Selasa, 20 Juni 2023

Seharusnya Agama itu Bisa Merubah Akhlak

Pada dasarnya,sejatinya Agama Islam diturunkan kepada Rasulullah,Muhammad SAW,tujuan pokoknya adalah untuk merubah atau membentuk akhlak manusia agar berakhlak mulia.

Agar manusia menjadi orang baik bukan jadi orang jahat.

Berakhlak mulia tidak berakhlak buruk.

Dan sesungguhnya syurga dan neraka itu bukan akan diterima nanti saja di alam akhirat,kenikmatan yang disimbolkan sorga imbalan bagi yang berakhlak mulia dan Neraka imbalan untuk orang jahat atau buruk akhlak,bisa dirasakan ketika masih di dunia juga.

Sorga dan Neraka akan langsung dinikmati bagi orang beriman yang berakhlak mulia,saat masih di dunia saat ini juga.

Berakhlak mulia misalnya,tentu saja hal pertama harus beriman dan Islam jika sebagai muslim.Akhlak yang baik diantaranya,berbakti kepada kedua orang tua,ke mertua,dan keluarga tetua di keturunannya serta hormat kepada seluruh orang lebih tua.

Bertanggungjawab kepada anak istri dan keluarganya.

Baik kepada Tetangga dan sesama makhluk Alloh siapapun itu.

Baik kepada alam semesta,tidak suka berbohong,tidak suka khianat,tidak iri dengki,selalu jujur,suka menolong,gemar membantu sesama.

Adil dan bijaksana,rajin,selalu bersih dan suka kebersihan,tidak dzolim ke siapapun,penuh kasih sayang ke setiap makhluk Tuhan.

Jujur,amanah,adil,bertanggungjawab,tidak boros,sederhana tidak berlebihan,bawaannya selalu mau menolong siapapun yang membutuhkan dan selalu menjaga perilaku,sikap dan tingkah laku yang baik-baik saja.

Selalu tafakur dan ikhlas diatur dan dikuasai oleh Tuhan,selalu bersyukur atas segala karunia Tuhan yang ditakdirkan kepadanya.

Jika melakukan kesalahan cepat sadar dan segera taubat memperbaiki diri lebih dan lebih baik dari sebelumnya.

Dan masih banyak lagi yang lainnya,contoh akhlakulkarimah yang bisa membuat hidup diberi kebahagiaan sorga dunia sejak saat ini juga.

Dikutip dari berbagai sumber,itulah diantaranya sifat dan sikap atau akhlak yang baik yang akan membuat sorga sebagai kebahagiaan akan selalu hadir di orang yang demikian.

Wallohualam,semoga walau hanya ibarat sebutir pasir di tengah gurun Sahara,tulisan ini bisa membuat penulis atau siapapun bisa mengamalkannya.

Sehingga hidup beragama kita tidak terus sibuk dengan syariat,tetapi dibarengi dengan mampu mengamalkannya.

Ilmu tanpa amal sia-sia,bagai pohon tak berbuah.

Semoga ketaatan ritual ibadah sesuai agama kita,juga bisa menjadikan agama yang kita anut dapat membentuk dan membuat pribadi kita menjadi manusia yang berakhlak mulia.

Amiin.

Jumat, 16 Juni 2023

Tetangga Rumah

Setelah menikah terus punya rumah,setelah ada rumah tentu kita punya tetangga,dari mulai tetangga yang paling dekat bersentuhan jadi batas areal tanah bangunan kita sampai tetangga satu blok atau satu kampung itu masih disebut tetangga.

Sebagai makhluk sosial tentu hidup kita memerlukan bantuan orang lain,atau setidaknya kita suatu saat pasti akan membutuhkan sesuatu dari orang lain termasuk tetangga.

Bertetangga artinya kita berhubungan dengan dunia luar rumah kita,kadang tetangga sebelah itu bisa jadi tulen orang yang sama sekali tidak ada hubungan kerabat,bisa pula tetangga beda agama,beda suku,bahkan beda bangsa.

Bertetangga dan bersosialisasi di pedesaan dan perkotaan sudah pasti jauh berbeda.Di pedesaan pada umumnya tetangga rumah masih ada hubungan kerabat bahkan tetanggaan dengan adik atau kakak kandung,paman bibi,kakek nenek dan  bahkan antar orang tua dan anak menantu.

Bertetangga di perkotaan atau di kompleks perumahan sangat heterogen,sangat akan terjadi kita punya tetangga yang berbeda-beda.

Pertanyaannya,bagaimana kita agar hidup bertetangga dengan baik ...?

Tentu jawabannya banyak,tetapi benang merahnya adalah kita harus mengenal atau tahu siapa tetangga kita.

Kedekatan dan keakraban mungkin tergantung kepada kebutuhan bersosialisasi per orang tidak akan sama.

Orang berkepribadian terbuka mungkin akan lebih aktif bertetangga lewat acara ke RTan,acara nikahan,kendurian,atau acara yang ada undangan pasti menghadiri dan ikut aktif beraktivitas.

Orang yang tertutup kemungkinan lebih sulit bertetangga,namun tidak harus juga memaksakan kalau bertetangga tidak nyaman.

Tetapi yang paling baik hidup bertetangga itu kita bisa minimal kenal mengenal nama masing-masing atau wajah tetangga.

Supaya mengantisipasi jika ada orang luar kompleks kita mudah mengenali jika ada tamu atau orang baru yang masuk ke kampung kita.

Mulailah dengan saling menyapa kanan kiri rumah,depan belakang saling menyapa seperlunya.

Terus bisa ikuti juga kalau ada pertemuan RT/RW,sekalian saling mengenal tetangga lebih banyak.

Keakraban dan keintiman antar tetangga sebaiknya hanya sekepentingan saja,sedang-sedang saja,saling menjaga jarak tetapi dekat,tidak terlalu akrab tapi mengenal mereka,dan tentu berhubungan ya hanya sebatas tetanggaan rumah saja.

Karena jika terlalu intim atau akrab apalagi sampai menembus batas privasi keluarga,hal begitu tidak baik untuk keharmonisan keluarga.

Saling menghormati,saling menghargai,saling tolong menolong dalam batas wajar tetanggaan,mengedepankan asas musyawarah bila terjadi salah faham atau ada konflik.

Mempunyai tetangga yang baik,bisa dibilang Anda orang beruntung,karena hal yang terdekat  mengetahui kondisi sehari-hari dan orang paling dekat bisa dimintai bantuan darurat adalah tetangga.

Kamis, 15 Juni 2023

TK,SD,SMP,SMA Diwisuda?

Saya masih punya anak usia SD,baru saja juga ada yang baru diwisuda TK,dan bagi saya ampun terasa berat,biayanya jadi ada tambahan.

Jadi serba salah,anak diikutkan biaya lumayan berat untuk ekonomi keluarga seperti kami,tidak ikut wisuda,kasihan anak jadi minder dan tentu saja namanya anak-anak seperti biasa ketika mencoba saya menolak ikut wisuda,mereka nangis......!

Tidak tahu pasti saya kapan dimulai ada acara wisuda di tingkat SD hingga SMA.

Sebagai lulusan SMA tahun 1992an yang saya ketahui,waktu itu acara wisuda adalah peristiwa "sakral" ketika seseorang lulus dari bangku kuliah,...ketika jadi sarjana lah wisuda diadakan.

Untuk acaranya penulis mungkin bisa memaklumi,sebagai rangkaian mata acara hari kelulusan sekolah ada acara memakai Toga,baju seperti sarjana dan diserahi Surat Tanda Tamat Belajar,mungkin agar momen itu jadi lebih terkesan bagi siswa.

Tetapi muncul masalah kemudian,acara itu bagi sebagian orang tua siswa terasa berat di biaya.

Dan jika melihat berbagai komentar baik di medsos maupun di kolom suara pembaca,netizen sebagian besar tak setuju acara wisuda dilaksanakan di akhir tahun ajaran kelulusanTK, SD hingga SMA.

Ada komentar yang sedikit ekstrim,wisuda di tingkat itu apa manfaatnya...?

Pada umumnya mereka,orang tua siswa mengeluhkan karena akan ada pungutan biaya untuk pakaian,sewa gedung,sewa tempat dan bla-bla-bla........!

Intinya berat bagi orang tua seperti kami,karena setelah lulus mesti ada biaya lagi untuk meneruskan ke jenjang berikutnya.

Lucunya,ada sekolah yang sewa gedung di luar lingkungan sekolahnya,padahal di tempat mereka ada aula,ada gedung yang bisa dijadikan tempat wisuda,tapi malah cari tempat lain,sewa juga dan dibebankan ke orang tua siswa ....!!

