Selasa, 13 Maret 2012

Ketika Kita Bertemu Orang yang Menderita

Di dalam hidup dan segala keunikan cerita kehidupannya pasti suatu waktu kita pernah menjumpai teman,relasi atau orang yang kontra terhadap kita,bahkan pernah kita "dikasari" orang lain.


Sebut sajalah misalnya karena suatu persaingan tidak sehat di tempat kerja,atau karena salah paham sesuatu bahkan mungkin karena kita berurusan sesuatu entah itu masalah bisnis,masalah hutang atau apapun bahkan karena kita di cemburuin dengan tidak kuat alasannya,atau mungkin karena hanya tersenggol saat berjalan di trotoar dan di bis umum.

Maksud saya pernah kita di ejek di cela atau bahkan pernah di kasari dengan omongan atau tindakan lainnya,sementara kita tidak salah-salah amat hehe..

Menghadapi hal demikian untuk pertama kali kaget dan cenderung ingin segera membalas dengan lebih "kejam" kan..?,bahkan sebagian orang mau langsung saja "membunuh"nya..wah sadis nih.

Ya manusiawi,ketika terjadi penghinaan verbal atau apapun ke diri kita,pasti semua manusia akan membela harga dirinya mati-matian.Bila peru sampai titik darah penghabisan,,ciee segitunya..haha.

Ya itu di masa-masa ketika alam dan pikiran masih awam dengan pengalaman hidup,kalau ada yang mengejek bahkan berkata kasar ingin saja saya menempeleng dan meremukan geraham orang tersebut,tetapi itu dulu ketika masih muda.

Saat ini,.. dan sama sekali tak mengharapkan,tetapi salahpaham kan masih mungkin,hehe..sekarang jikalau bertemu dengan orang macam begitu,saya paling hanya merasa kasihan saja.

Karena dasar apa kasihan ?,orang menghina dan berkata kasar ke kita,kok malah dikasihani?

Ya kasihan,menurut pengalaman saya orang yang berjenis temperamental dan berani dengan vulgar mengejek orang dengan kasar dan arogan adalah orang yang terganggu jiwanya,bukan gila oh NO,tetapi jiwanya sakit lebih dari orang gila,makanya saya kasihan pada orang begitu.

Lalu seterusnya saya berpikir,oh mungkin saja dia lagi bermasalah di rumahnya,oh mungkin saja otaknya sedangkal itu,oh mungkin saja masa lalunya dia penuh ketidakharmonisan dan lebih jauh saya akan berpikir berasal dari keluarga macam apa sih dia dulunya ?,berasal dari komunitas bagaimana sih dia?,atau sedang berada di lingkungan bagaimana sih dia berada sekarang?.

Menghadapi teman atau rekan serta  partner yang "jutek" arogan dan vulgar,kasar dan temperamental tanpa basa-basi sopan santun, kita santai saja,apalagi jika memang kita ada sedikit salah dengannya,jangan dilawan !,toh jika dilawan artinya kita sama statusnya sedang sakit jiwa.

Dan siapa mau jiwanya sakit hehe..

Hanya Pintar doang Tak akan mengantar Kita ke Kesuksesan


Sukses, sangat relatif ukurannya bagi setiap individu tergantung target siapa,apa dan bagaimana,jikalau membahas sukses lebih dalam dan luas artikel ini akan kacau balau dan menjadi ulasan yang sangat panjang dan pasti menjemukan karena sudah pasti kalimat dan kata-katanya akan klise dan menjadi ngantuk karena hanya kumpulan dari banyak tiruan dan kutipan berbagai tokoh dan aliran tentang sukses.Terlebih lagi saya bukan ahli tentang ke”suksesan”.

Namun di bawah ini saya mau berbagi opini yang bahannya saya ambil dari sebuah acara bertemu teman lama masa SMA tahun 90 an dua puluh tahun yang lalu,dengan segala kesederhanaan penulisannya berikut saya bisa tulis demikian:

Sukses yang dimaksud kali ini adalah rangkaian aktivitas keberhasilan sebuah perjuangan sampai mencapai kepada tujuan.Tujuan itupun kita persempit lagi menjadi sebuah kata-kata yaitu memperoleh hasil materi, uang dan harta yang halal dan membawa ketenangan hidup.

Populernya ujung-ujungnya sukses itu memperoleh duit yang halal dan baik.Kalau dalam agama Islam memperoleh rejeki yang halalan dan thayiban sehingga rejeki tersebut menjadi berkah dan bermanfaat juga di berkati dan di ridloi Tuhan sehingga setelah tercapai ke tahap tujuan atau hasil-hasilnya itu membawa ketenangan dan ketentraman kepada si pejuang kesuksesan itu.

Omong kosong jikalau mau sukses tetapi menapikan materi atau mengabaikan hal yang bersifat materialistis.

