Minggu, 11 September 2022

Kita Makan Uang ?

Bernadaindo.
Beberapa orang ada yang sangat tergantung kepada uang.Artinya jika tak ada uang maka tidak bisa makan.Jika akan makan mesti ada uang,beli beras dulu,beli sayur dulu,beli buah dulu baru bisa masak,baru bisa makan.

Bukankah sungguh khawatir kondisi yang  demikian ?

Iya kalau gaji lebih dari cukup,iya kalau tabungan di bank atau celengan aman terkendali,iya kalau badan selalu sehat,iya kalau anda pegawai negeri,atau pegawai BUMN,iya kalau anda pegawai perusahaan yang mapan yang terjamin tidak akan ada PHK atau perusahaannya bangkrut,iya kalau usaha Anda sudah besar dan tidak bangkrut
.
Tentu yang posisi tersebut di atas,sementara tidak akan sampai tidak makan karena uangnya datang dengan teratur dan tetap.
Terapi meskipun uangnya bersifat tetap,sewaktu-waktu karena salah kelola kalangan inipun bisa terkena krisis makan juga.

Apalagi bagi yang penghasilannya kecil atau tidak tetap,tidak punya tabungan,tidak ada cadangan uang,padahal resiko sehari-hari terutama makannya sangat tergantung kepada uang tunai,ada uang tunai mereka makan tidak ada uang tidak bisa membeli makan,akhirnya hutang uang kemana-mana daripada tidak makan.

Untuk itulah jika kita mempunyai tanah dan lahan sawah sebaiknya jangan dijual,atau sisihkan hasil usaha dengan membeli lahan sawah atau kebun.

Jika kita memiliki lahan tanah atau sawah,kita bisa mandiri swasembada pangan,artinya jika tidak memiliki uang seperak pun kita dan keluarga tetap bisa makan yang cukup dengan gizi yang cukup.

Beras hasil dari sawah sendiri,sayur mayur dari kebun sendiri,daging ayam atau ikan dari kolam sendiri,telor ayam dari ternak sendiri,buah-buahan dari kebun sendiri.

Dimasak ditungku dapur kotor dengan bahan kayu bakar dari kebun sendiri,kebtuhan air minum dan air bersih dari sumur sendiri,ditimba tidak memakai pompa listrik.

Kebutuhan listrik rumah tangga dari pembangkit mini aliran air atau tenaga Surya sendiri.

Jika bisa menciptakan kondisi rumah dan lingkungan seperti itu,dijamin serasa di sorga dunia yang tidak seratus persen tergantung kepada uang dan uang.

Untuk transportasi bisa jalan kaki atau bersepeda,kecuali yang jauh dan sangat penting,maka jika BBM naik kita tidak terlalu pusing dengan inflasi dan berkurangnya nilai beli uang tunai kita.

Swasembada pangan,tidak terlalu bergantung kepada uang semua sendi kehidupan,sistem inilah yang saat ini sudah banyak ditinggalkan generasi milenial.

Tentu tidak bijaksana jika lahan dan sawah dijual hanya untuk ditukar dengan untuk menyogok masuk kerja,atau dijual untuk sebuah hal yang kurang bermanfaat,apalagi dijual hanya untuk berpoya-foya ,alamat sengsara akan terus repot dengan kebutuhan resiko sehari-hari.

Jika sudah ada tanah atau sawah di kampung,sekuat tenaga jangan jual hanya buat hidup di kota,apalagi sampai habis-habisan demi untuk hidup ke kota.

Jika hidup di kota pun tetap mengalir pasokan pangan dari tanah sawah dan kebun dari kampung.Dan uang yang didapat tidak habis terus hanya untuk urusan makan,karena kebutuhan pangan keluarga sudah terpenuhi dari lahan sendiri.

Mandiri swasembada pangan.
Dan keuangan keluarga pun terjaga dari serangan krisis atau kurang uang meskipun kadang terjadi inflasi dan harga kebutuhan naik harganya.Dipastikan keluarga yang sudah swasembada pangan akan tetap stabil meskipun ekonomi nasional atau global dilanda krisis.

