Pernahkah dada terasa sesak tiba-tiba, padahal tidak sedang melakukan apa-apa?
Pikiran melaju ke mana-mana. Tangan dingin. Ingin tenang, tapi semakin diusahakan semakin jauh.
Jika kamu merasakannya, kamu tidak sendiri. Dan kamu tidak perlu memarahi diri karena cemas.
Hari ini, mari kita tidak melawan cemasnya. Mari kita temani nafasnya.
Dalam tradisi muraqabah, nafas adalah jembatan pulang. Bukan untuk menghilangkan rasa, tapi untuk hadir bersama rasa itu dengan lembut.
Berikut 3 langkah yang bisa kamu lakukan di mana saja, bahkan di kantor:
1. Nafas Hadir (30 detik)
Tarik nafas pelan lewat hidung 4 hitungan.
Tahan sebentar......!
Buang pelan lewat mulut 6 hitungan.
Sambil membuang, katakan dalam hati: "Aku di sini".......!
Ini bukan untuk mengubah apa-apa. Hanya untuk memberitahu tubuhmu: aku tidak lari, aku hadir.
2. Nafas Mengamati (1 menit)
Letakkan satu tangan di dada. Satu di perut.
Tarik nafas lagi, tapi kali ini jangan diatur. Biarkan tubuh bernafas sendiri.
Amati saja. Mana yang bergerak duluan? Dada atau perut? Apakah nafasnya pendek atau panjang?
Katakan dalam hati: "Aku melihatmu, cemas. Kamu boleh ada di sini sebentar".
Seringkali, cemas membesar karena kita menolaknya. Saat diamati dengan lembut, ia pelan-pelan melunak.
3. Nafas Pulang (30 detik)
Tarik nafas terakhir yang lebih dalam.
Saat membuang, pejamkan mata sebentar dan bisikkan: "Aku pulang kepada Yang Maha Tenang".
Bukan pulang ke tempat, tapi pulang ke kesadaran bahwa kamu tidak pernah sendirian menanggung ini.
Buka mata pelan-pelan..........!
Bagaimana rasanya sekarang? Mungkin cemasnya masih ada sedikit. Tidak apa-apa. Tujuan kita bukan menghilangkan, tapi mendampingi.
Lakukan 3 nafas ini kapan pun kamu butuh jeda. Tidak perlu tempat sepi. Tidak perlu musik. Cukup kamu dan nafasmu.
> Tenang bukan berarti tanpa badai. Tenang adalah tetap ada di tengah badai dengan hati yang pulang.
Jika hari ini terasa berat, tidak apa-apa untuk istirahat. Kamu sudah melakukan yang terbaik.
Salam hangat.
Hanya catatan kecil untuk hati yang ingin pulang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar