Selasa, 08 Januari 2013

Mengantuk?Berbahaya Jika Sedang Mengemudi

Istirahat sebentar setiap perjalanan ketika sudah menempuh 200 km,akan membantu perjalanan usaha dan ikhtiar kita lancar dan semoga selamat.(foto koleksi ;bernadaindo.com)

Urusan meninggalkan dunia atau mati adalah Takdir Tuhan.Namun tidak ada salahnya jika kita tetap menjaga keselamatan diri dan orang lain ketika sedang berikhtiar ketika masih hidup,untuk selalu selamat sampai tujuan.Terutama ketika mengemudikan kendaraan bermotor,seperti menyetir mobil.

Banyak kasus kecelakaan tabrakan atau peristiwa maut hanya karena pengemudinya mengantuk.Jelas ini bukan musibah secara sebabnya,tetapi nyata-nyata sebuah kelalaian si pengemudi.Sudah mengantuk masih tetap mengendarai mobil,tindakan yang lalai sekali bukan ?

Obat untuk mengusir rasa mengantuk di perjalanan,ketika berposisi sebagai sopir tidak ada obat yang mujarab untuk mengatasinya.Apalagi sudah lelah dari awal keberangkatan atau terlalu sudah menempuh jarak yang panjang dan lama.

Pengalaman saya sebagai "anak jalanan atau menyetir mobil",obat yang paling mujarab mengusir ngantuk ketika menyetir adalah Berhenti,Istirahat dan Tidur sebentar.Selain cara itu hampir semua cara mengusir ngantuk ketika menyetir mobil,saya rasa tidak ada yang terbaik.

Menghindari rasa ngantuk hadir di tengah perjalanan memang banyak cara preventif di awalnya.Seperti jangan menyetir mobil dalam keadaan perut kosong (lapar) atau sebaliknya jangan terlalu penuh mengisi perut karena kedua hal tadi bisa mengundang rasa kantuk datang di jalan.

Atau jangan makan dan minum yang banyak mengandung susu,lemak dan protein ketika mau berangkat bermobil.Atau jangan menyetir dalam keadaan lelah apalagi dalam pengaruh mabuk minuman beralkohol.

Itu semua hanya bisa mengurangi rasa kantuk saja,namun tidak menyembuhkan ngantuk dengan tuntas.Jarak perjalanan yang jauh,lama duduk di kursi jok yang empuk,hawa AC yang menerpa tubuh,akan menambah hadirnya rasa mengantuk selama menyetir semakin berat.

Tetap saja cara mujarab yang paling ampuh mengusir dan paling aman menyembuhkan kantuk ketika menyetir mobil adalah cara di atas tadi.Istirahat,Tidur dulu,rebahan,dan bila memungkinkan mandi atau cuci muka dengan air yang segar.

Jika sudah mengantuk ketika sedang mengemudi mobil,sebaiknya jangan biarkan diri dan mobil kita jadi celaka karena "kelalaian' kita mengabaikan rasa kantuk itu.

Segera hentikan mobil anda,menepi,istirahat,cuci muka,dan usahakan mandi,sebelum meneruskan perjalanan anda.

Selamat beraktivitas,semoga selamat sampai tujuan,terima kasih sudah membaca.


Minggu, 06 Januari 2013

Me-Refresh Suasana Hati oleh Minyak Wangi

Mood anda saat ini sedang tidak baik ? Atau suasana hati sedang jenuh.loyo dan kurang bergairah ? Terasa dunia mumet dan sempit ? Kecapaian,lelah,tak bersemangat,pikiran ngawur dan sumpek ?

Bisa jadi semua itu karena pikiran dan hati sedang lelah,jiwa anda sedang dilanda stress ringan atau bahkan stress berat.

Mari coba cara klasik berikut yang sebenarnya sudah tak asing lagi.Namun suka dilupakan atau terlupakan.Caranya mudah dan tidak terlalu ribet melakukan "ritual"nya.Yaitu :

Bangkit dan segera mandi dengan tenang,rasakan kenikmatan setiap guyuran dan percikan air yang membasahi tubuh anda.Keramaslah dengan shampoo favorite anda.Lalu nikmatilah kesegarannya!

