Senin, 18 Maret 2013

Lantunan Penyejuk Iman dan Pendingin Kesombongan

Jika kita mendengar alunan Takbiran di malam idulfitri yang khas Indonesia,disertai iringan tabuhan dulag yang sangat menyentuh karena banyak kenangan sejak kanak-kanak waktu di kampung.Lalu saat ini ketika didengar di perantauan,banyak rasa haru yang tak bisa digambarkan dengan kata-kata.

Sedih,terharu,kangen,rasa hati melayang penuh kenangan ke masa-masa yang lalu.Ingat sanak keluarga yang nun jauh di sana,di tanah air serta ingat kepada anggota keluarga yang sudah meninggalkan dunia mendahului kita.Dan seakan ingat akan panggilan nada-nada kematian yang akan dan pasti suatu waktu menghampiri kita semua yang masih hidup saat ini.

Ada rasa magis tertentu,merinding,bersamaan dengan bergetarnya hati dan kerinduan akan keluarga di tanah air.Tak terasa mata pun mulai basah seiring dengan kesadaran akan dosa-dosa yang telah diperbuat serta mengingat amal baik yang masih kurang banyak.

Maafkan hamba Ya Allah,dan semua dosa-dosa keluarga serta sahabat kami semua ya Allah.Astagfirullahaladzim,ternyata selama ini hamba banyak terlena dengan kemegahan,kesombongan,keserakahan dan kelelahan dunia.

Masihkan kita harus terus serakah dan sombong,oh tidak ! Ya Tuhan.Ampunilah saya,kami,yang kadang-kadang suka banyak terlena dengan gemerlapnya dunia dan gelapnya mata hati yang penuh lumpur dosa dan sifat sombong seakan hidup ini akan berlangsung selamanya.

*) Jika tidak nyaman dengan auto play videonya,silahkan klik tombol STOP saja.



*) Video dari akun : AchmadMundzir.You Tube.com

Minggu, 17 Maret 2013

Ngintip Resep Sukses Jokowi dan Chairul Tanjung

Saat ini,siapa yang tak mengenal sosok Joko Widodo dan Chairul Tanjung.Jokowi,seorang pengusaha furnitur sukses sejak 1988,hingga kini jadi Gubernur DKI setelah sebelumnya memukau dan berprestasi sebagai Walikota Surakarta,Solo.

Chairul Tanjung adalah seorang yang sukses juga sebagai pengusaha,saat ini sebagai pemilik Bank Mega,Trans TV,Carefour dan Trans Studio.Keduanya sudah membuktikan keberhasilannya menjadi seorang pengusaha yang banyak bermanfaat bagi dirinya,keluarga dan orang banyak.

Dari berbagai sumber media massa saya sarikan inti resep sukses mereka,yang mudah-mudahan ada manfaatnya bagi sahabat pembaca di blog ini.

Hari ini Minggu,17 Maret 2013 mereka berbagi kisah suksesnya dalam Seminar Wirausaha di gedung Smesco,Jakarta.Tentu saja saya tidak menghadirinya gan,secara karena satu enggak diundang,keduanya jauh deh,saya kan masih di Riyadh,Sangudi Ngarabia,hehe..! Sekali lagi ini saya sarikan dari berbagai sumber media online yang menulis kegiatan tadi.

Seperti dikutip dari Viva news,Chairul Tanjung berkata,"Kalau mau jadi wirausaha Anda harus punya komitmen, dan mulai lah dari sesuatu yang bisa dikuasai,"

Selain itu inti tips sukses yang lainnya beliau menambahkan,bahwa intinya: seseorang yang mau berwirausaha terutama yang masih muda dan masih pemula,harus mampu menghadapi kerasnya kehidupan,karena di masa depan iklim usaha akan banyak tekanan luar biasa.Jadi,harus dipersiapkan mental dan fisik yang kuat.

"Kita harus kuat mental dan fisik,kedua tidak gampang menyerah dan itu terpacu pada diri saya," Katanya lagi.(dikutip dari :us.bisnis.news.viva.co.id./17/03)

***
Saya rasa yang perlu digarisbawahi adalah ,modal utama untuk sukses menjadi pengusaha atau walaupun hanya jadi sebagai pedagang,paling tidak harus mempertimbangkan hal-hal berikut :

1.Persiapkan mental yang kuat,kesehatan fisik yang prima,sehat serta bugar.Upayakan badan jangan sakit-sakitan.

