Selasa, 24 April 2012

Untung atau Rugi bagi Diri Kita

By : Aang Wierodjampang


Masih berhubungan dengan tulisan sebelum ini anda bisa baca klik di sini ,yaitu jika kita sedang ingin mendapatkan sesuatu yang lebih baik untuk diri dan pengembangan diri kita dalam menikmati dan mengisi kehidupan ini.


Contoh praktis yang sering kita hadapi sehari-hari misalnya : Bertanyalah selalu kepada diri sendiri dan lalu jawablah dengan sejujur-jujurnya,kenapa harus jujur ? karena ini untuk kepentingan diri kita.Mencari sesuatu yang terbaik bagi diri kita.


Misalnya,....Pentingkah kalau malam ini saya harus begadang ? apa manfaatnya bagi saya ?


Jikalau jawabannya pasti akan rugi akan loyo di pagi hari dan akan pusing,lelah,wajah pucat dan kusut masai besoknya,jangan kita lakukan toh begadang hanya akan merugikan mental dan fisik kita.Maka jangan kita lakukan karena mudharatnya lebih besar daripada manfaatnya.


Lalu dengan ilustrasi di atas,maka mari kita bersama simak dan jawab manfaat dan mudharatnya dengan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini :


Sekilas Tentang Memutuskan Sesuatu

By : Aang Wierodjampang

Hidup ya adalah hidup.penuh probematika penuh ketidakpastian dan berbagai rangkaian masalah,mulai dari masalah terkecil,kecil sampai masalah yang besar dan berat.

Banyak orang sampai stress memikirkan jalan keluar dari beberapa masalah,dan bagi sebagian orang tidak sedikit pula yang menjadi gila atau frustasi dan menjadi setengah gendeng atau edan.

Jika sudah begini,ya rugi lah yang didapat,tidak pandang siapapun jika masalah menerpa pasti akan panik,tidak tenang dan pada umunya bingung.

Bingung untuk melangkah,dan sejuta kebimbangan untuk menyelesaikannya,harus mulai darimana,bagaimana dan kapan.

Senin, 23 April 2012

Indahnya Berbagi

By : Aang Wierodjampang

Berbagi saat-saat ini sering kita dengar hampir di berbagai situasi,yaitu tindakan dan sikap kita untuk memberikan sesuatu yang bisa bermanfaat kepada orang atau pihak lain.

Berbagi banyak ragamnya seperti berbagi uang dengan sedekah,berbagi harta dengan jakat,berbagi ilmu dan berbagi informasi lainnya yang bermanfaat.

Sama halnya dengan semangat menulis di blog,di media masa,di media berbentuk fisik di kenyataan atau berbagi informasi di dunia maya.

Bermacam pula motif dan tujuan berbagi,ada yang hanya sekedar narsis saja,atau mau populer saja,atau untuk mendapatkan uang saja dan yang paling mulia adalah berbagi dengan tulus ikhlas sebagai niat dan berbuat hanya karena beribadah saja.

Minggu, 22 April 2012

Tulisan enggak pake pakem ..(free) part II

By : Aang Wierodjampang




...karena judulnya gak pake pakem pastilah tulisan ini suasananya bebas merdeka..enggak di kungkung oleh EYD, enggak harus pakai titik atau koma dengan benar atau tanda-tanda yang bikin rbet lainnya..titik,tanda kutip, tanda tanya, tanda seru ,wuihhh reseh banget deh...hehe


..atau jika mulai membuat kalimat harus dengan hurup kapital, alinea harus sama sepasinya dan lain-lain..wah kali ini enggak banget nih mau bebas saja...keluaar dari pakem menulis yang baik dan benar ..


pembaca...kalau anda jeli .,sekitar dua hari yang lalu ada tulisan teman saya,karya Neng Moona,beliau sahabat saya  seorang Ibu Rumah Tangga,Kompasianer,blogger,penulis juga yang bersuami Warga Saudi.. tinggal di Riyadh...., kita lihat tulisan yang berjudul  Ironi kawin kontrak bisa dibaca silahkan klik di sini, di tulisan ini..neng Moona menulisnya dengan enak dan enjoy saja...


Meremehkan Hal-hal Kecil

By : Aang Wierodjampang

Pepatah bijak mengatakan " sesuatu yang banyak dan besar adalah hasil kumpulan dari hal-hal yang kecil ".

Pengalaman saya ketika kemarin sore pergi ke salah satu toko sayuran,ketika kami menuju sebuah pojok khusus utuk sayuran yang cepat layu,semacam jarjir,bagdunis,kuj bara,dan has,disana pelayannya sangat judes dan tidak ramah.

Beberapa orang bahkan ada yang sampai protes dengan ketidakramahan si pelayan itu tentu saja yang berani protes mereka sesama warga Saudi,orang asing macam saya mana berani protes hal begituan di negeri orang,meskipun sebenarnya di dalam hati ya mangkel juga termasuk beberapa rekan TKI yang kebetulan bersamaan dengan saya mereka menggerutu dengan pelayanan si pelayan itu.

Judes, berkata kasar, tidak sopan dan sangat melecehkan konsumen,entah syetan apa yang mampir di benak si pelayan itu sehingga kesombongan untuk sekedar melayani pembeli dengan ramah saja dia begitu malasnya.

Sabtu, 21 April 2012

Rejeki

By : Aang Wierodjampang

Rejeki adalah anugerah dari Tuhan baik berbentuk materi maupun immateri,biasanya kita mengenal rejeki yang paling ngetop berbentuk fisik materil,iyalah entah itu uang,benda,harta dan barang-barang,terkadang suka melupakan rejeki yang berbentuk immateri atau abstrak tidak terlihat dan terasa sebagaimana rejeki materi. 

Sebut saja misalnya,kesehatan,kecerdasan,kepintaran,keahlian,kejujuran,keselamatan,kebahagiaan,ketenangan,ketentraman dan keimanan itu semua termasuk rejeki juga bahkan jodoh, meskipun jodoh objeknya tetap berbentuk materi juga yaitu pasangan kita berbentuk manusia,tetapi takdir jodohnya adalah rejeki yang abstrak tidak berbentuk benda.

Lempar Status Sembunyi Komen

By : Aang Wierodjampang

Kalimat di atas "lempar status sembunyi komen" suka di tulis di inbok saya oleh seorang teman Facebook aku dari Bengkulu,ketika penulis mengupdate status di dinding profil lalu ditinggalkan saja tidak merespon komentar yang masuk,seolah status dilempar begitu saja dan ditinggalkan sambil lalu,seperti melempar sampah yang tidak dilirik lagi sesudah melemparnya.

Perbuatan begitu secara etika tentu tidaklah sopan,karena seolah melecehkan teman atau publik yang kita telah add menjadi teman,meskipun secara aturan baku tidak ada kewajiban yang jelas untuk mengatur bahwa sebuah status harus di jagain terus dan ketika ada yang komen langsung harus dibalas.

Jumat, 20 April 2012

Refleksi Diri

By : Aang Wierodjampang

Refleksi diri, sebuah usaha untuk mamahami keadaan sedang bagaimana dan sudah dimana  pencapaian diri didalam mengarungi hidup ini.

Bisa berarti juga berpikir tentang diri sendiri seolah-olah sedang bercermin untuk menemukan kembali jati diri.

Merenung..,

Merenungi diri  mencoba menggali lagi apa yang telah dilakukan pada masa lalu sebelum saat ini dan apa yang akan dilakukan di masa depan.

Terpopuler