Semua sendi-sendi kehidupan saat ini,zaman sekarang selalu memerlukan uang atau hal yang bersifat materi.Tetapi materi termaksud adalah materi yang membawa kebahagiaan menikmati jalan hidup ini.

Membangun mesjid,membangun gereja,membangun wihara,candi,mencetak kitab-kitab suci,mempropagandakan dan mensyiarkan materi dakwah,saat melahirkan,saat meninggal dunia,apalagi saat kita hidup,membangun semua hal adalah perlu benda atau materi dengan arti sempit, uang.

Kesuksesan menjadi manusia seutuhnya yang bertakwa kepada Tuhan,dimana seseorang telah bisa hidup mandiri dengan tidak tergantung secara langsung kepada orang lain.

Kemandirian untuk bisa mengais dan mencari rejeki,memutuskan suatu keputusan yang baik atau benar demi keselamatn dan eksistensi pribadinya,kemandirian untuk biasa berinteraksi dengan sesama makhluk hidup lainnya.Dan sedikit atau banyak bisa bermanfaat bagi keluarga,agama,bangsa dan negaranya sesuai level masing-masing.

Kesuksesan dalam suatu kehidupan adalah ketika kemandirian itu bisa berbagi sesuatu yang berharga dan bermanfat untuk diri sendiri,keluarga dan semua sesama.

Hal tersebut tidak cukup manusia menjadi pintar saja,tetapi memerlukan kestabilan emosi yang tinggi yaitu kecerdasan,kesabaran,ketenangan,keuletan,kerajinan dan ketekunan.

Tidak sedikit orang yang pintar malah tidak “sukses”,orang pintar tidak berhasil dalam usahanya karena yang pintar cenderung tak akan tenang dan tekun serta sabar dalam mencapai tujuan,bahkan kalau kepintaran tidak disertai kecerdasan akan membuat seseorang yang pintar menjadi dekat dengan congkak sombong dan percaya diri yang berlebihan,karena merasa telah menguasai segala ilmunya serta mengabaikan kepada hal-hal yang kecil yang hanya bisa di jalani dengan ketekunan,kesabaran,keuletan dan kecerdasan mengelola emosi.

Ada teman saya yang prestasi akademis waktu sekolah SMA dulu tahun 1990 an biasa-biasa saja,namun kerajinan,kecerdasan mengelola emosinya,dan keuletan serta ketekunan kalau menghadapi sesuatu telah nampak sejak masa itu.

Kondisi dia sekarang sudah menjadi orang yang berhasil atau “sukses”(dalam arti materi dan ketenangan hidup berkeluarga), padahal beliau merintis usahanya dan merintis karirnya dari pegawai honorer yang gajinya waktu itu hanya 20 ribu rupiah ,sert merintis usahanya dari sebuah warung pisang goreng bertihang bambu dan berdinding bilik bambu,ukuran dua ke tiga meter dengan dibangun sendiri.

Sekarang selain sudah menjadi Kasubag di instansinya menjadi tokoh panutan yang bersih dan berwibawa meskipun penampilan sehari-harinya sederhana saja,kadang beliau masih suka menyabit rumput di sawah depan rumahnya.Padahal jabatan sudah lumayan gaji sudah lumayan,warung tihang bambunya sekarang sudah berganti dengan rolling door yang mahal serta dinding tembok beratap beton,warungnya bukan pisang goreng lagi sejak tahun 2000an telah menjadi sebuah toko super market milik sendiri tanpa ada hutang ke pihak manapun.

Beliau sangat tenang hidupnya tidak ada yang menagih karena punya hutang.Baik hutang dagang ataupun hutang uang tunai di tokonya beliau selalu bertransaksi  dengan kontan meskipun ada program kredit dari perusahaan penyuplai,akibatnya untungnya pun agak besar karena ada diskon yang bagus dari penyuplai karena dibayar selalu kontan.

Karir di pekerjaannya meskipun agak tersendat karena biasalah kalau orang yang sedikit lurus dan benar selalu ada konflik intern di instansinya malah banyak yang kontra karena tak mau berkolusi dalam korupsi,tetapi kebenaran selalu menang walau tak secepat temannya yang penjilat namun itu murni naik jabatan karena lama pengabdian dan pengalaman serta sesuai dengan kemampuan.

Saya juga suka "iri" kalau melihat teman yang satu ini,kecerdasan mengendalikan emosinya yang super hebat menurut saya,beliau jika melangkah apapun selalu tenang,kalem tetapi tepat dan tidak lambat penuh perhitungan yang matang serta rajin dan TEKUN bila belum berhasil.”Tekun”dan Rajin dengan berbalut kesabaran tinggi aduh ini yang paling sulit di tiru oleh saya.

