Selasa, 23 April 2013

Rambut adalah Mahkota

Kalimat indah lama ini tetap berlaku sepanjang masa,yang menegaskan bahwa fungsi rambut di bagian kepala bagi manusia sangat penting.Baik untuk menjaga kesehatan kepala atau untuk keindahan.

Fungsi kesehatan rambut bagi kulit kepala adalah untuk membantu menstabilkan suhu di sekiar bagian kepala kita,fungsi estetis adalah ibarat mahkota yang menambah pamor,wibawa,serta keindahan penampilan seseorang.

Model rambut yang kita pilih,kesehatan dan kualitas rambut yang kita miliki sangat berpengaruh bagi orang lain mengapresiasi diri kita.Apakah kita dinilai culun,berwibawa,menarik,dewasa atau kanak-kanak bisa dipengaruhi oleh penampilan rambut dan gaya rambut.

Rambut yang sehat,terawat,indah dipandang,tidak terlalu neko-neko modelnya menggambarkan seorang yang matang,dewasa dan punya kepribadian yang menawan.Itulah paling tidak contoh orang lain melihat diri seseorang.

Rambut acak-acakan,tidak terawat,tidak sehat dan modelnya semau gue,menggambarkan bahwa seseorang sedang dalam masalah dalam hidupnya,atau minimal menggambarkan sedang ada konflik pribadi di dirinya.

Menyayangi,merawat dan memelihara rambut adalah sebagian dari mensyukuri nikmat Tuhan.Selamat merawat dan memelihara rambut kita.Termasuk merawat dan memelihara rambut di bagian badan lainnya...? Ups..!

Minggu, 21 April 2013

Penulis "Tukang Tulis",Tukang Gigi bukan Dokter Gigi

Tukang dan ahli memang tipis perbedaannya,namun jelas lain dong,terutama jika dilihat dari hal latar belakang akademis.Dari segi pendidikan formalnya,jika kita mendengar wartawan pasti identik dengan sarjana komunikasi atau sarjana penuh paling tidak.Tetapi jika mengenal blogger,penulis blogger belum tentu seorang sarjana sastra dan bahasa,terbolak ya nulisnya hehe.Belum tentu sarjana bahasa dan sastra maksud saya.

Jika mendengar tukang gigi dan dokter gigi,beda sekali.Tukang gigi adalah yang ahli memasang gigi palsu dan urusan pergigian,hasilnya tergantung orangnya,beberapa orang bisa lebih baik pasangan giginya dari seorang dokter gigi hasil memasang gigi palsunya,Karena sudah mahir dan berpengalaman dibanding dokter gigi yang masih baru praktek misalnya.

Dokter gigi,ya tukang ahli gigi juga,tetapi ilmunya didapat dari pendidikan formal,dan mengetahui seluk beluk gigi dari A sampai Z.Tetapi dalam hal menempel gigi palsu,hasilnya kelihatan sama saja toh,gigi palsu terpasang di geraham seseorang.

Atau perbandingan lainnya,kita melihat tukang kaca mata (optikal) tentu beda dengan dokter mata,tetapi dalam hal menentukan dan bekerja di bidang perkacamataan pasti ada yang lebih mahir ahli optikal dibanding dokter mata yang baru,dalam hal memasang kaca mata baca seseorang.

Atau banyak juga seorang bengkel mobil yang sangat mahir dan "ahli' memperbaiki mobil,melebihi seorang yang keluaran baru dari pendidikan otomotif,padahal tukang bengkel itu tidak sekolah SMP sekalipun,tetapi mahir sekali memperbaiki bahkan jika ada modal mungkin membuat mobil juga bisa,saking mahirnya tentang memperbaiki mobil.

Cerita lain di dunia teknik sipil juga demikian,banyak tukang tembok atau kayu yang mahir membaca design atau rancangan dan membuat bangunan dengan lebih baik.Bahkan selanjutnya bisa membangun lebih mengerti dari seorang teknik sipil dalam hal hasil pekerjaannya.Tentu saja kalau teori dan ilmunya lebih banyak insinyur dong,namun maksudnya kemahiran di prakteknya suka banyak tukang lebih mahir daripada seorang insinyurnya.

Begitupun dengan dunia kepenulisan saat ini di blogging.Belum tentu seorang blogger adalah seorang sarjana jurnalistik misalnya,sarjana komunikasi,sarjana bahasa dan sebagainya.Beberapa blogger bahkan hanya SLTA saja,tetapi hasil menulisnya bisa lebih baik dari tulisan seorang sarjana bahasa dan sastra.

Hikmahnya,bagi sahabat blogger yang belum sampai ke pendidikan sarjana atau bahkan tidak sempat kuliah,untuk jadi penulis blogger bisa saja dnegan belajar terus dari teman-teman sarjana dan teruslah "berpraktek' menulis. Belajar sambil bekerja.Pasti bisa,walaupun hanya sebagai penulis sekelas tukang tembok,tukang  gigi,atau tukang servis mobil hehe.

Bagi teman yang kebetulan belum sarjana,Jadi penulis yang Tukang saja,tukang tulis juga saya rasa gak apa-apa.Semangat saja.Bukan penulis yang mendapat pendidikan formal,tetapi penulis yang bisa menulis dari banyak praktek saja di lapangan.Bukan wartawan yang mendapat pendidkan formal di jurusan kewartawanan,tetapi jurnalis tukang saja deh.Jadi pewarta warga,yang penting niatkan untuk selalu menebar manfaat buat khalayak.

Untuk adik-adik yang masih di bangku sekolahan,bersyukur dan teruslah semangat belajar,tuntaskan pendidikan Anda sampai titik darah penghabisan,hehe.Gunakan kesempatan selagi muda untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya.Karena jika pendidikan dan ilmu kurang,maka keahlian kita hanyalah sebatas "tukang',bukan disebut ahli hanya disebut mahir dan kualitasnya,hanyalah sekualitas "tukang'.

Terima kasih Anda untuk selalu mampir di blog saya yang kontennya ditulis oleh seorang "tukang tulis' semacam saya gan.Saya bukan "penulis' tetapi hanyalah "tukang tulis," sesuai ilustrasi tulisan di atas tadi.

Hanya satu harapan saya menulis di sini,semoga ada manfaatnya,dan blog ini selalu menjadi ajang silaturahmi,menambah teman,nambah sahabat,nambah sodara dan sodari.

Salam.

Konten yang Menghujat Agama atau Keyakinan

Bagi pemeluk suatu agama atau kepercayaan,sebadung apapun atau bukan orang alim sekalipun jika masalah agama dan kepercayaannya dilecehkan atau dihujat maka darahnya akan medidih satu perasaan sejumlah umat.Marah dan geram kepada si penghujat.

Apalagi sudah sampai ke kriteria menistakan agama,baik secara langsug atau tidak langsung.Umat agama manapun pasti akan marah bahkan akan mengejar si penghujat sampai kemanapun.Penghujat dan penista agama dari sejak internet muncul sudah banyak blog atau konten yang melecehkan.Terutama dibuat oleh yang (maaf) pembuatnya tidak dengan akun asli.

Dewasa ini yang sedang hangat kita saksikan adalah munculnya video oknum siswa salah satu sekolah di Sulteng.Mereka menari dengan membaca salah satu surat di kitab suci dan memperagakan gerakan salat dicampur menari.Meskipun sebenarnny jika melihat sepintas ,ini hanyalah buah keisengan anak-anak ingusan yang keterlaluan.

Di lain ranah di sebuah blog komunitas,ada yang sedang hangat konten yang dinilai teman-temannya sebagai pelecehan kepada agama tertentu.Maka seperti biasa,ramailah jagat dunia persilatan di sana.Yang pro dan kontra banyak memperbincangkan.

Dan karena pembuatnya sudah meminta maaf,lagian itu dikemas dalam sebuah cerita fiksi,yang nota bene fiksi adalah fiksi,bebas saja karena fiksi identik dengan "khayalan' saja.Tetapi meskipun fiksi bebas,mbokya jangan sampai melecehkan masalah kepercayaan,agama siapapun.Berbahaya dan sangat rentan serta sensitif sekali kepada konflik bahkan sampai bisa mengancam keselamatan diri.Para pemeluk agama fanatik akan mengejar Anda sampai di kenyataan.Mungkin saja toh.

***
Sebenarnya,hujat menghujat di ranah blog sudah hadir sejak dulu,saya yang mengenal blogging baru-baru ini saja,sekitar tahun 2006 an.Dimana jejaring sosial belum seramai sekarang,facebook saya pertama kali waktu itu hanya berteman 15 orang saja,karena jika saya online pun harus ke warnet.Lalu Yahoo Masenger sayapun hanya berteman 5 orang saja.Belum ramai blog komunitas,apalagi saya waktu itu hanya sebagai netter kadang-kadang saja.

Namun pernah mendengar dari teman-teman,katanya ini ada link alamat blog yang hebat menghujat agama saya.Ternyata setelah dibuka memang isinya hujatan-hujatan bahkan penistaan kepada agama yang dipeluk saya.Waktu itu semua yang membaca marah dan geram,namun apalah daya akunnya akun palsu.

Karena waktu itu tak seramai sekarang,interaksi komentarnya tidak terlalu banyak respon di bawah konten hujatan.Tetapi semua publik internet tahu alamat itu.mungkin pembaca juga tahu,mohon maaf enggak saya muat di sini.

Lain lagi dengan zaman sekarang,jika ada konten yang menghujat,meskipun kadang gampang segera dihapus,tetapi banyak rekan pembaca yang sudah dengan cepat mengcopy paste artikel hujatan.Bahkan beberapa orang sudah dengan cepat membuat file PDF nya.

Hikmahnya,memang layak hati-hati kalau menulis dengan soal keyakinan atau agama siapapun.Meskipun tulisan di media online bisa segera dihapus ketika menuai pro kontra,tetapi siapa tahu bagi aparat hukum dan orang yang perhatian pasti akan segera mengcopy tulisan hujatan kita dengan cepat,misalnya.Bahkan menyimpannya dalam file sejenis PDF dan semacamnya.

Meskipun di media online sudah dihapus,tetapi misalnya jika diperlukan penyelidikan secara hukum masih bisa diteruskan,dengan barang bukti file yang sudah dengan cepat didokumentasikan khalayak pembaca.

Semoga kita semua selalu dibimbing Tuhan setiap waktu.Salam berinteret sehat kawan semua,Salam silaturahmi.

Bahasa Blogger dan Bahasa Baku

Dalam berbagai paparannya tentang menulis,Kang Pepih Nugraha suka menyatakan bahwa memang beda antara bahasa di media online dan di media cetak.Kalau di media cetak tentu harus menggunakan ejaan dan bahasa baku standar EyD yang baik dan benar.Tetapi di media online,bahkan di media mainstream sekalipun bahasa online suka menggunakan bahasa yang lugas,serba praktis dan kadang-kadang serba cepat,ringkas bahkan alay.

***
Ketika kita mau mempostinga di blog pribadi,tak usah takut dulu dengan banyak kesalahan atau terlalu terpaku pada kemampuan dan penggunaan berbahasa yang harus sangat baik dulu.Tulis sajalah dahulu,lalu sambil berjalan terus belajar dan diperbaiki.Jika belum menulis sudah takut salah,yah,ide menulisnya pasti sudah duluan lari menjauh,bahkan raib hilang entah kemana.

Waduh maaf jadi sedikit menggurui gan,hehe! Bukan menggurui,aslinya ini pengalaman saya ngeblog di wall yang sedang anda baca ini.

