Kalau bicara Indonesia adalah bicara negara.Mungkin anda lebih mengerti apakah benar Indonesia kekurangan wirausahawan ? Seperti yang dilansir berbagai media kutipan dari perkataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian,Hatta Rajasa kemarin.Bahwa Indonesia kekurangan wirausahawan.
Sebenarnya di tingkat Usaha Kecil banyak potensi warga RI menjadi wirausaha,namun banyak yang layu sebelum berkembang.Bahkan mati sebelum mereka menghasilkan buah,atau banyak yang bertahan,tetapi berstatus hidup segan mati pun juga tidak .Hidup dan berjalan tetapi perusahaan mereka tidak sehat.
Seperti orang yang hidup tetapi menderita penyakit,ada yang ringan,sedang dan bahkan sakit parah.Banyak faktor yang menyebabkannya,baik faktor intern maupun ekstern terutama dukungan pemerintah,dukungan sistem ekonomi di negara ini.
Maksudnya dukungan pemerintah belum seperti yang diharapkan dunia usaha kecil kita.Misalnya infrastruktur (sarana dan prasarana) yang masih kurang,biaya siluman dalam segala proses perizinan,tidak efektifnya birokrasi mengurus sesuatu terlalu lama menunggu waktu,preman jalanan,biaya siluman dan biaya ongkos transportasi yang tinggi.
Termasuk keamanan lingkungan yang sebenarnya tidak kondusif,yaitu banyaknya perampokan dan pencurian-pencurian oleh bangsat-bangsat lokal,yang biasanya adalah residivis karena dihukumnya ringan-ringan malah tidak jarang yang tidak sampai ke pengadilan,lalu entah bagaimana bisa bebas setelah ditangkap dan sebagainya.
Membuka usaha kecil saat ini jarang yang mempunyai laba atau untung yang murni,kebanyakan yang bertahan usahanya hanya bendera perusahaan saja yang berkibar,padahal manajemennya penuh dengan hutang gali lobang tutup lobang.Terpaksa demikian karena kalau tidak terus nambah modal di setiap periodenya,pasti kegiatan usahanya akan bangkrut,karena kecil memperoleh laba,tidak mempunyai untung yang benar-benar sebagai jumlah lebih dari sekedar ongkos produksinya.
Jadi menurut hemat saya,bukan tidak ada dan tidak berminat berwirausaha bangsa ini,tetapi pemerintah harus tahu diri dalam hal ini.Ekonominya sudah memihak rakyat kecil apa belum? Saya kira kalau kondisi usaha yang terus merugi karena tidak didukung pemerintah dengan baik,maka semangat berwirausaha di kalangan anak muda menjadi kendor.
Karena sebagian mereka berpendapat,kalau berwirausaha lantas nantinya hanya menumpuk hutang karena usahanya tidak memperoleh untung.Hanya terus memperbesar nilai kredit dari bank,yang kadang ditombok-tombok tiap periodenya,maka lebih baik tidur daripada buka usaha demikian.
Kalu tidur dan nganggur resikonya kan hanya enggak punya duit sama tak punya pekerjaan saja,toh nanti bisa melamar kerja.Tetapi jika berwiraswasta yang capenya minta ampun lalu bangkrut dan berhutang,itu lebih parah daripada jadi karyawan atau malah nganggur tidur sekalian.
Iklim usaha yang didukung sepenuh dan sebenar-benarnya oleh pemerintah,maka geliat semangat berwirausaha di kalangan rakyat Indonesia maka dengan sendirinya akan lebih baik dari sekarang.
Sebenarnya banyak yang berwirausaha di negeri ini,tetapi sebagian besar kondisnya ya,demikianlah terutama di kalangan pengusaha kecil ke bawah yang jumlah paling banyak di warga kita.
Terima kasih telah membaca.
Sebenarnya di tingkat Usaha Kecil banyak potensi warga RI menjadi wirausaha,namun banyak yang layu sebelum berkembang.Bahkan mati sebelum mereka menghasilkan buah,atau banyak yang bertahan,tetapi berstatus hidup segan mati pun juga tidak .Hidup dan berjalan tetapi perusahaan mereka tidak sehat.
Seperti orang yang hidup tetapi menderita penyakit,ada yang ringan,sedang dan bahkan sakit parah.Banyak faktor yang menyebabkannya,baik faktor intern maupun ekstern terutama dukungan pemerintah,dukungan sistem ekonomi di negara ini.
Maksudnya dukungan pemerintah belum seperti yang diharapkan dunia usaha kecil kita.Misalnya infrastruktur (sarana dan prasarana) yang masih kurang,biaya siluman dalam segala proses perizinan,tidak efektifnya birokrasi mengurus sesuatu terlalu lama menunggu waktu,preman jalanan,biaya siluman dan biaya ongkos transportasi yang tinggi.
Termasuk keamanan lingkungan yang sebenarnya tidak kondusif,yaitu banyaknya perampokan dan pencurian-pencurian oleh bangsat-bangsat lokal,yang biasanya adalah residivis karena dihukumnya ringan-ringan malah tidak jarang yang tidak sampai ke pengadilan,lalu entah bagaimana bisa bebas setelah ditangkap dan sebagainya.
Membuka usaha kecil saat ini jarang yang mempunyai laba atau untung yang murni,kebanyakan yang bertahan usahanya hanya bendera perusahaan saja yang berkibar,padahal manajemennya penuh dengan hutang gali lobang tutup lobang.Terpaksa demikian karena kalau tidak terus nambah modal di setiap periodenya,pasti kegiatan usahanya akan bangkrut,karena kecil memperoleh laba,tidak mempunyai untung yang benar-benar sebagai jumlah lebih dari sekedar ongkos produksinya.
Jadi menurut hemat saya,bukan tidak ada dan tidak berminat berwirausaha bangsa ini,tetapi pemerintah harus tahu diri dalam hal ini.Ekonominya sudah memihak rakyat kecil apa belum? Saya kira kalau kondisi usaha yang terus merugi karena tidak didukung pemerintah dengan baik,maka semangat berwirausaha di kalangan anak muda menjadi kendor.
Karena sebagian mereka berpendapat,kalau berwirausaha lantas nantinya hanya menumpuk hutang karena usahanya tidak memperoleh untung.Hanya terus memperbesar nilai kredit dari bank,yang kadang ditombok-tombok tiap periodenya,maka lebih baik tidur daripada buka usaha demikian.
Kalu tidur dan nganggur resikonya kan hanya enggak punya duit sama tak punya pekerjaan saja,toh nanti bisa melamar kerja.Tetapi jika berwiraswasta yang capenya minta ampun lalu bangkrut dan berhutang,itu lebih parah daripada jadi karyawan atau malah nganggur tidur sekalian.
Iklim usaha yang didukung sepenuh dan sebenar-benarnya oleh pemerintah,maka geliat semangat berwirausaha di kalangan rakyat Indonesia maka dengan sendirinya akan lebih baik dari sekarang.
Sebenarnya banyak yang berwirausaha di negeri ini,tetapi sebagian besar kondisnya ya,demikianlah terutama di kalangan pengusaha kecil ke bawah yang jumlah paling banyak di warga kita.
Terima kasih telah membaca.