Tentu ini sekedar gambaran saja,jika rumah tangga kita masih bisa diciptakan kondisi seperti ini,insya Alloh tidak akan terlalu pusing jika keuangan sedang tidak ramah ke dompet kita,hehe.....!

Hanya berbagi pengalaman dan cerita perjalanan saja,hidup Anda adalah hak Anda menentukan mau bagaimana,dimana,dan pilihan menghabiskan waktu perjalanan hidup ini.

Hak setiap orang untuk memilih jalan hidupnya,artikel-artikel di blog saya ini hanyalah sekedar berbagi pengalaman sedikit tentang jutaan atau milyaran jalan hidup manusia.

Semoga kita semua bahagia.Amiin.

Sekali Lagi Tentang Kekuatan "Percaya!"

Bernadaindo:
Suatu waktu,salah seorang guru kehidupan saya bercerita tentang sejarah beliau bisa memiliki rumah tinggal yang pada awalnya hanya modal "percaya" atau keyakinan pada pertolongan Tuhan terhadap suatu usaha atau ikhtiar yang didasari oleh Iman atau Percaya atau yakin.

Dimulai dari perjalanan niat untuk membeli rumah karena beliau saat itu belum memiliki rumah tinggal dan sementara masih ngontrak.

Setelah niat ditentukan bersama istri beliau,bahwa kita harus memiliki rumah dalam waktu dekat meskipun secara keuangan yang cukup belum memegang dalam bentuk tunai atau bahkan tabungan pun masih jauh senilai harga pasaran rumah di kota beliau.

Berawal dari niat bersama suami istri tekad yang kuat harus memiliki rumah dalam waktu dekat demi ketertiban semua anggota keluarga.

Suatu hari maka sengaja berjalan-jalan sambil sekalian survei mencari rumah yang mau dijual.Selain mencari dari media online mereka mencari langsung di lapangan yang biasanya suka ada tulisan atau papan iklan di depan rumah atau tanah yang mau dijual.
Misalnya,".....Dijual Rumah dan Tanah seluas sekian,Hubungi Sdr.Anu...tanpa perantara..".

Maka mereka sampailah pada salah satu lokasi rumah yang ada papan iklannya seperti itu.Lengkap ada nomor kontak pemilik.

Sang suami belum begitu yakin atau sedikit ragu karena secara lahiriah belum memegang uang kontan senilai pasaran di lokasi tersebut.Harga di kawasan itu ratusan sampai satu miliar rupiah per unit.

Namun keyakinan sang Istri beliau yang berenergi lebih kuat,bahwa niat dan tekad untuk memiliki rumah bagi mereka menjadikan sang guru pun ikut yakin walau tidak seratus persen semangat seperti istrinya.

Di tengah kegalauan sang Suami,istri beliau yang tekad,niat dan keyakinannya lebih kuat segera menelpon pemilik rumah yang ada tulisan mau dijual tersebut.

"Kalau hanya bertanya tentang rumah dan harga,kan gratis ,yah..ya kita coba saja kontak dulu pemiliknya",Kata istri guru saya saat itu,ketika beliau mau menghubungi pemilik rumah itu.

Akhirnya,di telepon pemilik dan menjawab harganya sekian ratus juta rupiah.Suatu jumlah yang belum kepegang uang kontan ya saat itu.
Namun niat yang kuat ingin memiliki maka mereka janjian untuk survei melihat lebih detail bersama pemiliknya.

Akhirnya pertemuan dengan pemilik rumah  dilakukan,mereka bisa masuk ke dalam lokasi melihat dan membaui bahkan bau tanahnya,semua detail ruangan ke ruangan seluruh areal dilihat dan diinjak bersama pemilik.

Dan mereka cocok,berminat sekali,lalu acara pertemuan mereka pun bubar.
Nah,di momen inilah ketika mereka mau pamit pulang,istri dan suaminya sudah naik ke mobil mau pulang,istri guru saya pun turun lagi dan meminta suaminya berhenti balik lagi ke rumah yang ditaksir tadi.

"Saya mau berdoa di pintu masuk rumah itu....!",Istri guru saya berkata ke suaminya.

Maka baliklah ke rumah yang disurvei tadi,kebetulan sang pemilik rumah belum pada pulang juga.Rumah yang mau dijual sudah dikosongkan sejak lama.

Akhirnya istri guru saya mohon ijin ke pemilik rumah untuk ikut berdoa di depan rumah,agar jika yang terbaik menurut Tuhan rumah ini harus jadi miliknya mohon dibukakan jalan rezekinya.

Sang pemilik rumah pun mengijinkan mereka berdoa,bahkan mengajak ayo kita berdoa bersama.Lalu berdoalah mereka sambil istri guru saya memegang pagar besi rumah yang mau dijual tersebut.

Sesudah itu pulang dan bubarlah pertemuan survei lokasi saat itu.

Lalu berlanjut ke negosiasi harga,dan guru saya waktu itu kata beliau mengajukan pinjaman dan mengumpulkan uang.

Singkat cerita kemampuan keuangan guru saya hanya bernilai setengah dari harga yang ditawarkan penjual,beliau memegang uang ditambah ada pinjaman berjumlah setengah dari harga yang ditawarkan.

Dan luar biasa,.....penjual itu memberikan rumah tersebut dibeli hanya dengan harga setengahnya dari harga yang ditawarkan di negosiasi awal.
Rrruar biasa,bukan?

Dan akhirnya rumah tersebut berhasil dimiliki oleh mereka dengan lunas bayar kontan ke pembelinya.Dan jadi tempat tinggal mereka hingga tulisan ini saya upload ke hadapan Anda.

Dan kisaran harga pasaran rumah tersebut jika dijual saat ini,sekitar 1,5 milyar ke atas.

Hikmahnya adalah: jangan sepelekan kekuatan doa...!

Doa disertai usaha bersama keyakinan bahwa jika Tuhan berkenan apapun yang menurut nalar tidak mungkin,tetapi jika Tuhan berkehendak karena diijabah dikabulkan doa kita,maka apapun mungkin terjadi.

Keyakinan,disertai iman percaya akan kekuasaan Tuhan dibarengi usaha yang maksimal,maka hal yang menurut nalar tidak mungkin,bisa terjadi dengan dibukakan pintu-pintu jalan keluarnya oleh kekuatan yang Maha Kuasa.

Selamat pagi.

Catatan: Karena cerita ini cerita nyata,dan ada beberapa pilihan kata Saya di awal posting yang menurut kami terlalu pribadi,dan menyangkut pribadi orang lain ( privasi salah satu guru kehidupan saya),maka saya edit dan revisi tanpa mengurangi isi dan makna artikel ini.

Terima kasih.

(Penulis,Wiero Djampang,admin,pemilik bernadaindo.blogspot.com)

Sabtu, 10 September 2022

Hasrat Berdasar Kebutuhan atau Hanya Demi Gaya Hidup

Bernadaindo.
Memutuskan untuk meraih sesuatu keinginan dengan mendahulukan faktor kebutuhan daripada keinginan untuk memenuhi hasrat gaya hidup adalah bijaksana,dan akan membuat hidup terarah,tenang,tentram dan bahagia.

Jika Anda saat ini ingin membeli baju misalnya,sedangkan anggarannya minim dan kebutuhannya sekedar untuk tampil rapi,sopan,bersih dan sesuai maka pilihan yang bijak kita membeli disesuaikan dengan kemampuan uang yang kita anggarkan.

Jika kita hanya punya uang 150 ribu,tentu untuk mendapatkan satu potong baju yang kualitas sedang,rapi,dan sesuai kebutuhan pasti akan kita dapatkan sesuai uang yang kita punya.

