Rabu, 15 Mei 2013

Beda Kepuasan Merasakan Sebuah Kesuksesan

Sukses dalam arti menang,berhasil dan tercapainya suatu tujuan.Ketika orang sudah mencapai titik sukses (relatif macam suksesnya),maka rasa kesuksesan itu sendiri menjadi berbeda di setiap yang mencapainya.

Misalnya,ketika seseorang bisa menggondol Ijazah Sarjana rasa sukses setiap sarjana yang diwisuda akan berbeda satu sama lainnya.Sederhananya,seorang yang pada masa kuliahnya penuh perjuangan berdarah-darah,banyak penderitaan,perjuangan di segala bidang,perjuangan melewati tahap demi tahapan tahun per tahun perkuliahan.Berasal dari sebuah tempat yang terpencil,berasal dari keluarga petani miskin,berjuang berprestasi dengan kemampuan ekonomi orang tua yang seadanya,bahkan miskin,perjuangan sangat prihatin di indekostan murahan,lalu akhirnya sampai berhasil menjadi seorang Sarjana,apalagi dengan nilai yang cum laude misalnya.

Tentu akan berbeda rasa sukes itu dengan teman mahasiswa yang sukses juga meraih gelar Sarjana tetapi berasal dari orang tua yang mampu secara ekonomi,memang keluarga besarnya adalah dinasti sarjana,memang lingkungannya sudah di kota sejak lahir,sudah terbiasa dengan pola hidup intelektual,banyak buku-buku dan sumber pendukung tanpa harus melalui prihatin,tinggal di rumah orang tua sendiri ketika sekolah,atau indekost di paviliun mewah dan mahal dan berbagai kelebihan lainnya,sehingga sampai berhasil menjadi sarjana.

Kepuasan dua orang sarjana yang baru di wisuda seperti contoh di atas,dengan latar belakang dan sejarah perjuangan yang berbeda,akan berdampak kepada rasa suksesnya yang berbeda pula.Mungkin saja bagi si sarjana yang contoh pertama,yang harus meraih sarjana dengan keprihatinan dan perjuangan yang hebat,rasa sukses itu akan sangat-sangat berarti dan mendapat tempat di hati yang sangat sakral dan dalam di lubuk terdalam rasa puas bathinnya.

Untuk rasa sukses yang contoh kedua,karena perjuangannya tidak begitu "dramatis' dan tidak seberat serta seprihatin mahasiswa yang pertama tadi,maka rasa puas di hati ketika sedang diwisuda,mungkin......? Mungkin saja akan hanya sedikit rasa puasnya,atau biasa saja malahan,yang jelas pasti rasanya akan berbeda dengan sarjana yang sejak awal perjuangan mencapai tujuannya dengan harus disertai 'petualangan' perjuangan yang hebat dan 'heroik'.

***
Saya zaman muda dahulu suka ikut jadi anggota klub sepak bola,biasalah kelas kampung atau Desa,lalu di setiap tahun suka ada kompetisi tahunan,semacam liga desa.Sebut saja begitu,kebetulan grup sepak bola saya termasuk kelas papan atas di desa itu.Selain materi pemain kami memang banyak yang berbakat,masih muda-muda dan memang lingkungan kami pada gemar sepak bola.

Ketika kompetisi berlangsung,langkah grup kami suka lancar saja melaju ke babak semi pinal.Karena di babak penyisihan memang lawannya masih campur dengan grup-grup yang di bawah kami kualitasnya.Kemenangan-kemenangan setelah selesai bertanding di babak penyisihan tidak begitu memuaskan,meskipn gembira menang skor dan punya nilai tetapi rasa puas di batin sedikit saja.karena perjuangan untuk menangnya tidak berat.Bahkan kadang kami bisa menyarangkan gol lebih dari 5 buah ke sarang gawang lawan di babak penyisihan.Lawan mainnya hanya grup-grup lemah kok.

Lalu beranjak ke semi pinal,di putaran semi pinal sudah lumayan,jika menang merasa puas dan bangga,ada nilai tambah puasnya dibanding ketika menang dulu di putaran 16 besar babak penyisihan.

Di semi pinal lawan-lawan mainnya sudah yang berat-berat dan kulitas grupnya rata-rata sama dengan kami,bahkan ada beberapa yang memang jauh berkualitas di atas grup kami.Jadi kemenangan pertandingan di babak ini sudah merupakan kesuksesan yang hebat dan bisa puas sangat tinggi rasanya,sebab lawannya dan perjuangan meraihnya lebih susah dan perlu mengerahkan segenap kemampuan tim kami.