Setelah mandi dengan "sepenuh hati dan jiwa anda",lalu berpakaian yang baru dan semprotkan minyak wangi dengan wangi kenangan indah anda.Rasakan suasana indah di masa lalu itu hadir kembali saat ini.Hirup wanginya dengan lembut,perlahan dan sepenuh segala perasaan.

Semprotkan pula pewangi ruangan dan seluruh ruangan rumah anda.Semprotkan pula ke kamar mandi,dapur dan ruang keluarga.

Selamat merasakan suasana wangi sepanjang hari,lalu santailah di meja makan atau di tempat kesayangan dengan menikmati segelas kopi atau teh manis sesuai selera.

Bagi yang senang musik,putar pula alunan musik dengan sayup-sayup nan lembut.

Teman blogger saya bilang,hidup ini hanya satu kali kawan,dan mari kita rayakan ! Mari kita syukuri dan nikmati saat ini.Dengan segala kebaikan dan suasana positif.

Salam hidup yang selalu segar,kalau bukan diri kita yang "me-refresh" diri dan jiwa kita,lantas siapa lagi bukan?

Kalau bukan diri kita sendiri.

(ADS-bicom)


Sabtu, 05 Januari 2013

Imas,Punya Sawah dan Rumah Hasil Kerja TKI PRT

Ketika lulus SMP,Imas langsung menikah,Tepatnya dinikahkan oleh orang tuanya yang hidup miskin di sebuah desa di Jawa Barat.Walau belum sempat puas dengan masa muda dan tidak sepenuh hati mencintai suaminya yang hanya buruh tani,Imas hingga saat ini sudah hampir 14 tahun menjalani rumah tangganya.

Ketika memasuki tahun ketiga pernikahannya,rumah tangga Imas mulai dilanda hal paling penting di dalam sebuah rumah tangga.Yaitu mereka belum bisa tinggal mandiri di rumah sendiri,mereka masih numpang di rumah mertua,orang tua Imas yang juga dihuni beberapa adiknya yang sudah mulai dewasa.Imas dan Mahmud belum punya rumah.

Persoalan dan pertengkaran-pertengkaran kecilpun mulai terjadi,maklum peribahasa bilang "Piring akan selalu bentrok dengan teman piring yang paling dekat".Itu benar terjadi di keluarga muda Imas dan Mahmud suaminya.

Mau membuat rumah sendiri belum ada biayanya,walaupun rumah sangat sederhana sekalipun.Mau mengontrak ? Ya sami mawon,gak ada duitnya!

Perselisihan antar anggota keluarga adik kakak,ipar dan mertua semakin sering terjadi di rumah sederhana yang dihuni 8 jiwa itu di dalamnya.Kadang Imas suka kesal dengan suaminya yang tidak berdaya dengan penghasilan buruh tani dan kerja serabutan hanya cukup untuk makan yang tidak bergizi asal kenyang saja.

Boro-boro untuk membuat rumah,untuk makan sekeluarga saja Mahmud ngos-ngosan dibuatnya.Padahal Mahmud sudah mencoba beberapa kali belajar "jadi pedagang",maksudnya untuk menambah pemasukan keluarga.Mahmud pernah mencoba jual beli buah-buahan,menjadi bandar kecil-kecilan jual beli Pisang atau buah kelapa.

Namun karena pengetahuan Mahmud tentang bisnis-nya kurang memadai,serta faktor iklim dagang eksternal (baca:kebijakan pemerintah) yang kurang selalu gonjang-ganjing,ongkos-ongkos naik,ditambah ditipu oleh oknum pengepul di Pasar induk tempat menyetor buah jualannya.

Akhirnya beberapa kali  usaha dagang Mahmud merugi bahkan terbelit utang ke rentenir yang berkedok koperasi.Keadaan rumah tangga Imas dan Mahmud semakin runyam.Untung Imas tidak segera hamil,Maka ketika ada sponsor kampung pencari TKW,dengan tidak berpikir panjang Imas rela diboyong sponsor ke PJTKi di Jakarta.

