Rabu, 24 Oktober 2012

Aha,Saya Lupa Mencatat Pak Ahok....!

Basuki Tjahaya Purnama,akrab dipanggil Ahok beliau saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Saya bukan penganut yang hanya melihat darimana asal usul dan siapa keturunan siapa atau malah satu kepercayaan atau tidak dengan saya,jika menghormati dan mengambil pelajaran untuk kehidupan.

Saya suka mengambil dari siapapun dan dari apapun,jika sesuatu itu berharga,nyata,dan memang berkualitas,bermanfaat paling tidak untuk peningkatan kualitas diri sendiri.

Termasuk kepada Ahok,saya menghargai dan menghormati beliau sebagai pejabat yang paling tidak menurut berita saat ini,beliau seorang yang cerdas,amanah,sederhana,pintar,jujur,terbuka,tegas,simpel dan profesional serta tetap berwibawa.

Suatu hari,hari ini di kompas.com :

"Masa notulen mencatat pakai tulisan tangan? Ah, kampungan sekali. Mana itu Blackberry dan laptop yang dibeli dari anggaran miliaran rupiah? Masa tak ada satu pun laptop di ruangan ini," kata Basuki dengan nada penuh emosi.

..dan selanjutnya,masih dari sumber kompas.com,Ahok berkata pula :

"Mana orang saya? Panggil sekretaris yang bisa mengetik dengan sepuluh jari. Kalau sebelas jari itu sama saja karena lebih cepat dengan catatan tangan ".

Ini semua dikatakan Pak Wagub DKI,ketika para petugas notulanya tidak bekerja sesuai keinginan beliau.
(kompas.com/24-10-12).

***
Kesan yang sederhana dan nyantai tidak serta merta menjadikan mereka jatuh wibawanya,justeru wibawa sebagai pejabat yang merakyat,wibawanya ditambah dengan perasaan mencintai mereka.Karena keprofesionalan dikedepankan juga,saat ini tahun 2012 lah bro,memang layak untuk setingkat para pejabat dan memang ada anggarannya dari uang rakyat untuk itu,perangkat canggih untuk membantu melancarkan tugas mengabdi ke rakyat,saatnya digunakan.

Misalnya gadget dan perangkat komputer,SDM PNS yang berkualitas,sehingga pekerjaan untuk membangun kesejahteraan rakyat semakin efisien dan efektif.Khusus tentang SDM PNS sudah waktunya perekrutan (rekruitmen) PNS jangan ada lagi nepotisme yang dipaksakan,seseorang yang tidak punya keahlian apa-apa lalu menjadi PNS karena nepotisme dan membayar sejumlah uang sogokan sudah bukan zamannya lagi.

PNS semacam itu hanya akan memboroskan anggaran belanja saja,membuang-buang uang rakyat saja,kerjaan mereka hanya datang,baca koran,merokok,ke kantin dan pulang lalu diakhir bulan terima gaji buta.Sementara PNS yang lainnya sibuk dengan tugas yang menumpuk,karena rekan PNS yang dilingkungannya banyak PNS yang asal masuk saja tanpa keahlian.

Masa PNS ngetik saja tidak bisa cepat,atau menggunakan dua tangan saja,terutama yang berurusan dengan ke-jurutulisan.

Pernyataan Ahok di atas yang dimuat kompas.com tadi,seolah menyadarkan bahwa memang sudah saatnya,semua anggaran yang sudah direalisasikan harus digunakan dengan maksimal untuk kepentingan rakyat,termasuk harus ada upaya upgrade skill PNS dan sistem perekrutan PNS yang benar-benar berkualitas,berkeahlian dan berketerampilan sesuai bidangnya.

PNS yang jadi pegawai negeri hanya karena nepotisme dan menyogok sejumlah uang,lalu padahal tidak punya keahlian apapun,hanya bisanya merokok dan jajan di kantin,kini sudah bukan zamannya lagi.

Dan Ahok,wakil gubernur DKI telah menyadarkan serta menyindir halus dengan pernyataan ini :

""Mana orang saya? Panggil sekretaris yang bisa mengetik dengan sepuluh jari. Kalau sebelas jari itu sama saja karena lebih cepat dengan catatan tangan ".