Pada saat ini,beliau teman yang satu ini sudah berkeluarga sudah punya anak dua dengan isteri satu karena teman yang satu ini tak laku ke perempuan hehe…maklum penampilannya kurang keren,malah kelewat cuek menurut saya,tetapi kurang lakunya ke perempuan inilah juga menyumbang sukses nya beliau..(maaf teman hehe).Sehingga peluang untuk selingkuh dan bermain api dengan lawan jenis jadi kurang kesempatannya.

Sementara satu temanku lagi yang menurut kami otaknya cemerlang dengan prestasi akademisnya di sekolah selalu peringkat satu,malah dari SD sampai SLTA malah sampai PMDK ke sebuah PT,di tahun ketiga kuliahnya malah Drop out bukan  karena tak mampu menyerap pelajaran mata kuliah kabarnya yaitu karena merasa mampu dan bisa gampang menguasai kepada sesuatu hal karena kepintaran otaknya yang hebat, teman yang satu ini menjadi aktivis di berbagai organisasi,lalu buka usaha mulai dari usaha bidang A sampai Z di jajal disamping masih kuliah yang akhirnya Drop Out.

Singkat kata dengan kecemerlangan otaknya beliau lupa diri dan agak serakah merasa mampu ini dan mampu itu,lupa bahwa keberhasilan memerlukan keuletan,kesabaran,ketenangan yang mantap,kedewasaan berfikir,kerajinan dan pandai serta cerdas memanaj emosi.

Akhirnya teman yang satu ini sekarang menjadi orang yang setengah bangkrut,usahanya tidak berjalan baik,hutang-hutangnya banyak ke berbagai lembaga keuangan dan rumahtangganya sudah cerai dua kali karena pinter,ganteng juga asalnya banyak duit.

Jadi perempuan pada mengejar dia waktu kepintarannya bermain segala bisnis dan kuliah dahulu.Sekarang dengan tiga anak kandung,dua anak tiri rumahtangganya kebanyakan tidak tenang karena sering diganggu dengan mantan-mantan pacarnya dahulu dan sering diganggu dengan para penagih dari berbagai lembaga keuangan,rumahnya sekarang ngontrak dan sudah hampir tak berdaya waktu kami mengadakan semacam re-uni bertiga di suatu tempat di Jawa Barat dua tahun yang lalu dikala saat saya cuti kerja berlibur ke rumah di Indonesia.

Hikmah yang bisa kita ambil bahwa kepintaran yang sombong dan congkak hanya akan membawa kita ke alam mimpi-mimpi di atas langit yang tidak akan membumi untuk dinikmati,hanya bisa dipandang orang bahwa itu sesuatu yang tinggi tetapi akhirnya di suatu saat pondasinya sudah rapuh,semua yang melangit karena hanya kepintaran itu akan ambruk dan menjadi hamparan sampah di hari berikutnya.

Kepintaran akan menjadi semakin tajam dan mumpuni bila disertai oleh kecerdasan mengatur emosi dan bisa mengelola ketekunan,kerajinan,kesabaran dan keuletan untuk dirangkai dan di sinergikan demi perjuangan kepada sebuah tujuan yaitu tahap-tahap sukses dan berhasil dalam hidup.

Kata sukses memang banyak arti dan sangat relatif,tetapi menurut kami yang sederhana dan simpel saja,ketenangan dan kesejahteraan berkeluarga,sehat jasmani dan rokhani,merdeka bebas dari tekanan kekhawatiran keuangan meskipun tidak berlimpah,tidak mempunyai hutang yang banyak dan apalagi hutang yang menumpuk dengan tidak terjamin kemampuan membayarnya,tidak cedera nama baik di keluarga atau di masyarakat,bisa memenuhi kebutuhan pokok sandang,pangan,papan dan kebutuhan tambahan secara mandiri,lalu di berkati dan diberi keimanan yang kuat kepada Tuhan kalau saya yang moslem di beri keimanan yang kuat dan kokoh secara spiritual ke Allah SWT.

Itulah sebagain kesuksesan yang selama ini di bahas di berbagai seminar atau pembahasan yang lebih panjang dan luas.

Senin, 12 Maret 2012

Terlalu Lama di Gurun Pasir bisa Kena Asma dan penyakit Paru-paru

Serangan badai debu,yang setiap saat bisa saja terjadi di
daerah gurun pasir jazirah arab khususnya
(Foto diambil dari mediaonline.net)
Oleh: A.Wierodjampang

Bekerja di daerah gurun pasir sekitar daerah jazirah arab,di UAE atau di Saudi dan GCC lainnya beresiko terkena penyakit ISPA dan paru-paru.

Karena hampir setiap minggu selalu datang badai debu,yaitu terpaan angin yang didalamnya disertai butiran debu-debu halus yang bisa masuk ke tubuh manusia melalu saluran pernafasan.Termasuk juga debu rumah tangga yang sehari-hari kalau secara kasat mata tidak kelihatan secara langsung padahal debu-debu super kecil selalu beterbangan di sekitar kita.

