Selasa, 23 Agustus 2022
Ketika Diri Tak Sebaik Artikel Postinganmu
Senin, 22 Agustus 2022
Jika Ortumu Kurang Mampu,lanjut Kuliah atau Kerja?
Minggu, 21 Agustus 2022
Wisata Bandung Mulai Ramai
![]() |
| Dari arah Jakarta di Tol Purbaleunyi Menuju Bandung. |
![]() |
| Makan-makan dan jalan di Perkebunan Teh yang sejuk dan Indah |
Sabtu, 20 Agustus 2022
Mahasiswa dan Godaan Bisnis
Anda mungkin salah satu yang beruntung bisa mengenyam pendidikan hingga kuliah dan berstatus mahasiswa.
Setelah tamat SLTA lalu lanjut ke Perguruan Tinggi,maka masa depan pun terjamin aman dan cerah.Jika studinya tamat sampai mengantongi ijazah Sarjana.
Karena tamatan perguruan tinggi dianggap sudah cukup untuk memenuhi tuntutan lapangan pekerjaan sesuai jurusan masing-masing.Karenanya lulusan kuliahan akan gampang diterima bekerja setelah lulus nanti.
Jika sudah lulus kuliah lalu masih menganggur?
Nah berarti ada yang belum tepat dengan Anda.Mohon maaf apakah anda sekedar tamat dan dapat ijazah sarjana doang,atau selain ijazah kemampuan Anda memang masih kurang pas dengan lowongan kerja.
Biasanya lowongan kerja menuntut kriteria dan standar nilai tertentu,terutama nilai akademis yang bagus.
Sekedar lulus berijazah tanpa nilai bagus,memang susah juga mendapatkan Pekerjaan,karena di tempat kerja yang dibutuhkan adalah tenaga yang betul-betul siap bekerja,hal utama dilihat dari nilai akademis itu,sebagai standar utama menentukan diterima atau tidaknya seorang sarjana di tempat kerja.
Untuk itulah,jika Anda sekarang sedang jadi mahasiswa,alangkah baiknya tekun dan fokuslah belajar dan kejar nilai yang terbaik.
Sebab bagaimanapun standar nilai akademis masih dijadikan pertimbangan dalam penerimaan di tempat kerja nanti.
Walaupun beberapa individu yang istimewa dan bernasib baik,tidak harus nilai akademis harus baik untuk mudah mendapatkan pekerjaan. Tapi hal demikian tidak banyak terjadi,hanya berlaku bagi beberapa orang dari sekian juta manusia pencari kerja.Dan Anda belum tentu masuk golongan yang hoki ini bukan?.
Yang normalnya adalah penerima pekerja melihat nilai akademis dulu,baru pertimbangan lainnya menyusul untuk lulus mendapat pekerjaan yang dilamar.
Apalagi misalnya orang tua Anda mampu membiayai dengan baik,sebaiknya Anda fokus saja ke studi jangan tengak-tengok ke aktivitas lain dulu.
Atau bisa saja orang tua Anda kurang mampu membiayai seluruhnya uang kuliah.Sehingga Anda harus ikut cari biaya kuliah,itu sih bagus,hanya godaan bisnis dan uang itu harap hati-hati,karena bisa jadi kuliah Anda akan terbengkalai,terkatung-katung,bahkan gagal,karena kurang fokus.
Atau lulus kuliah namun dengan nilai yang pas-pasan,itupun akan menyulitkan Anda ketika sudah waktunya melamar kerja.
Lain cerita kalau Anda mau total wirausaha,nilai akademis tidak terlalu penting,bahkan yang radikal mengatakan ijazah tidak begitu nomor satu kalau hanya mau berdagang atau sukses wirausaha.
Mungkin untuk beberapa orang istimewa berlaku kenyataan sukses tanpa ijazah,tapi itu hal luar biasa.Hanya terjadi pada bagian kecil manusia.
Jika saat ini kesempatan kuliah sedang ada di tangan kita.Maka fokuslah belajar,berprestasi di perkuliahan,raih yang terbaik selama fase atau masa pendidikan.Karena hidup akan lebih mudah dengan memiliki ilmu dan pendidikan yang baik.
Kepada adik-adik yang sedang di bangku kuliah,jangan dulu terjun ke bisnis carilah dulu ilmu sampai tamat.Baru nanti setelah tamat pendidikan fokus ke bekerja atau berbisnis.
Karena jika tidak sungguh-sungguh bisa mengatur waktu dengan displin tinggi,kuliah dan bisnis dijalankan bersama pasti salah satunya akan ada korban atau tidak fokus.
Jangan sampai terjadi kuliah gak tamat,bisnis juga asal-asalan.
Fokus dulu saja kuliah,apalagi jika biaya dari orang tua cukup.Fokus berprestasi di studi,syukur dapat beasiswa karena prestasi.Lalu tamat dengan nilai bagus,lowongan kerja pun banyak mencari Anda.
Masih Adakah yang Membaca Blog?
Pertanyaan awam dari saya pribadi,tentu juga nada yang sama bisa keluar dari teman blogger pemula,yang masih tetap mengisi lapak blognya dengan setia.
Masih adakah yang minat buka dan asyik masyuk membaca,menyimak dan melihat di blog?
Sejatinya,era sekarang banyak netizen yang membuka gadgetnya untuk berselancar di jagat internet pasti sukanya membuka aplikasi atau website yang berisi konten video.
Sebut saja raksasa YouTube,dan semacamnya yang menyajikan konten gambar bergerak,mereka lebih menarik minat netizen dan mendatangkan views yang banyak,dalam waktu singkat bisa ratusan atau ribuan pengunjung dan bahkan jutaan penonton hadir dalam sebuah konten atau channel.
Lha,ngeblogging ?
Bagi blogger atau blog sudah besar dan bagus mungkin masih bisa banyak yang buka,atau website besar dan mapan masih banyak menggaet pembaca.
Atau website yang istimewa kontennya,atau konten dewasa (maaf,baca konten PXXno) masih banyak yang mengunjungi.
Lalu blog kecil macam saya,yang bukan orang penting,bukan public figur,bukan siapa-siapa,hanya orang biasa?
Apakah masih bisa bertahan dalam arti ada yang mengunjungi ?
Saya jawab,masih ada! Walaupun mungkin pengunjungnya sangat terbatas.Mungkin saja pengunjung blog adalah mereka yang biasa zaman dulunya "kutu buku",atau yang "tersesat",yang mencari bahan pelajaran nyangkut di blog kita karena mesin telusur internet menyarankan konten blog kita.
Dan yang konten tulisan biasanya,sebagian besar hanya menarik bagi kaum terpelajar saja.Untuk orang awam,anak-anak dan orang tua yang uzur pasti memilih konten video jika sedang buka internet.
Namun,walau kondisi bloging sudah sedemikian menuju "senjakala",saya yakin dunia media tulisan dan gambar tak bergerak seperti blog masih akan ada,walau tak tahu sampai kapan dunia blog akan bertahan.Waktu akan menjawabnya.
Mungkinkah blogging akan bernasib seperti koran surat kabar yang bermedia kertas cetak? Mati suri,bahkan beberapa pengelola sudah bangkrut tak produksi lagi?
Mungkin saja bisa terjadi juga pada blog.
Tetapi jangan lupa bahwa koran cetak bukan digital,bermainnya PPbukan di internet sedangkan blog ada bedanya,blog di ranah internet,jadi masih ada harapan tetap hidup meskipun tidak seramai pada masanya belasan tahun yang lampau,sebelum media konten video hadir dengan pendukungnya berulah.Hehe...
Blog saya saja yang pemula,yang orang biasa jika dilihat dari data statistiknya,walau baru puluhan views dalam sehari,namun berarti masih ada peluang untuk tetap bermanfaat di media atau ranah blogging ini.
Semangat buat rekan blogger pemula,tetap berbagi yang baik,agar hasil dan timbal baliknya ke kita pun yang baik pula.
Tetap menulis,tetap ngonten blog,tetap ngeblog,dan tetap berbagi,update terus konten blog kita.
Karena media blog belum berakhir.Masih berpeluang hidup panjang walau. sudah tidak akan seramai atau semenarik dan sebesar jangkauan pengunjung seperti ke konten video.
Salam ngeblog.
Susah Tidur? Ini Tips Segera Lelap
Jumat, 19 Agustus 2022
Memilih Jalan Menjemput Rezeki
Jika Suami Gak Betah di Rumah
Suami istri ideal adalah selalu hadir di rumah bersama ketika malam tiba.Pagi-pagi berangkat kerja lalu sore pulang dan malam harinya menghabiskan waktu di rumah.
Tapi zaman sudah berubah posisi waktu bekerja dan istirahat kini bisa sembarang saat.Apalagi jika istri juga bekerja dengan jadwal shift-shift an,bertambahlah ruwet mengatur waktu kebersamaan suami istri di rumah.
Atau ada pula yang tempat bekerja suami atau istri nun jauh di luar kota,luar provinsi bahkan luar negeri.Nampak semakin kuranglah waktu kebersamaan itu.
Walaupun secara virtual saat ini bisa berkomunikasi secara onlen,video call,atau chating tetap gak bisa tergantikan.Kehadiran fisik badan selalu dirindukan setiap pasangan suami istri yang baik.
Mungkin kita bicara di lain artikel tentang kondisi keluarga yang berjauhan.Kali ini saya berbagi pengalaman khusus untuk yang kesehariannya suami istri yang bekerjanya bisa pulang normal setiap hari ke rumah.
Sebut saja Nina,bukan nama sebenarnya.Mengeluh suaminya suka pulang terlambat ke rumah dari biasanya sampai rumah sekitar menjelang magrib,namun beberapa bulan ini suka terlambat datang.
Pernah suatu hari bahkan sekarang jadi sering pulang larut malam.Suaminya seorang karyawan yang jelas jam kerjanya,yaitu dari jam 7.00 sampai jam 4 sore.
Biasanya sekitar jam 6 sudah tiba di rumahnya dan melewatkan awal malam hingga subuh bersama istrinya.
Namun menginjak usia perkawinan ke 3 tahun,suaminya mulai sering pulang lambat ke rumahnya.
Bila ditanyakan alasan lambatnya,suami menjawab ke sodaranya dululah,macetlah,ada kerjaan tambahanlah,ke rumah temannya,olahragalah dan sebagainya.
Hingga terdengar kabar suaminya terlambat karena dia nongkrong bersama teman prianya bahkan ditambah berita buruk suka ikut mabuk-mabukan.
Sebagai istri bingung juga kan?
Bertanya langsung secara frontal,malah dijawab dengan agak kasar bahkan pernah sampai membentak.
Itulah laki-laki....!
Ketika sudah berkeluarga,kaum pria suka merasakan kejenuhan berada di rumah dan di tengah keluarga.Walaupun bukan selingkuh punya pacar baru misalnya.Tidak selalu begitu.
Kaum pria biasanya ingin suasana baru di luar rutinitas kerja,dapur,kasur,istri,anak,rumah,mertua,orang tua.
Bukan mau negatif,tetapi hanya untuk penyegaran suasana keluar dari rutinitas yang mulai terasa jenuh dengan hal yang berulang berjalan sekian ratus hari.
Kaum pria type begini jangan dulu diserbu dengan emosi yang konfrontasi dari istri.Bisa perang Bu,kalau emosi istri dikedepankan dalam hal ini...!
Santai dulu,dekati....lebih dekati suami baik dengan frekuensi pertemuan,dengan sapaan,atau dengan ranjang.
Perbaiki dulu sikap dan pelayanan istri dengan sifat keibuamu.Layani dengan lebih dan lebih dalam perhatian atau perihal malam-malam hubungan suami istri.
Pria itu lebih mengedepankan rasio dan logika.Setelah dekati jiwa dan fisiknya,pelan-pelan ajak berbicara dengan hati dan jangan nada mendikte apalagi menginterogasi.Jauhkan nada tersebut.
Bisa dimulai dengan menjelaskan tentang perjalanan perkawinan Anda berdua.Ingatkan lagi masa-masa indah ketika mulai berjanji sampai merajut kebersamaan dalam perkawinan.
Rengkuhlah hati dan pikiran suami dengan romantisme dan kasih sayang tulus.Pelan-pelan ajaklah bicara tentang komitmen untuk saling menjaga dan menghargai cinta dan kasih berdua.
Tepuklah dadanya dan tanyakan adakah beban pikiran atau masalah yang sedang dihadapinya.Dengarkanlah bila dia mengeluh atau bahkan diam.
Mungkin suami stress di tempat kerjanya,atau ada masalah yang terpendam tapi tak kuasa curhat ke istri.
Ajaklah semua terbuka,bukalah tutup keseganan curhat ke istri,dorong dia bicara seluruh masalahnya ke istri.Sentuhlah hatinya dengan mengingatkan bahwa kita tidak sendirian,ada Anda di hidupnya.
Katakan dengan mesra tapi tidak cengeng,karena beberapa laki-laki tidak suka istrinya cengeng,bahwa kita saling membutuhkan,mari saling mengerti dan belajar terus untuk memupuk kebersamaan dalam cinta,dalam kasih,dalam sayang dan rasa satu tujuan,ingin hidup bahagia bersama.
Dan masih banyak lagi,"teori" menghadapi suami yang sudah tidak betah di rumah.
Sedikit-sedikit dulu ya sis,amalkan dulu pelan dan mantap.Hidup bukan pertandingan adu cepat lari ke tujuan,tapi hidup adalah proses perjalanan.
Jadi santai dan tenang,hadapi jalani proses kehidupan dengan menikmati semua suasananya.
Jakarta Timur,Augustus2022.
Terbaru
Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran
Hari ini ,Senin 27 April 2026,ada reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran.Pelantikan langsung dilakukan oleh presiden di Jakarta. Harapan kami raky...
Terpopuler
-
Pengemudi sepeda motor atau mobil jika terjadi hujan lebat dengan curah yang tinggi disertai angin,selayaknya kita berhenti atau menepi di t...
-
Ketika curah hujan tinggi maka air bah yang tidak terserap oleh tanah karena terlapis beton maka hukum anomali terjadi,yaitu air mengalir da...
-
Kemajuan teknologi zaman sekarang memudahkan segala urusan termasuk masalah "kemanusiaan",tata kerja,tata kelola pelayanan publik,...
-
Jika tidak bijak berinteraksi dengan orang lain, baik di kehidupan nyata atau di internet bisa berbuah keburukan bahkan ada banyak kasus yan...
-
Arus mudik dari arah Jakarta dan kota-kota besar lainnya menuju kawasan kampung setiap lebaran selalu padat bahkan macet dan ramai. Mudik at...