Tidak lantas karena ingin dilihat orang lain bermerk,berkelas,mewah dan glamour lalu memaksakan membeli yang berharga satu juta rupiah,dengan uang yang harus meminjam atau dengan kredit yang notabene akan memberatkan beban keuangan pribadi Anda.

Padahal dengan uang kemampuan diri baru 150 ribu saja bisa Anda dapatkan dengan macam baju fungsi yang sama.

Jika dengan handphone model lama masih bisa kita gunakan dengan baik,maka buat apa membeli gadget yang lebih mahal bela-belain kredit atau pinjam uang demi memenuhi keinginan bergaya saja.

Jika motor lama masih bisa digunakan dengan fungsi yang sama,tidak harus pula supaya bergaya bela-belain hutangan atau membebani kita,jika kebutuhan transportasi kita terpenuhi dengan motor yang jelas sudah lunas,masih baik,walau model lama.

Jika rumah sederhana masih berfungsi dengan baik,tidak bijak jika lantas merenovasi dengan aksesoris dan gaya modern yang mahal dengan uang hutangan demi merombak rumah agar tampil mewah.Toh fungsinya sama saja,untuk tempat tinggal.

Jika laptop model lama masih bisa berfungsi dengan baik,gadget lama masih mendukung aktivitas sesuai fungsinya,jika apapun yang kita butuhkan masih berfungsi lalu kita jor-joran dan memaksakan memiliki yang baru demi gaya dan hasrat keinginan berlebih,melebihi kemampuan kita,memiliki sesuatu dengan menambah beban kita demi mengejar gaya,itu sama saja dengan kita menceburkan diri kepada kubangan lumpur kesusahan.Susah yang dibikin sendiri.

Itu semua jika Anda belum mampu,jika memaksakan meraih keinginan tidak berdasar kebutuhan,memaksakan keinginan yang semata-mata bukan butuh,tetapi hanya untuk bergaya hidup yang belum sesuai dengan kelas dan kemampuan diri kita.

Contoh lain misalnya,jika kita masih pas-pasan dan kurang uang terus,pendapatan termasuk kecil,maka tidak bijak jika kalau sekedar minum kopi harus selalu di kafe  atau gerai mahal yang untuk kalangan berduit banyak.

Untuk sekedar kopi yang sama,harga di kedai warung kopi dan di kafe bergengsi bedanya bisa 10 kali lipat.Hanya beda kelas,beda gengsi,beda tempat,beda pajak tempat dan beda gaya saja,bukan?

Jika kemampuan keuangan diri masih kurang,ngopi di kedai yang harga murah pun sama saja,harum dan rasa kopi relatif sama.Daripada beli kopi di tempat yang memang jauh berkelas secara tempat,gaya,dan gengsinya yang harganya bisa Anda dapatkan 10 kali ngopi lagi di lain waktu di kedai kopi biasa.Toh ngopinya sana saja.

Sekali lagi jika Anda masih belum mampu,tetapi jika sudah mampu di level bergaya hidup itu,tentu saya juga bilang Anda tak layak ngopi yang murah.

Jika Anda sudah kaya dan sukses,Anda ngopinya di kedai murahan tidak bijak juga,karena sebagai orang berduit dan sukses Anda wajib membeli sesuatu yang mahal,di tempat bergengsi,karena Anda banyak uang anda wajib di tempat yang berpajak,biar uang Anda berputar efek dominonya ke perputaran uang di masyarakat.

Tetapi jika belum mampu,sebaiknya mendahulukan faktor butuh atau tidak dalam meraih sesuatu.Itupun jika hidup mau langgeng dalam ketenangan,terarah,tidak terjerumus dengan hutang kartu kredit,hutang onlen,hutang offline,gaji minus,berantakan keuangan hanya karena meraih keinginan berdasarkan mengikuti gaya hidup yang belum saatnya kita jalani 

Tetapi yaitulah,hidup kita adalah pilihan.Pilihan masing-masing individu,mau hidup bahagia atau mau hidup berantakan itu semua berpulang kepada individunya masing-masing.