Dan Imas pun terbanglah,kebetulan ke Saudi Arabia untuk bekerja sebagai PRT.

Kini sudah hampir 3 tahun Imas betah jadi PRT di sebuah keluarga baik-baik di Saudi.Bahkan Imas sudah diperlakukan seperti ke saudaranya sendiri oelh majikannya.Hasil 3 th sebagai PRT,kini di kampung Imas telah berdiri sebuah rumah hasil keringatnya sendiri,punya beberapa petak sawah dan kebun.Bahkan rumahnya tergolong bagus di kampungnya serta adik-adik dan Mahmud suaminya bisa berjualan usaha dagang di kios Pasar dengan menyewa salah satu lapak di sana.

Walau jiwa Imas sebenarnya kesepian dan jauh dari keluarga,apalagi hatinya suka sesekali panas membara jika sudah mendengar kabar burung Mahmud,suaminya suka lirik-lirikan mata dengan janda penunggu kios di pasar induk,tetapi secara materi Imas telah berhasil membuat rumah sendiri,punya sawah dan kebun hasil dari kerja TKI informal sebagai TKW PRT di Saudi.

Imas berhasil mengumpulkan uang selama 3 tahun bekerja sekitar 80 juta rupiah,sungguh jumlah yang sangat cukup untuk sekelas Imas dan Mahmud.

Mau apalagi,kenyataan sudah demikian,itulah sebagian nasib anak bangsa ini...!

Imas tak terlalu rumit dan panjang pikiran,apalagi menyoal soal bangsa.Yang Imas tahu hanyalah bagaimana bisa berkumpul kembali dengan keluarganya di rumah dan kang Mahmud suaminya bisa usaha untug terus di negerinya sendiri (?).

*)Ilustrasi nama dan tempat,bukan nama sebenarnya.Cerita diangkat dari kisah nyata teman dan saudara penulis yang jadi PRT.

Terima kasih telah selalu mampir.

Jumat, 04 Januari 2013

Blusukan ke Blog-blog Pribadi,Asyik Juga Gan

Sebagai salah satu penikmat media online,saya suka mengisi otak dengan informasi yang pertama kali dibuka adalah portal berita.Anda sudah tahu-lah portal-portal berita nasional,lokal dan bahkan internasional,setelah itu kalau masih ada waktu saya lihat juga tulisan-tulisan lainnya,macam tulisan feature dan sebagainya.

Artikel-artikel tentang kesehatan tentu menjadi menu kedua setelah berita,karena saya sudah semakin tua,harus lebih banyak tahu tentang kesehatan.Sayangnya karena entah alasan bisnis (mengumpulkan jumlah klik atau hit) atau entah alasan apa,portal berita online yang saya idolakan sejak dari lahirnya portal mereka,saat ini sedikit bosan dan membuat otak jadi sedikit "mudeng'.

Apa pasal...? Pasalnya,mereka memuat berita yang satu tema dengan dibuat terpenggal-penggal.Sedikit-sedikit dengan judul dan posting yang mungkin satu kali wawancara mereka buat menjadi beberapa judul,dan tentu saja sejumlah judul itupula terjadi loading dan klik-an kita.

Bukan masalah kliknya yang kita masalahkan,tetapi terlalu muter-muter dan membuat informasi bisa banyak salah paham dan salah mengerti.Karena banyak yang dipaksakan hubungan antara judul dengan isi.

Ditambah dengan postingan yang isinya sepotong-sepotong.Mungkin maksud mereka (sorry),untuk membuat kita banyak mengklik judul yang banyak itu,padahal inti isinya itu-itu juga.

Ok,itu masalah merekalah hehe..! Tapi yang jelas otak saya yang selevel "SMP" waduh jadi suka mumet menyimaknya.Terus waktu kita menjadi tidak efektif dan tidak efisien,membaca tema serupa dalam beberapa kali loading dan berkali-kali mengklik judul postingan dengan isi yang sama.