***
Salam hangat semuanya.

Sumber/Inspirasi dari :di sini

Simpel Namun Tegas

Sosok Jokowi sebagai Gubernur DKI yang baru sangat menyimpan harapan besar untuk sebuah perubahan.Dimulai dari hal yang terkecil,dimulai saat ini,simpel namun tegas,dan yang paling berarti adalah bertindak.

Gerak kreatif Jokowi seolah tidak pernah padam,baik gerak fisik tubuhnya atau ide-idenya menuju perubahan,menuju pembangunan dan demi rakyat,demi kepentingan umum.

Saya rasa,semangat seperti inilah yang layak dipakai dan diamalkan oleh semua pemimpin di negeri ini.Pro kontra pasti banyak terjadi,banyak bermunculan namun saya yakin,selama Pak Joko Widodo dan kerabat kerjanya berjuang demi rakyat,pasti akan banyak elemen bangsa yang mendukungnya.Kalaupun ada yang tidak mendukung,mungkin yang kena "libas' efek Jokowi saja.

Tanpa melebih-lebihkan sebagai pribadi dan sebagai seorang manusia,bahwa Jokowi memang layak dijadikan acuan langkah-langkahnya dalam bekerja untuk rakyat.Setidaknya inspirasi membangun dan melayani rakyat ada pada gerak beliau selama ini.

Tidak atau belum mencakup semua bidang memang,karena Jokowi juga bukan manusia yang super duper tanpa kelemahan,namun semangat mengabdi kepada rakyatnya itu yang sangat layak kita apresiasi.

Saya yakin jika langkah pejabat seperti ini lalu didampingi oleh seluruh rakyat dan warga khususnya,maka tidaklah menutup kemungkinan bahwa ksejahteraan sedikit demi sedikit akan meningkat.

Selamat bekerja Mas Jokowi,terima kasih kepada media yang telah memberi banyak informasi gerak langkah inspirastif dan kreatif,dari salah seorang dari sekian juta yang lainnya anak bangsa yang masih amanah memegang amanat rakyat.

Saya jadi terinspirasi juga dengan gaya kepemimpinan Jokowi ini ,untuk memimpin di keluarga sendiri.


Minggu, 21 Oktober 2012

Harga Sembako dan Barang-Barang Naik ?

Ketika harga sembako dan barang-barang naik,artinya yang berpenghasilan tetap dari gaji uang anda nilainya menjadi berkurang.Inflasi di keluarga kita dimana kekuatan uang kita melemah,meskipun jumlahnya masih tetap seperti bulan-bulan yang lalu.

Jika tidak segera ditindaklanjuti denga langkah cerdas mengelola uang keluarga,maka kemungkinan anggaran rumah tangga menjadi defisit,kurang dan minus.

Celakanya,harga-harga di pasaran diluar kendali diri kita,waktu dan saatnya naik juga tidak bisa kita perkirakan dengan tepat,tanpa kompromi.Lalu sikap kita mengumpat segala pihakpun sama sekali tidak menyelesaikan masalah,misalnya menyalahkan pemerintah yang tidak bisa mengatur stabilitas harga atau menyalahkan pihak mana saja.

Setelah mengumpat bahkan demonstrasipun tetaplah yang namanya harga-harga barang kebutuhan,sangat jarang untuk menuju turun ke titik termurah lagi,kenyataan semua barang selalu melaju naik dan naik.

Lebih baik lakukan saran hal berikut ini,untuk menghadapi harga-harga kebutuhan hidup yang selalu naik :

1.Biasakan selalu mempunyai pos atau uang dana cadangan setiap bulannya.

2.Menambah dan mencari pendapatan tambahan atau ceperan.

3.Lakukan kebijakan uang ketat di keluarga

4.Tingkatkan efisiensi dan efektifitas dalam sehari-hari di keluarga,misalnya padamkan lampu jika sedang tidak digunakan.Menyetrika hanya baju yang penting saja,nyalakan tv ketika ditonton saja,mencuci pakaian dengan manual,hemat penggunaan air ledeng/air bersih dari PAM.

