Rabu, 27 November 2013

Pohon Kurma

Untuk ilustrasi tulisan atau konten Anda di lapak pribadi dipersilahkan Anda mendownload gratis,kecuali untuk keperluan komersial diwajibkan ada ijin dari kami Admin bernadaindo.com.(Klik pada gambar untuk mendapatkan ukuran gambar aslinya).

Buah Kurma

Pohon Kurma sedang berbuah

Pohon Kurma dijadikan tanaman hias di taman rumah atau villa di
Jazirah Arab khusunya.

Pohon Kurma dijadikan tanaman hias di taman-taman kota.

Pohon Kurma dijadikan tanaman hias di taman-taman kota.

Pohon Kurma dijadikan tanaman hias di taman-taman kota dan di tepi
jalan-jalan raya di negara-negara Arab dan negara gurun lainnya.

Kebun Kurma yang diusahakan diambil buahnya di perkebunan Kurma.

Selasa, 26 November 2013

Bungkus yang Bagus Belum Tentu Isinya juga Bagus

Kalau kemasan sebuah produk barang,bungkus atau "kulit" yang baik dan bagus,menarik dan higienis kemungkinan besar isinya juga paling tidak kualitasnya tidaklah akan buruk-buruk amat.Meskipun ada juga satu dua produk yang kemasannya menarik tetapi isinya biasa-biasa saja.

Lain halnya dengan manusia,orang-orang atau dalam pergaulan sosial,penampilan yang memukau belum tentu isi pemikiran dan pribadinya juga baik dan memukau.Sayangnya kebiasaan pada umumnya di kita suka tertipu oleh penampilan duluan.Suka tertarik kepada kulitnya daripada isinya.

Taruh saja dalam memilih pemimpin,dalam memilih pacar atau calon pasangan hidup,atau memilih artis idola dan sebagainya.Rata-rata kita bersimpati terlebih dahulu kepada penampilan luarnya yang paling besar komposisinya.

Contoh nyata dari kebiasaan demikian,banyak sekali para remaja putri atau janda-janda muda kesepian mudah terlena bahkan tertipu oleh sosok-sosok ganteng dan cantik di jejaring sosial.Dengan mudahnya mereka jatuh cinta pada penampilan profil seseorang,yang padahal kenal dan bertemu saja belum serta tidak tahu kepribadian yang sebenarnya.

Tidak jarang banyak cewek dan wanita atau pria yang mudah tergiur keindahan "kulit luar' akhirnya tertipu, karena sebenarnya yang memukau mereka itu adalah orang jahat.Baik yang tertipu secara materi maupun tertipu hal-hal yang bersifat immateri.

Beberapa orang juga suka banyak yang tertipu oleh penampilan luar secara serampangan.Beberapa kelompok umat dalam sebuah kepercayaan,begitu terpukau dan cepat bersimpatinya dengan seseorang yang penampilannya 'menyerupai' Nabi atau pemuka agama.Padahal dibalik 'memukaunya" penampilan ala orang saleh itu ada praktek-praktek yang bertentangan dengan nilai agamanya itu sendiri.

Penampilan boleh saja dijadikan ukuran untuk bersimpati dalam tahap awal kita mendukung atau mencintai mereka.Namun janganlah lupa,setelah melihat kulit luar seseorang,seharusnya lihat pula dengan detil "isi' dan pribadi sesungguhnya dibalik penampilan luar seseorang.

Bisa saja kita simpati di awal-awal perkenalan karena penampilan seseorang,namun iringi pula dengan kita mengenal lebih jauh tentang "isi' orang tersebut.Agar kita tidak tertipu dengan kilauan pesona kulit luarnya saja.

Selamat mendapat teman dan kawan serta sahabat baru setiap saat.


Senin, 25 November 2013

Sensor Pribadi dan Kearifan di Internet

Disebut-sebut oleh para pakar media dan internet bahwa pada abad kekinian di generasi internet,adalah sesuatu hal yang mustahil jika kita akan mampu menutup segala serbuan informasi.Karena saat ini sumber berita dan informasi bisa didapatkan dari mana saja,kapan saja,dan dari siapa saja.

Membludak dan ngetrendnya manusia berjejaring di media sosial,mudahnya akses iternet dan seakan seluruh dunia diselimuti oleh iklim yang satu,yaitu jejaring dan network.Sehingga hanya akan membuat pusing kepala saja jika ingin membendung arus zaman ,atau jika kita lalu menutup diri dan memproteksi keluarga dengan melawan arus itu,generasi internet,dunia internet dan reformasi informasi.

