Selasa, 13 November 2012

Menikmati Hidup di Umur 40 Tahun

Ketika umur sudah berkepala empat,lewat sudahlah masa muda kita.Secara umur kita sudah layak disebut dan menyandang sebagai manusia dewasa.Meskipun tidak menjamin kepribadian setiap orang berumur sekian menjadi turut dewasa pula.

Bahkan banyak pendapat kedewasaan itu adalah pilihan,buka melulu hanya karena seseorang telah berumur dan berusia "tua".Setuju dan sepakat tentang ini,namun dengan usia semakin "Tua" setidak-tidaknya pengalaman hidup akan lebih banyak dibanding dengan yang masih muda usia.

Sudah sepantasnya yang berumur dan yang duluan hidup di dunia lebih banyak,menjadi lebih matang dan dewasa dalam berpikir dan bertindak.Termasuk dalam menyikapi kehidupan ini,baik sebagai pribadi ataupun sebagai makhluk sosial dan sebagai bagian dari makhluk hidup di jagat raya ini.

Sebagai pribadi,saya sendiri sisa dua bulan lagi pas menginjak usia 40 tahun penuh.Sangat terasa singkat menapaki kehidupan ini.Terasa baru kemarin sore saya memakai pakaian seragam merah dan putih sebagai anak SDN di kampungku,lalu berseragam Putih Biru SMP,seragam SMA dan selanjutnya masa remaja yang selalu membawa Ransel,sepatu kets dan celana jeans jika pergi kemana-mana atau ke kampus, ketika ada sedikit kesempatan saya belajar menambah ilmu setelah SMA,walaupun hanya satu tahun saja.

Saat itu tahun 1980-1992,ah rasanya baru saja hari kemarin peristiwa-peristiwa itu.Termasuk masa muda anda juga bukan..? Lalu masih ingat kalau saya,menenteng map dari pintu ke pintu perusahaan,kasak-kusuk Ayah dan saudara mencari lowongan PNS atau pekerjaan di instansi atau perusahaan mereka,untuk mencari lowongan kerja buat saya.

Lalu masih ingat ketika sibuk mencari rumah kontrakan buat nginap ketika mendapat pekerjaan baru,di tempat baru.Ketika betapa girangnya mendapatkan gaji pertama dalam hidup sebagai hasil keringat sendiri.Masih ingat dengan gaji pertama itu kita bisa menraktir saudara,ayah dan ibu,bahkan menraktir sahabat dekat makan-makan dan tertawa lepas tanpa beban,senang,gembira menikmati hasil keringat satu bulan pertama bekerja.

Lalu betapa tegangnya ketika akan menikah dengan pilihan hidup kita.Betapa bahagianya ketika mendengar kabar bahwa isteri kita hamil dan lancar melahirkan.Betapa bangganya diri kita bisa menjadi Ayah dan orang tua dari anak-anak kita.

Lalu dan lalu terus berlalu semua rangkaian peristiwa kehidupan,dari menit ke jam-jam berikutnya,sampai usia terus bertambah tua.Alhamdulillah bisa sampai ke usia 40 tahun hingga saat ini.

Tidak merasa lelah walau dalam perjalanan itu kadang banyak kerikil-kerikil tajam menghadang.Banyak sandungan-sandungan hidup yang bahkan dramatis dan sesekali malahan tragis,banyak tantangan yang berat terlewati di sepanjang perjalanan.Bahkan banyak cerita pilu dan sedih di riwayat hidup yang lalu.Semuanya ketika dikenang saat ini,usia hampir 40 tahun adalah indah saja,menurut saya.

Berusaha untuk menikmatinya saat ini,berusaha untuk menghayati lebih dalam arti semuanya.Berusaha lebih baik menjalani kehidupan ke depannya,dengan melihat dan mengambil semua hikmah masa lalu.

***

Ketika usia sudah beranjak dan terus menurun menukik menuju senja menuju alam kubur,saya merasakan ada semangat hidup yang lain.

Ada makna hidup kita yang lain,selain hanya nafsu mengejar dunia.Ya,ada rasa dan aroma kehidupan yang lebih bermakna dari masa sebelumnya.Rasa dan makna hakikat kehidupan.Tak bisa saya ungkap di tulisan,mungkin rekan pembaca yang sudah sama di usia 40 tahun akan merasakan hal yang sama dengan saya.