Alhasil jenuh jadinya...

Mungkin inilah gaya portal berita online,hehe lagi...?!Mungkin pula disengaja agar kita dibuat penasaran untuk mencari lebih jauh di media cetak atau di media yang harus di download dahulu dari perusahaan satu groupnya.

Tak tahulah entah apa alasannya....?

Yang jelas jika sudah sedikit puyeng,membaca postingan muter-muder di portal berita favorite saya,maka saya suka pindah saja ke blog-blog pribadi yang lebih asyik untuk masyuk dan tenggelam di dalamnya.

Mencari blog yang bagaimana pula..?

Tentu saja saya mencari blog atau web site yang penulisnya sengaja memuat tulisan "untuk pembacanya" yang manusia.Bukan web site atau blog yang menulis untuk mesin pencarian.Atau yang menulis untuk mengejar banyak klik atau yang semata-mata mengejar rengking teratas mesin pencarian Mbah Google.

Blusukan ke Blog dan web site yang kontennya untuk pembaca (manusia),untuk kepuasan pembaca.Di web site semacam ini,kita menjadi enak terasa sebagai manusia,hehe.Kita dihargai oleh penulisnya sebagai manusia bukan sebagai mesin pencari.

Jika tulisan yang dipersembahkan oleh penulisnya semata-mata untuk mesin pencarian,maka terasa hambar dan pusing ketika membacanya,karena banyak kata-kata kunci dan meta-tag serta kata-kata sakti untuk mesin pencarian yang akan membuat otak kita akhirnya pusing juga.

Karena otak kita adalah otak manusia,sementara tulisan termaksud sengaja di-setting untuk keperluan mesin pencari agar menjadi rengking teratas di mesin pencari.Tentu saja otak kita jadi kurang nyaman,karena tulisannya untuk mesin,bukan untuk otak manusia.Terasa kaku,hambar,muter-muter dan terlalu ada rekayasa kata kunci "mekanis" untuk mesin pencari .

***

Maksud saya,ya dunia online begitulah barangkali.Namun bagi saya pribadi berselancar di blog-blog pribadi ,blusukan ke website-website yang tulisannya sengaja dipersembahkan bagi pembaca yang manusia (manusiawi) ,menghadirkan keasyikan tersendiri ketika menyelam di dalamnya.

Bahkan bisa asyik berjam-jam menyelam mengambil manfaat dari website demikian.

Terima kasih kawan dan teman semua,terutama yang pernah saya singgahi blog pribadi anda dan saya banyak mengambil manfaat dari karya-karya anda.Baik yang saya tinggalkan jejak komentar di lapak anda atau yang tidak saya tinggalkan jejak,hanya membaca saja.

Salam blogger.

Rabu, 02 Januari 2013

Jual Beli Talak di TKI PRT


Jual beli Talak,surat cerai diperjualbelikan,diuangkan,dibayar,transaksi surat talak! Memangnya ada toko yang menjual surat talak? Toko yang ‘ngejreng’ nampang fisiknya seperti toko sembako sih gak bakalan ada,namun ‘agen-agen’ dan para calo serta “mucikari” surat talaq di tanah air ? Wah,buanyak!

Enggak percaya?

Saya coba mengangkat fakta.Saya dekatnya dengan teman PRT yang berstatus TKI,jadi ya akan saya ambil contoh dari kalangan mereka saja ! Maaf,jangan ada yang tersinggung,tidak maksud menyinggung kok.Hanya mau melihat sistem dan lembaga yang berwenang di sana lebih baik saja.Tidak kurang dan tidak lebih.

Contoh kasus ke-1 :Romlah (TKW Saudi),tentu saja nama samaran.Kalau ditulis nama aslinya,pasti orang  yang termaksud dalam tulisan ini akan “neror’ aku.Mungkin akan bilang pula begini :” Eh,Ang Dhanie! kamu ngapain ngurusin urusan orang,urusin saja tuh isi dompetmu yang selalu kurang…!” hehe.Pasti,sambil melotot tentunya.

Jadi maaf nama samaran saja contoh-contoh kasusnya.Meski samaran,namun saya jamin ‘tingkat kredibilitas’nya semua tulisanku.Saya akan jamin bisa dipertanggungjawabkan.
Romlah,TKW PRT asal Jawa Barat.Tidak tanggung-tanggung sudah 20 tahun bekerja jadi TKI Saudi.Selama itu pula uangnya selalu habis dipakai kawin lagi,judi,melacur,mabuk-mabukan oleh suaminya yang bekerja serabutan tetapi berlagak Boss di kampungnya.

Dua tahun pertama Romlah masih rela uangnya habis,karena mengingat,menimbang sudah punya anak buah hati cinta mereka,maka Romlah memutuskan untuk me-ridlokan semua yang telah terjadi.Romlah kembali ke Saudi jadi TKW lagi.Masih berstatus isteri suaminya.

10 tahun sudah berlalu,Romlah jadi TKW ,suaminya kawin lagi,punya anak lagi dan uangnya tentu saja selalu habis.Romlah habis kesabaran,lalu ketika pulang cuti di tahun ke 12 Romlah bilang ke suaminya meminta cerai.

Suaminya mengabulkan ? Oh tidak.sodara-sodara.Malahan suaminya balik menuduh Romlah telah berselingkuh di Saudi.Dan katanya,tidak akan menjatuhkan talaq cerai sampai kiamat pun.Romlah akhirnya mengadu ke aparat pemerintah setempat,apa lacur ? 

Setali tiga uang,aparat di kampungnya butuh duit,malah mereka bersekongkol dan menyarankan Romlah agar membujuk suaminya dengan membayar sejumlah uang.Jutaan rupiah pula!

Sampai di sini dulu…! Kenapa ya aparat  setempat yang dilapori oleh Romlah,kok tidak menyarankan langsung Romlah mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama..? Jawab saja menurut saya sendiri berdasarkan pengalaman,karena mereka butuh uang dari  Romlah juga,jatah uang komisi,saksi dan uang proses dari suaminya nanti.

***
Akhirnya karena Romlah tidak ada uang sebesar yang dipinta suaminya.Sekitar 20 juta rupiah,maka Romlah pergi lagi ke Saudi.

Hingga saat ini Romlah masih berstatus,Janda bukan,perawan sudah jelas bukan.Romlah tidak bisa menikah lagi,karena takut digugat oleh suami pertamanya,yang meskipun sudah berpisah sekitar 8 tahun,namun belum menceraikannya.Karena harus dibayar 20 juta rupiah.

Rina,TKI Saudi juga.Bisa mendapatkan talak dari suaminya setelah mengeluarkan uang 10 juta rupiah kepada suaminya.Dedah,menyerahkan uang sebesar 5 juta rupiah baru bisa mendapat kata cerai dari suaminya.Dan masih banyak lagi yang lainnya.

***
Terlepas dari berbagai alasan mereka meminta cerai.Yang saya garisbawahi di sini adalah,mengapa di kita masih ada kebiasaan kawin siri dan talak siri lalu kemudian diperjualbelikan,bahkan yang ber-akte nikah  resmipun banyak suaminya yang “memeras’ uang TKW demi selembar Surat Keterangan Janda dari KUA (setahu TKW surat itu dari KUA).

Dan parahnya,di beberapa kasus terdapat oknum aparat setempat seolah mendukung dibalik “pemerasan’ para suami termaksud.

Kemana jika TKW ada yang bermasalah perkawinannya terjadi kasus seperti Romlah dkk di atas,harus mengadu dan tidak harus selalu main uang?

Bisakah dilaporkan ke polisi dengan pasal pemerasan jika suami meminta dan menahan talaknya kepada isteri yang sudah dihancurkan uangnya ? Malah sudah dimadu,disakiti hatinya dan sudah ditinggal kawin lagi? Atau kami harus bagaimana..?

Kemana kami TKW harus mencari keadilan jika  terjadi demikian…? Ah,pak,bu,tolonglah ! Kami semua awam dan hanya rakyat kecil.Bahkan sebagian besar buta hukum.