Setelah didera pandemi covid19,sejatinya kondisi keuangan keluarga menengah ke bawah belum pulih benar,terasa berat bahkan untuk biaya sehari-hari pun masih berat bagi sebagian kami orang tua siswa.

Belum jika yang anaknya banyak,lebih dari. 2 orang,ekonomi pas-pasan,sudahlah gak bisa saya tulis "penderitaan" orang tua siswa selevel ini.

Padahal,untuk tingkat TK sampai SMA,yang nota Bene akan melanjutkan ke tingkat selanjutnya yang butuh biaya juga sejak pendaftaran,ongkos-ongkos,baju seragam baru,baju olahraga,alat tulis dan keperluan pendukung lainnya,biaya yang ini lebih perlu daripada dipakai untuk biaya "wisuda".

Semoga yang berkepentingan dalam hal ini,bisa mempertimbangkan kembali untuk acara kelulusan akhir tahun ajaran tingkat TK - SMA acara wisuda ditiadakan,atau diadakan tetapi biaya jangan dibebankan ke orang tua.

Senin, 12 Juni 2023

Miliki Keahlian dan Keterampilan,Gak Bakal Nganggur

Jika kamu anak orang kaya,pasti mampu menyekolahkan setinggi-tingginya dan tentu secara teori jika segalanya berjalan normal masa depan kehidupan kamu akan cerah,atau tidak akan sengsara.

Tetapi jika orang tua kamu kurang mampu secara ekonomi,tidak sanggup untuk membiayai kuliahmu,lantas dunia harus berhenti ...? Tentu tidak...! Hidupmu harus terus berjalan,dan harus bahagia,harus sejahtera,harus tidak sengsara.

Untuk hidupmu berjalan harus ada biaya hidup,mulai dari pemenuhan kebutuhan pokok,makan,minum,pakaian dan rumah yang layak hingga kebutuhan sekunder lainnya sesuai zaman,itu semua butuh biaya 

Belum lagi nanti jika sudah menikah,memerlukan biaya lebih banyak lagi dari sekedar memenuhi kebutuhan sendiri.

Biaya hidup diperoleh dengan hasil dari bekerja,baik bekerja sebagai wirausaha atau sebagai karyawan.

Baik wirausaha atau jadi karyawan,seseorang dibayar karena buah dari keahliannya,keterampilannya,atau karena jasanya sesuai level masing-masing.

Untuk yang lulusan perguruan tinggi dan menguasai ilmu dan teknologi tertentu hidup dengan " menjual" jasa dan ilmu mereka,sesuai bidang ilmunya bisa hidup berkecukupan karena bisa digaji lebih besar.

Atau yang berwirausaha yang sudah ada modal dasar warisan atau orang tua punya perusahaan,bisa berpenghasilan banyak dan hidup berkecukupan,itupun jika mereka kaum ini hidup benar dan baik,pasti hidup mereka langsung bahagia langsung senang dan tidak sengsara.

Tetapi jika orang tua pas-pasan,untuk buka usaha tidak ada,untuk kuliah apalagi tak ada biaya....? Jika tidak berjuang dengan baik,sangat berpotensi hidup kaum ini akan sengsara dan masuk jadi orang miskin.

Tapi jika berani berjuang,kamu yang berada kalangan ini banyak contoh mereka yang berhasil membuat diri dan keturunannya sebagai orang yang berkecukupan dan bahkan ada yang sukses berkelimpahan ilmu dan harta.

Kekuatan perjuangan kalangan kurang mampu memang harus lebih dan ekstra dibanding perjuangan anak orang kaya.

Pilihan untuk bisa kuliah dan berwirausaha sebagai pengusaha sangat harus diperjuangkan dengan berdarah-darah.

Jika kamu masih muda dan kebetulan ada di kalangan ini,maka harus segera dan sigap sejak muda usia lepas SLTA menempa diri dengan segala keterampilan dan keahlian yang wajib dimiliki agar bisa hidup dan mandiri.

Salah satunya adalah milikilah keterampilan tertentu,mulai dengan hal paling sederhana misalnya mulai ikut kursus bahasa Asing,sehingga bisa bercakap dengan baik aktif maupun pasif,ikuti kursus montir dan stir mobil,ikut kursus keterampilan tukang bangunan,ikut kursus menjahit,kursus kecantikan,kursus komputer,kursus apapun yang bisa menambah nilai diri Anda.