Ada rasa kehidupan baru yang lain daripada rasa hidup sebelum 40 tahun.

Sudah selayaknya menurut orang tua dan orang-orang bijak,saat seperti ini memikirkan dan mengamalkan prinsip hidup bahwa semua yang kita lakukan sehari-hari adalah semata-mata untuk Ibadah.

Yang dalam prakteknya bisa berupa,pengabdian kepada sesama teman hidup,sesama makhuk Tuhan,pengabdian kepada alam sekitar dengan banyak menebar manfaat,banyak menebar benih-benih pahala untuk hari kemudian sesudah mati.

Menikmati apa yang sudah Tuhan berikan hingga saat ini.memikirkan kematian,memikirkan masa depan generasi kita,anak-anak kita,cucu-cucu kita sebagai generasi penerus darah dan keturunan kita.Bermanfaat bagi sebanyak-banyak sesama,bukan malah sebaliknya,semakin tua semakin mencari banyak musuh dan banyak pembawa masalah.Nauzdubilah minzdalik.

Dan tentu saja menjadikan semua hal gerak hidup ini sebagai niat dan bentuk Ibadah,sebagai pengabdian dan rasa syukur kepada Tuhan.

Ditambah dengan terus mendampingi niat ibadah itu oleh perbuatan-perbuatan "pertaubatan" akan dosa-dosa masa lalu,membereskan yang tidak beres di masa lalu,meluruskan segala yang bengkok di masa muda,dan menata terus kehidupanlahiriah dan mental spiritual lebih baik dari masa muda.

Secara semangat keyakinan,usia kepala empat adalah usia menjelang senja,usia yang sebentar lagi akan condong ke ufuk barat.Sebentar lagi kita akan MATI.

Saatnya taubat nasuha,saatnya menebar kebaikan,menata diri,saatnya tahu diri,saatnya sadar diri dan saatnya mensyukuri bahwa masih ada kesempatan bartaubat dan menikmati kehidupan hingga umur lebih dari empat puluh tahun.

Semoga kita semua meninggal dalam keadaan khusnul khatimah,dan bisa memanfaatkan kesempatan Taubat dan beribadah lebih banyak dan lebih baik.Sebelum diri kita meninggalkan dunia fana ini.Khusnul khatimah,(berakhlak lebih baik di ujung kehidupan).Amin.

Salam silaturahmi.terima kasih telah selalu membaca.

Minggu, 11 November 2012

Ketika Tersinggung Oleh Orang Lain

Hidup memang memerlukan "seni tersendiri" dalam menykapi dan menjalaninya.Sebut saja misalnya dalam hidup bertetangga dan berkomunitas.Entah itu di dunia nyata maupun di dunia maya.ketika diri kita sudah berhubungan dengan orang lain,dalam proses interaksi selanjutnya suka muncul berbagai permasalahan.

Terutama menyangkut harga diri masing-masing individu,yang ketika dalam berhubungannya sudah  pasti akan melibatkan dan bersentuhan,mau atau tidak mau akan berhubungan baik secara sosial ataupun secara fisik dengan orang di luar diri kita.

Kadang-kadang suatu waktu harga diri bisa dihargai,atau malah dilecehkan oleh orang lain.Lalu biasanya banyak orang langsung tersinggung,dan pada tingkat paling buruk akan marah dan bertengkar.Baik bertengkar secara urat syaraf atau malah bisa beradu otot di beberapa kasus.

Cara mengungkapkan ketersinggungan itupun berbagai bentuk,sesuai kualitas individu yang tersinggungnya.Ada yang menyikapinya dengan "dewasa",ada yang malah seperti 'anak-anak',atau ada yang grasa-grusu,ada pula yang seperti orang kesetanan.

Terpancing oleh orang yang menyinggungnya sampai ingin membalas "menyinggung" lagi si pelaku penyinggung harga dirinya,atau bahkan ingin balas dendam sampai si penyinggung celaka dan mampus.

***
Teori tentang kedewasaan dan kebaikan menyarankan,bahwa ketika diri kita tersinggung,sikap yang paling ideal (menurut teori) adalah menyikapinya dengan Tenang dan Dewasa.

Lebih jauh agama Islam menyarankan lewat Ayat Suci agar bersabar,(Innaloha ma'a sobiriin,Sesungguhnya Allah bersama orang yang sabar ).Atau dengan mencontoh perilaku mulia Rasulullah SAW,yaitu tidak melawan dengan frontal,Rasulullah disebutkan dalam berbagai riwayat hadist yaitu ketika menghadapi orang yang mendhlaliminya (menyinggung harga diri kita) adalah "mendoakan kaum dhalimin itu untuk segera mendapat hidayah dari Allah".

***

Teori dan praktek sering banyak tidak bisa selalu gampang diamalkan.Bahkan oleh para ahli teori sekalipun (baca:intelektual,kaum berpendidikan,bahkan ahli agama).Teori atau ilmu pengetahuan dan tingkat pendidikan yang tinggi,tidak lalu menjamin menjadi bijaksana ketika dirinya disinggung orang.

Ketika diri kita disinggung orang,baik secara fisik tubuh disenggol atau sengaja di dorong di jalanan misalnya.Atau disinggung tentang harga diri (secara moral) pada diri kita,maka kebanyakan rasa nafsu balas dendam saja yang membara.

Dalam keadaan demikian pada umumnya,Kecerdasan Emosional (EQ)dan Kecerdasan Spiritual (SQ) seseorang bisa jatuh sampai ke titik terendah.EQ dan SQ dirinya menjadi bernilai nol.Biasanya yang hadir di kepala hanyalah ingin "balas dendam",atau ingin membayar dan ingin menghajar orang yang telah menyinggungnya.

Padahal jika direnungi lebih dalam,ketika diri kita disingung orang lain,mungkin saja ada perilaku kita atau tingkah laku dan sikap kita di masa lalu, yang menyinggung orang lain.Bahkan bukan saja menyinggung diri orang lain,mungkin perilaku dan sikap kita pernah menyakiti bahkan mendhalimi orang lain tanpa pernah kita sadari sebelumnya.

Mungkin saja kita pernah menyinggung orang lain atau bahkan lebih jahat dari orang yang menyinggung kita saat ini.Semua itu perlu "sadar diri' dan penguasaan emosi tingkat tinggi tentunya.

Dan Tuhan mengirim teguran kejahatan kita di masa lalu dengan "disinggung harga diri " oleh orang lain saat ini.(Penganut kepercayaan pasti akan meyakini tentang ini,dengan nama atau istilah seperti :karma,siksa,ujian,siksaan dan cobaan).

Bahkan mungkin kita suatu waktu di masa lalu pernah berbuat "jahat" kepada orang lain,sehingga saat ini diri dan harga diri kita disinggung dan diganggu orang lain.

Instrospeksi diri,dewasa dan mempertinggi serta mengasah terus kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual agar kecerdasan berpikir yang sudah hebat di diri kita tidak lantas menambah kesombongan diri saja.

Instrospeksi diri adalah lebih baik menurut saya,ketika orang lain menyinggung dan merendahkan diri kita.Bersabar dan berdoa agar yang "men-jahati' diri kita diberikan hidayah oleh Tuhan.

***

Atau pilih cara yang paling kuno dan kampungan sekali...ajak adu jotos saja....! hehe.Artinya peradaban kembali ke beberapa tahun sebelum masehi kalau begitu.

Semuanya terserah anda sidang pembaca.Ini hanya berbagi opini saja hehe,,dan tanpa mau menyinggung siapapun.

Terima ksasih telah membaca,salam hangat selalu.


Kamis, 08 November 2012

Polisi Gendut Dirazia di Tangerang Kota

Saya kira,ketika membaca judul berita ini di detik.com isinya memberitakan razia rekening gendut anggota Polisi.Tetapi setelah disimak ternyata berarti harfiah,gendut atau gemuk badannya.Polisi yang gemuk dan gendut karena mungkin kurang berolahraga atau "sudah makmur "hehe,dihukum untuk berolahraga dari hari Selasa sampai Jumat setiap minggunya,demikian dilaporkan detik.com.