***
Atau ketika suatu waktu kita berhasil meraih sebuah tujuan,apapun itu jika dalam perjalanan memperoleh dan memperjuangkannya semakin berat dan susah serta banyak rintang dan kesulitan lalu bisa dilewati dengan mulus dan berhasil mencapai tujuan.maka rasa kepuasan bathin akan sampai kepada bukan saja rasa gembira tetapi sudah bercampur dengan bahagia.

Tidak bisa dinyatakan dengan kata-kata,sekecil apapun kesuksesan itu,sekelas apapun keberhasilan mencapai tujuan itu,jika diperolehnya melalui perjuangan yang "dramatis' maka akan berkesan sangat mendalam dan akan merasaka kepuasan suksesnya tiada tara,tak bisa terjangkau kata untuk dituliskan atau diungkapkan.

Selamat menikmati perjuangan yang sedang Anda lakukan sekarang sobat semua.Apapun perjuangan dan bentuk tujuan suksesnya Anda,tentu saja kesuksesan dalam arti yang baik dan benar.

Selamat berjuang kawan !

Walau Basi Sekali Lagi Nulis: About Korupsi

Sedang giat-giatnya bangsa memerangi korupsi,untuk yang kelas kakap diujung tombaki oleh KPK.Dan hasilnya "menakjubkan'..! Sudah banyak yang terjaring gerakan pemberantasan ini.Namun hasil maksimal belum tercapai,ibarat membasmi Tikus di sawah,satu dinasti perkorupsian terungkap,bermunculan lagi tikus-tikus lainnya,baik tikus lama maupun tikus baru.

Dari korupsi yang terang-terangan yang sudah rahasia umum,misalnya pernah ramai heboh di you tube,seorang oknum Polantas memalak turis di sebuah tempat wisata sampai kasus korup trilyunan rupiah.

Modusnya ? Banyak,dari mulai suap hingga penyalahgunaan wewenang.Rupanya masih harus terus menguras waktu dan energi semua elemen bangsa,teurtama yang langsung bersentuhan dengan hal praktis di lapangan.Karena godaaan untuk korupsi bagi para pemegang jabatan sebagai pemberantasnya pun tidak kurang hebatnya,godaan untuk berkorupsi ria.

Bagi koruptor yang tertangkap sudah biasa lagi mereka banyak berkilah,mereka lalu ibarat berteriak,bagai seorang pengemudi mobil yang ditilang teriak kepada polisi yang "menangkap tangan pelanggarannya'.

Si pelanggar berteriak:"..Duh,pak polisi kenapa cuma saya yang ditangkap,kok itu mobil yang lain ada yang melanggar ketika saya ditangkap,kok melaju terus sih.Bebas-bebas saja...".Lalu jawab polisi ," Lah,mereka itu kan hanya masih bernasib baik saja kok,kamu lagi nasib sedang buruk saja saat ini,jadilah tertangkap tangan saat melakukan pelanggaran".

Artinya yang baru tertangkap koruptor di kita hanyalah yang sedang bernasib sial saja dengan pelanggarannya,yang terus dan sedang ber-korupsi dengan masih enak melanggang kangkung terus beroperasi pasti masih saja ada.Karena sistem yang belum sempurna karena masih baru semangat membuka korupsinya,ditambah personel lembaga hukum terkaitnya masih kurang,berkaitan dengan keseriusan anggaran juga di dalamnya.

Meskipun belum maksimal kinerja KPK dan jajarannya,tetapi banyak hal yang sudah menggembirakan,kasus-kasus yang besar dan berkelas mega korupsi berhasil diungkap,walau hukuman maksimal bagi koruptornya masih dianggap beberapa kalangan kurang memuaskan.

Bahkan beberapa orang banyak yang mengharapkan hukuman terberat bagi koruptor adalah pemiskinan harta dan keluarganya,disertai hukuman mati bagi koruptor yang kelas kakap.

Tuntutan hukuman yang berat ini sangat masuk akal,meskipun secara hukum berlaku belum mendukung,masuk akal karena dengan hukuman yang sudah dijatuhkan saat ini dianggap terlalu ringan jika melihat nilai korupsinya,maka efek jera kepada para pelaku korupsi menjadi kurang.Sehingga meskipun mereka tahu saat ini sedang kuat-kuatnya aroma perang kepada koruptor,nyatanya masih saja setiap hari banyak kasus korupsi bermunculan.