Tetapi jika kita normal,tentu akan selalu memilih hidup yang tenang dan bahagia bukan?

Memenuhi sesuatu berdasar kepada butuh atau tidak butuh,kebutuhan atau hanya keinginan bergaya?
Itu semua kembali kepada diri Anda masing-masing,gan.....!

Terima kasih sudah selalu mampir.

Jumat, 09 September 2022

Di Bandung Ada Kost Harian



Bernadaindo.
Di jalan Sukajadi Bandung bila Anda ada keperluan yang harus menginap,sementara keuangan tidak cukup untuk sewa hotel,maka di Jalan Sukajadi dekat RS.Hasan Sadikin ada tersedia kamar kost-kostan yang bisa disewa harian.

Kalau di tempat wisata tentu sudah tak aneh,banyak hotel atau villa juga disewakan harian,tetapi secara harga tentu sesuai fasilitas,lebih bagus harga juga lebih mahal.

Di Sukajadi kontrakan harian pada awalnya untuk membantu dan menolong orang yang sedang menunggu pasien.Atau menolong pasien yang menunggu jadwal operasi atau diperiksa,dan mereka datang dari nun jauh dari luar kota Bandung.

Lokasinya dekat ke Rumah Sakit jadi lebih dekat dan praktis jika pasien memerlukan. kehadiran anggota keluarga yang menemaninya.

Kost-kostan sekedar untuk mandi,cuci,kakus dan tidur yang sehat,kini banyak tersedia di kawasan Sukajadi Bandung.

Bila Anda membutuhkan dan perlu tempat istirahat sehari dua hari,maka boleh tanya langsung ke pedagang kios atau kaki lima yang ada di sekitar depan dan seberang Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung Jawa Barat.

Bisa sewa harian,mingguan atau bulanan.

Dagang Cuanki Bisa Untung 5000 per Porsi

Pedagang Bakso Cuanki Kaki lima 
Foto koleksi bernadaindo

Bernadaindo,
Dagang kecil memakai pikulan atau model kaki lima margin untungnya lumayan besar bisa 40 sampai 50 persen dari modal.

Cuanki ala kali lima lumayan laris,banyak peminat untuk sekedar menu makan siang atau makan malam.

Lokasi jualan yang paling bagus di dekat Pasar Tradisional,di pemukiman padat penduduk,di even- even kerakyatan,di depan rumah sakit atau sekolahan.

Harga jual masih bisa menjual di bawah 15 ribu atau ada porsi 10 ribu.

Sudah banyak yang mengembangkan menjadi kafe atau kios.

Boleh coba gan....!

Kamis, 08 September 2022

Bisnis Lagi Lesu ? Maju Terus Bos!

Bernadaindo.
Kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat kita turun naik.Adalah wajar jika omset penjualan barang kita pun ikut membentuk grafik bergelombang.Kadang hari ini laris manis atau malah besoknya sepi tak ado pembeli...!

Tak apalah yang jelas dagang dan bisnis kita jangan sampai berhenti.Karena jika berhenti artinya ya sudah wasalam sampai disitu perjuangan berakhir.

Tapi jika ingin terus hidup sebaiknya kegiatan usaha kita maju terus,buka terus,dagang terus,konsisten,walau lambat asal merayap,kalau perlu merangkak,atau tertatih-tatih,jatuh bangun teruslah maju,jangan berhenti.

Karena bisnis atau dagang hampir mirip dengan mengadu nasib.Nasib atau omset dan rezeki kita esok hari dan seterusnya adalah rahasia Tuhan.
Tak ada yang bisa memastikan besok atau lusa sepi atau rame dagang kita,atau bisnis kita.Urusan besok rahasia Tuhan.Mungkin sepi atau mungkin rame,mungkin omset besok meningkat.

Yang bijaksana kita lakukan adalah saat ini,perbaiki pelayanan,perbaiki barang dagangan,perbaiki kualitas dagang kita,perbaiki tempat usaha kita,perbaiki sistemnya dan perbaiki semua yang berhubungan dengan bisnis kita agar lebih baik dari hari kemarin.