***
Berbadan sehat dan bertubuh ideal sangat diperlukan oleh seorang anggota Polisi,yang nota bene adalah pelindung masyarakat.Seorang polisi disamping harus mempunyai ilmu pengetahuan tentang melindungi rakyat juga harus didimbangi dengan kekuatan otot serta tubuh secara fisik lahiriah.

Polisi yang ideal,selain punya IQ,EQ,dan SQ yang baik juga selayaknya enak dipandang,berbadan sehat,ideal dan sehat jasmani rokhani.Sehingga kita sebagai warga percaya dan yakin bahwa anggota dan korp Polisi bisa melindungi kita rakyat semua.

Lalu apa jadinya ketika seorang anggota aktif dan berbadan gemuk atau bahkan tambun,jelas gerakan fisiknya menjadi lambat dan rentan serta beresiko tinggi terhadap serangan berbagai penyakit karena kegemukan.

Lalu untuk kita dan rekan pembaca semua,berbadan atau bertubuh sehat normal seimbang,berat badan tumbuh ideal bisa bermanfaat terhadap kualitas kesehatan diri.Diantaranya,usaha untuk mencapai kondisi tersebut adalah dengan rajin olahraga,disiplin bergaya hidup sehat dan tentu saja mengontrol asupan makanan yang sehat dan bergizi.

Gemar berolahraga,makan minum teratur,mencegah perut terlalu buncit oleh lemak atau karena malas,maka tubuh ideal akan didapatkan.Gerak tubuh dan mobilitas kegiatan sehari-haripun akan terlihat serta terasa lincah,sigap,cepat,tepat dan tangkas.

Perut buncit....? wah...mari berolahraga gan ...! Sebelum tubuh kita berstatus Tambun.
Salam hangat.

Rabu, 07 November 2012

Khawatirkan Sistem Kepulangan TKI Mandiri

Kekhawatiran dari berbagai pihak yang peduli kepada keselamatan jiwa raga TKI yang pulang lewat Bandara Soetta Tangerang,sangat masuk akal.Termasuk saya sendiri sebagai salah satu dari TKI yang kalau pulang selalu menggunakan Bandara Soetta.

Kekhawatiran ini seiring dengan akan diberlakukannya sistem kepulangan mandiri,yaitu diberikan kebebasan kepada TKI untuk dijemput atau pulang menggunakan transportasi sesuai keinginan TKI.

Di satu sisi sepertinya langkah ini dalam rangka "menghargai" hak pribadi setiap TKI,hal ini saya acungkan jempol kepada pemerintah.Namun khusus untuk Bandara Soetta,pemberlakuan sistem pulang mandiri saat ini belum tepat.Karena alasan keamanan si TKI itu sendiri.

Kebanyakan TKI yang pulang adalah TKW informal yang asalnya dari berbagai pelosok kampung dan daerah yang jauh.Selain faktor pendidikan yang rata-rata rendah juga faktor mental yang seringkali banyak TKW yang seperti "linglung" kelelahan dan tidak sedikit yang dalam kondisi "stress",keika turun dari Kapal di bandara.

Ditambah waktu tiba di Bandara banyak pada saat malam hari.Sudah banyak contoh tentang TKI yang dirampok,dibius,ditipu dan dipermainkan oleh para penjahat di luar Bandara.Seperti kasus hilangnya uang dan sejumlah harta milik seorang TKI pelaut yang dibius oleh oknum supir taksi yang membawanya pulang dari bandara tempo hari.

Masalah yang lain yaitu membludaknya kendaraan jemputan di bandara,ramainya calo-calo dan sebagainya.Tidak bisa dibayangkan jika TKI yang masih "linglung'lelah dan sebagian malah ada yang depresi,lalu tiba malam hari dalam keadaan membawa sejumlah uang dan harta benda,lalu keluar dari Bandara dengan tidak ada jemputan keluarga misalnya.Jelas-jelas akan berpotensi menjadi korban kejahatan orang-orang jahat yang selalu pintar dan cerdik melihat peluang kejahatan mereka.

Menurut saya,sistem yang dikoordinasi serta memakai sistem travel seperti kemarin itu adalah pilihan terbaik.