Para koruptor baru seolah 'meledek' kepada hukuman yang dianggap ringan yang sudah dijatuhkan kepada koruptor kakap pada masa yang lalu.Mereka tidak takut lagi,sehingga banyak lontaran candaan yang berbunyi,; Yah ,kalau hukumannya bagi koruptor milyaran hanya 2 atau 3 tahun saja ya enak mereka dong,3 tahun vonis penjara ditambah pengurangan-pengurangan akhirnya paling di penjara hanya 2 tahun sekian.Sedangkan harta hasil korupsinya bermilyar-milyar".

Efek jera tidak ada,atau kurang menggigit.Upaya KPK dan jajarannya layak diapresiasi namun mohon dilanjutkan dengan follow up yang lebih "tajam' dan kalau bisa hukuman bagi koruptor lebih "mengerikan'.Supaya tindakan korup selanjutnya berkurang dan uang rakyat digunakan sebesar-besarnya bagi rakyat,bukan digunakan hanya untuk keuntungan pribadi atau golongannya saja.

Pendidikan moral,pendidikan agama dan sebagainya masih memerlukan penegakkan hukun yang kuat,hukuman yang tegas dan berat,karena tidak sedikit yang koruptor itu justeru berasal dan dilakukan oleh orang-orang yang berpendidikan dan beberapa orang bahkan mempunyai latar belakang pendidikan agama yang baik.

Walau masih berat jalan panjang pemberantasan korupsi di kita,namun jika kita semua bersatu untuk berupaya menguranginya,semua elemen bangsa satu tujuan kurangi korupsi,minimal dari sikap dan perilaku diri sendiri lalu ke keluarga dan lingkungan kita.Insya Allah Republik Indonesia akan segera maju,adil dan sejahtera akan tercapai.

Selamat bekerja KPK dan semua aparat terkait.Semoga Allah senantiasa member taufik dan hidayah-Nya kepada kita.Selamat pagi.


Minggu, 12 Mei 2013

Hidup dan Bermain dengan Tegas,Keras tapi Tidak Kasar

Sesuai rujukan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia,masing-masing tiga kata yang dimaksud dalam ulasan ini bisa berarti sebagai berikut :

Tegas : Tidak ragu-ragu,tandas sehingga sesuatu menjadi jelas tidak samar-samar,terang benderang dan pasti.

Keras  : Gigih,ngotot,sungguh-sungguh dalam usaha mencapainya,kuat tidak mudah rapuh semangatnya dan sportif.

Kasar  : bertingkah laku dan bersikap tidak lembut,cenderung berbuat curang,berkata dan bersikap tidak sopan,bernada caci maki dan mendekati dhalim jika dalam bersikap.Ingin mencelakai teman atau lawan mainnya.

***
Ilustrasi sederhana sebelum ke contoh "bermain' dalam kehidupan nyata.Ambil contoh dalam sebuah permainan pertandingan Sepak Bola.Team yang bermain dengan Keras dan mempunyai konsep " bermain' yang tegas,meskipun tidak selalu akan memenangkan skor terbanyak dan menang formalitas karena selisih gol misalnya,tetapi tetap akan dikenang penonton (massa) sebagai Tim yang ideal dan mendapat banyak simpati sejati.

Lebih jauh ke dalam diri timnya,dari mulai pemilik tim,kru,pengurus dan para pemain serta fans pendukungnya,akan mendapat kepuasan bathin,meskipun misalnya kalah secara perolehan skor.Apalagi jika selisih gol juga dimenangi mereka,dan bagi yang bermain suka mengedepankan prisip Keras (ngotot,sportif dan fair) disertai ketegasan kepada aturan main yang fair,tim seperti ini adalah tim yang sudah memiliki mental JUARA.Tidak heran seringkali garis hidup dan sejarah permainannya selalu jadi Tim Juara.Walaupun tidak selalu setiap periode jadi juara I.

Atau,meskipun tidak menjadi juara tetapi mental juara telah mereka raih sebelum sebuah pertandingan pinal dimulai.Bagi pemain atau tim yang sudah bermental juara dari sejak awal dengan prinsip utama bermain Keras dan Tegas tetapi tidak Kasar,meskipun thropy tidak teraih saat pertandingan grand pinal misalnya,tetap mereka mendapatkan kepuasan bathin yang tidak dapat dirasakan oleh para pemain dan tim yang suka bermain "Kasar".