Dari memiliki keahlian atau skill tertentu itulah,kemudian kamu bisa menjual jasa atau jadi karyawan atau buka usaha sendiri.

Sampai tahap ini kamu sudah mandiri,sudah tidak membebani siapapun.

Miliki keahlian atau skill,keterampilan tertentu dan itu bisa " dijual ",baik sebagai karyawan atau usaha mandiri.Jadilah untuk permukaan perjuangan jadi,tukang atau terampil sebagai ahli AC,ahli tembokan,ahli jahit menjahit,ahli memasak,ahli perlistrikan,ahli elektronika,ahli komputer,ahli...ahli...ahli...apa saja yang positif.

Pasti hidup kamu enggak akan sengsara dan akan selalu ada kesempatan pekerjaan dan dibayar orang sesuai keahlianmu.

Selamat memperbaiki diri sendiri dan tetap semangat berjuang untuk mandiri dan bisa bahagia.

 

Minggu, 11 Juni 2023

Beli Mobil Keluarga Pilih RWD atau FWD

Ilustrasi Mobil untuk Keperluan Kerja atau Keluarga (foto koleksi bernadaindo)



Menentukan pilihan membeli mobil untuk keperluan keluarga atau bekerja sehari-hari boleh juga mempertimbangkan jenis mobil yang berpenggerak (gardan) depan atau berpenggerak roda belakang.

RWD adalah mobil berpenggerak roda belakang dan FWD sebaliknya atau berpenggerak roda depan.

Bagi kelas mobil keluarga menurut pengalaman saya mengemudi dan mengendarai mobil yang paling baik disesuaikan dengan kondisi rute dan tempat tinggal kita.

Jika kita bertempat tinggal di daerah pegunungan,perbukitan kondisi jalan yang masih belum bagus,banyak nanjak dan naik turun,sebaiknya memilih tipe mobil berpenggerak belakang atau RWD.

Jenis mobil RWD memang sedikit boros bahan bakar dibanding FWD,tetapi menghadapi jalan jelek dan naik turun cenderung stabil dan lebih kuat menghadapi tanjakan.

Jika rumah dan rute sehari-hari perjalanan kita banyak di tempat datar dan kondisi jalan umumnya bagus,atau di perkotaan yang meskipun banyak turunan atau tanjakan tetapi di kota pada umumnya kondisi jalan bagus,memilih beli mobil tipe FWD,berpenggerak roda depan lebih baik,selain itu bahan bakar juga relatif lebih irit dibanding kendaraan RWD.

Demikian menurut pengalaman penulis dilihat dari dimana kita tinggal,di daerah atau tempat lebih sering kendaraan digunakan.

Pada dasarnya mobil jenis apapun tidak masalah,mobil zaman sekarang sudah maju teknologinya sehingga pada umumnya aman dan nyaman dipakai pengendara.

Selamat membeli mobil baru..!

Selasa, 23 Mei 2023

Usaha Isi Ulang Galon Air Minum

Di satu sisi memang ironis sekali di tanah air subur Indonesia,untuk kebutuhan air minum yang bisa dibilang terjamin kesehatannya lumayan cukup mahal dibanding rata-rata penghasilan penduduk Indonesia.Dan padahal air bersih di pegunungan dan tanah melimpah kecuali di daerah industri atau tempat tertentu air tanah sudah tercemar,tetapi pada umumnya air bersih di kita sangat melimpah....air terjun,sungai,sawah airnya masih banyak yang bersih😅...bukan...?

Untuk harga air 19 liter air mineral siap minum yang bermerk dan terjamin kesehatannya rata-rata berharga antara tujuh ratus rupiah sampai dengan seribu rupiah per liter,padahal air bersih di tanah air kita melimpah.

Seharusnya,atau sebaiknya pemerintah lebih peduli mengatur harga eceran air minum bermerk tidak sampai semahal itu.

Bagi kaum menengah ke atas uang dua puluh ribu satu galon tidak ada artinya,mungkin.Tetapi.bagi masyarakat umumnya harga eceran galon bermerk dan terjamin kesehatannya terasa masih kemahalan.

Kenyataannya,masyarakat beralih ramai ke mengonsumsi atau lebih banyak membeli air galon isi ulang tanpa merk,yang harganya jauh lebih murah hampir satu berbanding tiga galon jika dibelikan dengan air galon bermerk.

Karena permintaan banyak untuk jenis air minum isi ulang,yang lebih murah,maka munculah usaha isi ulang air minum ukuran galon menjamur di setiap sudut kota bahkan kampung.