2.Mulailah berusaha dari hal atau jenis yang sudah dikuasai.Serta memiliki mental yang kuat dan kepribadian yang Pantang Menyerah.Berani dan mau bangkit dan bangkit lagi serta belajar cepat dari semua pengalaman buruk di perjalanan awal berusaha.

3.Kesempatan untuk meraih sukses (sukses arti di sini adalah memperoleh materi,uang,harta yang baik) adalah hak setiap orang tidak pandang bulu,termasuk hak dari setiap orang yang asalnya dari keluarga dan keturunan miskin.

Setidaknya itulah yang saya tangkap dari berbagai sumber yang saya simak.Lalu beberapa tips dari Pak Jokowi juga sederhana saja tetapi sangat dimengerti dan mudah dicerna,serta tidak sukar untuk dilakukan jika ada kemauan.

Misalnya,Jokowi berbagi semangat bahwa,jangan terpaku dengan kurang modal lalu jadi patah semangat untuk membuka usaha (baca:jadi pengusaha),Pak Joko mengibaratkan dirinya,ketika pada langkah awal jadi pengusaha dahulu,yaitu dengan memaksimalkan waktu yang ia miliki.

Beliau berkata,ketika di tahun-tahun pertama usahanya berawal dari memasarkan produknya dari pintu ke pintu (saya menangkapnya berarti dari cara paling konvensional).Lalu memanfaatkan waktu dengan baik bahkan menambah jam kerja,dikatakan beliau di awal jadi pengusaha bekerja diibaratkan dari waktu Subuh ke hingga waktu subuh berikutnya.Kejar target dan tambah jam kerja.

Dari keduanya,bisa disimpulkan adalah bahwa semangat pantang menyerah,memelihara selalu dan menjaga kesehatan mental dan fisik,mampu serta berani menghadapi tantangan,lalu jangan ragu untuk memulai walau dengan teknis usaha awal dari cara paling konvensional dan skala kecil sekalipun.

Nanti seiring dengan kemajuan perusahaan,ya diiringi pula oleh kemampuan dan tambahan ilmu-ilmu manajemen dan ilmu lainnya untuk menambah kualitas "kewirausahaan" diri kita.

Dan tentu saja bukan hanya ulasan di atas saja ilmu sukes yang lainnya masih banyak.Termasuk mungkin ilmu dari Anda yang sedang membaca ini.

***

Tulisan ini,saya postingkan adalah catatan ringan untuk diri saya saja tadinya,agar menambah inspirasi dan semangat diri sendiri untuk tetap semangat dalam hidup ini.Mohon maaf jika ada kekeliruan,saya hanya berbagi cerita saja dengan Anda semua sahabat pembaca.

Dengan harapan semoga cerita saya membaca dan menyimak kegiatan-kegiatan dan informasi inspiratif dari sumber lain yang saya lakukan untuk semoga bermanfaat bagi Anda.Yang tentu saja Anda sudah lebih paham dan mengerti daripada saya sendiri.

Bila ada kesalahan maksud materi di atas,itu hanyalah semata kesalahan opini saya pribadi.Namun jika ada manfaat,semoga kebaikan selalu menyertai kita semua.Saya hanya berbagi informasi saja gan,ditambah dengan sedikit opini pribadi sesuai pengalaman saya.Terima kasih.

***
Disarikan dari berbagai sumber.


Sabtu, 16 Maret 2013

Nge-jreng Main Gitar,Kantor Tempo Diamuk Massa

Diberitakan sejumlah media nasional,malam tadi Kantor Koran Tempo diamuk massa.Meskipun tidak ada korban jiwa namun massa sempat merusak beberapa motor dan properti kantor.Ditulis oleh detik.com dan kompas.com,penyebab terjadinya peristiwa ini diduga berawal dari salah seorang pegawai Tempo,jrang-jreng main gitaran dan lalu terjadi cekcok salah paham dengan pemuda tetangga samping kantornya.