***
Begitupun dalam 'bermain' di arena kehidupan,menanamkan prinsip utama bermain Keras dan Tegas dan menjauhi sifat-sifat yang Kasar (curang,dan sebagainya),meskipun tidak selalu sebagai juara I,namun kita akan selalu menjadi 'pemenang' sepanjang waktu,karena mental juara sudah terbiasa kita amalkan.Kepuasan menikmati hidup dan kehidupan akan lebih terasakan lebih dari sekedar jadi juara tetapi hasil dari perbuatan yang Kasar (buruk).

Hasil juara dari perbuatan kasar,secara publik hanya akan menghargai kita di depan hidung saja,atau sekedar acara seremonial belaka.Mereka mengelu-elukan dan mendukung kita yang suka bermain kasar,sebagai dukungan kedok saja karena mereka pendukung mempunyai kepentingan.

Dan bagi pemain yang suka bertanding Kasar,hukum alam menghukum dengan sendirinya,karena mental kasar,buruk,curang dan caci maki sudah mengakar di pribadi macam begitu,maka secara berangsur-angsur alam dan lingkungan akan "menghukumnya' banyak terjadi kakacauan dan perlahan juara palsunya akan memudar otomatis oleh alam dan waktu.

Secara sederhana jika pribadi dan kelompok yang suka bermain Kasar ketika sedang bertanding,maka kemungkinan besar suatu waktu akan KASAR pula kepada kawannya sendiri.Akan saling sikut dan saling ganjal dengan kawannya sendiri.Untuk kondisi yang lebih parah,tidak menutup kemungkinan kaum seperti ini (yang suka main kasar) akan musnah dan hancur dengan sendirinya,karena ulah rekan atau teman satu tim yang memang bermental suka main kasar dalam hidup dan hubungan sosialnya.

***
Seseorang yang Tegas,Keras ngotot dalam hidupnya dan menjauhi sifat-sifat dan mental bermain Kasar,mereka itulah adalah para pemenang sesungguhnya,walau tidak selalu harus jadi juara (terpublikasi sebagai pemenang),namun jiwa-jiwa mereka akan puas dan lingkungan akan mendukung serta simpati untuk melestarikan keberadaannya.

Hukum alam akan mengangkat kaum yang suka bermain fair,tegas dan keras ke dalam kedudukan yang baik dan suatu waktu menjadi juara dengan segala kehormatan.Sebaliknya yang suka bermain kasar,walau gampang menjadi "juara' karena dipaksakan dengan segala cara,walau dengan cara kasar,curang dan merendahkan pihak lain,tetapu "jadi juaranya' bagi yang punya sifat begini hanyalah juara palsu dan tidak akan lama.Karena sunatullah tidak menghendaki kaum yang curang dan kasar sebagai pemenang.

Tegas,Keras,Fair,Sportif bisa membuat diri kita jadi pemenang,walau tidak selalu harus jadi juara I,tindakan yang suka bermain Kasar,hanya akan mengantar kita kepada menjadi juara yang semu dan mendapat penghargaan pendukung munafik.Di depan mendukung tetapi di belakang mereka kadang akan " menendang " dengan kasar pula.

Pilih masuk tim mana sahabat...? Masuk tim yang suka bermain sportif,fair,tegas dan bergaya main keras (ngotot) ? Atau mau pilih tim yang suka bermain kasar tidak karu-karuan yang akhirnya hanya akan membuat permainan hidup ini akan selalu tegang,panik dan berkonflik ?

Artinya mau jadi pemain kehidupan seperti apakah kita ? Mau jadi pemain yang suka dan bergaya "Kasar",atau yang bermain dengan Keras,Tegas,dan sportif ?

Saya rasa Anda semua adalah rekan-rekan pembaca yang bijak...? Pasti akan tahu jawabannya masing-masing untuk memilih yang terbaik bagi "permainan ' kita sesungguhnya dalam hidup di dunia ini.Selamat siang.




Jumat, 10 Mei 2013

Mengelola Hasrat Seks

Hasrat seks adalah karunia Illahi,pemberian,anugerah dari Tuhan yang Maha Esa.Berbahagialah kita yang diberi hidup normal mempunyai naluri dan hasrat seks yang normal dan masih greng..! Namun hendaknya bijaksana dalam menyalurkannya,syariat Islam menyatakan,"..maka menikahlah kalian jika sudah mampu,untuk menyalurkan hasrat seksualnya...dst..".

Agama samawi semuanya menganjurkan,untuk menyalurkan hasrat seksual kita dengan jalan menikah.Karena hasrat seks berhubungan dengan proses pembuahan,proses reproduksi,proses membuat keturunan dan menghasilkan anak.Anak dan keturunan secara biologis.