5.Membuat dan melaksanakan skala prioritas pengeluaran

6.Berusahalah untuk bergaya hidup sehat,agar tidak mudah jatuh sakit untuk semua anggota keluarga,karena jatuh sakit karena teledor dan jorok adalah pengeluaran biaya yang pasti akan mahal.

7.Memakai transportasi yang sama atau naik angkutan umum saja ketika berangkat bekerja dan sekolah.

8.PHK pembantu rumah tangga,dan siap terjun menjadi Ibu Rumah Tangga sekaligus menghandle pekerjaan rumah tangga oleh isteri saja.

9.Berusaha terus mencari penghasilan tambahan,atau minta lemburan ke atasan anda.

10.Belajat terus untuk menghargai uang yang sudah ada di tangan kita,baik uang kecil apalagi uang dalam jumlah besar.

11.Catat terus setiap pengeluaran setiap harinya.

Salam hangat.

Sabtu, 20 Oktober 2012

Jauh di Mata Dekat di Hati

Peribahasa inilah yang paling tepat untuk mewakili situasi yang saat ini saya rasakan,kepada seluruh teman di internet,di dunia maya.Teman blogger,teman blog komunitas,teman di jejaring sosial dan teman di yang selalu setia ber-kirim email dan kontak maya lainnya.

Pernah ada yang menulis,salah satu teman saya menyatakan bahwa ada satu hal manfaat penting yang lebih besar bisa berteman di dunia maya adalah bisa menjadi kaya.Kaya dalam arti menjadi banyak sahabat,beberapa diantaranya ada yang akrab dan seperti layaknya saudara.

Sejauh ini saya bergaul di dunia maya,belum ada dan mudah-mudahan tidak pernah ada " musuh', yang malah bukan berteman tetapi menjadi rival atau lawan.

Bersykur selama ini baik-baik saja,meskipun yang mengundang dan memancing permusuhan lewat komentar menjijikan pernah ada,tetapi alhamdulilah bisa saya atasi dengan cara saya mengalah saja,demi menang terus bersilaturahmi menjalin persaudaraan.

Selama ini yang saya rasakan adalah merasa dekat dengan semua teman dunia maya,baik yang lama maupun yang baru.Yang sudah pernah kontak atau yang belum pernah kontak,mungkin anda pernah hanya singgah saja di blog ini,saya haturkan salam kenal dan salam persahabatan.

Saya banyak sekali berguru dan memperoleh ilmu pengetahuan dari teman-teman dunia maya.Melalui blog-blog atau situs-situsnya atau melalui berbagai interaksi obrolan dan sebagainya di jejaring dan email.

Tidak bisa saya sebutkan satu persatu nama-nama teman dunia maya termaksud,termasuk anda yang sedang membaca tulisan ini.Engkau adalah saudaraku wahai pembaca.Engkau adalah guru-guru saya,engkau adalah sumber ilmu bagi saya,untuk semua itu terima kasih secara langsung maupun tidak langsung.

Jika selama ini ada tulisan dan konten serta aktivitas saya di dunia maya,menyinggung perasaan saudara-saudari,saya mohon maaf sebesar-besarnya.

Menjalin silaturahmi dan bertukar pikiran menuju hidup lebih baik adalah menjadi tujuan nomor satu saya ikut serta meramaikan dunia maya ini.Tidak kurang dan tidak lebih.Dan saya terus belajar dari anda semua.

Semoga Allah selalu menuntun kita selalu ada dalam keberkahan dan keselamatan dunia dan akhirat.Semoga selalu memberi hati dan pikiran kita yang sehat dan jernih dalam kegiatan silaturahmi ini,kepada kita semua.Amin Ya Rabb.

Walau kita hanya kontak di dunia maya saja,di internet saja,tetapi saya merasa dekat dengan anda semua.

Selamat pafgi semua.

Jumat, 19 Oktober 2012

Ketika Jokowi Cium Tangan Bibit Waluyo

Mau tidak mau sebagai bagian dari komunitas dumay saya ikut juga terbawa arus informasi media utama,terutama yang sedang menjadi trending topik di masanya.Tentu saja kita yang di blog pribadi menulis dengan opini dan persepsi diri kita masing-masing.

