Jumat, 03 Mei 2013

Jalan-jalan di Kota Tua Riyadh-Nostalgia Dinasti Saud

Bila agan memerlukan untuk ilustrasi silahkan saat ini gratis,tetapi mohon disertakan link blog ini,karena semua koleksi asli foto kami ada dokumentasinya.Saling menghormati adalah indah bukan ? Selamat malam.






Jalan-jalan di Kota Tua Riyadh-Diriyah Wadi Hanifah

Bila agan memerlukan untuk ilustrasi silahkan saat ini gratis,tetapi mohon disertakan link blog ini,karena semua koleksi asli foto kami ada dokumentasinya.Saling menghormati adalah indah bukan ? Selamat malam.






Jalan-jalan di Diriyah-Riyadh Kota Tua

Kali ini foto asli milik saya gan,jalan-jalan di kota tua asal kota Riyadh,Diriyah.Cerita serunya eh sejarahnya Insya Allah saya tulis berikutnya.






Jalan-jalan di Riyadh Bag: 1

Halo,sodara sodari pembaca semua,maafkan saya sudah 3 hari tidak memperbaharui di blog ini,terperanjat alexa rank alahmdulillah sudah terus naik,diangka 384.000 an.Lihat statistik juga alhamdulillah naik terus,terima kasih untuk selalu berkunjungnya.Semoga jalinan silaturahmi kita semakin erat.

Kali ini saya masih belum mendapat bahan menulis,berbagi pengalaman dengan Anda.Tetapi seperti ada pameo bilang,sebuah potret bisa mewakili ribuan kata atau kalimat.Ada oleh-oleh saya jalan-jalan di seputar gurun,dan sempat singgah ke Kota Tua Riyadh,Al Diriyah.Kota ini adalah kota bersejarah dalam sejarah Kerajaan Saudi.Yaitu asal mulanya kota Riyadh dan tempat bermukim pertama kali Dinasti Saud.

Mohon maaf dibuat postingan beberapa judul,satu posting saya isi 5 buah foto.Selamat menikmati,semoga menarik dan berkenan.

Ulasan tentang kota ini Insya Allah akan saya tulis setelah postingan foto berantai berikut.Salam hangat semuanya:







Minggu, 28 April 2013

Survei Tentang Khalayak Online Kompas.com Mendekati Benar dan Tepat

Sebuah survei sejenis ini apalagi dilakukan secara online,meskipun dilakukan oleh lembaga yang bonafide atau terpercaya sekalipun kebenaran kenyaataan hasilnya masih bisa dipertanyakan.Karena namanya juga survei online bisa saja jika ada kepentingan tertentu hasilnya bisa diatur direkayasa.

Tapi untuk hasil yang satu ini menurut pendapat pribadi saya,terutama poin tentang bahwa hasil survei kompasiana.com,khalayak pengguna dan pembaca media online kebanyakan adalah pengguna yang berusia antara 15 s.d 29 tahun.Khususnya pembaca kompas.com sebagai acuan.(sumber: seminarbahasakompas.wordpress.com).Mendekati kepada betul dan benar.

Artinya begitupun untuk pembaca kompasiana,situs dan blog kita di Indonesia.Katakanlah sama dengan pembaca kompas.com.

Mengapa saya mendukung mendekati benar hasil survei ini.Asumsi dan analisa sederhana saya adalah sebagai berikut:

Sebagai member blog komunitas kompasiana,siapa yang tak "girang' jika artikel yang kita kirim ke sana bisa masuk Headline (HL) atau Trending Artikel (Terpopuler d/h) atau tembus ke media cetak kompas freez (yang ini dibayar,saya pernah satu tulisan masuk sana).Namun dalam hal tulisan kita dibaca orang,menjadi relatif sifatnya.