Untuk mengatur dan membedakan perilaku seks antara manusia dan khewan maka berlaku hukun Nikah.Mengikat jalinan perkawinan antara sepasang manusia lelaki dan perempuan dengan syarat-syarat tertentu melalu jalan Menikah.Pernikahan.Selain jalan itu oleh Islam khususnya diharankan atau sangat terlarang,hubungan seks diluar nikah suka disebut Zina,yaitu sebuah perbuatan dosa yang dianggap kotor dan hina dengan sangsi siksaan di dunia dan di akhirat bagi pelakunya.

Siksaan bagi pezina yang tidak taubat adalah penderitaan dan kesialan serta kerusakan kehidupan dirinya ketika masih di dunia ditambah siksaan pula nanti di akhirat.(disarikan dari berbagai keterangan hukum Zina menurut syariat Islam dan kenyataan).

***
Secara pribadi hasrat seksual bagi yang normal bermakna adanya ketertarikan dari diri kita kepada lain jenis kelamin untuk menikmati kegiatan seksual dengan lawan jenis.Dalam arti sempit ingin "berhubungan seks' dengan lawan jenis yang diminati diri kita.Ingin tidur bersama,ingin bersetubuh dengan lawan jenis yang kita sukai.

Jika tidak dikelola dengan benar dan tepat,hasrat seks ini akan dimanfaatkan Setan untuk menunggangi kita memenuhi hasratnya dengan segala cara,dengan sudah gelap mata dan gelap hati tidak berpikir lagi halal atau haram,yang penting kepuasan seks terpenuhi.

Biasanya kesempatan dan niat memegang peranan kuat dalam perilaku membuat orang lalu 'memuaskan hasrat seksnya secara membabi buta".Punya banyak harta,pergaulan yang bebas,kemajuan teknologi.punya pangkat tinggi,wajah yang rupawan,penampilan yang oke,ilmu agama yang hanya kedok saja,jabatan yang tinggi,serta berbagai kesempatan yang lainnya.

Disamping memang ada juga yang memang berniat saja untuk menyalurkan hasrat seks bebasnya karena lemah iman,dan atau sedang gelap mata hati terlingkupi hawa setan.

Hasrat seks yang liar akan menghinggapi dan menyerang siapa saja,tidak pandang bulu atau kelas sosial dan latar belakang seseroang.Yang masih bernama manusia normal pasti memiliki hasrat seks.

Dan itu semua wajar serta normal,dilihat dari segi dan sudut pandang apapun.Dan patut bersyukur jika hasrat seks kita saat ini sedang menggebu-gebu dan sedang panas-panasnya.Malahan jika hasrat sedang dingin,hati-hati artinya nikmat karunia seks Anda sedang dikurangi Tuhan kadarnya.

Yang dianjurkan oleh berbagai ajaran yang baik,demi kehormatan sebagai manusia,demi harga diri dan segala kebaikan yang sangat kita inginkan berjalan dalam kehidupan,maka dianjurkan leh berbagai ajaran kepada manusia untuk mampu : Mengelola hasrat seks-nya dengan baik.

Jika masih lajang dan belum menikah maka dianjurkan banyak-banyaklah menuntut ilmu yang baik-baik,bagi muslim banyak beribadah puasa,perbanyak aktivitas olahraga,konsentrasi kepada pembentukan pribadi yang baik untuk masa depan,perbanyak aktivitas mengisi waktu luang,dan kurangi mengonsumsi konten-konten atau tayangan media yang berbau eseks-eseks dan perbuatan sehat yang lainnya.

Atau jika sudah cukup umur dan mampu lahir bathin,segerlah Menikah ! Tidak ada jalan lain lagi selain menikah! Hiduplah dengan lurus dalam lembaga pernikahan bersama pasangan tercinta kita.

Ada sebagian terutama dari dunia medis,menganjurkan salurkan saja hasrat seks bagi para lajang dengan Onani atau Masturbasi ? Secara medis banyak yang mendukung,namun syariat Islam masih kontroversi dengan saluran cara yang satu ini.Terutama mengenai halal atau haram tentang Onani.(Polemik ini maaf saya tak bisa menulis tuntas,saya bukan ahli agama).

Kali ini saya setuju dengan segeralah menikah jika sudah "mampu",persoalannya banyak yang menilai belum mampu menikah.ya itu tadi bro dan siter yang lajang,perbanyak aktivitas bermanfaat jangan terus bepikir seks saja.