Harus bersikap bagaimana  jika suami brengsek menahan talaqnya?
Salam.

Kredibilitas dan Tulisan Berita di Blog Ini

Curhat pengelola :

Untuk kesekian kalinya saya sebagai pengelola blog ini akan selalu berkata,bahwa ada topik yang berlabel "berita" pada kategori koleksi postingan di sini.Namun "berita' yang saya maksud bukan "berita' yang akan sama dengan postingan "berita asli".Seperti halnya tulisan berita yang dimuat di portal-portal berita khusus yang berdasarkan laporan aktual dari para reporter,kontributor atau wartawan dan kemudian ditayangkan setelah diedit seorang editor.

Berita macam di portal berita terkemuka dan terpercaya sudah pasti berisi tulisan yang baku,dan harus serta wajib memenuhi semua kaidah tentang menulis berita.

Tulisan berita di lapak ini,kaidah dasar sebagai syarat tulisan berita,tetap akan saya pakai.Misalnya yang aktual,fakta,dan hasil dari melihat atau mendengar dari sumber utama,menyaksikan oleh mata kepala sendiri dan sebagainya.Meskipun nantinya akan ada opini pribadi juga saya masukkan di dalamnya.

Saya hanya memilih kata labels"berita',untuk membedakan saja,antara tulisan yang murni opini saya pribadi dengan tulisan yang "bernada berita,laporan,kutipan dan sebagainya",yang bisa saja sumber tulisannya saya ambil dari berbagai sumber.

Meskipun postingan "berita' di blog ini bukan bentuk tulisan berita asli sebagaimana seharusnya bentuk berita,yang sesuai dengan kaidah menulis berita baku yang sesungguhnya.Karena ada opini dari penulisnya,tetapi saya berusaha dan berkomitmen akan selalu menjaga salah satu syarat sebuah "berita" yang benar dan baik,yaitu "Menjaga Kredibilitas" (Perihal dapat dipercaya)..!

Ya,saya akan selalu menjaga "kredibilitas' semua tulisan karya saya,terutama yang berkategori "berita' di blog ini.Insya Allah.

***

Blog ini "bernadaindo.com".Bukan blog portal berita,walau format templatenya seperti portal berita.Ini sudah saya tulis beberapa kali di postingan curhat admin sebelumnya.

Misalnya,saya saat ini sedang berada di Riyadh.Ibu kota Kerajaan Saudi Arabia.Jika saya mau memuat berita yang kurang kuat,maka akan banyak setiap harinya saya bisa menulis berita sekitar Riyadh.

Namun sekali lagi,saya tidak berani menulis 'bahan berita' itu.Karena saya kurang data,kurang sumber dan banyak keterbatasan,seperti batasan waktu untuk cek ricek sumber utama,batasan juga harus menghormati adat di Riyadh,misalnya adat di sini "yaitu : akan dipandang suatu ke-aib-an atau keburukan jika ranah pribadi  orang lain,dipublish atau kita ekpose ke muka umum".

Jadi,meskipun saya punya bahan untuk berita,dan cukup unik,menarik untuk ditulis,namun saya suka boak-balik berpikir  untuk menulis atau tidak.Saya takut (bukan pengecut),berita yang saya tulis akan menjadi masalah karena memuat sesuatu "yang dianggap Aib (buruk) oleh warga sini,Riyadh".

Saya bukan takut,tetapi memprioritaskan keselamatan semua pihak,hanya untuk kepentingan sebuah blog pribadi saja toh,hehe..!Dan yang utama,saya menghargai sekaligus menghormati adat negara mereka,Saudi!

Misalnya,kita punya foto atau bahan yang unik tentang peristiwa sehari-hari di sekitar saya.Tetapi ada gambar rumah orang sini,atau ikut "terfoto' seorang wanita Saudi,isteri orang Saudi,atau tershooting halaman rumah orang.Dan itu semua adalah aib bagi warga sini (Sosio kultur Saudi umumnya).Dan itu berbahaya bagi yang menulisnya,bisa dimarahi secara langsung di lokasi atau malah bisa dituntut membuka aib di ranah hukum.

