hampir tiga bulan akhirnya berkat kesebaranya hari itu diberangkatkan juga,setelah sehari sebelumnya beliau mengikuti PAP (pembekalan kahir pemberangkatan).Teh Anah semakin mantap saja setelah PAP karena disana di beri sedikit pengetahuan untuk bagaimana dan harus gimana nanti setelah sampai di tujuan,malahan cara berbohong untuk membawa hp pun diajarkan di sana (hmmm maaf).
Teh Anah sampai di Bandara Sukarno Hatta Cengkareng,mereka dengan rekan TKW lainnya sekitar 15 orang rombongan dari PJTKI dia,disuruh menunggu di bandara datang jam 10.00 pagi..sedangkan tiket pemberangkatan nanti 5 sore.
Dari penampungan dia belum makan apapun,karena takut terlambat dan ketinggalan mobil yang mengantar Anah tadi pafi tidak sempat makan apapun,dan sekarang ada di bandara dengan kelimpungan karena belum pernah sama sekali dia menginjak bandara.Beruntung ada teman yang sudah eks Saudi karena sudah pengalaman dia membawa air dan sedkit biscuit serta dua bungkus roti.Lumayanlah Anah makan sepotong roti pemberian temannya,yang ternyata banyak juga rekannya yang kondisi seperti itu.Memang restoran ada,kafe ada,namun apalah mereka,jangankan buat beli makan saat itu,waktu di PJTKI saja Anah sudah tak mengantongi uang,Kasihan Anah nasibmu selalu dijauhi yang namanya uang hehe....
Begitulah sebagian kecil penderitaan perjuangan seorang TKW ini baru mau berangkat,belum sesampainya di tempat tujuan nanti berbagai penderitaan bathin dan lahir mereka akan dapatkan.Aku menulis ini bukan untuk bercengeng ria tentang TKW di saudi,namun berbagi pengalaman,denga harapan semua pihak,terutama individunya,yang bersangkutan dan keluarganya di rumah jangan meremehkan uang kiriman dari mereka ini.Dan yang paling utama kepad para preman berdasi juga preman berpangkat,apalagi preman beneran,tegakah kau masih mau memeras keringat darah penderitaan para Babu TKW di seluruh mancanegara ini dengan dalih uang rokok,uang tambahan,penukaran uang agak memaksa,uang administrasi yang selangit,pada masa piulangnya mereka.
Sekali lagi memang tidak semua begitu,masih ada orang yang bersifat manusia,,namun kebanyakan sifat serakah untuk kebodohan para TKW khususnya,ketika penulangan sering terjadi pemerasan dengan dalih uang tambahan keamanan,dll dll.Kalau itu benar sungguh kamu kalian sungguh tega dan keji memeras uang TKW yang dihasilkan hasil dari perjuangan keringat dan airmata serta hati dan perasaan yang tergadaikan.dan jumlahnya tidak seberapa,malah kadang mereka banyak yang pulang hanya membawa uang satu atau dua bulan gaji terakhir saja.Malah ada yang hanya membawa cukup ongkos sampai rumahnya saja.
Kembali ke Anah.....
(pembaca ditunda dulu nih...untuk disambung...mohon maklum....)