Tidak semua artikel yang masuk HL (Headline) akan lantas banyak di klik pembaca.Tergantung topik yang diusung.Saya lihat jika topik tentang esek-esek,artis,selebritis,atau bahkan jiplakan dari media mainstream sekalipun,atau topik politik dan yang bombastis selera anak muda,pasti mau masuk HL atau tidak masuk HL,tulisan macam begini akan banyak dibaca (di klik member di sana).Apalagi yang artikel menuai perdebatan,bisa mencapai ribuan hit dalam hitungan 6 jam setelah dipublish.

Tetapi artikel tentang kewirausahaan,artikel pendidikan,wisata atau yang memerlukan bahasa kaku dan topik yang kurang populer,meskipun penting walau masuk HL bahkan Trending Topik sekalipun akan sepi pembaca.

Tidak jarang yang masuk HL,jika topiknya kurang populer dan kurang mengikuit selera anak muda (15-29th),hitnya dibaca orang hanya 300 hit saja.Bahkan bisa kurang dari itu.

Lain lagi jika artikel esek-eseks,politik dan agama yang memancing perdebatan.Bahkan topik berulang-ulang tentang selebritis,meskipun tak masuk Headline atau Trending Artikel dan tak masuk highlight,tetap saja tulisan akan dengan mudah memperoleh hit (dibaca) khalayak hingga ribuan hit.

Sama halnya kalau produksi film di tanah air.Sebuah film yang bermutu zaman dahulu misalnya sekelas film Tjut Nya Dhien,dilihat dari kualitas dan sebagainya jelas lebih bagus dan lebih bermutu.Namun lakunya di pasaran (baca: antusias penonton) jika dibanding Film-film populer dan film bertema esek-esek jauh sekali raihan menjaring penontonnya.Itulah selera pasar.

Sebuah tulisan di blog juga demikian,coba menulis yang baik dan bagus,tetapi topiknya kurang populer dan bukan yang sedang aktual atau trend.Meskipun tulisan kita kalau dinilai "guru bahasa' bisa meraih angka 9 kualitasnya,tapi belum tentu pembacanya di dunia maya akan banyak.

Tapi sebaliknya,coba lempar artikel yang kontroversial,berbau porno,selebriti atau topik sensitif agama,maka dalam sekejap tulsian maya Anda akan banyak dilahap khalayak,terutama di komunitas.

Jadi,saya percaya hasil survei kompas group tentang ini,bahwa usia terbanyak pembaca tulisan di media online adalah anak muda.Usia 15-29 tahun.

Mengapa kita cape-cape untuk berbicara tentang siapa pembaca karya kita di internet ? Lha,penting dong gan,masa kita mau nulis di ineternet,di media online lalu tidak ada yang baca? Ya,mubadzir atuh..!

Sebuah tulisan akan berpeluang banyak manfaat jika banyak dibaca dilihat disimak orang lain.Kalau hanya dilihat dan dibaca kita,namanya masturbasi,memuaskan diri sendiri saja toh.Hehe.

Namun ya kembali ke pendirian masing-masing saja akhirnya.Namun tak ada salahnya toh,kita juga seidkit memahami karakter para calon pengunjung website atau blog kita.Meskipun karakter kompas.com belum tentu adalah hasil pada umumnya khalayak internet,tetapi paling tidak bisa menggambarkan segmen pembaca blog kita juga.

Sebuah blog atau website akan lebih bermanfaat jika banyak pengunjung bukan?

Salam berkarya dan berkreativitas terus,selamat pagi.



Sabtu, 27 April 2013

Blog Komunitas Bisa Membunuh Blog Pribadi

Kalimat atau judul di atas pernah dikemukakan oleh Kang Pepih Nugraha di sebuah tulisannya.Yaitu ketika seorang yang punya blog pribadi sudah tidak ada waktu dan tak sedikit yang membiarkan blog pribadinya layu dan tak terurus.Karena saking terlalu betah atau kerasan di "kerumunan' (blog komunitas).