Atau ada peristiwa apa saja,saya tidak bebas menulis dan memuat di sini.Saya menghargai adat dan budaya di tempat domisili saat ini,kota Riyadh,Kingdom Of Saudi Arabia.

***
Kembali ke kategori "berita" di blog ini.Meskipun isinya pasti ada opini saya di setiap postingannya,tetapi insya Allah,saya akan selalu menjaga "kredibilitas' isi postingan yang saya muat yang saya beri label "berita" itu.Insya Allah.

Selamat siang.

Selasa, 01 Januari 2013

Sekilas TKI PRT Kaburan Saudi

Kabur dari majikan (sponsor asli) yang membiayai dan bertanggungjawab selama kerja dan masuk ke Kerajaan Saudi (nama di visa),banyak terjadi sejak lama.Ribuan alasan dan sebab,kenapa mereka kabur dan pergi dari rumah majikan lalu kelayapan sembunyi-sembunyi numpang di rumah teman TKI,di penampungan gelap atau ke rumah kenalannya.

TKI laki-laki yang kabur,mungkin masih mendingan sebab langkah mereka agak lebih leluasa,karena secara fisik Pria untuk berjalan di tempat umum dan beraktivitas sehari-hari bagi pria terlihat lazim,biasa dan tidak mencolok ketika berkeliaran di tempat umum.

Meskipun tetap saja yang namanya kaburan,pasti banyak kendalanya.Misalnya selalu ngumpet-ngumpet ketika di jalanan takut terlihat oleh majikan asli dan atau oleh Polisi.Apalagi jika majikannya melaporkan dengan tuduhan tambahan ke kepolisian.Misalnya dilaporkan telah bertindak kriminal dan statusnya bertambah sebagai buronan kejahatan pula.

Lebih berat lagi yang kaburnya adalah TKW,karena aktivitas perempuan di tempat umum di Saudi tidak selazim dan sebebas di negara lain.Di Saudi seperti sudah anda ketahui,aktivitas semua wanita di tempat umum,harus selalu tertutup seluruh badannya,memakai kain Abaya dan aktivitas berjalan di jalanan sangat tidak lazim.

Akan kelihatan mencolok jika wanita hadir di keramaian dan tempat umum di Saudi yang pada umumnya adalah kaum pria.

Bahkan di beberapa tempat dan kondisi tertentu,aktivitas wanita banyak yang diharuskan beraktivitas harus dengan muhrimnya.Misalnya di restoran siap saj,kedai kopi dan sebagainya.Harus bersama teman muhrimnya,anak,suami atau saduara laki-laki dan orang tua.

Beraktivitas di tempat umum sendirian bagi wanita di Saudi,sangat gampang kentara dan kelihatan mencolok di mata umum yang sebagian besar kerumunan di jalanan dan ruang publik adalah kaum Pria.

Sangat mudah bagi Polisi atau yang berwenang untuk mengintai TKW yang kabur, jikalau kaburnya tidak memakai teknik dan strategi yang jitu dan matang.

Cara kabur yang efektif gaya mereka adalah dengan sebelumnya mengontak sopir taksi atau sopir TKI teman sebangsa.Malah tidak sedikit yang dijemput oleh kawanan mafia penampung kaburan yang sudah profesional.

Meskipun citra kaburan TKI Saudi sudah jelek dan dipandang "buruk' oleh umum,namun tidak semua kaburan adalah berperilaku tidak baik.Karena kaburnya memang ada kondisi dan alasan yang mendesak masalah terjadi di tempat bekerjanya,atau asli ada masalah dengan majikannya.

Yang membuat citra jelek kaburan adalah banyaknya oknum TKI yang memanfaatkan mereka untuk dijadikan sebagai wanita penghibur atau bahkan pelacur.Baik disengaja atau dipaksa,kaburan TKW itu kebanyakan menjadi tidak berdaya.Dan terpaksa  menacri uang dengan cara haram.