Atau ada sosialisasi yang jelas bahwa seorang TKI yang tiba di bandara,diperkenankan memilih dua pilihan untuk memilih,yaitu apakah mau memilih travel resmi yang sudah berjalan atau memang sudah ada keluarga yang menjemput di luar bandara sana.

Semoga semua yang berkepentingan dengan ini,mendapatkan jalan terbaik untuk melindungi TKI yang pulang kampung.

Salam hangat,terima kasih telah membaca.


Senin, 05 November 2012

Koboy Kampung Memeras Istrinya Jadi TKW

Di blog sebelah,tepatnya di blog detik ada postingan berjudul,"Suami Mengantar 'Istri' Menjadi Pelacur".Saya jadi ingat cerita seorang tetangga kampung saya,beliau seorang TKW yang "diperas" oleh suaminya sendiri.

Sebut saja Marni (23 th),seorang TKW PLRT Saudi Arabia berasal dari sebuah kampung di Jawa Barat.Marni pergi ke Saudi setelah di kampungnya menikah dengan pemuda bernama D (25) dengan harus puas menjadi isteri keempat D,dengan sebelumnya dibohongi status D adalah duda.

Karena kawinnya "siri' (tidak tercatat di KUA),maka tanpa keterangan apapun (surat model NA dsb) tidak diperlukan saat walinya menikahkan empat tahun yang lalu.

Baru setelah usia pernikahan mereka hampir dua tahun,Marni baru tahu bahwa D itu adalah playboy kampung yang sudah beristri 3 orang sebelumnya,semuanya menjadi TKW di Luar Negeri.

Tidak berdaya,meskipun sudah tahu D mempunyai isteri tiga orang.Disamping Marni orang kampung udik hanya lulusan SD dan mengaji di kampungnya,juga Marni dan keluarganya sangat miskin.Sehingga ketergantungan nafkah hidup hanya kepada pemberian suaminya saja,yang mendapat uangnya hasil dari "memeras'isteri-isterinya yang sedang bekerja jadi TKW kebanyakan di Timur Tengah.

Keluarganya juga tidak bisa berbuat apa-apa,meskipun tahu Marni sangat menderita batinnya.

Lalu suatu ketika saat isteri tua si D ini pulang dari bekerja TKW nya,maka dengan dipaksa Marni untuk daftar ke PJTKI di Jakarta menjadi Pembantu di Timur tengah sebagai pengganti yang mencari uang bagi si koboy kampung itu,karena isteri tuanya sudah pada pulang kampung.

Biasanya isteri-siterinya digilir untuk diberangkatkan ke luar negeri,semacam "shift" saja layaknya.Bekerja jadi TKW bergantian dipaksa oleh suaminya.

Pendidikan yang rendah,kemiskinan yang menyelimuti keseharian mereka dan tentu saja kebodohan riil yang membuat keluarga Marni tidak berdaya.

Pemuda D yang buaya darat dan Jeger kampung ini,tentu saja sangat ditakuti di daerahnya.Selain dikabarkan jago Pelet dan jago Teluh (santet),juga tidak segan-segan si D ini selalu mengancam isteri-isterinya akan dibunuh atau akan disantet kalau berbuat macam-macam atau tidak menuruti aturannya.

(Ini fakta terjadi saat ini tahun 2012,abad internet dan ketika peradaban disebut-sebut sebagai masa menuju puncaknya,terjadi di sebuah daerah yang hanya kurang lebih berjarak 150 km saja dari DKI Jakarta).

Marni lalu pergilah ke PJTKI didaftarkan paksa oleh suaminya sendiri.Saat itu tahun 2008,kalau TKW sudah pasti lulus test kesehatan,maka PJTKI suka memberi uang "makan' kepada   TKW atau keluarganya sekitar 3 juta rupiah.Dan untuk Marni tentu saja langsung "disikat 'habis oleh suami koboy kampung ini.

Sementara Marni ditinggal saja tanpa dibesuk sekalipun selama menunggu pemberangkatan di penampungan TKI.

Suaminya setelah mendapat uang makan 3 juta rupiah dari PJTKI,langsung pulang kampung dan bersenang-senang dengan isteri yang baru pulang dari TKW sebelumnya.

***

Dan terbanglah Marni,isteri muda Tuan Jeger kampung ke sebuah negara gurun di timur tengah.