Sengaja tulisan dari sejak tanggal 5 Juni 2011 tidak saya edit-(editing) lagi,supaya saya bisa melihat segala kekurangan di saat pertama kali belajar membuka blog di sub domain blogspot.Bahkan nama blog ini sempat beberapa kali berubah nama.Pertama kali saya kasih nama wierodjampang.blogspot.com,lalu dirubah jadi nuranibernada.blogspot.com dari situ dengan bantuan saudara saya di tanah air,karena saya gaptek mencoba memakai nama domain dot com.Jadilah bernadaindo.com.Hostingnya masih tetap di blogger,hanya berganti nama domain saja dari asalnya nge-sub domain ke blogspot,kini jadi bernadaindo dot com.

Tulisannnya,waduh sangat brekele dan belepotan sekali di awal-awal memposting tulisannya.Anda bisa lihat betapa belepotannya bentuk tulisan saya di sekitar tahun-tahun awal berdirinya blog ini.

Untuk mau mengedit lagi dengan seksama,saya pernah membaca saran seorang guru menulis saya,bahwa kata sarannya :" Yang sudah salah di tulisan yang lalu di media online semacam blog pribadi,jika tidak ada terlalu banyak waktu senggang,dan kesalahannya tidak terlalu fatal,masih bisa disimak dan ditangkap maksudnya oleh pembaca,maka biarkanlah dulu! Lebih baik menulis saja postingan yang baru,melaju terus ke depan...!".

Jadi ya,kalau ada waktu saya edit lagi itu postingan jadul,tetapi prioritas ya terus melaju membuat postingan anyar saja dengan sekuat tenaga lebih baik dari postingan yang dulu-dulu.Baik dari bentuk tulisannya maupun dari esensi dan substansi tulisannya.

" Wong ini namanya media online kok,salah ketik (typing error) dikit mah atau salah pemenggalan alinea,biarin saja dulu,mendingan waktu yang ada dibuat untuk membuat postingan baru lagi yang lebih baik..!" lagi-lagi terngiang suara saran guru belajar menulis itu.

Hari gini kan pembaca online secepat kilat mau mengklak-klik tulisan kita.Perbanyaklah konten kalau mau terus ada pengunjung.Konten asli buatan sendiri tentunya.Begitulah petatah petitih selanjutnya guru-guru saya.Entahlah ini benar atau enggak,hehe.

Meskipun begitu,langkah tersebut untuk diawal-awal jadi blogger.Tentu saja,semua kaidah yang baik akhirnya harus terus belajar dan diamalkan.Jangan terlalu bebas tidak karuan.Maksud guru-guru kami mungkin,untuk mengasah menuangkan ide saja dulu,perkara bentuk tulisan dan ejaaan,bisa dibetulkan nanti,bisa diedit lagi dikemudian hari jika di media online.

Selamat mencoba terus menulis bagi teman dan sahabat yang sama seperti saya,kaum awam menulis dan masih belajar menulis gaya tulisan blogger.Dan tentu saja kasih ilmunya ya gan,bagi agan-agan yang memang sudah kampiun,sudah ahli dan pakar di bidang tulis menulisnya.

Kepada para penulis yang sudah membagikan ilmu menulisnya di website atau blog-blog pribadinya,atau di jaringan pribadinya,saya haturkan terima kasih,Semoga menjadi amal baik bagi Anda semua.

Salam silaturahmi,salam blogger.

Sabtu, 20 April 2013

Apa Jadinya jika Wartawan Portal Berita Menanggapi Komentatornya?

Komentator (yang mengomentari suatu postingan atau artikel di media online),di media internet saat ini sudah memprihatinkan sekali.Jangan kata di blog-blog komunitas yang nota bene interaksi dua arahnya sangat dekat dan langsung menuju akun pengirim tulisannya.Di portal berita saja sudah demikian membabibuta komentator iseng tersebut.

Taruh saja misalnya,ketika ada wartawan yang memberitakan suatu peristiwa tertentu sesuai hasil temuannya,maka komentar di bawahnya pasti suka ada yang tidak nyambung.