Lihat saja bila sehari saja tidak membersihkan mobil,kaca jendela,televisi atau semua peralatan rumah tangga,maka dipastikan debu kelihatan menempel di benda-benda tersebut.Secara tidak sadar meskipun badai debu tidak datang debu super kecil itu masuk bersama hirupan nafas kita setiap saat.

Debu yang terisap akan mengendap di paru-paru dan sebagian terbawa oleh sistem pencernaan serta sebagian lagi akan menjadi penyebab inveksi di saluran nafas atas,terutama di hidung tenggorokan dan mulut.

Hal ini jikalau untuk suatu waktu yang singkat tak akan terasa efek apapun terhadap tubuh fisik kita,namun bila terlalu lama bekerja atau tinggal di daerah berdebu seperti gurun pasir,akan berdampak yang signifikan terhadap kesehatan tubuh.

Khusus untuk daerah Saudi Arabia,selain debu penyebab penyakit termaksud juga karena sistem sirkulasi udara di ruangan pada umumnya tertutup tembok dengan ventilasi yang minim ditambah dengan penggunaan AC yang terus digunakan sepanjang waktu,terutama AC yang menggunakan gas freon.

Antisipasi untuk menjaga terkena penyakit tersebut disarankan,

1.Selalu memakai masker mulut dan hidung bila sedang bekerja di suatu tempat berdebu atau dikala    sedang datang badai debu.

2.Selalu memeriksakan kesehatan ke dokter bila memungkinkan setidaknya satu kali setiap bulan.

3.Banyaklah berolahraga secara teratur setiap hari untuk mencegah kerusakan dan penciutan organ paru-paru dan melancarkan peredaran darah sehingga membantu tubuh membuat kekebalan terhadap inveksi.

4.Perbanyaklah frekwensi mandi dan keramas dengan benar,agar debu yang menempel di tubuh dan pakaian cepat luruh dengan air mandi atau air cucian.

5.Cepat ke dokter bila terjadi gejala sakit dada dan sesak nafas.
6.Hindari kebiasaan merokok aktif maupun pasif.
7.Banyak-banyaklah minum air putih dan selalu menjaga kebersihan tubuh serta pakaian.
8.Buanglah semua benda-benda sampah di ruangan anda,sisakan benda yang benar-benar perlu saja.
9.Selalu membiasakan cuci tangan kalau mau dan sesudah beraktivitas apapun.
10.Sering-seringlah menggurah hidung dan mulut anda dengan air bersih.

Selamat bekerja dan selalu menjaga kebersihan.

Tekun dan Rajin

Membaca kata Rajin dan Tekun mungkin sudah hapal dan sebagian bosan dengan kata ini,setiap motivator dan tulisan inovasi pasti selalu menyelipkan kata ini.

Kali ini saya mau berbagi sesuatu dengan teman orang Hindia tetangga kamar di Riyadh,tepatnya tetangga sebelah rumah majikanku.

Orang Hindia asal provinsi Cerla memang dikenal sebagai orang yang suka berbisnis,para bussinesman mereka merajai berbagai sektor di jazirah Arab,di negara-negara GCC  dan KSA mereka seperti kalangan etnis China di Indonesia,menguasai hampir separuh sektor bisnis.

Sebut saja di Dubai group perusahaan Lulu supermarket,di KSA group Al Rajhi dlsb itu semua pemilik dan perintisnya keturunan Hindia.

Para pedagang-pedagang di Batha Riyadh,di sejumlah Tumwinat,bakalah,Toko-toko di Riaydh dan KSA sepertinya dikuasai oleh orang-orang Hindia terutama dari asal Hindia Cerla.

Back to laptop..

Tetangga Hindia saya pekerjaannya sopir rumahan,telah bekerja di rumah itu hampir 20 tahun menurut dia dalam suatu obrolan dengan saya.

Saya salut dengan ketekunan dia,yaitu pandai dan rajin berdagang sebagai usaha sampingan dari bekerja sebagai sopir pribadi.

Suatu ketika hampir tiga tahun yang lalu kalau ketemu saya di luar dia suka nawarin kartu refil pulsa ada kartu SAWA  STC ada Mobily dan belakangan ditambah dengan kartu internet.

Dari mulai dia menawarkan kartu dagangannya sampai saya benar-benar membeli ke dia tak kurang rentang waktunya sekitar 7 bulan,baru saya membeli kartu fulsa dari dia bahkan banyak pula teman Indonesia yang dekat kamar saya,saya rekomendasikan untuk membeli kartu dari dia.

Tujuh bulan dia hampir setiap pagi selalu menawarkan barang dagangannya,hanya kartu refil fusa yang kalau saya beli pun paling satu buah yang untungnya hanya setengah riyal.