Yang di kampung dan di gunung,mungkin melihat kepraktisannya air kemasan mereka ikutan juga konsumsi minum sehari-harinya tidak lagi memasak dari sumber air gunung di kampungnya,tetapi malahan membeli air galon isi ulang.....yah ..heran juga kita..!

Tidak ada yang salah dengan usaha isi ulang air minum,termasuk ikut membuka peluang usaha dan membuka lapangan kerja juga sih.

Usaha air minum isi ulang pada umumnya bermodal Tangki Air penampungan,mesin seterilisasi air,saringan air,sikat penggosok galon kosong,kemasan tutup galon,dan lokasi,ditambah satu atau dua orang pekerja sudah bisa menjalankan usaha jual air minum isi ulang,dan......pasti laku...setiap orang pasti butuh air minum.

Mungkin diharapakan atau ijinkan penulis bersaran kepada pelaku usaha galon isi ulang,agar amanah.

Amanah dalam arti,Anda berjualan barang yang termasuk kebutuhan pokok bagi manusia dan bersentuhan langsung dengan resiko sehat atau tidaknya seseorang yang mengonsumsi produk Anda.

Sangat dholim jika pengusaha air isi ulang demi meraih untung besar dengan cara curang seperti stok air disimpan di tangki penampungan yang sudah kotor dan mungkin mengandung zat berbahaya atau kuman dan sumber penyakit bagi konsumen.

Terus,pernah saya saksikan sendiri,ada oknum depot yang cara kerjanya sangat tidak higienis,kurang bersih,galon baru tidak ada proses disikat dulu tapi langsung diisi dari kerannya.

Atau ada juga yang nakal,air yang dijual tidak disterilkan di mesin penjual karena untuk menghemat listrik atau biaya produksi,..sangat dholim demikian.

Aur dari penyuplai yang kebanyakan dikirim dari mobil tangki banyak yang langsung mengambil dari sumber air alam,belum diproses seterilisasi,langsung ditumpahkan ke tangki penampungan depot isi ulang dan.,.banyak yang langsung dijual,tanpa ada proses sterilisasi di depot...waduh .!

Hal in sangat berbahaya walaupun secara fisik kelihatan jernih,tetapi bisa saja air dari penyuplai masih belum sehat dan belum bersih.

Mohon maaf,penulis tidak menuding semua pengusaha demikian,namun saling mengingatkan usaha agar ada nilai ibadahnya,bisnis disertai tanggungjawab moral dan jangan lupa aktivitas kita disaksikan Tuhan.

Usaha isi ulang galon air minum,jika dilakukan dengan baik,sesuai syarat dan ketentuan tentang kebersihan dan faktor kesehatan air yang kita jual,insya Alloh usaha kita akan sampai kepada bernilai ibadah juga,menurut pandangan saya pribadi ya...karena usaha Anda itu menebar manfaat,

Beribu bahkan berjuta orang memenuhi kebutuhan masak dan minum sehari-hari didapat dari usaha isi ulang atau depot air minum Anda,dengan tempat yang dekat serta harganya relatif murah.

Manfaat yang Depot anda miliki sungguh menebar dan menyebar,menghidupi jasad manusia dan keluarga yang mengonsumsi produk depot Anda.

Bukankah itu suatu manfaat bagi orang lain?

Menyediakan air minum sehat,bersih,dekat dan murah menurut ukuran konsumen Anda.

Semoga Depot Isi Ulang yang Anda jalankan amanah,selain bertujuan bisnis atau dagang juga memberi manfaat sedikit membantu meringankan warga atau konsumen Anda dalam hal memenuhi kebutuhan minumnya sehari-hari.

Di lokasi dan bidang usaha apapun terbuka kesempatan untuk curang.Secara dagang atau bisnis mungkin anda untung sesaat,tetapi jika ada unsur dholim di dalamnya maka tetap saja usaha yang baik itu akan ada perhitungan karmanya,atau berdosa jika dagangnya menipu dan mencurangi konsumennya.

Semoga kita semua selalu dalam kebaikan,apapun usaha atau pekerjaan kita saat ini,agar hasilnya baik mari bekerja atau berusaha dengan baik-pula.

Apa yang akan kita panen,itulah yang kita tanam.

Kita tanam kebaikan pasti akan menuai yang baik-baik,pun sebaliknya jika kita berbuat jahat atau buruk maka pasti hal yang buruk yang akan kita dapatkan.