Setelah empat bulan Marni dengan setia menelepon suaminya yang sedang berbulan madu lagi dengan isteri-isteri tuanya di kampung,untuk menerima kiriman gaji empat bulan hasil keringat Marni.

Sungguh Marni super setia ya...?

Mengapa Marni setia ? Atau kelihatan seperti setia.Sudah disakiti namun tetap mengabdi ke suaminya.

Kata Marni waktu cerita ke penulis adalah sebagai berikut :

Marni harus setia ke suaminya,karena takut kalau tidak mengirim ke suaminya maka keluarganya,kebetulan tinggal Ibu kandungnya saja,maka akan diancam dan terus ditagih uang kiriman yang tidak melalui si koboy kampung itu.

Dan yang lebih mengerikan Marni akan disantet sekeluarga.

"Hai Marni,kalau kamu tidak menuruti mengirim uang ke saya,kamu akan saya santet sekeluarga anda .."kata si D waktu menelepon ke Marni.

Maka terpaksa Marni mengirim uang hasil kerja TKWnya ke rekening atau atas nama suaminya.Dan uangnya sudah pasti "habis'.

Ketika Marni meminta diceraikan karena sudah tidak kuat lagi,maka dengan enteng si suami Marni berkata,

"..Mau cerai...?,oh boleh tetapi kamu harus membayar sepuluh juta rupiah,untuk membayar Talak ke saya...! " jawab suaminya.

Padahal talaknya itu adalah talak siri juga,bukan talak harus sidang dahulu di Pengadilan Agama.

Sampai saat ini Marni bagai memegang buah Simalakama.Mau cerai uang tidak bisa membayar uang Talaknya,mau tidak cerai jelas-jelas suaminya adalah orang jahat yang tidak mungkin akan membahagiakan hidupnya.

Marni pun semakin galau dan stress di akhir kontrak kerjanya yang sisa satu bulan lagi di sebuah keluarga baik-baik di Saudi Arabia.

Mau pulang ke tanah air takut dianiyaya dan didhalimi terus oleh suaminya,kalau tidak pulang umur Marni terus menjadi Tua di negeri orang dan uangnya di kampung sudah habis.

Marni tidak mau lapor ke aparat berwajib,karena jika berlaku demikian maka Marni sudah diancam oleh jeger kampung suaminya akan dibunuh.Dan biasanya,jeger di tempat Marni bukan hanya gertak sambal saja,banyak kenyataan memang mereka terbukti bisa membunuh karena mereka juga terpengaruh oleh Narkoba.

Miras dan narkoba ini didapatkan dari membeli dengan uang hasil keringat para isteri-isteri piaraannya sebagai TKW.

Lalu aparat setempat pada kemana nih...? Ada sih tetapi tak bisa berbuat banyak.Termasuk karena tidak ada laporan dari para korban,karena korban takut di santet atau diancam oleh suaminya sendiri agar jangan melapor atau hal apapun.Atau dibungkam untuk diam.

(Seperti diceritakan Marni (nama disamarkan) beberapa bulan yang lalu )

AWD-Riyadh.

Sabtu, 03 November 2012

Satu Minggu Tidak Bisa Update

Waduh mohon maaf sahabat pembaca,terutama yang setia berkunjung ke sini.Selama satu minggu penuh saya tak bisa mengupdate blog ini.Penyebab utama adalah kondisi tubuh saya sakit.

Sakitnya tidak parah tetapi cukup menganggu untuk sekedar beraktivitas semacam menulis sebuah postingan.Hypotensi,tekanan darah rendah karena kelelahan dan terlalu cape.

Ternyata terlalu banyak begadang,kurang tidur dan kurang istirahat membuat tubuh kita 'protes' ya ? Mereka jasad jadi kurang berfungsi dengan baik.Mungkin sel-sel di tubuh ini melemah daya kerjanya.Memang selama ini saya terlena dengan kondisi yang tadinya selalu sehat-sehat dan baik-baik saja,sering lupa bahwa kekuatan jasad kita juga ada batasnya.Perlu istirahat yang baik.