***
Terlepas dari apa penyebab dan motif penyerangan peristiwa tersebut,karena masih belum jelas .Menurut saya ada dua hikmah yang bisa kita ambil dari peristiwa di atas,melihatnya dari sisi hubungan sosial dan keamanan jika kita punya tempat usaha dimanapun lokasinya,yaitu :

1.Hargailah tetangga atau warga sekitar tempat usaha kita,main jrang-jreng bergitar ria apalagi berisik sampai mengganggu warga sekitar,akan memancing kekesalan tetangga dan warga.

2.Usahakan merekrut,mempekerjakan salah satu warga sekitar.Saya dulu pernah menulis,untuk membantu keamanan lokasi usaha,salah satunya adalah harus "mendapat' dukungan warga sekitar tempat usaha,terutama tokoh pemuda setempat (bahasa kasarnya,tokoh "preman" setempat).

Dengan ditambah langkah-langkah preventif lainnya mungkin akan lebih baik,tetapi kedua hal di atas bagi yang usahanya membutuhkan lokasi atau tempat,baik kecil atau besar menurut saya sangat penting demi keamanan dan ketertiban tempat usaha kita.

Menciptakan hubungan baik dengan warga dan lingkungan sekitar lokasi usaha,adalah syarat wajib jika ingin tempat usaha kita tidak terlalu rawan status keamanannya.Jadi menambah resiko dan anggaran memang ! Tetapi apalah boleh buat ? Daripada tempat usaha kita ujug-ujug bonyok,lebih baik pertimbangkan 2 hal di atas sebelum mendirikan tempat usaha di lokasi yang akan Anda pilih.

Selamat menjalin silaturahmi.

Jumat, 15 Maret 2013

Lagi,Pejabat Publik Tidur di Gedung Rakyat

Tidur adalah hal biasa dan penting bagi seorang manusia,siapapun dia.Namun menjadi tidak elok jika dilakukan oleh seorang pejabat publik ketika sedang membicarakan masalah rakyat ,karena memang menjadi pekerjaan dan kewajibannya mengurus rakyat,sebagai pejabat yang digaji dan dibiayai oleh uang rakyat.

Kejadian beberapa oknum pejabat yang tidur di forum resmi,ketika sedang berurusan dengan pekerjaan mengurus kepentingan rakyat banyak sangat sering terjadi di kalangan pejabat kita.

Bukan masalah manusiawi atau tidaknya tentang tidur.Tetapi sebagai seorang pejabat publik tentu harus tahu diri-lah,sadar dengan hak dan kewajiban sebagai pejabat.Tidur adalah hak pribadinyat,tetapi jika sedang bicara tentang rakyat,sekali lagi tidak pada tempatnya untuk tidur.

Beberapa tahun yang lalu,Presiden SBY pernah beberapa kali menegur secara langsung oknum-oknum pejabat yang tertidur ketika beliau sedang berpidato.Bahkan wartawan sering menemukan beberapa oknum anggota DPR yang tertidur pulas atau sekedar limbung di kursinya,dan tentu mendapat kecaman publik.Hari ini kompas.com memuat dan menjadi Head Line seorang pejabat di lingkungan Pemda DKI yang tertidur ketika Gubernur Jokowi berpidato tentang rakyat.

***
Mungkin saja tidurnya mereka itu tidak sengaja dan berniat mau tidur,bisa saja tidurnya itu karena beberapa sebab misalnya :

1.Terlalu kecapaian,lelah karena telah bekerja lembursampai larut malam atau begadang.

2.Kondisi tubuh yang sedang sakit atau sedang menderita penyakit tertentu yang menjadikan tubuh jadi mudah tidur.

3.Mungkin ada masalah pribadi di keluarga malam harinya,sehingga kurang tidur dengan baik ketika sedang di rumah.

4.Karena memang mentalnya tukang tidur,lamban,loyo,kerja asal-asalan,melecehkan forum yang sedang diikutinya

5.Sudah bosan dengan kursi jabatannya,jika memang sudah demikian maka akan lebih baik jika mengundurkan diri saja dari jabatannya.Masih banyak orang lain yang lebih sehat,lebih mampu,lebih bisa mengatur waktu demi kepentingan rakyat banyak.

Kenapa harus ngotot mempertahankan jabatan pubik jika sudah selalu kecapean,tubuh sudah loyo dan sakit-sakitan,dan ketika tidur di tempat umum (rapat tentang rakyat) lalu jadi umpatan sumpah serapah semua orang yang menggajinya.Lebih baik mengundurkan diri atau dengan segera tahu diri dan memperbaiki kinerja, bertanggungjawab kepada tugas dan kewajiban sebagai pejabat publik.

Rakyat rugi dong kalau hanya menggaji orang-orang yang lamban dan hanya tidur ketika sedang berbicara tentang rakyat.


Minyak Kayu Putih Obat Mabuk Perjalanan

Pernahkah suatu waktu Anda merasa mual-mual bahkan muntah,ketika di perjalanan? Siapapun bagi yang suka kegiatan perjalanan akan pernah merasakan.Entah karena memang lambung kita bermasalah atau kebetulan kondisi badan sedang tidak fit,mabuk perjalanan bisa melanda kita.

Jika saat ini sedang mempersiapkan sebuah rencana perjalanan baik dekat maupun jauh,tidak ada salahnya selalu jangan lupa membawa minyak kayu putih.Saya tentu saja tidak bisa merekomendasikan merk-merk tertentu,pokoknya minyak kayu putih-lah,apapun merknya sesuai selera Anda.

Banyak yang sudah dikemas dan diberi aroma berbagai wangi yang beragam,bisa Anda pilah-pilih sesuai keinginan.Biasanya berbentuk cair dan dikemas dalam botol beling atau plastik.

Caranya,cukup usapkan saja ke seluruh bagian punggung atau dada dan perut sebelum berangkat, atau dihisap-hisap saja memakai tisue dan telapak tangan.Pilih aromanya yang menyegarkan,karena jika salah memilih aroma akan mengganggu kenyamanan teman perjalanan Anda yang mungkin tidak suka dengan aroma "bau bayi' minyak Anda.

Tidak untuk selama di perjalanan saja sebenarnya,jika sedang di rumah atau tempat kerjapun bisa kita gunakan,jika kondisi tubuh sedang tidak fit karena masuk angin atau kurang tidur karena mengejar target misalnya.Aroma kayu putih untuk bayi biasanya disukai banyak orang dan tidak terlalu mengganggu kenyamanan teman-teman satu ruangan Anda.

Jika sedang di dalam rumah,bisa Anda balurkan ke seluruh tubuh sebelum tidur,dibuat semacam kompres ke semua bagian badan Anda,lalu tidurlah dengan lelap.Dan jangan lupa makan dulu gan!

Selamat pagi semua.

Selasa, 12 Maret 2013

Pro Kontra Pengiriman TKI Suami Isteri ke Saudi

Untuk meminimalisir permasalahan yang suka hadir di TKI PLRT di Saudi,yang saat ini masih dalam moratorium (penghentian sementara),Menakertrans,Muhaimin Iskandar, melempar ide pengiriman TKI sektor rumah tangga (PRT) dengan suaminya kemungkinan akan dibuka lagi.(sumber: finance.detik.com,12/2/2013).

***
Berbagai komentar dikemukakan berbagai kalangan warga kita,ada yang setuju juga yang tidak kalah seru dan sangat tajam tidak setuju mengomentari ide Menakertrans tersebut.Bahkan banyak komentar yang menyebutkan,apakah memang Kemenakertrans itu gak punya ide membuka lapangan kerja di dalam negeri lagi selain "menjual' babu..? Dan berbagai komentar tidak kalah pedas lagi yang lainnya.

Ya,pro kontra akan selalu ada,apalagi jika hanya melihat di komentar para netter,kaum netizen saja,pembaca di media online saja yang nota bene tentu saja dari kalangan menengah ke atas secara strata sosial maupun secara akademis.Paling tidak para komentator di media online adalah para mahasiswa atau yang punya latar belakang pendidikan yang lebih baik meskipun tidak selalu harus sarjana.Jadi kemungkinan melihat permasalahan ini cenderung mempermasalahkan tentang 'harkat martabat bangsa secara umum",(baca: Republik Indonesia hanya bisa menjual babu atau pembantu).

Dan hal ini bagi sebagian yang sudah mapan dan tidak merasakan "kesulitan fakta nyata di lapangan' ,kaum yang tidak tahu atau tidak pernah tahu bagaimana susahnya para kalangan bawah di rakyat mencari pekerjaan dan mencari uang di kampung sendiri.Akhirnya,pasti komentar miring  dan tidak setuju yang akan dilontarkan kepada ide pengiriman kembali TKI PRT suami isteri ke Saudi ini.Karena dianggap merendahkan harkat dan martabat bangsa.Kurang lebih demikian alasan terbanyak mengapa banyak komentar mengecam dan sedikit panas kepada ide Menakertrans di atas.

***

Lantas ? Izinkan saya beropini dan berpendapat dengan ini lewat postingan sederhana yang sedang anda baca ini.Latar belakang saya yang saat ini adalah sebagai seorang bagian dari TKI Saudi (pelaku di lapangan sebagai TKI Saudi dan sebagai kalangan rendahan ketika di tanah air,sebagai orang miskin ketika di tanah air),sebagai itulah saya beropini tentang ini :

1.Saya setuju dengan pendapat yang mengecam bahwa melanjutkan pengiriman Pembantu rumah tangga ke Saudi adalah merendahkan harkat dan martabat bangsa.Saya setuju sekali dengan ini,dengan catatan,jika pengirimannya seperti terjadi kemarin yaitu mengirim TKW (Tenaga kerja wanita) hanya sendirian tidak dengan suami atau Muhrimnya yang bekerja di satu majikan satu rumah di Saudinya.

Karena selama ini yang banyak bermasalah,pelecehan seksual,penganiayaan,kaburan,pelacuran,dan sebagainya adalah yang terbesar karena sebab mereka bekerja sendirian dan berjenis kelamin perempuan (populer dengan singkatan TKW PRT).Kami menyaksikan bagaimana rentannya timbul masalah di tempat-tempat kerja mereka,meskipun tidak semuanya bermasalah.

Yang bekerjanya TKW suami isteri,mereka rata-rata cukup berhasil dan diperlakukan dengan baik di rumah-rumah Saudi.

2.Tidak dapat dipungkiri,pekerjaan menjadi PRT di Saudi atau Arab lainnya,adalah cara praktis mereka yang menganggur dan berpendidikan rendah atau ada masalah keluarga di kampungnya,dan bagi kalangan rendah serta miskin,lowongan TKW ini masih dibutuhkan,karena mencari kerja atau mencari uang di kampung sulit mendapatkan kesempatan.

Sementara perekonomian di tingkat ril nyata masih belum baik dirasakan oleh masyarakat banyak di tanah air.Biaya sekolah yang mahal ,biaya hidup tinggi sementara upah buruh kasar dan iklim usaha kecil yang belum kondusif di kenyataan.Kebanyakan kaum usahawan kecil di tanah air jika berusaha bukan selalu beruntung tetapi selalu bergelimang dengan hutang-hutang,karena iklim usaha nyata dan kondisi ekonomi di negara mereka susah mencari untung.Hanya mudah membuka usaha tetapi susah mencari untung,itulah kenyataan di kondisi bagi kalangan rendah di tanah air.

Berkomentar tidak setuju bagi kalangan menengah ke atas di tanah air,karena tidak merasakan bagaimana berat dan sulitnya mencari uang di kampuang halaman,hal demikian hanya bisa dirasakan oleh kalangan miskin  dan rakyat kebanyakan.Kaum yang selama ini jadi kaum TKW TKI informal.

Oleh karena itulah,sudah pasti kalangan menengah atas berpendapat berbeda dengan kalangan kami yang merasakan di lapangan tentang ide pengirima TKI ini.Kalangan miskin tidak sempat berpikir tentang harkat martabat bangsa,mereka sibuk dengan berpikir bagaimana anak-anak kami bisa sekolah,bagaimana perut keluarga bisa makan,bagaimana kami kaum miskin bisa hidup walau derajat manusia kadang-kadang dianggap rendah di negeri orang.Karena di kampung di tanah air lapangan kerja sulit,atau kalaupun bekerja tetapi gajinya dibayar rendah dan murah.

Kaum menengah ka atas apalagi yang sudah berkecukupan pasti sempat berpikir tentang harga diri bangsa,karena perut-perut dan saku mereka sudah penuh,sudah cukup,karena di tanah air mendapatkan pekerjaan yang bagus dan bermartabat serta cukup bahkan lebih dari cukup.Maka ada waktu untuk berpikir tentang harga diri bangsa.Pasti kalangan ini tidak akan setuju dengan macam "pengiriman TKW ke luar negeri".

3.Tidak akan ada manfaat jika pro kontra terus ! Sama sekali hanya pepesan kosong jika kita bahas lebih jauh ,apalagi di forum internet yang maya,yang pro dan kontra malah bisa melebar ke dugaan ada tendensi berbagai macam kepentingan jika kita berkomentar pro atau kontra.

Yang jelas,saat ini ketika pemerintah dan di tanah air belum mampu menyerap semua Tenaga Kerja yang sekelas TKW PRT dengan baik,dan saat ini tingkat pendidikan yang masih belum merata semua warga berpendidikan maka pembukaan TKI Informal TKW PRT ke Saudi dan Arab lainnya lebih baik dibuka lagi dengan harus disertai muhrim atau suaminya.TKI dan TKW Suami isteri.

Bagi saya yang melihat di lapangan kaum TKW secara ril di kenyataan,saat ini 2013 lowongan ini masih diperlukan.Untuk merubah nasib keluarga mereka,mereka sedang membutuhkan biaya untuk anak-anak mereka yang sedang kuliah,sedang sekolah dan tentu dengan sendirinya nanti anak-anak TKW saat ini akan berpendidikan,maka tidak akan generasi berikutnya menjadi TKW seperti ayah atau ibu mereka.Generasi berikutnya anak-anak TKW akan tidak jadi babu lagi karena sudah sekolah hasil tenaga ayah ibunya hari ini jadi TKW.

Untuk ide Menakertrans kali ini,pembukaan kembali PRT TKW suami isteri (TKW sebagai Pembantu dan suami sebagai sopir) saya sendiri sebagai bagian dari TKI Saudi saat ini menyatakan setuju dan insya Allah akan bermanfaat.

Tetapi saya tidak setuju kalau dibuka lagi pengiriman TKW sendirian,karena bagaimanapun resikonya terlalu besar untuk mendapat masalah,jika TKW bekerja sendirian tanpa muhrim di negeri orang sebagai pegawa sektor rumah tangga.TKW yang sendirian di Saudi rawan bermasalah.Pasti dan terbukti saya sering melihat dengan mata kepala sendiri.

Terima kasih sudah membaca.Salam silaturahmi.Terima kasih sudah mampir.


Senin, 11 Maret 2013

Dan Anak-anakpun Malas di-Dakwahi

Ilustrasi :flickr.com

Ketika kita sedang mendengarkan dakwah atau petatah-petitih saat ini,lalu nada dan cara dakwahnya seolah menggurui atau memang "menggurui' tentu ada rasa tak nyaman pada umumnya.Atau lebih tepatnya.malas menyimaknya,jangankan disimak dengan baik beberapa dari kita malah suka keluar saja dari forumnya.

Ya,metode dakwah zaman sekarang memang harus lebih cerdas dan lebih elegan bila perlu harus mutakhir,terlebih jika para mustami atau para pendengarnya terdiri dari berbagai latar belakang yang berbeda.

Metode dakwah yang menggurui dan bernada mendikte pendengar sudah lapuk dan ketinggalan zaman,kecuali dalam forum formal tertentu,tentu masih ampuh digunakan.Tetapi pada umumnya cara jadul dan menggurui seolah mendikte umat sudah pasti akan ditinggalkan pendengar.Mungkin saja hanya karena jengah dan ewuh pakewuh serta menghormati di depan orangnya saja,para pendengar seolah menyimak,padahal di dalan hatinya sudah malas dan jenuh.

***
Begitupun ketika sewaktu-waktu harus " menasehati' anak-anak atau putra-putri kita.Pengalaman saya,saat memberi petatah-petitih yang menurut saya untuk kebaikan dan ke-bijaksanaan,saya suka kebablasan dalam berbicara di depan mereka.Biasalah namanya juga orang tua banyak rasa khawatir dan ingin membuat anak-anak selalu baik-baik.

Akhirnya,"amanat' saya sebagai orang tua suka melebar,misalnya dimulai dari sekedar menanyakan kabar mereka,sekolah mereka,teman-teman dan pergaulan mereka diteruskan dengan menanyakan kemauan mereka saat ini dan masa depan.Sampai titik ini mereka menjawab dan masih menyimak dengan baik,menjawab dengan antusias dan penuh perhatian.

Nah,setelah lebih dari hal di atas,ketika saya menambahkan amanat-amanat bijak lainnya sok orang tua,dan sedikit melarang-larang dengan kata depan,jangan ini,jangan itu ya nak ! Jangan begitu,jangan A,jangan B,jangan C dan saya sudah menggurui mereka dengan menyebut harus A,harus B,harus C dan seterusnya,ternyata perhatian mereka semakin membuyar.Kasar katanya,omongan kita sudah tidak menarik perhatiannya lagi.

Misalnya,kulihat si Bungsu sudah menguap dan matanya mulai tak memperhatikan saya,lalu yang sulung sudah mulai melirik-lirik sepatu sepak bolanya,yang mungkin sudah tak sabar ingin segera lari ke lapangan sepak bola.Ah,anak-anak sudah malas mendengar tambahan ceramah saya,hehe.

Tahu diri dengan itu maka saya sudahi "ceramah' ke mereka,meskipun sebenarnya masih banyak yang mau saya ungkapkan ke mereka.Masih sejuta kata yang bernada khawatir tentang mereka,tentang pergaulan mereka,tentang perilaku mereka,namun karena sudah lebih dari 30 menit mereka saya "briefing" dan materi ceramah saya sudah ke arah mendikte dan menggurui mereka,ternyata mereka sudah tidak konsentrasi lagi mendengarkannya.

***
Itu potret anak zaman sekarang,potret sebagian anak-anak generasi Ben-10 dan generasi Spiderman,generasi serba mau informasi yang efisien,instan dan serba cepat.

Lha,mau apalagi.sebagai orang tua memang kita harus cerdas mennyiasati petatah-petitih kita kepada anak-anak dengan cara yang lebih tepat dan elegan,menyesuaikan dengan zaman.

Itu hal menasehati orang tua kepada anak-anaknya,masih di dalam satu keluarga.Apalagi jika terjadi di forum bebas dan di luar keluarga.Di dunia pendidikan (baca:sekolah),di forum umum,di komunitas,di pidato-pidato kumpulan apapun,di dalam dakwah keagamaan,apalagi di forum internet,jika nara sumber bernada terlalu menggurui bahkan mendikte orang lain atau pendengar dan pembaca,pasti nara sumber itu akan dilewatkan dan tidak akan disimak dengan baik oleh khalayak.

Zaman memang sudah lain ya..? Kita harus pandai menyesuaikan dengannya! Anak-anak saja sudah malas didikte-dikte dan digurui,apalagi orang dewasa ,ya ? Ups,sorry saya kok menggurui pembaca juga nih ah ! Hehe.Sorry,maaf gan ! Selamat malam semua.


Minggu, 10 Maret 2013

Pantang Menyerah

Frasa di atas adalah multivitamin penambah stamina kepada yang sedang berjuang.Berjuang di kancah manapun,bisa yang sedang berjuang di kancah peperangan ril nyata atau yang sedang berjuang di dalam kehidupan.

Biasanya yang sedang berjuang selalu berdampingan dengan penderitaan,pengorbanan,kesengsaraan dan bahkan kelumpuhan atau kematian.Biasanya pula perjuangan selalu ada tujuan yang sedang diperjuangkannya,sudah pasti,lha kalau tidak ada tujuan,lantas memperjuangkan apa ? Pasti ada tujuan.Untuk mencapai semua ragam tujuan itu sangat perlu semangat Pantang Menyerah!