Seperti halnya dengan Jokowi (Joko Widodo) Gubernur DKI saat ini,segala tidakannya saat ini sedang di sorot-sorotnya ibarat ada pesawat CCTV di setiap Jokowi melangkah.Hal-hal detil beliau hampir tidak pernah luput dari pantauan para pembuat berita.

Hari ini di detik.com memuat berita tentang Cium tangan Jokowi ke Bibit Waluyo pada saat menjelang pelantikan walikota Solo.Ditulis di sana bahwa ketika Gubernur Jawa Tengah,Bibit turun dari mobil,Jokowi menyambut langsung beliau sang Gubernur dan menyalami seperti biasa dengan tambahan cium tangan,layaknya seperti kebiasaan pada umumnya di Jawa,cium tangan seorang anak kepada bapaknya.

Cium tangan dan membungkuk sedikit merendahkan tubuh,ketika bertemu dengan orang yang dirasa pantas untuk kita hormati,adalah sebagian besar adat kebiasaan di Jawa.Termasuk di daerah saya Jawa Barat Parahiyangan.

Kebiasaan tersebut sebagai warisan budaya leluhur,mencerminkan bahwa orang yang bersikap begitu adalah orang yang punya adab sopan santun yang baik.Meskipun sekilas menurut yang beraliran moderat,kebiasaan begitu adalah warisan budaya feodal.

Sepanjang adat dan kebiasaan itu adalah baik,menurut hemat saya tidak ada salahnya.Dan sebagai orang Jawa atau orang manapun,tentu saja tidak bisa begitu saja kita menghilangkan adat da budaya warisan leluhur yang telah melekat menjadi bagian dari kepribadian kita.Misalnya sikap cium tangan ketika bersalaman dengan orang yang dianggap lebih tua dari kita,termasuk kepada orang yang disegani dan dicintai.

***
Secara umum begitulah,kebiasaan sesuai adat dan budaya di masing-masing daerah kok,enggak ada yang aneh.Kalau di kita ada cium tangan,atau di Saudi ada pegang kepala dan mencium bagian atas kepala ketika menghormati orang tua atau guru.Kepala orang tua atau guru dipegang,lalu dicium bagian atas kepalanya.Atau adat dan kebiasaan daerah lainnya,sesuai warisan budaya setempat,itu semua wajar dan biasa saja.

Termasuk Jokowi bersalaman,membungkukan sedikit tubuh dan sikap cium tangan Bibit Waluyo.Semuanya sangat wajar,menunjukan bahwa secara umur Bibit Waluyo memang lebih tua dari Jokowi,secara jabatan dalam hal ini Bibit sebagai Gubernur Jateng bekas atasan Jokowi kemarin sore.

Dari sisi Jokowi,inilah pejabat yang setidaknya mencerminkan Jokowi sebagai orang yang mempunyai kebiasaan yang baik,berjiwa besar,mempunyai adab sopan santun yang baik,rendah hati serta menunjukkan bahwa beliau adalah orang besar.

***
Menariknya Jokowi dan Bibit Waluyo !Wartawan memang jempol hehe,kita pernah mendengar bukan,bahwa beberapa masa yang telah lalu,ketika Jokowi masih jadi walikota Solo dan Bibit sebagai Gubernur Jateng.

Iya,mereka pernah berselisih dan berbeda pendapat,bahkan konon Bibit pernah berkata bahwa Jokowi adalah walikota yang bodoh,ketika menolak pembangunan mall di Solo.Terkait dengan beberapa penolakan beberapa program provinsi oleh Jokowi.

Nah itulah menariknya.Dan ketika bertemu di acara pelantikan walikota baru Solo,mereka bertemu ketika sudah punya jabatan yang sama sebagai Gubernur,Jokowi memperlihatkan jiwa besarnya,yaitu bersalaman bahkan dengan cium tangan ke Gubernur Bibit,yang padahal beberapa waktu yang lalu pernah ada yang tidak sejalan pendapat dan kebijakannya mereka sebagai pemimpin.Bahkan media menulisnya pernah bersitegang..!

***

Ya,langkah para politisi memang sukar untuk ditebak.Sebagai sebagian dari aktivitas politik tentu saja kejadian-kejadian demikian tidaklah luar biasa di pentas politik.Tidak ada lawan atau teman yang abadi,yang abadi adalah kepentingan.