Selama tujuh bulan dia selalu menawarkan walau saya tak membelinya waktu itu,karena saya suka beli di toko saja,lagian saya selalu ada pinjaman fulsa dari teman.

Namun belakangan ini saya selalu beli pulsa dari dia,selain karena dekat juga memang praktis bisa di antar ke kamar saya dan online 24 jam,artinya walupun dinihari dia selalu siap mengantar kartu ke kamarku.

Selain saya langgananya semakin banyak,karena dia selalu prospek terus ke setiap orang walau di awal-awalnya kebanyakan ditolak atau tidak membeli.

Saat ini omset jualan kartu refil fulsanya perhari beromset 1000 riyal Saudi dengan keuntungan 30 riyal.
artinya kira-kira sebulan pengahasilan dari jualan fulsa dia bertambah sekitar 900 riyal,sekitar 2 juta rupiah.

Bisnis kecil begini dia lakoni dengan tekun dan rajin,mau nembus saya saja butuh 7 bulan untuk merayu saya membeli kartu fulsa darinya.

Rajin,Ulet dan Tekun memang salahsatu kunci sukses dalam meraih sesuatu,dengan jangan putus asa bila ditolak di awal prospek,ngeyel terus dan rasakan hasilnya.

Tentu saja disertai dengan sifat enterpeneur lainnya,tetapi intinya bagi seorang pengusaha peluang sekecil apapun mereka akan selalu ngotot untuk mejalaninya.

Minggu, 11 Maret 2012

Kebiasaan jelek saya ketika menulis postingan

Hallo..saya mau buka-bukaan sedikit rahasia pribadi nih,ketika menulis sebuah postingan di blog sendiri ataupun blog keroyokan atau mengupdate status di facebook.

Pasti,pasti anda sebagai pembaca tulisan-tulisan saya di dumay akan tahu kelemahan tulisan saya yang pertama suka salah ketik,hehe...masalah ini mohon maaf sekali.

Penyebab selalu salah ketik atau salah pencet tut keyboard sama sekali tidak di sengaja tentunya,dan sama sekali BUKAN tidak menghargai pembaca,tetapi kebiasaan saya bila menulis suatu postingan ringan selalu langsung di jendela kirim entri,jadi begitu ide muncul saya langsung tulis saja di kolom posting.

Saya jarang menulis dikonsep dulu di notebook atau di catatan lainnya,justru kalau di konsep dulu di kertas lain malah ide saya jadi mandeg,gak tahu juga saya sudah coba beberapa kali dan ternyata gagal.

Akibat dari mengetik langsung yah hasilnya pasti harus di edit lagi sebenarnya,tetapi waktu saya kadang mepet,setelah tulisan jadi di kolom entri,sering terjadi majikan saya memanggil dan daripada tulisan hilang saya langsung klik publish saja.

Sekali lagi mohon maaf dengan segala hormat ke pembaca semua,bila dalam menyimak tulisan-tulisan penulis yang masih menjelimet tata bahasanya,dan hurupnya banyak yang salah ketik,itu semua bukan karena tidak menghormati (menyepelekan )pembaca,naudzubillah sama sekali tidak.

Oleh karena itu saya kalau ada sempat waktu selalu mengedit ulang tulisan-tulisan "baheula" saya.

Dan saat ini dengan menyadari kekurangan tersebut,saya pun perlahan sedikit-demi sedikit akan saya perbaiki kebiasaan buruk tersebut.

Terima kasih perhatian semua rekan,teman,sahabat dan saudara pembaca semua.

Seks Swalayan di kalangan TKI,Sehatkah ?


Foto dari Google img.

Oleh : Aang WDjampang
Di muat pula di Kompasiana/Aang Suherman


Urusan arus bawah yang satu ini memang tak memandang siapapun dia itu manusia biasa atau manusia luar biasa,selama manusia itu normal pasti hasrat ini akan selalu meronta-ronta hendak mencari penyaluran.Tak peduli dengan status sosial apapun atau jenis dan kelas manapun dan jenis kelamin apapun lelaki atau perempuan,pria atau wanita pasti akan merasakan hal yang sama bila sehat dan normal.

Tak terkecuali hal ini melanda juga kepada TKI yang hidup dan tinggal sendirian di seluruh penjuru dunia,termasuk di Saudi Arabia.Penyaluran hasrat biologis secara umum bisa disamakan dengan halnya kebutuhan makan minum bagi seseorang yang telah berumah tangga atau yang pernah melakukan hubungan suami isteri.

Disini tak mengulas tentang halal atau haramnya hukum “swalayan’ atau “masturbasi”atau apa yang orang medis katakan “onani”,tetapi mencoba untuk mengulas hal manusiawi ini (human being) yang satu ini dari satu sudut serpihan masalah yang kompleks dan rentan bersentuhan dengan norma=norma agama dan adat timur yang asalnya sangat tabu untuk dibicarakan.