Yang jelas jika yang sudah menikah,bersyukur sudah mendapat pasangan yang sah untuk menyalurkan hasrat seks dengan sehat dan bermartabat.Yang masih lajang dan belum mampu menikah,perbanyaklah dulu menuntuk ilmu dan beraktivitas untuk menyongsong masa depan dengan kegiatan yang lebih bermanfaat,daripada sekedar terus mengurus 'hasrat alat kelamin' melulu.

Bagi yang lajang,teruslah menuntut ilmu,perkaya diri dengan ilmu dan berbagai kecakapan serta kemampuan diri,lalu mandiri,lalu bekerja,lalu dewasa dan segerlah Menikah.Mungkin itu jalan terbaik salah satunya dalam mengelola hasrat seks kita.

Salam hangat.

Blogging: Azas Manfaat

Untuk kesekian kalinya,mungkin untuk kesekian ribu kali saya kembali mengintrospeksi,mempelajari dan mengaca diri kembali.Bahwa apa yang telah saya lakukan khususnya dalam menulis di blog ini,apakah ada manfaatnya atau tidak ? Begitulah selalu saya suka bertanya berulang-ulang,walau mengira-ngira saja,bermanfaat bagi diri sendiri minimal dan untuk pembaca paling tidak.

Beberapa kali tulisan gaya belepotan saya dimasukkan ke folder draft,beberapa kali tulisan saya edit,karena pertimbangan manfaat dan kelayakkannya untuk dipublish.

Tidak ada larangan atau sangsi secara pasti sebenarnya,kecuali ya jangan terlalu berbau SARA atau menghina seseroang dan jangan menulis yang buruk lainnya,namun saya selalu bertanya pada nurani sendiri.

Di dalam blog sendiri apalagi,kita bebas-bebas saja menayangkan konten,wong kita sendiri segalanya,ya penulis,ya reporter,ya editor,ya administrator.Meskipun ini sifatnya individual sekali,tergantung niat masing-masing namun bagi diri saya punya prinsip tersendiri,yaitu menulis dan blogging adalah untuk kepuasan batin.Lebih jauh adalah blogging-ku sebagai self therapy,yang mengedepankan azas manfaat di dalamnya.

Semangat secara spiritual lebih jauhnya lagi nge-blogging mudah-mudahan termasuk ibadah,walau tidak selalu mencerahkan,namun setidak-tidaknya semoga ada manfaat bagi yang membacanya.

Visi misi kita ngeblog dan teman lainnya tentu berbeda,itu hak masing-masing.Ada yang motivasinya komersil,selalu berhubungan dengan keuangan,menghasilkan uang,ibadah,membagikan ilmu,dan sebagainya.

Yang jelas pasti blogging ingin menebar manfaat.Manfaat yang pertama kali jika menayangkan tulisan kita di media blog,menurut hemat saya yang awam gan,harus dipertimbangkan adalah,apa manfaat bagi diri sendiri dan keluarga ? Lalu susul dengan pertanyaan bermanfaatkah bagi khalayak umum ? Negara,bangsa,agama,dan kemanuisaan serta lingkungan atau alam.

Sehingga tulisan di blog kita menjadi jalan syariat sebagai "rahmatan lilalamin",sebagai rahmat bagi seluruh alam.Menjadi kebaikan bagi semua.

Ada teman blogger yang menyatakan,tulisan kita adalah ibarat anak-anak,atau produk kita,jika anak-anak kita itu bermanfaat,maka pahalanya akan terus mengalir kebaikan kepada ayahnya,sebaliknya jika karya kita (konten blog) yang buruk-buruk maka hasilnya keburukan akan terus mengalir ke penulisnya.Baik dalam arti kiasan maupun keburukan dalam arti sebenarnya.

Tulisan di blog adalah bagian dari amal kita,pasti termasuk amal yang dicatat dan diperhitungkan juga nanti di hari kiamat.

Selamat menulis dan blogging yang sehat dan bermanfaat teman-teman,menulis adalah sebagian dari amal juga,menulis yang baik artinya beramal baik,menulis yang buruk (dalam segala arti) akan tercatat sebagai amalan yang buruk.

Dan pembalasannya tergantung dari amal-amalan kita,amal baik berbalas kebaikan,amal buruk sudah pasti suatu waktu akan berbalas keburukan.

Wallahualam.Selamat hari Jumat bagi teman moslem dan selamat sore teman semua sesama pembaca yang budiman.