Tetapi khusus dalam hal Jokowi,saya melihat ada ketulusan di sana.Ada kepentingan memang,tetapi saya lihat masih ada kepentingan rakyatnya di perilaku dan kebiasaan serta sepak terjang dan berbagai kebijakan Jokowi.

Semoga,sosok-sosok pejabat 'seperti' Jokowi ini,semakin banyak di bumi Indonesia.Meskipun Jokowi bukanlah sosok yang paling sempurna,tetapi setidak-tidaknya,sosok pejabat seperti Jokowi adalah sosok pejabat dan pemimpin yang sedang dibutuhkan dan didambakan oleh sebagian besar rakyat.

Sosok pemimpin yang dekat dengan rakyat,tidak sombong,tanggap,cerdas,rendah hati,sederhana tetapi tetap berwibawa,profesional dan tegas tidak lamban serta berbagai sifat pemimpin ideal lainnya.

Maaf tanpa mengesampingkan sosok-sosok dan tokoh anak bangsa lainnya,yang tentu masih banyak dan sangat banyak yang lebih baik dari sosok Jokowi.

Tetapi ulasan ini kan sedang mengulas Jokowi,masa harus ditulis semua tokoh,wah cape saya gan hehe...!

Pokoknya semoga RI semakin maju dan jaya selalu.Merdeka!

Muter-Muter,Siapa Saksi Siapa Pula Tersangka ?

Humor garing gan...

Kasus-kasus korupsi di kalangan oknum pejabat kita di sono,kesannya muter-muter.Muter-muter artinya ya,muter begitu dari orang A lalu ada B,C ,D ,F bahkan sampai X,Y,dan Z berjejaring.

Saking banyaknya yang muter-muter,di salah satu komentar ada yang menggelitik saya,katanya,"..kasus pejabat di kita selalu muter-muter,kita kadang sampai bingung.Siapa saksi dan siapa tersangka ,kadang sampai lupa,"

Benar-benar sudah parah ya korupsi di negeri tercinta kita.Akibatnya pembangunan tersendat dan ketimpangan kesejahteraan terjadi.Wah..info membosankan....!

Ok,saya bukan mau ngomong korupsinya gan,ini lho yang kita mau bicarakan:

Perkataan dan pernyataan para oknum pejabat yang sudah masuk ke pengadilan,bicaranya jadi aneh-aneh dan ajaib,eh bukan...sorry..! Bukan aneh ya..? apa ya istilahnya ? Iya aneh lah..,atau jadi seperti panik dan rampang-reumpeung (b Sunda).Panik !..iya panik,jadi melakukan pembelaanya terkesan asal ngomong saking paniknya.Ya begitulah istilahnya.

Misalnya,ada seorang oknum anggota wakil kita (DPR) koruptor yang sudah divonis hari ini.Bahwa katanya ada sebagian uang yang dituduhkan KPK sebagai hasil perbuatan korupsi dan pencucian uangnya,adalah hasil dari bisnis ceperannya di sebuah tempat di bagian lain tanah air sono.

Lalu kata saksi-saksi yang dipanggil KPK tentang ini,bahwa kata saksi-saksi,"..transaksi bisnis ceperan si Anu,oh itu tidak ada yang bertransaksi lewat bank..." Padahal kasus yang menjeratnya adalah hampir semua bertransaksi dengan Bank,termasuk bertambahnya nilai harta sang "beliau".

Hihi...,jelas berbohong ketahuan sekali bohong dan berbicara dibuat-buatnya,membuat kita tersenyum simpul menyimaknya.Hanya bisa tersenyum simpul saya.Oknum anggota yang terhormat (baca oknum DPR,wakil saya dan anda WNI),yang kita percayai bisa mensejahterakan kita rakyat,ternyata suka bohong.

Ups,sorry saya tidak menyebut sebuah nama lho,bukan takut tetapi ya karena ini blog pribadi,terus terang sangat hati-hati saya,kalau untuk menyebut dan beropini buruk untuk kepada seseorang.Manulis nama seseorang dengan konteks isi berita.Kenapa..?