Kerumunan memang selalu menarik,karena ramai.Lihat saja semua orang maunya tinggal di kota,sedikit saja yang mau membuat rumah di sebuah lokasi yang sepi jauh dari orang-orang,sanak saudara dan teman,kecuali bagi orang yang introvert sekali.

Sudah manusiawi pula seseorang ingin membuktikan eksistensinya di tengah teman-teman atau tetangga.Malahan yang keterlaluan suka terlena terus ngerumpi di tempat kumpulan atau kerumunan.

Dalam kehidupan nyata,tak sedikit kaum ibu atau bapak yang gemar sekali berlama-lama di warung tetangga hingga larut malam,ngerumpi ngalor ngidul kadang disertai debat kusir yang panjang.Lihat di pos-pos ronda atau di kios dan kafe-kafe sekitar rumah,begitu banyak yang berkumpul dari yang sekedar cari angin sampai yang kecanduan mau berkerumun terus.

Begitupun di blogging dan media internet.Mengapa facebook dan jejaring sosial lainnya banjir anggota? Karena itu tadi,pada dasarnya kita sebagai makhluk sosial senang sekali berkerumun.

Ada yang salah dengan berkerumun ? Ya,menurut saya jika masih dalam kendali diri dan tidak keterlaluan masih wajar-wajar saja.Namun jika suka bergerombol dan berkerumun terus di gardu ronda keterlaluan,sehingga urusan rumah tangga kita amburadul ya kurang baik juga sih.Hehe.

Dalam blogging,terutama bogger,penulis blogger berkerumun perlu,untuk mendapat info-info dan memperluas jaringan.Banyak teman artinya akan banyak ilmu,banyak kenalan,banyak informasi dan akan banyak sumber ilmu pengetahuan.

Akan banyak ilmu yang kita peroleh dari sana,termasuk ilmu bagaimana bisa bergaul dengan luwes dan elegan di tengah dunia komunitas yang terdiri dari berbagai macam karakter,sifat dan kepribadian para blogger itu.

Mengasah kedewasaan berpikir,berekspresi dan bersosialisasi juga dan sejumlah manfaat lainnya.Bagi blogger yang punya blog pribadi,tentu perlu disiplin dan pandai mengatur waktu,kapan terus di Pos Ronda (baca: komunitas),dan kapan kita harus tetap mengurus blog sendiri.Supaya keduanya bisa terus terupdate,terus terpelihara dengan baik.

Salah satu ciri terpeliharanya sebuah blog adalah suka ada konten baru di setiap periode tertentu,bisa jam-jaman,harian,atau mingguan.

Selamat berkomunitas,selamat memelihara blog Anda juga gan,bagi rekan blogger semua.Semangat semoga bermanfaat.Salaman hangat.

Semoga bisa mengatur waktu kapan berkomunitas dan kapan terus online di blog sendiri,Agar tidak terjadi blog pribadi terbunuh dan hilang atau merana karena terlalu banyak asyik masyuk di blog komunitas.

Jumat, 26 April 2013

Pembaca Media Online Paling Banyak Usia 15-29 Tahun

"Khalayak pengguna media online terbanyak saat ini adalah pengguna internet yang berusia dari 15-29 tahun" (Menurut survei terbaru kompasiana.com.Dikutip dari makalah Pepih Nugraha,Seminar Bahasa Kompas di situsnya).

Mencengangkan? Saya rasa tidak,saya sudah menduga sebelumnya,meskipun saya tak punya daya untuk menyurvei tentang khalayak terbanyak sebagai pembaca media online.Termasuk media blog dan sejenisnya.Kita sudah banyak menduga tentang segmen ini.

Keterangan tersebut,khalayak atau pengguna (baca:pembaca) media online terbanyak menurut versi penelitian di kompasiana.Dalam makalah seminar bahasa kompas di situsnya,Pepih Nugraha,redaktur pelaksana kompas.com menyatakan,bahwa pengguna terbanyak kompas.com (online) berusia dari 15-29 tahun.Yakni anak muda,pemuda yang umumnya bertanggal lahir sekitar tahun 1983-an ke sini.