Kamis, 09 Mei 2013

Pesona WIL dan PIL yang Bikin Bangkrut

WIL dan PIL dipopulerkan oleh rekan media majalah populer dan majalah keluarga,atau di tulisan-tulisan para pakar psikologi dan para konsultan dalam rubrik rumah tangga atau kolom curhat-curhatan.Tentu saja dimulainya dari media cetak yang sudah lebih ngetop di masa lalu.

WIL,Wanita Idaman Lain dan PIL akronim dari Pria Idaman Lain,dalam terjemah negatif adalah bermakna Selingkuhan.Penganggu hubungan yang resmi,penyakit bagi sebuah hubungan perkawinan,duri dalam sebuah kehidupan berkeluarga.

Hubungannya dengan kebangkrutan ?

Sangat erat,dalam arti selingkuh biasanya yang dilakukan adalah keburukan,segala kekotoran,ya apalagi kalau dalam selingkuh yang sudah dewasa tidak akan jauh dari aktivitas,curhat-curhatan,jalan,bareng,makan bareng dan.....Tidur Bareng!

Bagi seorang Pria atau Wanita yang sudah berkeluarga,perbuatan selingkuh dengan memelihara PIL dan WIL,sangat berbahaya bagi hidupnya.Pengalaman dan beberapa kisah nyata yang penulis lihat di sekitar membuktikan tentang ini.

Perselingkuhan akan membuat orang yang menjalaninya akan berkemungkinan besar terkena bangkrut.Bangkrut dalam arti rusak,hancur,kacau balau kehidupannya,dalam arti yang lebih kongkrit akan berakibat bangkrutnya bisnis,bangkrut karier,bangkrut nama baik di masyarakat,bangkrut turun jabatan,bahkan sampai dipecat dari pekerjaan dan segala jenis kebangkrutan.

Banyak contoh bagaimana seorang pengusaha,pejabat teras,orang terkenal,sampai orang di sekitar kita,yang tadinya maju,berwibawa,dihormati,disegani,dan segala kebaikan melekat pada beliau-beliau ,akhirnya harus terkapar bangkrut karirnya,bangkrut nama baiknya dan bangkrut bisnis serta segala aktivitas usahanya,hanya karena ketahuan punya WIL dan PIL,Selingkuh!

Tidak bermaksud sok alim,saya menulis ini.Namun semoga ada manfaatnya bagi pembaca.Jika sudah berkeluarga dan punya suami atau isteri yang sah,sebaiknya setia pada keluarga.Atau jika seorang pria muslim diperkenankan untuk menambah isterinya lebih dari satu asal dengan persyaratan tentang "keadilan' terpenuhi.Daripada memelihara WIL atau PIl dalam kehidupan percintaan kita.

Karena kebusukan tetap akan terkuak dengan sendirinya,,itu sudah hukum alam,sepintar apapun kita menyembunyikannya.Dan perbuatan selingkuh akibat buruk yang akan paling terasakan dengan cepat adalah kebangkrutan dalam berbagai arti dan makna akan menerjang para pelaku selingkuh.

Selamat pagi.

Selasa, 07 Mei 2013

Standar Ganda [ Gado-gado]

Situasi dan kondisi dalam kehidupan tidak bisa ditebak dengan tepat.Termasuk dalam hal prinsip dan keteguhan hati untuk bertindak dan bersikap.Suatu waktu di dalam blogging saya sudah berpendirian kepada diri sendiri,bahwa agar kegiatan blogging antara blog pribadi dan komunitas tetap berjalan harus berbagi tulisan ringan yang dikirim.

Tadinya saya sudah berketetapan di hati,untuk jenis reportase ringan maka saya akan kirim ke komunitas,dengan pertimbangan semoga informasinya langsung bisa diakses dengan cepat oleh banyak pembaca.Lalu,untuk opini dan curhat atau berbagi pengalaman ringan yang lainnya akan saya kirimkan ke blog ini,pribadi.

Dalam perjalanannya,prinsip pribadi itu ternyata dikhianati oleh diri sendiri.Nyatanya saya lupa pada tekad awal tersebut.Setelah sekian lama berjalan jadi terlena,apapun kategori tulisan saya kirim ke komunitas.Jadi standar ganda.

Beberapa peristiwa kehidupan lainnya pun pernah berstandar ganda.Ketika membuat "peraturan anggaran keluarga',kami selalu memberlakukan "kebijakan uang ketat",maklumlah penghasilan kami sangat pas-pasan.Jadi perlu displin tinggi dalam hal pengeluaran uang,hehe.