Iya takut saja kalau menyebut nama atau initial pribadi tertentu,takut dikemudian hari ada salah fakta yang sesunugguhnya ternyata tidak sesuai dengan tulisan kita.Dan blog pribadi ini,bukan tempat yang tepat untuk berbicara lebih jauh tentang "negara' (politik praktis) dan segala permasalahannya.Dan saya selalu memagari diri sendiri agar di blog ini tidak ada opini tentang berita seseorang yang bukan dari hasil cek ricek dan menggalinya dengan mata kepala sendiri dari sumber beritanya.

Saya nyalinya kecil..? Ya silahkan disebut kecil juga bisa,hehe.Tetapi bukan masalah nyali kecil atau tidak kecil untuk beropini dengan topik menyebut nama seseorang,hanya sebagai blog pribadi saya rasa masih banyaklah topik yang lain yang lebih bermanfaat.

Lha,lalu kenapa tulisan ini (berbau politik) saya tulis..? Yah,ini kan bukan ulasan politik..mari lihat judulnya.. Judulnya adalah "Muter-Muter"...hehe.

Ya sudah kita sudahi saja,ulasan muter-muter membikin boros waktu dan fulsa internet saja ya ?

NB; maunya sih ini masuk kategori humor..tetapi saya lupa malah memasukannya ke label catatan ringan hehe. Salam semua terima kasih telah menyimak dan membaca.

Kamis, 18 Oktober 2012

Memilih dan Memilah Saran

Bagi anda yang suka mampir ke: www.papanputih.com,miliknya Mbak Ridha (Aridha Prasetya),pasti pernah membaca postingan dengan judul yang hampir sama.Di sana tertulis memilih dan memilah nasehat.Kalau saya, memilih dan memilah saran.

Sederhana saja,hemat saya bahwa nasehat dan saran beda-beda tipis maknanya,bahkan artinya bisa saja sama.Yaitu anjuran atau petunjuk.Biasanya tergantung jenis masalah,bisa berbentuk rangkaian sejumlah alternatif dan atau berbagai macam pilihan penyelesaian masalah.

Tetapi intinya saran dan nasehat adalah petunjuk untuk berbuat sesuatu.

Secara sederhana pula saya membedakan keduanya,kalau nasehat adalah sumber yang memberi petunjuknya seolah-olah setengah menegur kepada yang diberi nasehatnya,jadi derajat yang memberi nasehat biasanya lebih tinggi dari derajat yang dinasehati.Dan biasanya pula,nasehat adalah berisi saran-saran atau ajaran dan petunjuk baku kepada kebenaran atau jalan yang lurus,kebaikan.

Misalnya nasehat dari orang tua ke anaknya,nasehat dari orang pintar ke orang bodoh,dari guru ke murid,dari ahli agama orang soleh ke umat atau jemaahnya dan sebagainya.Dan kesannya menggurui tetapi menuju jalan yang lebih baik jalan lurus.

Sedangkan "saran", kesannya adalah umum,universal,kesamaan derajat,kelas atau persamaan status dan tidak bernada teguran sebagaimana nasehat.Bahkan saran lebih terbuka dan demokratis,saran lebih enak diterima oleh orang dewasa,karena kesannya tidak menggurui,isinya bisa saran untuk menuju kebaikan atau malah sebaliknya berisi saran yang menuju kepada keburukan.

***
Menurut Mbak Ridha,bahwa menentukan dan memilih siapa orang yang layak di dengar nasehatnya juga sama susahnya dengan memilih dan memilah berbagai alternatif nasehat itu.

Kalau untuk Nasehat (Nasihat),tentu dalam beberapa hal bisa jadi,saya sepakat yaitu susah untuk memilih dan memilah Penasehat dan Isi nasehatnya.Karena penasehat haruslah orang yang sudah lebih baik dari isi nasehatnya,derajatnya harus lebih tinggi dari yang dinasehati.

Ditambah dengan isi nasehat itu sendiri,karena cenderung bersifat teguran dan anjuran yang menggurui dan kaku,maka nasihat kadang dianggap tidak selalu sesuai bagi segala orang.Karena belum tentu sebuah nasehat akan sama cocoknya dengan aspek dan variabel masalah di orang yang dinasehati.