Yang tidak nyambung dan tidak setia pada topik sudah biasa,ngawur,lah ini yang lebih parah banyak komentar yang menyerang si penulisnya.Menyerang wartawan atau editornya,misalnya wah berita gak mutu ginian kok dimuat ? Perlu belajar lagi nih wartawannya,atau yang lebih pedas ini wartawannya gak ada berita lain ya? dan sebagainya.Atau menyerang media yang memuatnya.

Padahal,kalau kita menyadari mereka kan hanya mewartakan,ya sudah,mau tertarik atau tidak silahkan,Jika tertarik ya baca,jika tidak tertarik ya lewatlah,klik artikel yang lainnya.

Tapi yaitulah ini internet cuy...! hehe! Maaf ini internet gan..! Begitulah adanya.Nah lalu bagaimana sikap para pengelola media dan wartawannya,dengan komentar sok pintar namun konyol seperti ini ?

Ya,mereka jalan terus saja.Coba kalau terus melawan pancingan perdebatan mereka.Bisa-bisa wartawan itu tak dapat berita baru lagi,karena sibuk mengurusi para komentator.

Begitupun di blog keroyokan atau blog pribadi,jika menemukan komentar dan tanggapan yang "ngawur''begitu, ya biarin saja,Kalau mau dihapus saja,atau biarkan saja tanggapi seperlunya.Buang-buang waktu saja melayani macam begituan.

Di Internet,Isu Global Pengaruh Juga ke Tulisan Kita

Saat dunia internet seperti sekarang sedang booming-boomingnya,ketika kita sudah menjadi bagian dari masyarakat internet,mau tidak mau harus pula menerima konsekuensinya.Yaitu ketika opini atau bahkan reportase sekalipun hasil tulisan kita,harus siap-siaplah ada yang suka dan ada yang engggak suka.

Masyarakat internet terdiri dari berbagai rupa dan macam perbedaan,mulai dari perbedaan umur,perbedaan latar pendidikan,perbedaan budaya,adat istiadat,perbedaan suku,agama,ras hingga perbedaan pengalaman dan cara belajar serta pandangan hidup masing-masing.

Hal tersebut membuat sebuah opini atau tulisan yang dilempar ke ranah internet dan bisa diakses oleh umum,akan menuai berbagai tanggapan.Baik tanggapan yang berupa komentar langsung di kolom dinding publiknya atau tanggapan tidak langsung di bentuk lainnya.

Ulasan atau opini,postingan dan tulisan yang kita sampaikan ke publik internet,bahkan dengan hanya memposting tulisan pengalaman pribadi saja,satu atau dua gelintir pembaca pasti akan ada yang kontra bahkan tidak sedikit yang menghujat tulisan kita.Padahal hanya menuliskan pengalaman pribadi saja.Hehe..ampuun internet!

Apapun,bagaimanapun,sebaik atau sebagus apapun bentuk,tema,topik,atau substansi sebuah tulisan kita,maka yang kontra bahkan menghardik dan mencela akan selalu ada.Karena bervariasinya berbagai latar belakang para pembacanya.

Misalnya,saya sebagai TKI yang sedang tinggal di Riyadh ,KSA.Ketika mengirim tulisan tentang pengalaman saya pribadi yang berkaitan dengan Saudi,dengan harapan agar ada manfaatnya untuk sesama,tidak jarang banyak yang menyalahartikan maksud dan esensi tujuan tulisannya.

Mereka suka menggeneralisir bahwa ketika saya menulis tentang Saudi,artinya saya pro Islam,pro Saudi dan atau lebih jauhnya saya sebagai penganut apa yang mereka katakan kaum wahabi.Atau yang lebih pedas mencap saya yang pro negeri onta,tidak mencintai tanah air dan sebagainya,wuah kelewatan sekali bukan ?

Hehe,memang lucu jadinya.Dan saya menyadari itulah resikonya kita bermain di dunia maya internet.