Kami suka simpan uang per amplop setiap bulannya untuk segala pos pengeluaran.Misalnya pos uang sekolah anak-anak,pos belanja rutin makanan minuman,pos kesehatan,pos tidak terduga dan pos tabungan.Dalam proses selanjutnya,karena keterbatasan anggaran,tidak jarang pos yang satu menarik jatah uang pos yang lainnya.Karena kurang kuat tekad dan disiplin diri,kadang pos untuk menabung saya sikat buat membeli rokok atau gula kopi hehe.Atau lebih parah lagi saya suka ambil uang di amplop anggaran sekolah anak,untuk membeli kanvas rem motor atau mobil.

Nah loh,pas sekolah anak-anak sudah waktunya bayaran ? Kami kelimpungan,dan sang bendahara (Isteri) tentu saja menyalahkan saya yang telah mempergunakan uang pos lain untuk pos yang bukan peruntukkannya.Beruntung isteri saya saleha,beliau tak melaporkan saya ke KPK,hehe.

Dalam arti sederhana,saya telah berstandar ganda.Kacau balaulah semua program keluarga,hanya karena saya tak konsisten dalam hal pengamalan sebuah standar.

Suatu waktu kami,saya,isteri dan mertua juga ibu kami berembug untuk memilih salah satu partai peserta pemilu.Juga memilih nama-nama anggota legislatif atau pilihan kepala desa atau daerah.Suatu malam kami sudah sepakat untuk memilih partai A saja,kami biasa kompak di keluarga.

Namun beberapa hari ketika akan masuk hari H-nya pemilihan,Ibu mertua dan Ibu saya melaporkan  dalam suatu pertemuan rutin keluarga malam hari.Ibu dan mertua lantas berubah haluan,kata mereka bahwa tak akan memilih partai A yang sudah kita sepakati bersama ketika itu.Hanya karena ibu dan mertua saya tadi pagi mendapat sebuah kerudung dari seorang kader sebuah partai ketika menghadiri pengajian di madrasah jemaahnya.

Ibu dan mertua kami sudah berstandar ganda dalam hal ini.Hehe.Terus selanjutnya sangat banyak ulah dan akivitas kami yang tidak bisa konsisten dalam melaksanakan sesuatu yang sudah kami buat sebagai standar hidup.

Mungkin masih banyak lagi standar ganda lainnya,terutama dalam hal berteman,dalam berkomunitas,dalam berpolitik,dalam beragama juga bisa saja kita orang banyak yang suka berstandar ganda.

Alasannya ada yang memang betul-betul terdesak keadaan,tetapi tidak sedikit yang punya maksud dan tujuan tertentu.Sudah diniatkan untuk plin-plan,demi mencapai sesuatu yang halal atau haram,mereka memang sudah berniat untuk berstandar ganda,baik standar yang berupa nilai-nilai maupun yang bersifat sikap dan tindakan.

Para pe-setandar ganda-er ini kita suka sebut si plin-plan.Atau si kutu loncat...? Wah gak nyambung ya ? Iya,si plin-plan inilah julukan yang paling tepat kiranya untuk yang suka berstandar ganda.Tidak terlalu usil saya kalau standar gandanya untuk urusan pribadi masing-masing.

Namun yang paling menyebalkan adalah ketika seorang pejabat publik atau hal yang berurusan dengan publik.Termasuk seseorang yang berposisi sebagai pemimpin atau pengelola (admin),sangat berbahaya bila mereka berstandar ganda dalam aktivitas membuat kebijakannya.

Jadi bahaya kalau pejabat publik bertandar ganda...? Ah,Anda sudah tahu apa akibatnya jika seorang pemimpin publik atau yang mengurus hajat orang banyak berkepribadian plin-plan...saya percaya Anda sudah lebih paham dari saya!

Salah satunya bahaya jika seorang pemimpin plin-plan dan berstandar ganda dalam bekerjanya adalah akan kacau balau semua program-program yang sudah disepakati.

Selamat pagi.

Jumat, 03 Mei 2013

Kota Diriiyah-Asal Ibu kota Kota Saudi

Bila agan memerlukan untuk ilustrasi silahkan saat ini gratis,tetapi mohon disertakan link blog ini,karena semua koleksi asli foto kami ada dokumentasinya.Saling menghormati adalah indah bukan ? Selamat malam.








Terbaru

Blog Masih Hidupkah,Masih Laku?

Di tengah gempuran banjir informasi disertai kemajuan super cepat perkembangan teknologi informasi yang selalu terbarukan secepat "kila...

Terpopuler