Tetapi,jika kita memandang suatu nasehat adalah sebagai "saran" saja,lebih "demokratis" dan terbuka,lebih fleksibel dan tentu lebih bisa diterima karena nadanya tidak menggurui,termasuk berisi berbagai macam alternatif yang komplit,maka menerima dan mempertimbangkan sebuah saran lebih mudah dan gampang.

Mudah dan gampang ketika kita tidak harus memilih dan memilah siapa pemberi saran dan apa isi saranya sesuai atau tidak sesuai dengan variabel dan aspek problem masing-masing.

Saran dengan gampang kita terima saja,bahkan saran bernilai sampahpun kita terima saja,dari siapa saja dengan tujuan supaya kita mendapat banyak bahan untuk memecah masalah.Karena saran statusnya bebas,jika sesuai degan aspek dan variabel masalah kita,ya kita ambil saran itu.Tetapi jika tidak sesuai dengan kita tentu saja buang atau lewatkan saja.

Berbeda jika sebuah nasehat,sebuah nasehat jika tidak dijalankan apalagi ada ewuh pakewuh dan sungkan terhadap si penasehatnya,tentu saja tidak bebas melepas dan menyeleksi membuang sebuah nasehat.Karena nasehat kebanyakan berisi nilai-nilai yang baik dan cenderung yang benar saja.

Sebenarnya beda tipis saja antara saran dan nasehat,Nasehat seakan ada beban moral untuk dilaksanakan,atau dipaksakan anjuranya karena bisanya pemberi nasehat adalah orang yang nilainya lebih tinggi dari penerima nasihat.

Dan kalau saran bebas-bebas saja biasanya sumber saran dari berbagai sumber sembarangpun masih bisa kita terima,untuk selanjutnya diseleksi secara pribadi.

Tetapi untuk "mengkonsumsi" saran,kita bebas saja dari berbagai sumber tidak terbatas.Dan penentuan terakhir semuanya tergantung situasi dan kondisi masalah kita masing-masing.

Nasehat terdiri dari nilai-nilai baku,sedangkan saran terdiri dari berbagai nilai,baik nilai baku,tidak baku,buruk,bagus dan banyak hal-hal yang baru bisa muncul dari yang namanya saran ini.

Untuk mudahnya menerima sebuah "nasehat' maka saya selalu segala nasehat dianggap adalah sebuah saran.Nasehat boleh saja,tetapi kitalah yang menentukan.

****
Dan semuanya adalah tergantung anda,tergantung kita memilah dan memilihnya.Termasuk tergantung anda mau bingung atau tidak dengan isi tulisan ini.

Saya juga yang menulisnya bingung sendiri gan..hehe.

Jadi sebenarnya maksud saya menulis ini apa ya....? Nah,kasih "saran" dunk di komentar...!hehe.
Saya tunggu ya,terima kasih telah membaca.

Salaman hangat.



Humor : Oh,Profesional dan Ahli Itu Yang Gini Ya ?

Profesional biasanya ditujukan kepada orang yang ahli di bidangnya tetapi jenis pekerjaannya formal.Biasanya....! Dan kepada kaum tenaga terampil untuk yang ahli di bidangnya,namun jenis pekerjaannya informal,serabutan,buruh kasar suka disebut Tukang.

Tukang,Ahli dan Profesional artinya sama yaitu seseorang yang sangat memahami dan menguasai betul pekerjaannya.

Seorang Insinyur Listrik misalnya,akan sangat menguasai betul sampai detil yang terkecil dari hal tentang listrik,sampai bisa menyambungkan kembali bohlam lampu yang sudah mati karena putus..!lah...apa iya ? seharusnya Iya..harus bisa.

Atau beliau Insinyur listrik akan tahu jikalau sedang bertamu di sebuah rumah,lalu di atas genteng ada kabel yang kornsleting.Dari bau kabel yang terbakar sudah tahu dimana letaknya lokasi konslet itu.Saking ahli dan profesionalnya Insinyur Listrik.