Merujuk kepada standar hasil penelitian kompasiana,dengan pertimbangan bahwa situs kompas.com adalah media terbesar online saat ini,maka kesimpulan menurut saya,pembaca dan pengguna situs atau blog kitapun tidak akan jauh-jauh amat jenis dan nuansa pembacanya.

Jadi,jika kita menayangkan tulisan yang tidak se-selera generasi sekian yang dimaksud,siap-siaplah blog atau situs kita akan sepi pengunjung.Wuaaa...!

Generasi yang lahir setelah tahun 1983 ke sini sangat beda pengalaman dan wawasan hidup dan kehidupannya.Tingkat pendidikan akademis dan gaya hidup serta kondisi sosial dan kehidupan sehari-harinya tentu akan beda "selera" dengan generasi setua saya misalnya,keluaran generasi tahun 1970-an.Apalagi dengan pembaca yang lebih tua dari penulis,pembaca yang lahir sebelum tahun 1970.

Pandangan hidup,pola pikir,wawasan,terutama pengalaman pribadi dan sosial tentu akan berbeda,malahan sangat jauh.

Dengan demikian terjadi gap yang sangat lebar antara generasi yang lahir di zaman Belanda,Jepang,masa revolusi fisik agresi Belanda ke -2,zaman orde lama dan orde baru permulaan.Dalam hal suka online dan suka membaca media online,serupa blog atau website terutama.

Tidak akan heran jika di ranah-ranah online yang bernama komunitas,suka terjadi "debat' beda pedapat dan beda pandangan terhadap suatu isu yang dilontarkan seseorang ke dinding online-nya.

Perdebatan yang kadang tak tentu arah,tak jelas ujung pangkal suka terjadi,salah satunya karena adanya perbedaan cara belajar dan pengalaman hidup yang sangat banyak perbedaannya.Karena ada beda lintas generasi antara si penulis konten dengan yang berkomentar pro dan kontra di bawahnya.

Untuk artikel atau postingan online,jika situs atau blog kita mau banyak pembaca,cobalah membuat karya tulis atau postingan dan konten yang membidik dan menyesuaikan dengan selera segmen khalayak terbanyak tadi.Yaitu khalayak internet yang berumur 15 sampai 29 tahun.

Walaupun ini bukanlah standar baku dan kaku serta pasti,Namun paling tidak bisa masuk akal.Selintas saja generasi yang lahir sebelum tahun 1980 misalnya,pasti tak akan banyak lagi yang bisa dan berminat terus online.Ya yang tua-tua ada sih,yang terus dan suka baca media onlie,tetapi tidak sebanyak kaum yang lahir setelah 1980 ke atas.Tidak sebanyak anak muda 15-29 tahun.

Tetapi yang anak muda kelahiran 1980 ke atas,paling tidak walaupun belum bekerja atau menganggur sekalipun,kebanyakan masih mahasiswa dan pelajar atau yang sudah jadi eksekutiv muda,dipastikan mereka sedang nafsu-nafsunya dengan dunia internet,termasuk sebagai segmen sasaran sebagai pembaca dan pengunjung setia blog kita.

Perbanyak konten yang mengakomodasi usia calon pembaca blog kita sekitar itu.Maka perlahan tapi pasti,blog dan konten kita akan berpeluang banyak dibaca dan dicari orang.

Tentu saja dengan memenuhi syarat dan prasyarat lainnya tentang menulis di media online.

Salam blogger.

Kamis, 25 April 2013

Magnet Ingin Menulis Topik "Politik" yang Membikin Saya Sakit Kepala

Sebagai blogger,meskipun masih status blogger ecek-ecek dan blogger baru,naluri jurnalisme warga (rasa ingin mewartakan dan ingin berkomentar,hehe arti sederhana saja),dan menulis topik politik selalu menggelitik geli di batin ini.

Pikiran selalu tertarik oleh semacam magnet yang cukup kuat arus daya tariknya,sehingga jika saya tak pandai-pandai menetralkan rasa itu,suka kebablasan menulis topik politik.Padahal sama sekali bukan pakar politik,jangankan sebagai pakar atau ahli,ikut politik-politik praktis di lokal daerah saja saya sudah gak pernah ikutan.Kecuali menunaikan kewajiban "politik'sebagai warga negara dalam arti lain,ya tentu saja ikut mendukung.

Namun ini lain,yaitu ketika pikiran ingin selalu menulis topik dan tema politik.Dan karena wawasan politik saya dangkal,ketika memaksakan menulis tema atau topik politik,alih-alih jadi tulisan yang mencerahkan,eh malahan jadi sebuah tulisan yang nyinyir,berat sebelah,dangkal,garing dan sejumlah titel jelek lainnya.

Alhasil pernah suatu waktu tulisan saya di banned pengelola komunitas untuk tidak layak muat di layar websitenya.

Lalu di blog ini,apalagi terus terang saya sudah berkomitmen,dalam mengisi konten di blog ini tak akan ada membuat tulisan yang secara langsung bermuatan kepentingan politis tertentu.Apalagi untuk suatu kepentingan kelompok dan golongan tertentu.

Mengapa...?

Ya,enggak mau saja gan.Karena di ranah politik dalam arti politik praktis,rawan akan konflik kepentingan.Termasuk rawan perdebatan yang panjang,rawan intimidasi,rawan dibenci orang yang berseberangan dengan orientasi politik kita.Dan saya tak mau semua terjadi.

Menulis sudah tidak lagi dengan ikhlas dan bebas merdeka berkreasi demi membawa manfaat sebanyak-banyaknya.Jika sudah ada nuansa kepentingan  di dalamnya,tulisan kita akan kaku dan sarat dengan jargon-jargon dan nada yang dipaksakan ke dalam kontennya.

Dan saya tidak mau itu.Lalu kata pembaca,mungkin,yah terserah elo deh.Hehe ,iya betul terserah saya,namun paling tidak pembaca akan mendapat sedikit gambaran terutama bagi yang suka mampir dan ingin berpartisipasi di sini.Mengirim tulisan atau berkomentar,bahwa blog yang dikelola saya ini adalah netral secara kepentingan politik.

Saya mengutamakan rasa kebangsaan,nilai persatuan dan kesatuan yang kokoh dalam berbagai mozaik perbedaan yang terdapat di negeri ini.Indonesia.Saya membuat blog dipersembahkan kepada hal-hal kemanusiaan,tidak akan membatasi dalam bentuk apapun.Bahkan lintas kepercayaan sekalipun,terbuka untuk umum,berkarya demi kemanusiaan.

Meskipun blog ini apalah artinya diantara banyak situs yang bermutu lainnya,namun semoga menjadi sebuah bagian dari sebuah skrup kecil yang ikut memberi manfaat bagi manusia dan makhluk Tuhan di semesta ini.

Oleh karena itu,saya menghindari sebisa mungkin untuk tidak mengisi terlalu banyak topik "politik' secara tidak seimbang dan hanya bagi kepentingan kelompok tertentu saja,Jikapun akan ada konten tentang tema politik,semata-mata karena perhatian saja kepada akitivitas politik secara umum.

Bingung ya..?

Yaitulah,saya bilang kalau saya kirim konten bicara politik suka gak tentu arah,Hehe.

Terima kasih,selamat malam semua.

Terbaru

Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran

Hari ini ,Senin 27 April 2026,ada reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran.Pelantikan langsung dilakukan oleh presiden di Jakarta. Harapan kami raky...

Terpopuler