Semoga kita semua baik-baik saja..Amiin.

Wallahu alam 

Senin, 22 Mei 2023

Awas Marak Oknum "Cabul"!

Saya garis bawahi yang kita ceritakan adalah ulah oknum,jadi jika bilang kyai cabul,ustadz cabul,guru cabul,dosen cabul,manajer cabul,dokter cabul dan semua profesi yang dibahas kita,mereka yang jahat itu adalah oknum,bukan semua yang berprofesi tersebut orang cabul.

Disklaimer atau penyangkalan di atas perlu saya tulis duluan,karena takut pemahaman selanjutnya menyamaratakan profesinya atau lembaganya.

Seperti halnya kejahatan atau kriminal menurut para ahli bisa terpicu dari dua hal pokok ini,yaitu timbul kejahatan yang berasal dari faktor N dan faktor K.

Faktor N,adalah menang sudah niat si pelaku untuk melakukan tindak kejahatan.Faktor K,ialah kejahatan yang awal mulanya si pelaku tidak berniat namun timbul karena ada Kesempatan untuk berbuat jahat.

Dalam beberapa kasus pencabulan,dalam hal ini bukan lagi pelecehan seksual,tetapi sudah ke tindak pemerkosaan,pengancaman dan tekanan baik mental maupun fisik kepada korban terjadi karena memang ada kesempatan,faktor K.

Mungkin pada awalnya seorang oknum ustadz,oknum guru,oknum manajer,dan semua oknum tidak berniat mencabuli korban yang kebanyakan korbannya kaum perempuan,meskipun ada beberapa kasus oknum perempuan juga bisa mencabuli laki-laki 

Kesempatan berduaan dalam satu ruangan,pada waktu sepi atau malam,atau kesempatan bersentuhan pada suatu kegiatan atau event,sehingga mengundang niat dan hasrat setannya untuk mencabuli korban 

Pada beberapa lembaga pendidikan misalnya,oknum cabul itu biasanya berawal dari kesempatan berduaan atau harus menyentuh fisik korban dalam suatu tempat atau waktu tertentu.

Adapula yang memang tidak pencabulan karena sudah Niat sejak awal pelaku,sebagai contoh banyak oknum Dukun atau guru spiritual palsu yang menang niatnya untuk hasrat pribadi dengan modus mandi malam,mandi pengobatan,mandi atau ritual penyucian korban dan sebagainya.

Untuk kita yang sudah punya anak,bila ingin menitipkan anak perempuan kita di asrama misalnya,harus dan wajib kita tahu sistem pendidikan dan lokasi serta proses belajarnya,siapa saja gurunya,jam berapa belajarnya dan perlu diperhatikan guru anak perempuan kita sebaiknya dipilih yang guru wanita juga.

Terus bagaimana antara asrama putra dan putrinya harus berjarak dan sistemnya aman atau bahaya untuk kondisi dan cara berinteraksi selama anak kita di asrama.

Perlu juga kita memberikan pembekalan kepada anak kita tentang bahaya pencabulan di lingkungan sekolah atau madrasahnya,dan secara hati-hati diamanatkan juga bahwa jika terjadi sikap yang ganjil dari oknum guru lawan jenis atau dari siapapun terhadap anak perempuan kita,jangan segan untuk melapor ke orang tua.

Pelecehan seksual,pencabulan dan sejenisnya bahkan perkosaan bisa terjadi dimana saja,di level mana saja,di lingkungan mana saja,karena naluri seks dimiliki oleh semua orang yang normal.

Hasrat seks liar bisa dimiliki oleh siapapun yang tidak bisa mengendalikan diri dan nafsunya.

Untuk itu,pencegahan terbaik adalah antisipasi dan pengetahuan tentang bahaya ini harus diberitahukan sejak dini khususnya kepada anak perempuan kita.

Karena kita tidak tahu yang berinteraksi sehari-hari dengan anak kita mungkin saja ada beberapa orang yang berkelainan dan kurang kuat mengendalikan hasrat seksnya.

Beritahu agar anak perempuan kita tetap waspada dan jangan ragu untuk memberitahu orang tua bila ada tindakan yang mengarah ke tindak cabul dan pelecehan seksual di lingkungannya.

Dimana pun,kapanpun,terhadap siapapun bila kamu perempuan yang sedang belajar,sedang kuliah,sedang bekerja tetap waspada,karena oknum orang cabul bisa terjadi tanpa bisa diduga.