Ditambah dengan tetap bersabar dan ikhlas menerima dan menjalani bisnis kita ini dengan lebih baik.
Itulah,.. tidak ada jurus atau ilmu terbaik di dunia ini untuk menghadapi masalah apapun selain dari Sabar dan Ikhlas.

Sabar dengan proses,bahwa usaha kita tidak selalu lancar,atau tidak akan selalu gagal.Suatu saat akan untung dan di saat lain ada sepi atau rugi.Bersabarlah,ikhlas menerima bahwa kita sedang berproses untuk berhasil dan sukses.

Sekali lagi, sabar,ikhlas dan jangan berhenti bergerak jika bisnismu sedang sepi.Atau daganganmu masih sepi,teruslah berjualan,teruslah buka kios atau tokomu,teruslah buka tendamu,teruslah buka kantormu,teruslah online kan lapak di internet mu,......jangan berhenti! Kalau ingin maju ingin sukses.

Bergeraklah kalau bisa dengan cara lari,kalau tak bisa lari dengan berjalan,kalau dengan berjalan tidak bisa coba dengan merangkak,kalau merangkak tidak bisa coba dengan jalan apapun,agar kita terus bergerak agar bisnis terus berjalan.Demikian gambaran agar kita terus bergerak menjalankan bisnis agar tidak berstatus bangkrut dan berhenti.

Selamat berjuang rekan pelaku usaha mikro ,kecil dan menengah.Semoga sukses.

Cari Istri atau Suami yang Sempurna?

Bernadaindo:
Patokan pokok mencari suami atau istri di ajaran agama saya,Islam menyatakan pilihlah olehmu suami atau istri atas 4 perkara,paling tidak yaitu:

1.Karena Rupanya atau penampilan yang menurut kamu paling tidak membosankan nanti ketika hidup bersama.

2.Karena keturunannya,meskipun tidak selalu harus dan tidak menjamin anaknya seperti orang tuanya,tetapi paling tidak yang jelas asal-usul keluarga dan keturunannya.

3.Karena hartanya,disesuaikan dengan kebutuhan dan kelas ekonomi kita.Karena perbedaan kelas ekonomi yang terlalu lebar biasanya akan menjadi masalah juga di kemudian hari 

4.Karena Agamanya,atau dia beriman yang sejatinya jika orang punya iman yang asli dan kuat,sudah pasti akhlaknya juga akan baik.

Saya kira pertimbangan 4 hal pokok di atas,sudah bisa menentukan pilihan dia dinikahi atau menikahi seseorang yang sedang anda harapkan.

Atau kalau falsafah di Jawa,melihat calon pasanganmu perlu mempertimbangkan babat,bebet,bibit,bobot dan akhlaknya.Yang esensinya atau terjemahannya sama seperti petunjuk syariah 4 hal pokok di atas tadi.
 
Jangan terlalu kaku dan idealis banget,Anda bisa menyesuaikan dengan situasi dan kondisi dirimu saat ini.Karena jodohmu akan sesuai dengan dirimu.Jika kamu baik tentu jodohmu akan yang baik-baik pula,kalau jodoh aslimu pasti akan bertemu.

Dan perlu diingat dalam memilih jodohmu adalah bahwa di dunia ini segalanya tidak akan ada yang sempurna seratus persen.

Setiap manusia ada kelemahan dan kelebihan,ada kekurangan dan nilai lebihnya.Sifat tidak sempurna itu sudah semestinya atau sunatulohnya demikian.

Pilihan dan pertimbangan hanya membantu untuk memutuskan pilihan Anda supaya memilih yang terbaik sesuai dirimu masing-masing,memilih yang terbaik dari sekian manusia lawan jenis yang semuanya tidak akan ada yang sempurna.

Ayo,jika sudah saatnya menikah,putuskanlah segera menikah.Tunggu apalagi umur atau usiamu terus menjadi tua tanpa terasa.