Atau seorang sopir,seorang sopir yang sudah ahli akan dengan mudah merasakan bahwa tekanan ban kanan atau kiri depan belakang bannya ada yang tidak seimbang ukuran anginnya.Bahkan ketika menambah angin dari kompressor mereka tidak menggunakan meteran ukuran tekanan ban lagi,cukup oleh insting "keahliannya".Dan ketika diukur ternyata ukuran psi -nya tekanan ban sama besarnya,padahal ketika mengisi angin sang sopir hanya memakai perkiraan saja.

Atau seorang Bidan yang profesional sudah tidak harus memakai alat USG lagi,ketika meraba dan melihat wanita hamil sudah bisa langsung menebak,kapan bayi itu lahir dan dan berapa umur kehamilan seseorang.hanya dari melihat dan meraba saja.

Atau seorang dosen,akan sangat tahu dan mengerti,Kuliah atau cara mengajar yang bagaimana yang materinya bisa langsung masuk ke otak semua mahasiswanya.Bahkan bisa menembus otak siswa yang paling bodoh sekalipun,hanya dengan gaya mengajar sang dosen atau guru tersebut sudah profesional.

Guru yang ahli dan baik adalah sudah tidak ada lagi kamus bahwa anak didiknya seolah-olah begini...,ah itu sih anaknya bodoh,...ah itu sih anaknya telat mikir,....ah itu sih anaknya IQ jongkok.Jika profesional semua anak didik atau mahasiswa akan selalu mengerti setiap seorang guru mengajar atau memberi kuliah.

Lah kalau hanya masuk dan dimengerti oleh anak didik yang pintar saja,orang yang bukan guru atau dosenpun bicara di depannya akan cepat dimengerti bukan ? Tugas guru dan dosen adalah membuat orang bodoh menjadi pintar,orang tidak tahu menjadi tahu.siapapun orangnya,kalau profesional tentu bisa memintarkan mereka walau mereka bodoh.Dan gaya mengajarnya past akan selalu dimengerti oleh yang bodoh sekalipun.

Atau tukang ojeg,yang ahli dan profesional adalah tukang ojeg yang tahu semua rute di wilayah kerjanya.Sampai ada galian lobang di semua lokasi jalannya dia tahu,sampai nama-nama gang dan kampung di wilayahnya dia tahu,sampai bagaimana bersikap ketika wanita penumpangnya jika jalanan menurun mendesak tubuhnya ke punggung dia.

Tukang ojeg yang profesional,akan sangat tahu kapan polisi bertugas dan suka menilang mereka,kapan harus ngetem dan kapan harus "nyodok' dalam mencari penumpangnya.Dan akan sangat tahu ,diantara sekian ratus orang yang sedang berjalan di trotoar,beliau tahu mana bahasa tubuh orang yang sedang mencari ojeg dan yang sedang jalan-jalan biasa saja.

Seorang sopir angkotpun demikian,sangat tahu membedakan dari sekian puluh orang yang berjejer di pinggir jalan,belaiu tahu mana yang calon penumpang dan mana yang sedang mejeng doang di pinggir jalanan.

Konon kata teman saya,yang profesional dan ahli itu,salah satunya adalah yang seperti gambaran terkecil di atas tadi.

Termasuk,Pembaca yang ahli baca dan profesional atau kutu buku atau kutu internet hehe,akan dengan mudah menebak dan merasakan mana tulisan humor dan mana tulisan yang "garing" haha

Dan bersyukur kalau anda merasakan saat ini sedang membaca tulisan garing,maka artinya anda memang kutu buku asli eh..tukang baca..pembaca profesional.hehe..Secara ini tulisan bukan humor,serius juga bukan ya gan..hehe,,ini hanya tulisan garing saja.

Tetapi sekali-kali keripik yang garing juga enak buat dinikmati,semoga...

***
Pertanyaanya : Sudahkan diri kita profesional di bidang kita masing-masing..?Sehingga kita layak disebut ahlinya?

Jika sudah,artinya anda sangat gampang mencari uang.Percayalah..

Terbaru

Blog Masih Hidupkah,Masih Laku?

Di tengah gempuran banjir informasi disertai kemajuan super cepat perkembangan teknologi informasi yang selalu terbarukan secepat "kila...

Terpopuler