Rekan TKI di Saudi khususnya yang saya tahu terutama rekan TKI pria yang kebanyakan sopir pribadi dan beberapa orang rekan yang saya kenal sebagai penjaga toko atau pekerja restaurant sering memperbincangkan hal tabu ini walau dengan malu-malu atau sekedar senda gurau sesama teman.

Tetapi kenyataan bahwa hal penyaluran seksual ini menjadi sangat penting karena tidak sedikit TKi yang kabur dari majikan hanya karena tergoda rayuan rekan wanita baik di dalam negara  Saudi atau tergoda oleh wanita atau pria di Indonesia.Dan masa kontraknya tidak sukses penuh 24 bulan sesuai perjanjian atau malah kabur untuk menikah di Negara Saudi di kota lain yang ada pasangannya.

Pak Sanusi TKI asal Cikalong-Cianjur misalnya umur 45 tahun beristeri satu anak tiga di Saudi bekerja sendirian tanpa pasangannya untuk menyalurkan hasrat biologisnya Pak Sanusi mengisinya dengan mengaji dan mengikuti pengajian-pengajian yang dekat dengan rumahnya. Atau melampiaskan dengan mendekatkan diri dengan ritual ibadah yang banyak,tetapi tetap saja sekali-kali ada hasrat juga dan terpaksa melakukan Masturbasi.

Lain cerita dengan Mahmud asal Madura usia 26 tahun duda 4 tahun,meyalurkan aspirasi arus bawahnya kata beliau selalu tiap malam malahan melakukan lewat “cyberseks”. maklumlah Mas Mahmud masih greng-grengnya. Atau ada yang menelepon pacarnya dan berpacaran di telepon.

Berbeda dengan Rudi asal Cililn Bandung untuk mengantisipasi ini Rudi memperbanyak kegiatan olahraga kalau disela-sela waktu senggang tak ada kerjaan Rudi selalu olahraga.tetapi tetap saja bila lagi mood datang suasana itu Rudi akhirnya melakukan ativitas “M” (marturbasi juga).

Rekan Halimah dari Sukabumi lewat telepon waktu saya tanya tentang ini tadi sore dengan sedikit malu-malu dia menjawab,katanya kalau datang hasrat itu dia suka tidur saja lalu nanti akan mimpi basah..haha,,Berbeda dengan rekan PRT Yani Mulyani 23 tahun asalnya tak mau disebut berkomentar tentang ini dia kalau lagi “on’selalu menelepon suaminya di Indonesia lalu bermesraan di telepon sampai klimaks.

Menulis khusus tentang ini pasti berbagai cara banyak dilakukan oleh rekan-rekan TKI yang jauh dari pasangannya itu,jikalau sudah “on” hadir hasrat untuk ML (Making Love) maka akal sehat sering tidak berjalan,terutama yang mempunyai hasrat bertegangan tinggi,bayangkan selama dua tahun malah lebih hasrat manusiawi ini tak tersalurkan.

Begitulah salahsatu perjuangan para pahlawan devisa ini patut diacungi jempol karena mereka selain punya masalah-masalah lain termasuk kuat menahan dan punya “penderitaaan” bathin yang satu ini pula.Hal ini tidak termasuk kepada atau jarang diungkap oleh para pengulas dan komentator tentang masalah TKI.

“Setahu saya jikalau pasangan tak ada atau jauh,swalayan saja oke tuh.” Kata Bang Dede TKI yang sudah empat kali puasa empat kali lebaran belum pulang ke Indonesia,karena hutangnya di kampung belum lunas haha…tadi pagi waktu ngobrol di warung Indonesia di kawasan Hayi AlRawabi-Riyadh Saudi Arabia.

Bagaimana dengan hukum agama,bagaimana menurut ilmu kesehatan itu kembali ke masing-masing pribadinya.Yang jelas konteksnya dengan tulisan ini tentang hitam putih kesehatan para TKI,masturbasi tak ada salahnya dibanding dengan berbuat jina dengan wanita atau pria yang bukan suami atau isterinya yang sah.

“Kalau saya suka pusing dan uring-uringan kalau sehari saja tidak masturbasi,”Kata Mas Nurkholis TKI asal Banyuwangi yang sudah 18 bulan bekerja di kawasan Al-Badiah Riyadh.Yang sudah tak sabar ingin pulang kampung empat bulan lagi.

“Saya suka sakit kepala mas,dan perasaan gelisah dan resah kalau tidak “MB” (masturbasi) seminggu saja.” Mas Sadikin TKI asal Brebes.Selama ini Mas Sadikin Ber “MB” ria dengan melihat dan berfantasi dengan melihat film-film BF dari ponselnya.