Harus siap dengan itu,menghadapinya dengan bijaksana,membutuhkan semangat kesabaran yang tinggi.Jika kita tidak siap dikomentari atau direspon berbagai jenis respon publik di internet,maka saya sarankan sudahlah kita tidur saja,jangan bermain di sana.

***
Apalagi kesempatan di internet untuk membuat akun-akun dengan nama anonim dan anonymous atau memakai nama samaran,bahkan memakai nama palsu.Jadi komentar mereka yang entah karena iseng saja,atau memang sungguhan bahkan bisa dengan bebas mencaci maki atau menjatuhkan seseorang atau menentang substansi tulisan dengan membabibuta.Sudah tidak lagi memakai etika.

Etika...? Wah,jangan berharap terlalu banyak dengan etika berkomentar jika di ranah maya internet.Karena sebab itu tadi.

***
Seterusnya,tulisan di internet sangat rentan dengan perbuatan copy paste yang tidak bertanggungjawab,menjiplak seenaknya dan mengcopypaste seenaknya pula.Hal ini tidak bisa kita hindari,ya begitulah resikonya,

Makanya di Wikipedia,disarankan jika mau mengisi tulisan di sana disarakan agar kepada para anggotanya "jangan menulis atau membuat artikel sebagai hasil penelitian pribadinya di internet yang dapat dibuka publik !",karena situs besar tersebut sudah mengetahui bahwa di internet rawan plagiat dan jiplak menjiplak dengan mudah.

Meskipun di widget atau teknis blog ada juga cara mengunci tulisan supaya tidak bisa dicopy paste,itu hanya sebatas kunci kepada pengguna internet awam saja,Bagi yang sudah ahlinya teknologi internet sebuah hal mudah untuk menjebol mengcopipaste sebuah blog yang diberi widget anti copy paste sekalipun.

Jadi,jangan tayangkan hasil penelitian Anda di internet,jika hasil penelitian Anda itu mau aman tidak mau diplagiat orang jahat.

***

Selamat berinternet sehat sodaraku semua,salam hangat,salam berbagi.


Jumat, 19 April 2013

Peluang Usaha! Mengakuisisi Usaha yang Bangkrut atau Dijual

Akuisisi dalam arti yang sesungguhnya suka digunakan untuk istilah pengambilalihan kepemilikan atau aset perusahaan,biasanya digunakan untuk perusahaan-perusahaan yang sudah besar.

Maksud di tulisan ini mencoba mencari peluang usaha dengan mengintip jenis usaha kecil dahulu untuk kita beli tempat atau jenis usahanya.Tidak usah yang besar-besar dululah,bagi yang masih berangkat dari kecil misalnya : cara membeli kios di pasar-pasar induk kepada pedagang yang bangkrut,terlilit hutang dan mau menjual tempat usahanya,adalah hal yang paling mungkin dilakukan saat ini.

Termasuk membeli sebuah warung atau toko di kampung yang pemiliknya mengalami kolap dan bangkrut dan mau menjualnya.Membeli dan meneruskan perusahaan lainnya jika dana dan keuangan kita memungkinkan.

Kali ini kita fokus ke bidang usaha kecil saja,misalnya Anda masih bingung mau buka usaha apa,maka persiapkanlah dulu uang di tempat aman (di rekening bank).Lalu bergaul dengan teman-teman atau komunitas usaha kecil,di pasar,di kampung,di pertokoan atau di jalanan.Dimana saja bagi yang percaya dengan situs-situs online,ya browsing dari internet juga tidak ada salahnya.

Mencari pengusaha atau pedagang yang mau menjual tempat usaha dan sekaligus jenis usahanya.Atau lebih fokus lagi,mencari yang mau menjual tempat usahanya saja deh,bisa berbentuk kios,rumah makan,lapak,atau toko bahkan tanah kavling misalnya.

Di setiap tempat atau kompleks pasti akan ada selalu pengusaha atau pedagang yang sedang membutuhkan uang karena berbagai masalah pribadinya.Akhirnya mereka akan menjual aset dan tempat usahanya.(Khusus untuk jenis usaha kecil).