Apapun tujuan sebuah perjuangan pasti akan banyak cerita dramatis di dalamnya,cerita heroik yang mengobarkan semangat perjuangan,yang jika sudah berakhir perjuangannya suka dikenang sebagai semangat jiwa kepahlawanan,atau yang berjuangnya disebut pahlawan.Orang yang berpahala.Bisa sebagai pahalawan bangsa,agama,atau pahalawan keluarga.Semoga.

Pun pada saat ini,mungkin beberapa pembaca sedang berada dalam tahap perjuangan hidup.Maksud saya sedang dalam etape dan hidup pada tahap-tahap paling sulit dan penderitaan,keprihatinan,sedang berada dalam episode yang menyedihkan dan setting kepiluan.

Atau sebagian sudah melewati masa-masa itu,tetapi hakikat sebenarnya,selama nyawa bersanding di badan selama itu pula sejatinya kita ini sedang berjuang.Berjuang untuk hidup,berjuang untuk lebih baik,berjuang untuk bahagia,untuk sejahtera,untuk bermanfaat dan berjuang untuk beragam tujuan masing-masing,baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang hingga alam akhirat nanti.

Kaidah lama tentang perjuangan suka dilekatkan dengan pepatah bijak berikut,di setiap "Perjuangan selalu Membutuhkan Pengorbanan",baik pengorbanan materi ataupun pengorbanan immateri bahkan pengorbanan jiwa atau nyawa.

Bijaksana jika kita menyadari dengan pepatah bijak tentang perjuangan di atas itu,bahwa hidup ini kadang-kadang akan meminta dan memakan korban,bisa korban perasaan,korban hati,korban harga diri atau korban fisik materi lainnya.Korban lahir dan bathin.

Semua lazim serta biasa dalam sebuah perjuangan,maka semangat pantang menyerah ketika sedang dalam episode terpilu atau sedang masuk di segmen duka lara sedang menimpa perjalanan perjuangan hidup kita.

Adalah obat dan jamu yang akan menguatkan kita sampai ke tujuan,yaitu semangat pantang menyerah,yang akan membuktikan kepada dunia bahwa diri kita masih hidup,masih ada harapan dan berpeluang akan menang perjuangannya.

Kobarkan dan pelihara terus "semangat pantang menyerah' dalam hidup saat ini.Tambah porsinya dengan melalap ilmu pengetahuan yang berguna demi pencerahan-pencerahan jiwa yang bersemangat.Cari segala bibit-bibit semangat dari segala teman,dari semua sahabat,dari sebanyak-banyak saudara yang sama-sama semangat.Tinggalkan teman dan sahabat yang gampang putus asa,hindari teman yang penggerutu dan pengeluh di perjalanan panjang ini.Carilah selalu multivitamin jiwa yang membawa efek semangat,membawa manfaat pantang menyerah.

Melatih diri terus supaya menjadi manusia tangguh,tidak cengeng,berani hidup,ngotot akan  kebenaran untuk mencapai tujuan,ngeyel dalam berusaha sebelum mencapai hasil dan keras pendirian sebelum cita-cita tercapai.Pantang menyerah sampai titik darah penghabisan,terus bersemangat dalam segala medan,kalah dan menang diterima dengan legawa dan dijadikan pelajaran untuk berjuang di langkah selanjutnya.

Semangat berjuang untuk menuju hidup dan kehidupan lebih baik,pantang menyerah jika beberapa kali pernah kalah,pernah jatuh,pernah bangkrut,pernah tersungkur.Bangkit-bangkit dan bangkit terus melaju adalah mental petarung kehidupan sejati.Dan suatu waktu "keberhasilan dalam arti sebenarnya' (Kesuksesan) hanya akan menjadi milik orang yang dalam perjuangannya "pantang menyerah".

Selamat berjuang kawan !

Terbaru

Blog Masih Hidupkah,Masih Laku?

Di tengah gempuran banjir informasi disertai kemajuan super cepat perkembangan teknologi informasi yang selalu terbarukan secepat "kila...

Terpopuler