Berbagai konten dan informasi tersaji setiap detik per detik dari berbagai sumber.Berbagai jenis dan macam informasi mengalir bagai air bah yang banjir di musim hujan pada sungai yang meluap-luap.Ada konten baik,buruk,sedang,provokatif,fitnah,sains,teknologi,budaya,agama,hujatan,gosip,cercaan,diary,berita aktual,berta fakta,berita hoax, info menyesatkan dan sebagainya-dan sebagainya bermunculan dan tak akan bisa dibendung atau ditutup oleh siapapun.

Dibendung di satu kanal,maka akan bermunculan bak jamur di musim hujan kanal-kanal serupa dan lebih dahsyat berwujud dan terus melimpah.Dari keadaan demikianlah,memerlukan kearifan dan bisa membentengi diri dan keluarga sendirilah obatnya.Termasuk diri kita dituntut untuk arif memilih dan memilah melimpah ruahnya arus informasi yang super bejibun itu.

Akhirnya semua hal tersebut demi 'keamanan' berinternet  adalah kembali ke diri dan keluarga masing-masing.Membangun perlindungan intern ,membuat sensor pribadi agar lebih arif dan bijaksana menjadi bagian dari 'generasi internet' zaman ini.

Selamat berselancar di dunia maya dengan sehat dan bermanfaat.Salaman.

Sudah jadi Ketua,yang Muda Jangan Jumawa

Ketua dalam arti memimpin,menjadi yang dituakan secara hubungan kerja.Saat ini pemilihan atau pengangkatan seorang pemimpin di sebuah organisasi atau lembaga sudah memasuki trend dengan memprioritaskan pemuda atau anak muda yang berkemampuan untuk duduk di kursi pimpinan.

Secara kondisi,stamina dan energi,apalagi ditunjang dengan ilmu dan pengetahuan serta kemampuan yang baik,berilmu termutakhir dan cenderung akan membawa ke perubahan ke yang lebih baik,memang "anak-anak muda' sudah selayaknya diberi kesempatan memimpin.

Jika dicermati dengan positif maka sesuatu hal yang menyegarkan jika didukung oleh semua pihak.Terutama dukungan penuh dari para senior dan para kaum berpengalaman di lapangan di ranahnya masing-masing.

Karena sesuai dengan tahapannya ,jiwa anak muda masih belum matang dalam segi usia,kontrol emosi,miskin praktek lapangan dan kadang-kadang 'darah muda' yang menggebu-gebu masih harus dijinakkan dan dikontrol dahulu.Beberapa anak muda malahan suka lepas kendali jika tak ada senior yang membimbingnya dengan tulus.

Untuk menghindari peristiwa 'lepas kendali' dan tetap bersinergi dengan semua pihak,para pemimpin muda selayaknya tidak lantas menjadi jumawa ketika sudah duduk di kursi pimpinan.Baik itu di kursi ketua,direktur,kepala bagian,kepala perusahaan,kepala BUMN,kepala negara,kepala daerah bahkan sampai jika jadi kepala Desa misalnya.

Peran dan dukungan kaum senior,pengalaman dan pertimbangan mereka kaum 'tua' dan orang-orang lama,adalah dua mata pisau yang bisa berbahaya juga bisa bermanfaat.Berbahaya jika ia dibiarkan dan apalagi ditantang untuk kontra secara frontal dengan kebijakan 'anak-anak muda'.Tetapi 'mata pisau' kaum senior dan orang lama akan bermanfaat dan akan lebih dahsyat jika sang pemimpin muda bisa merangkul dan mensinergikannya dengan indah perpaduan muda dan tua (junior dan senior) yang harmonis.Maka dengan demikian,pencapaian tujuan bersama pun akan suskes dicapai dengan lancar dan mulus.

Intinya,pemimpin muda jangan jumawa karena kemtakhiran ilmu dan kemampuan dirinya.karena bagaimanapun juga kaum senior adalah lebih tahu dan lebih berpengalaman dalam dari A sampai Z nya lembaga yang kaum muda pimpin itu.

Tidak mudah memang jika yang muda harus memimpin anak buahnya yang rata-rata senior.Memerlukan seni memimpin tersendiri untuk bisa merangkul semua senior agar mendukung dan sepenuhnya setia pada pemimpin muda.

Salah satu agar kaum senior tidak kontra pada pemimpin muda adalah.tolong para kaum muda jangan jumawa dengan segala kelebihannya dibanding kaum tua (senior).

Selamat siang semua.

Minggu, 24 November 2013

3 Menit "Cek and Ricek" Kendaraan,Ikhtiar untuk Keselamatan

Keselamatan adalah hal utama dalam hal apapun,termasuk dalam berkendara.Keselamatan bagi diri pengendara dan keselamatan bagi orang atau pihak lain.Bukankah jika sudah terjadi kecelakaan akan membuat diri sendiri,kendaraan dan orang lain,bahkan jiwa seseorang akan menderita..?