Terlalu takut jangan,curiga terlalu ke orang lain jangan,tetapi waspada adalah suatu keharusan,jika kamu seorang perempuan atau jika anak perempuan kita tidak mau jadi korban "penjahat kelamin"yang tidak bertanggungjawab.Waspadalah .!

Minggu, 21 Mei 2023

Caleg Pilihan Warga

Pendaftaran caleg pusat dan daerah sudah dimulai,partai dan para kadernya sudah mulai menawarkan diri untuk dipilih rakyat pada saatnya pemilu nanti,2024.

Untuk yang di daerah caleg DPRD kabupaten/kota ada beberapa yang saya kenal sehari-hari,ada satu dua seangkatan secara tamatan sekolah,kebanyakan mereka berusia produktif,puncak produktif 30 sampai 45 tahun,masih muda,segar dan tentu berpendidikan minimal sarjana.

Latar belakang mereka bermacam ragam ada yang agamis,kalangan santri,ada yang sudah aktif di LSM,ormas,atau memang ada yang kader partai tulen,anggota resmi dan berjuang aktif di partai tertentu.

Adapula pensiunan,aduh kakek ini semangatnya ruar biasa,dikala orang lain masa pensiun menikmati sisa umur dengan tenang,yang kalangan ini malah semangat untuk jadi legislatif,sangat ...mengagumkan.

Dan banyak lagi,ada pengusaha lokal,ada aktivis,bahkan ada yang nganggur,maksudnya orang yang gak jelas kerjaannya tapi menang dia pernah sekolahan konon katanya gelarnya sarjana juga,tapi kurang tahu sarjana apa,tamatan apa.

Masing-masing mereka punya tim sukses,sudah ada yang pernah bertemu kami salah satu tim sukses mereka.

Saya menyambut baik dan turut mendukung pencalonan mereka.Tentu sebagai warga yang baik harus mendukung,walau kalau memilih itu rahasia pribadi.

Mendukung belum tentu memilih,bukan..?

Tetangga dan saudara saya dan warga sekitar,bincang ringan di pos ronda berbeda pertimbangan dalam hal memilih calon legislatif terutama untuk daerah kota kabupaten atau provinsi.

Ada yang memilih karena kedekatan kekerabatan,masih saudara atau kenalan,teman dekat atau teman komunitas.

Ada pula yang memilih karena melihat sumbangsih nyata calon ke daerah tertentu,dengan menyumbang material atau uang untuk membangun sarana umum,bisa saja sebagian besar warga disitu akan memilih calon dewan yang ngasih sumbangan tersebut.

Ada juga yang memilih mereka karena secara diam-diam sudah menerima uang atau benda dari calegnya,warga pemilih demikan selalu ada dan biasanya mereka berpendidikan rendah dan kurang piknik...hehe.

Itulah kenyataan yang terjadi,para pemilih di kita belum seragam memilih karena menilai program kerja caleg atau karena kualitas calegnya,peduli amat siapa calegnya yang penting ada alasan seperti di atas tadi,pasti mereka memilih sesuai selera pribadi masing-masing.

Dan tentu itu hak mereka,setiap warga negara yang sudah termasuk pada aturan hak dipilih dan memilih memiliki hak yang sama,tidak boleh dipengaruhi atau ditekan oleh siapapun,harus suka-sukanya di pemilih.

Tinggal permainan caleg atau partainya saja yang harus cerdas memanfaatkan celah mereka agar memilih sang caleg atau partai yang dibangunnya.

Bagi saya memilih caleg lokal tentu dengan paling tidak mempertimbangkan sebagai berikut:

Satu,saya hanya akan memilih caleg muda usia tetapi sudah mapan secara pengalaman,pendidikan cukup,berintegritas,berakhlakmulia,ekonomi keluarganya sudah mapan,peduli dengab rakyat,mengutamakan kepentingan rakyat,bertaqwa pada Tuhan YME,memiliki keluarga yang harmonis,berkepribadian rendah hati,cerdas,tidak sombong,merakyat,dan bekerja untuk rakya,untuk kesejahteraan rakyat.

Salam.

Mohon maaf tulisan ini hanya opini pribadi,

Terbaru

Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran

Hari ini ,Senin 27 April 2026,ada reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran.Pelantikan langsung dilakukan oleh presiden di Jakarta. Harapan kami raky...

Terpopuler