“Kalau saya suka seger dan merasa plong kalau sudah di “keluarkan” MB nya saya selalu pake YM atau video calling dengan pacar saya di Jeddah,” Kata Salim pemuda sopir asal Karawang yang masih umur 22 tahun bekas sopir angkot di Karawang dulunya.

Pembaca..,ada komentar? atau malah ada juga pembaca  yang suka “swalayan” ini….salam.

Sejumlah TKI Sopir di Riyadh Mengeluh Mau Naik Gaji

Gambar uang kertas Riyal Saudi (SAR) masing-masing 500 SAR dan 100 SAR

Gaji TKI sopir di KSA untuk sektor sopir pribadi rumahan sekitar 1200 SAR,dengan kurs Rp.2300 jumlah sekitar Rp.2.700.000,an .

Gaji pokok resmi sebenarnya hanya 1000 riyal yang 200 riyal aturannya sebagai uang makan,karena pengaruh ekonomi global dan semakin kondusifnya perekonomian di tanah air,nilai tukar riyal terhadap rupiah cenderung tetap di kisaran Rp.2200-Rp 2500 per 1 Riyal (SAR) Saudi.

Keluhan tersebut terutama mereka minta dinaikkan jatah makan yang SAR 200 minimal di tambah 100 riyal,mengingat saat ini kebutuhan sopir bukan saja untuk membeli makanan saja,saat ini anggran pengeluaran mereka tertambah oleh pemakaian fulsa telepon yang mahal menurut ukuran sopir dan PRT,serta naiknya barang-barang sembakonya di negeri Minyak tersebut.

Hal tersebut berlaku umum,artinya ada yang secara perorangan membuat kesepakatan intern dengan pihak user (majikan) malah ada yang ditambah lebih dari 200 riyal dari gaji pokok 1200 SAR.

Dalam hal ini para sopir TKI di KSA meminta para satgas dan yang berwenang untuk kembali memperjuangkan nilai gaji pokok menurut kesepakatan instansi terkait di tambah menjadi 1500 SAR perbulan.

"Kami mengharapkan BNP2TKI dan yang berwenang tentang kami,untuk memperjuangkan kenaikan gaji kami kalau bisa sampai 1500 SAR perbulan,selain memperjuangkan perlindungan kepada kami," kata Haji Agus,TKI asal Sukabumi siang tadi.





Riyadh(10/3/12).AWD.

Sabtu, 10 Maret 2012

Boss bilang;"Ini semua adalah kelalaian saya.!".


Bekerja menjadi pegawai atau karyawan atau menumpang kerja ke orang atau pihak lain,seringkali banyak saat-saat yang tidak enak.Terutama jika boss atau atasan yang tidak tenggang rasa dan kurang bijaksana,bahkan otoriter dan mau menang sendiri.Yang padahal sebenarnya wajar ,wong dia yang punya perusahaannya.

Sehingga ada istilah bilang bahwa Atasan atau populer di sebut Boss pasti akan selalu benar.

Namun ada satu pengalaman saya,meskipun kondisi ini bukan di sebuah instansi formal,sebuah badan atau lembaga,tetapi tetap saja bentuknya hampir sama,yaitu hubungan antara boss dan pegawainya.

Mengapa saya betah dan cocok dengan majikan ini,dari berbagai sebab ada salahsatu saat dimana saya sangat simpati dan menghormati pekerjaan dan boss saya ini.
Sehingga saya tetap bersemangat dan menghormati serta semakin produktif di mata perusahaan dan saya menikmatinya sebagai pegawai Perusahaan beliau.

Suatu hari pertengahan tahun 2008 saya karena sedikit lalai dan melamun,menabrak trotoar dan sebuah signboard iklan Restoran Herfy di Jalan Anijjah di sebuah distrik di AL-Rayyan Riyadh.

Lumayan rusak juga mobilnya satu sayap depan dan pelek serta bannya sebelah kiri hancur di tambah kap dan radiator serta komponen lainnya bagian depan rusak,balon air bag juga pecah di bagian setir dan dashboard,kaca depan juga pecah karena tertimpa papan iklan Restoran Herfy.Mobil bagian depannya penyok,beruntung saya hanya sedikit memar saja karena kena tendangan balon pengaman dari setir
.
Sejujurnya kecelakaan itu adalah sepenuhnya kelalaian saya,saya sedang melaju di kecepatan sekitar 80 km/jam di jalan kompleks pertokoan bukan jalan Tol,dan pikiran saya tengah melamun dan sedang tidak fit saat itu,disamping dikejar target waktu yang harus segera sampai ke tempat tujuan konsumen perusahaan.Di Saudi kalau menyetir sebuah Truk Kontainer pun tak ada kernet,hanya sopir sendirian.

Mobil yang saya kendarai waktu itu Mobil van Toyota Previa model 2005,setelah saya keluar dari mobil dan mengamankan mobil dari bahaya kebakaran,membongkar accu batterey dan instalasi elektriknya,saya telepon boss saya,sebagai pemberitahuan.