Jika usia masih muda dan sel-sel tubuh masih segar,terkadang banyak anak muda yang tidak hirau dengan kualitas kesehatan tubuh untuk jangka panjang.Karena ketika badan masih muda usia di bawah 30 tahun misalnya,efek dari kebiasaan tidak sehat itu tidak terasa secara instan,tetapi akan terasa lima atau enam tahun kemudian.Yaitu akan terjadi kondisi tubuh yang lemah dan mudah sakit atau bahkan terhinggap penyakit tertentu,misalnya bagi perokok akan terkena penyakit paru-paru dan sebagainya.

Misalnya kebiasaan jelek dan tidak baik ketika masih muda,yaitu merokok,begadang,bepergian bersepeda motor tanpa jaket pengaman,minum alkohol,kebiasaan telat sarapan pagi atau malas berolahraga dan sebagainya.

Contoh di atas adalah kebiasaan buruk di masa muda dan ketika badan masih kuat,akibatnya tidak langsung terasa di saat itu.Tetapi baru akan terasa dua atau tiga tahun kemudian ternyata akibat kebiasaan hidup kurang sehat d masa muda,sangat berakibat buruk ketika badan sudah semakin tua.

Ketika masih muda akan lebih baik bila kita menghindari dari ,begadang,merokok,telat sarapan pagi dan malas berolahraga.Usahakan sebaliknya,tidak merokok,jangan telat sarapan pagi dan terus mengolah tubuh terutama dengan olahraga dan mengisi otak dengan hal-hal yang positif.

Selamat pagi semua.

Jumat, 26 Oktober 2012

Jurus Menjawab : "Tidak Tahu,I don't Know,Ma Fi Maklum..!"

Catatan gado-gado hari ini :

Kata-kata sakti "saya tidak tahu" atau " ana mafi maklum (b.arab)" ,"ana ma adri (arab)" atau "I don't know ",sering digunakan untuk menghindari sebuah masalah.

Konon,di kalangan TKI PLRT dan TKI Saudi,jurus ini banyak diamalkan.Ketika majikan atau boss mereka memerintahkan sesuatu yang reseh dan sudah terlalu cape,rekan-rekan TKi Saudi suka menjawab perintah majikan dengan cukup berkata," Ana..mafi maklum Babah,ana mafi maklum Madam...!".Artinya saya tidak tahu,tidak mengerti tentang itu.

Hasilnya,sungguh hebat si boss tidak bisa memaksa pekerjanya untuk mengerjakan yang diperintahkannya.

Ya,jelas gan namanya orang tidak tahu kok,masa dipaksa untuk ngerjain tugas.Dan teman-teman TKI pun bebaslah tidak bertambah pekerjaanya.

Seperti biasa,ada dua jenis niat di hati para penjawab "tidak tahu "ini.Satu kaum menjawab tidak tahu karena memang mereka sama sekali benar-benar "tidak tahu" atau blank.

Kaum kedua,menjawab "tidak tahu" karena sengaja merekayasa,dengan tujuan supaya beban pekerjaan tidak tertambah.Majikan menjadi buntu karena yang diperintahnya berkata "tidak tahu".Dan tentu saja menjadi Buntu.

***
Lalu,nun jauh di sana di sebuah negeri,jurus berkata " saya tidak tahu...",atau "..saya sudah lupa tuh..." dan perkataan sejenisnya banyak digunakan oleh para oknum pejabat yang terlibat perbuatan jahat.

Misalnya yang terlibat kasus-kasus korupsi yang terus berputar-putar dan berjejaring.Entah ada komando dari rekan mafianya atau memang alasan pribadi atau bahkan memang niatan diri oknum itu sendiri.Yakni ketika ditanya pihak berwajib atau wartawan,mereka oknum atau para tersangka korupsi selalu menggunakan jurus menjawab," ..sorry teman,saya tidak tahu..atau sorry saya sudah lupa...".

Namun para penyidik yang jujur tentu saja tidak akan terkecoh dengan strategi jahat tersebut.Nyatanya banyak oknum yang di awal-awal kasusnya bersikeras menyatakan "tidak tahu" ternyata terbukti mereka melakukan pencurian uang rakyat.

Akhirnya,kita jadi tahu bahwa banyak oknum pejabat yang korupsi di negara itu ternyata suka ngibul juga, dan berpura-pura bego atau pura-pura sakit dengan berkata " ..saya sudah lupa,saya tidak tahu...waduh saya sakit pak.." jika sudah terjerat tuntutan hukum.