Untuk itu mari kita waspada berkendara.Celaka dan selamatnya seseorang memang sudah ada takdir-Nya,namun kita wajib berikhtiar dan berusaha agar kita hidup ini selamat sentausa,termasuk keselamatan berkendara bisa kita usahakan.

Pernahkan Anda jika mau bepergian dengan kendaraan mengecek dan mericek semua komponen mobil atau motornya? Tentu jika semua komponen diperiksa akan menjadi repot.Atau akan menyita waktu super sibuk Anda.Tapi sesibuk apa sih sampai kita mengabaikan keselamatan? Atau tidak perlu memeriksa seluruh komponen,paling tidak periksalah hal-hal berikut sebelum berangkat:

1.Cek ricek lampu-lampu sen-sen,lampu rem,lampu dim dan lampu isyarat lainnya.

2.Cek lihat lahan di belakang mobil apakah bebas hambatan jika kita harus keluar mundur,mungkin ada batu kecil di belakang mobil,atau ada ember kosong atau ada korep gas akan terinjak ban.Atau bahkan mungkin ada khewan peliharaan sedang tidur di kolong mobil ? Dan sebagainya.Cek atau lihat dulu ke bagian belakang mobil ketika mau masuk ke pintu mobil.

3.Cek dan lihat ke 4 buah tekanan angin dan kondisi Ban mobil atau motor Anda.

Untuk 3 hal di atas,itu hanya memerlukan paling lama hanya 3 menit saja,dan efeknya bisa menambah peluang keselamatan berkendara Anda.

Tig hal itu hanya butuh 2 atau 3 menit saja sebelum Anda masuk ke mobil dan menghidupkan mesin mobil atau motor Anda.

Selamat berkendara...semoga selamat.

Kamis, 21 November 2013

Laily Bakal jadi Dirut Termuda di BUMN

Kalau tidak ada aral melintang,Menteri BUMN Dahlan Iskan secepatnya akan menunjuk Laily Prihatiningtyas menjadi Dirut PT.Taman Wisata Candi Borobudur,Prambanan dan Ratu Boko.Tercatat Laily saat ini baru berusia 28 tahun,lulusan S2 dari Belanda dan berasal dari lingkungan Kementrian BUMN,demikian seperti di akses di berita detik.com hari ini.

Hal ini menjadi menarik,saya tidak berkompeten mengulas layak atau tidaknya Laily menjadi Dirut tersebut.Namun yang menjadi perhatian kita adalah : Langkah terobosan yang baik untuk kemajuan sebuah lembaga atau badan dan semacamnya,yaitu tidak ada salahnya memberi kesempatan kepada yang muda-muda atau sering dikenal dengan para junior dari segi usia,untuk memimpin sesuatu yang besar.Dan yang tadinya sudah biasa dipegang oleh 'senior' baik secara umur maupun masa kerja.

Jika Sang Muda usia itu dinilai dan nyata berkemampuan serta dianggap mampu akan bisa menjawab tantangan zaman,maka tenaga yang masih segar akan memberi tambahan energi yang luar biasa demi mencapai tujuan bersama sebuah perusahaan atau lembaga bahkan bagi negara.

Memilih pemimpin tidak terlalu harus kaku berpijak pada ke-senioritas-an dan kejunioran usia atau umur seseorang.Meskipun faktor pengalaman juga layak diperhitungkan,namun zaman sudah lain saat ini.Apalah artinya senior jika kemampuan dan keahlian tidak bisa mengikuti tuntutan zaman,apalagi jika hanya mengandalkan ke-senioran secara umur dan masa kerja saja,sedangkan kemampuan dan kualitas dirinya tidak diperbaharui.

Termasuk jika yang senior itu secara umur sudah akan masuk mepet ke usia uzur,tentu saja kemampuan fisik juga akan berpengaruh.Taruh kata usia mendekati 70 tahun layaknya jadi penasehat sajalah,karena pada umumnya di sekitar usia sekian kemampuan seseorang sudah banyak yang berkurang,bahkan beberapa organ tubuh sudah banyak yang '(maaf-tidak berfungsi lagi).Belum lagi masalah kestabilan emosi. pada usia sekian sudah tidak segar lagi.Kebanyakan di usia 70 ke atas mendekati usia suka pikun dan sudah 'agak rudet,lamban dan sebagainya.

Jadi,terobosan memberikan kepercayaan kepada yang muda-muda tetapi memang sudah dianggap layak dari berbagai segi dan faktor kemampuan dirinya,kita layak apresiasi.Bahkan mari kita dukung apalagi untuk setingkat jabatan-jabatan publik dan strategis bagi kepentingan umum.