Tidak berdaya karena langkah mereka yang "sangat terbatas' tadi.Tidak bisa bergerak dengan bebas layaknya di negeri sendiri.Keadaan terbatas inilah disertai kondisi tubuh butuh tempat tinggal,butuh makan minum,butuh uang,butuh perlindungan dan panik serta takut ketahuan oleh Polisi atau majikannya.

Posisi skak-ster inilah,yang membuat mereka akhirnya jadi "takluk' dan tidak berdaya,lemah dan menuruti apa yang dikatakan dan diatur oleh sang penampung.

Ibaratnya,mati hidup mereka ada di tangan si penampung yang tidak semuanya penampung itu baik-baik.Banyak penampung yang hanya butuh duitnya saja,bisnis hitam.

Entah karena keawaman mereka,atau oleh kepanikan dan ketidaksabaran serta emosi sesaat mereka ketika memutuskan kabur dari majikan.Saat di penampungan (yang jahat),pada umumnya mereka sangat menyesali "pebuatan kaburnya" itu.

Namun menyesal kemudian tiadalah arti,harapan mereka kebanyakan menantikan banyak "dewa penolong",yang bisa membebaskan mereka dari jeratan mafia penampung.Atau yang bisa menolong mengembalikan ke tanah air,tidak jarang mereka jadi banyak yang stress,depresi dan akhirnya malah menjadi "super nekad'nyemplung ke dunia hitam "pelacuran terselubung".

Sekali lagi,tidak semua kaburan begitu adanya.Namun kebanyakan ketika sudah kabur dari majikan asli,TKW PRT menjadi ibarat berhadapan dengan buah Simalakama.Di dalam hati terdalam mereka (nurani dan sanubarinya) mereka sangat menyesal,mereka mau pulang dan jadi TKI baik-baik.Namun situasi antara butuh uang,status kaburan dan jeratan mafia penampung hitam,menjadikan mereka susah keluar dari lingkaran setan tersebut.

"Buah Simalakam,dimakan akan mati Ibu,tidak dimakan akan mati Bapak"(naudzubillah).

Sumber : Dari berbagai percakapan dengan para teman TKI Pria dan Wanita PRT di Saudi,lewat hp dan media sosial.

Tahun Baru 2013,BMI Bikin Acara "Bakar Sate" di Jeddah

Tahun baruan 2013 di salah satu komunitas BMI Saudi-Jeddah
(Foto: facebook.Asep Jaiman)BMI -Jeddah.
Meskipun perayaan tahun baru di Saudi tidak sebebas merayakan seperti di tanah air.Tetapi komunitas salah satu kontrakan BMI Saudi di Jeddah,mengisi acara tahun baruan 2013 dengan acara begadang dan bakar Sate.

Tentu saja tidak dengan acara tiup Terompet yang membuat bising tetangga dan membuat gaduh.Hanya acara kumpul-kumpul sambil melepas jenuh,ngopi,makan dan ngobrol ngalor ngidul bersama teman-teman.

Mereka seperti bebas melakukan aktivitas gaya tanah air ini,karena sebagian besar mereka adalah BMI yang ber-Visa umroh dan Visa bebas.Bahkan ada pula yang (maaf,TKI over stay).Yang difoto ini sebagian besar mereka sudah bermukim di Saudi lebih dari 4 tahun.

Rasa kebersamaan dan kekerabatan yang kental sebagai ciri khas bangsa Indonesia,kemanapun bangsa kita pergi pasti tak akan mudah luntur begitu saja.Meskipun dalam keadaan dan kondisi yang sedang "tertekan' dan malah tidak jarang yang berstatus ilegal.

Selamat tahun baru teman semua,salam TKI.Selamat berjuang dan jangan lupa,untuk tidak terlalu berisik,karena ini masih di wilayah hukum negara lain.(AWD-Bicom,1/1/13)

Terbaru

Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran

Hari ini ,Senin 27 April 2026,ada reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran.Pelantikan langsung dilakukan oleh presiden di Jakarta. Harapan kami raky...

Terpopuler