Rabu, 07 September 2022

Bagi yang Kurang Mampu,Pilih Kerja atau Kuliah Dulu ?

Bernadaindo:
Bagi sebagian lulusan SLTA yang kebetulan takdir orang tuanya kurang mampu,memaksakan lanjut kuliah dengan memaksa orang tua supaya mampu walau aslinya kurang mampu bahkan tidak mampu,adalah sikap dan pilihan yang kurang bijak.

Ke Perguruan Tinggi manapun,baik negeri atau swasta,saat ini memerlukan biaya tidak sedikit.Baik biaya yang langsung bayaran ke kampus atau untuk biaya hidup sehari-hari saat ini perlu uang yang cukup banyak.

Tidaklah mungkin hari gini kuliah sambil dagang koran atau narik becak seperti cerita para orang sukses di masa lampau.Itupun kita enggak tahu kejadian sebenarnya, apakah benar tidak bohong mereka cerita kesuksesannya biaya kuliah hasil dari dagang koran atau narik becak saja?

Menurut penulis mungkin saja mereka dagang koran atau narik becaknya hanya sambilan,tetapi biaya terbesar untuk biaya kuliah mereka dapatkan bisa dari orang tua asuh,beasiswa,atau dari jual tanah sawah atau ternak orangtuanya di kampung asalnya,bisa saja....meneketehe...?

Yang jelas biaya kuliah selama 2 sampai 5 atau jurusan tertentu ada yang sampai 6 atau 7 tahun,baru bisa bekerja,jelaslah memerlukan biaya besar.

Mohon maaf bukan untuk menakut-nakuti adik-adik dari keluarga kurang mampu.Tetapi saya mengajak berpikir dan bersikap masuk akal,realistis dan bijaksana jangan sampai biaya kuliah yang dipaksakan hasilnya hanya "memiskinkan "orang tua.

Saya setuju dan mendukung,bahwa pendidikan adalah sangat penting.Sepakat dan merasakan betapa pentingnya berpendidikan tinggi.

Yang dimaksud artikel ini,penulis ingin berbagi pengalaman justru bagaimana dengan takdir hanya seorang anak dari orangtua (kurang mampu secara ekonomi),tetapi bisa kuliah,bisa jadi sarjana tanpa terlalu membebani orang tua yang jelas kurang mampu,atau jika dipaksakan pun mereka harus "menjadi miskin" ,jual tanah,jual sawah,jual ternak,jual rumah,hutang sana,hutang sini,memaksakan anaknya kuliah.

Agar jangan sampai terjadi " menyengsarakan" ortu karena maksain kuliah ada beberapa pilihan berikut semoga menginspirasi adik-adik yang kurang mampu tetapi semangat kuliah tanpa merepotkan orang tua.

1.Bekerja jadi Karyawan,buruh dan semacamnya.

Pekerjaan untuk lulusan SLTA paling bagus jadi buruh,karyawan pabrik,pekerja gudang,cleaning servis,room boy,yang gajinya biasanya tidak akan lebih dari ketentuan gaji UMR setempat.

Tapi lumayanlah,daripada menganggur.Dari sini Anda bisa menabung lalu di tahun berikutnya masuk kuliah.

2.Buka Usaha mulai dari berdagang dulu atau jualan.Lalu wiraswasta.

Cara mulai dagang dengan modal pas-pasan bisa mulai dari kecil-kecilan dulu,dagang dengan modal terkecil lakukan,lalu menabung dan masuk kuliah di waktu berikutnya.

Cara masuk dan memilih Perguruan Tinggi yang tepat sesuai dengan kondisi keuangan Anda,bisa Anda cari di portal lain.Atau insya Alloh saya berbagi lagi di artikel mendatang.

Terbaru

Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran

Hari ini ,Senin 27 April 2026,ada reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran.Pelantikan langsung dilakukan oleh presiden di Jakarta. Harapan kami raky...

Terpopuler