Termasuk dalam memilih Presiden atau kepala daerah di Pemilu dan Pilkada,mari kita lirik generasi muda yang benar-benar masih segar secara umur,fisik,dan visi misinya,dan berkualitas.Tentu untuk jabatan Presiden,Legislatif dan Kepala Daerah dan semacamnya,mari lihat juga apakah mereka masih bersih dari virus korupsi dan jejak rekamnya termasuk orang-orang yang 'amanah'.

Yang tua-tua,jadi penasehat sajalah,yang di garda terdepan sudah saatnya anak-anak muda ayo berkarya...!


Rabu, 20 November 2013

Blogging: Rangking Alexa Blog Turun Terus

Meskipun sistem rangking alexa bagi Saya bukanlah segalanya dalam kegiatan ngeblog ini,tetapi sebagai tolok ukur dan penyemangat,melihat rangking blog menurun dalam pekan ini membuat sedikit risau..!

Risau karena rangking blog ini menurun? Rasa yang wajar karena ranking alexa bagi blogger adalah salah satu ukuran untuk mengevaluasi dan melihat 'diri sendiri".Menjadi salah satu 'buku raport" intern bagi blogger atau web site untuk mengukur seberapa banyak dikunjungi atau diperhatikan pembaca.

Sebagian blogger berpendapat,semakin tinggi rangking dari alexa.com maka kemungkinan pengunjung ke blog tersebut semakin banyak.Tentu ini bukan situs satu-satunya sebagai penilai rangking sebuah blog,ada rangking dari google juga yang oleh sebagian blogger dianggap perengking nomor satu.

Tapi secara umum,blogger memakai standar alexa.com untuk menyemangati ber-blgging ria di ranah internet,termasuk Saya.Bagaimana dengan Anda...? Ya,pasti punya standar masing-masing ya?

Ini yang saya maksud,bahwa penyebab rangking versi alexa blog ini menurun dua pekan ini adalah karena sejak pulang dari Mekkah 3 minggu yang lalu,Saya tidak lagi mengupdate postingan setiap hari.Dari itulah saya berkesimpulan bahwa mengupdate postingan di blog setiap hari memang pengaruh juga kepada naiknya rengking sebuah blog atau web site.Disamping berbagai penyebab lainnya agar rangking alexa kita tetap terus naik ke peringkat lebih atas.

Blog ini 3 minggu yang lalu bertengger di rangking angka 290 ribuan,sekarang anjlok ke rangking 337 koma sekian,Hadeuh...! Sekali lagi memang bukan tujuan utama sih mengejar rangking ini,tetapi sebagai penyemangat ngeblog Saya sendiri suka terbawa perasaan jadi sedih.

Jadi pendapat ini benar adanya, agar blog kita terus banyak dikunjungi dan dibaca publik,maka mengupdate postingan tiap hari adalah salah satu trik untuk bisa dilacak mesin pencari dan banyak dikunjungi pengunjung.

Terima kasih semua yang telah mampir,salaman hangat selalu.Salam blogger..!


Membuat Asinan dari Kulit Semangka

Sebenarnya ini postingan hanya ingin menginformasikan artikel 'teman' blogger saya di kompasiana hari ini.Yaitu rekan Roselina Tjiptadinata,WNI yang berdomisili di Australia bersama suaminya Pak Tjiptadinata Effendi.Nanti linknya bisa Anda klik di bawah artikel.

Mengolah makanan dari yang asalnya seperti "sampah' memang sudah banyak dilakukan oleh orang tua kita sejak dulu.Mungkin pada waktu dulu orang tua kita masih pada miskin-miskin dan belum sesubur bahan makanan seperti saat ini.Berangkat dari kekurangan itulah,merka menjadi kreatif,salah satunya mereka bisa mengolah bagian dari makanan yang biasanya dibuang dijadikan sampah.

Setahu Saya,olahan makanan tersebut misalnya,kulit Jeruk Bali bisa dijadikan sebagai manisan,atau kulit Singkong bisa dimasak sebagai oseng-oseng atau dibuat menjadi keripik.Lalu artikel Bu Lina yang ini adalah mengolah makanan dari kulit buah Semangka.

Untuk komplitnya silahkan Anda masuk ke TKP ,klik di :Membuat Makanan dari Kulit Buah Semangka-Roselina Tjiptadinata

Terbaru

Oknum Pedagang yang Tidak Tertib

Ketika sudah berhubungan dengan kepentingan umum maka selain kita berhak untuk hidup sebagai pribadi pun juga harus menghargai hak orang...

Terpopuler