Langkah pertama,pergilah setiap hari ke pasar-pasar,atau ke kompleks pertokoan,atau ke kerumunan padagang sekelas dan sekemampuan keuangan Anda.Cari informasi sekitar sana sambil "mengnvestigasi' siapa tahu ada yang mau menjual atau manggadaikan tempat usahanya.

Setelah dapat tempat usaha yag mau dijual,maka jangan lupa cek rechek surat-surat dan dokumen kepemilikan dan izin usahanya.Jangan lupa jika jadi bertransaksi membeli tempat dan usaha baru,libatkanlah pemerintahan setempat untuk meyakinkan dan membuktikan bahwa transaksi kita sah menurut hukum dan peraturan di lokasi usaha yang kita "akuisisi' itu.

Selamat mencari peluang usaha,dengan cara mengintip dan akhirnya membeli tempat usaha yang sudah berjalan tetapi mandeg dan dijual oleh pemilik lamanya.

Percayalah,di setiap lokasi akan ada yang mau menjual tempat usahanya,baik yang masih kecil maupun usaha yang sudah besar.Tergantung kesediaan anggaran keuangan Anda.

Kamis, 18 April 2013

Pengaruh Tempat Kepada Hoki dan Produktivitas

Tempat dalam arti haqiqi atau kenyataan dan dalam arti tempat di dunia maya saat ini (on line internet) atau tempat dan ruang dalam arti lainnya.Pengaruh tempat bisa saja mempengaruhi kepada produktivitas termasuk kepada hoki.

Tidak bisa dibuktikan secara empiris namun bisa dirasakan pengaruh dan hawanya.Sebagai contoh,ketika Anda yang suka menulis atau blogging dengan menempatkan gadget di meja makan atau di dapur pasti akan berbeda suasananya kalau komputer,laptop diletakkan di meja kerja misalnya.

Atau ketika komputer disimpan di tempat tidur atau di ranjang maka suasana menulis akan berbeda dengan jika ditaruh di meja tamu.Akan terasa oleh diri sendiri di tempat-tempat tertentu hawa produktif dan pikiran banyak memperoleh ide dan akhirnya bisa banyak menghasilkan kebaikan.Banyak menghasilkan,banyak bermanfaat dan merasa senang.

Begitupun dengan tempat untuk rumah tinggal atau tempat usaha.Tidak sedikit sebuah tempat usaha yang sempit,berada di tepi jurang jika membangunnya harus mengeluarkan biaya ekstra karena harus memasang pondasi cakar ayam di bawahnya.Tetapi tempat tersebut membawa hoki kepada pemilik dan yang usaha di sana.

Sebaliknya ada pula yang kelihatan tanahnya lapang dan lebar,dengan gedung yang baik dan baru tetapi malahan jika ditempati tidak terlalu baik.Penghuninya banyak menderita sakit,jika dipakai untuk usaha selalu rugi atau berbagai keburukan lainnya.

Meskipun sedikit Irasional,namun tetap kenyataan yang dirasakannya memang hoki setiap tempat itu berbeda.Tidak bisa dibuktikan secara empiris dan dikejar logika,namun bisa dirasakan langsung oleh yang mendiami dan mengalaminya.

Jika sudah demikian,Anda atau kita sedang dilanda terus ketidaknyamanan di suatu tempat dalam kurun waktu yang panjang,dan cenderung tidak ada perubahan ke yang lebih baik,bahkan buruk.Marilah kita berhijrah (pindah tempat) untuk mencari dan mendapatkan suasana dan hawa baru.Carilah tempat baru,rasakan suasana dan pengaruhnya paling tidak 3 bulan dicoba dahulu setelah kita berhijrah.

Salam silaturahmi.


Terbaru

Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran

Hari ini ,Senin 27 April 2026,ada reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran.Pelantikan langsung dilakukan oleh presiden di Jakarta. Harapan kami raky...

Terpopuler