Padahal ketika sedang jaya-jayanya,sombongnya minta ampun.Berfoya-foya dengan uang rakyat.Mereka lupa pada amanat rakyat.

....Ah terlalu panjang gan..."sorry kali ini saya sok tahu hehehe....".

Kamis, 25 Oktober 2012

Membangun dan Merawat

Untuk sesuatu yang bersifat fisik lahiriah,membangun,membuat,menjadi ada selalu digembor-gemborkan dan selalu dilakukan orang,sebagian malah dengan semangat 45 dan antusias terus membangun.Tetapi untuk selanjutnya orang-orang kebanyakan malas atau banyak yang lalai dalam mengurus dan merawatnya.

Mari kita lihat beberapa contoh berikut :

Pemerintah setiap tahunnya selalu membangun jalan-jalan desa,jalan provinsi atau jalan raya kabupaten.Lalu setelah dibangun,untuk kemudian merawatnya kadang tidak maksimal.Sebuah jalan dibangun namun saluran airnya dibiarkan meluber ketika hujan tiba,akhirnya aspal dan badan jalan menjadi rusak.

Atau membangun Puskesmas,Sekolahan,fasiltas umum lainnya semuanya dibangun,semuanya diciptakan namun merawatnya jarang ada yang serius,malahan terkesan lalai.Lalu nanti setelah rusak parah membangun kembali dan tentu saja biayanya jelas akan mahal.

Inilah salah satu penyebab kenapa anggaran pemda dan negara menjadi tidak efektif dan boros.

Itu untuk misal dalam negara..ehm..saya jadi suka ngomong negara ya hehe..? Lalu untuk yang pribadi,misalnya :

Sangat gampang dan semangat membuat sebuah blog atau website pribadi,dan jreng begitu saja membuat blog,lalu merawatnya itulah banyak yang malas.Ya memang terserah anda sih,ini kan hanya contoh gan..!

Membuat anak...? Ya beberapa orang ketika "membuat anaknya" semangat sekali hehe..? Ketika sudah jadi anak banyak pula yang malas mengurusnya bahkan banyak yang tega menelantarkanya.

Membuat kandang ayam di rumah,membuat rumah,membuat pagar halaman.membuat gardu ronda,membuat wc umum,membuat kantor Karang taruna.membuat posko organisasi,membuat perkumpulan anu,membuat persatuan anu,membuat jalan kampung dan sebagainya.

Kita dengan semangatnya membuat itu semua,namun beberapa masa kemudian semangat memeliharanya suka melempem.Pada umumnya nantilah setelah menjadi rusak berat barulah membangun lagi.yang tentu saja menjadi berbiaya mahal kadang lebih dari biaya membangun dari nol pertama kali dahulu.

Coba lihat jalan desa atau jalan kampung,atau kantor RT RW atau kantor Karang taruna,di awalnya semua semangat membangun,asalnya tidak ada menjadi ada berwujud dan nyata,lalu setelah ada suka dibiarkan sampai rusak kondisinya.Dan membangun lagi,rusak lagi ,membangun lagi.

Padahal biaya memelihara dan merawat sangat murah dan akan berefek awet kepada objek yang dimaksudnya.

Memang kegiatan memelihara dan merawat sesuatu,memerlukan konsistensi dan konsep yang jelas serta berkesinambungan dalam langkah selanjutnya.Perlu suatu komitmen yang kuat dan dsiplin tinggi oleh yang berkepentingan di dalamnya.

Baik komitmen pribadi untuk hal-hal pembangunan secara pribadi,apalagi komitmen yang umum untuk hal-hal yang bersifat publik.

Komitmen dalam hal merawat dan mengurus sesuatu yang sudah dibuat atau sudah dibangun.Akan lebih efeisien,efektif dan tentu saja akan langgeng keberadaan sesuatu yang dibangun itu.Hal apapun.

Salam hangat.

Terbaru

Blog Masih Hidupkah,Masih Laku?

Di tengah gempuran banjir informasi disertai kemajuan super cepat perkembangan teknologi informasi yang selalu terbarukan secepat "kila...

Terpopuler