Berkata majikan di handphone,kamu bagaimana..?,nabrak orang atau mobil lain enggak..? dimana posisi..?.Sama sekali tak menanyakan mobilnya rusak atau enggak,padahal mobil model itu harga barunya sekitar 90.000 riyal setara 200 juta lebih kalau rupiah.Heran saya waktu itu.Katanya,panggil aja mobil derek dan ke bengkelkan,kamu segera ke Rumah Sakit dan telepon orang kantor buat bantu kamu ke Rumah Sakit.

Karena diri saya tak begitu parah,saya tak terbiasa cengeng hehe..lalu saya di jemput teman karyawan lainnya pulang ke mess kami.

Malam harinya saya dipanggil majikan ke Rumahnya,deg-degan saya karena kerusakan mobil ditaksir tak akan kurang dari 8000 riyal untuk memperbaikinya,kabar dari bengkel tadi sore.8000 riyal Saudi sama dengan sekitar 18 juta rupiah gan..dan sama dengan 5 bulan gaji saya.Waduh”.mati “saya dan anak isteri,bisik saya dalam hati kalau majikan minta saya yang bayar.

Masuklah saya menghadap Pak Boss di ruang tamunya.Setelah salam dan bertanya kabar,Pak Boss menanyakan keselamatan tubuh saya,sampai melihat bibir dan pipi saya yang bengkak kena airbag setir dan tangan kena kaca pintu.

Berkata Pak Boss:’ Aan Bilang Alhamdulillah (Puji Tuhan),badan kamu selamat dan tidak menabrak manusia lainnya !,lain kali lebih berhati-hatilah,ingat anak isterimu menunggumu di Indonesia”.

Saya menjawab:” Puji Tuhan (Alhamdulillah) Ya Rabb.terima kasih Ya Abu Abdallah (boss maunya di panggil dengan sebagai bapak anak-anaknya Bapaknya Abdullah).

” Maafkan saya Ya Abu Abdalah,saya bertanggungjawab karena kelalaian saya,saya bersedia di potong dari sebagian gaji saya untuk perbaikan mobil.” Kata saya lebih lanjut
.
Beliau menjawab :’Ya kamu harus bertanggung jawab,tanggungjawab kamu adalah harus mengambil pelajaran ke depannya,jangan berlaku lalai lagi,meskipun kecelakaan dan musibah bukan kemauan kita,tetapi tetap kita wajib waspada!”.

Lanjutnya,Kamu tidak usah membayar perbaikan mobil itu,karena ini kesalahan saya juga,maafkan saya mungkin selama ini kamu banyak pikiran karena saya kurang memperhatikan kamu dengan maksimal,saya jarang berkomunikasi dengan kamu,dan ini adalah peringatan Tuhan ke saya untuk memperhatikan para pegawai saya lebih baik,dan saya memang sudah dua bulan ini belum bersedakah jariah ke siapapun sepeserpun.

“Jadi sekarang Tuhan mungkin telah membawa sebagian rejeki yang saya miliki untuk menjadi rejeki sebagian orang lainnya melalu ikerusakan mobil milik saya,melalui kecelakaan kamu,hingga rejeki itu terbagi kepada montir,kepada pedagang spart part dan tukang derek mobil dlsb”.

“Bukan salah kamu dalam hal ini,maaf ini salah saya telah lalai dalam mengelola harta titipan Illahi,saya sudah dua bulan tidak bersedekah sepeser pun,karena terlalu sibuk dengan target perusahaan”.

Saya mengucap syukur karena bukan saja saya bebas dari potongan gaji,tetapi saya telah bertemu orang-orang yang langka saat ini.

Seorang majikan mampu berkata , maaf saya yang salah,saya telah melalaikan kalian para pegawai kecil,dan telah lalai pada rejeki titipan Tuhan,yaitu tidak segera membersihkan rejeki yang di dapat,karena dari sebagian rejeki yang kita dapat itu ada bagian hak orang lain yang fukara dan miskin.

Sehingga Tuhan bisa saja membawa sebagian rejeki itu dengan “sedikit paksa”dengan cara yang bermilyar cara,bisa melalui penyakit yang tak kunjung sembuh,bisa dengan ada yang menipu,bisa dengan ada yang mencuri bisa dengan yang kecelakaan lalu lintas atau lainnya.
“Sadakah jariyah selain mendapat pahala di akhirat,juga akan menghindarkan kita dari musibah dunia’ (sari sebuah al-hadist).

Jadi teringat saya,saya juga belum berzakat buat membersihkan rejeki yang selalu kudapat setiap awal bulan ini,syariat lahiriahnya rejeki dari perusahaan hakikat rejeki dari Tuhan.

Terpopuler