Minggu, 23 Oktober 2022

Cara Atasi Mengantuk Ketika Sedang Menyetir Mobil

Penyebab kecelakaan tertinggi lalu lintas jalan raya adalah sopir mengantuk dan pecah ban,apalagi ketika kendaraan sedang melaju dalam kecepatan tinggi.

Mengemudi mobil bagi yang sudah biasa dan rutin menyetir setiap hari tentu semakin terampil dan semakin nambah jam terbang,sehingga "skill" kemampuan menyetirnya semakin baik,bagus dan aman.

Pengemudi yang jam terbangnya sudah tinggi,mengemudi sudah memakai perasaan tidak hanya memakai pikirannya saja.

Sehingga mengemudinya seakan sudah menyatu dengan "diri"nya,seorang penumpang senior tidak akan bisa dibohongi ketika dibawa oleh sopir baru masih belajar dan dibawa oleh sopir yang sudah biasa dengan jam terbang mengemudi yang tinggi.

Dan biasanya sopir senior dan sudah "ahli",mampu membedakan cara dan teknis bahkan membedakan seni-nya membawa mobil satu dengan jenis atau model mobil lainnya.

"Seni" mengemudi mobil Innova akan beda dengan "Seni" menyetir mobil BMW,Mercy,atau merk dan model lainnya.

Cara menyetir mobil Truk dan menyetir mobil Carry,atau mobil mewah dan mobil barang dari cara menginjak gas dan pedal remnya pun mereka bisa membedakan.

Sehingga sopir yang sudah "mumpuni" sangat laku jadi sopir pribadi,karena boss atau penumpangnya merasa nyaman,aman dan cara mengemudinya sopir senior tidak merusak komponen atau merusak unit mobilnya.Dalam jangka panjang mobil jadi awet dan tidak mudah rusak karena gaya menyetir yang belum sempurna.

Tetapi,baik sopir terampil ataupun yang masih belajar,yang sudah biasa maupun yang jarang menyetir sebagai manusia biasa jika badannya sedang lelah atau menderita sakit maka mata mengantuk tidak bisa ditolak datangnya.

Apalagi dalam suatu perjalanan jauh,perjalanan panjang dan lama,baik ruas medan yang sulit maupun medan jalan bagus,perkara ngantuk akan selalu hinggap di mata pengemudi.

Faktor usia dan stamina tubuh memang berpengaruh juga terhadap daya tahan mengantuk atau bisa melek sepanjang perjalanan.

Usia di bawah 40 tahun dalan keadaan stamina sehat,mengemudi 300 km sampai 500 km mungkin masih bisa jalan kuat tanpa ngantuk di jalan.Tetapi usia 40 tahun ke atas rata-rata kekuatan mengemudi tanpa ngantuk dan lelah sebaiknya setiap 2 jam atau 200 km perjalanan ada jeda istirahatnya.

Ngantuk atau tidak ketika mengemudi tergantung juga saat berangkat dan waktu perjalanan.Perjalanan di malam hari tentu akan mengundang kantuk lebih kuat.

Yang jelas jika sedang mengemudi baik dekat atau apalagi jarak jauh,dan Anda mengantuk sampai menguap beberapa kali kemudian kelopak bibir mata seolah terpejam automatis,itu sudah tingkat berbahaya.

Sebaiknya segera mencari rest area,dan tidak ada obat lagi kecuali .....Tidurkanlah walau sebentar...!

Mohon diperhatikan tidak ada cara lain selain tidurkan dulu walau sebentar.
*
Pengalaman penulis jika mengantuk sedang mengemudi jarak jauh,kemudian mengantuk berat,lalu berhenti sebentar hanya untuk minum kopi dan me***ok,ngantuknya hilang ketika sedang berhenti,jika tidak tidur dulu,ketika mulai lagi melaju mengemudi 3 atau 10 km ke depan rasa mengantuk tadi akan hadir lagi di mata kita.

Berhenti lagi,ngopi lagi,hilang sebentar,jika tak tidur dulu,jalan lagi 2 km atau 5 km ngantuk akan datang lagi.

Menurut pengalaman pribadi,apalagi yang sudah berumur 45 tahun ke atas,cara mengatasi ngantuk ketika sedang perjalanan mengemudi adalah tidurkan dulu walau sebentar,dua menit misalnya.Tentu rasa kantuk akan hilang untuk bisa tahan melek beberapa jam berikutnya.

Selamat malam semua sahabat pembaca.Semoga kita selalu ada dalam kesehatan,keselamatan,keberlimpahan rezeki dan selalu diberkahi Tuhan.

Baca juga :

Sabtu, 22 Oktober 2022

Hijrah dari Kampung ke Kota,Dilarang Jadi Pecundang

Banyak orang daerah,bahasa halusnya menyebut orang kampung yang mengadu nasib dengan pergi ke kota.Dengan harapan di kota kehidupannya lebih baik,terhormat,jadi pejabat,jadi kaya,populer,berkelimpahan dan bahagia.

Sukseskah semua orang kampung di kota? Meskipun tidak pernah saya menyurvei secara resmi,namun sesuai pengalaman pribadi,jawabannya tidak semua orang kampung,wong Ndeso,orang daerah hidupnya sukses di kota.

Tetapi sangat banyak yang berhasil dan sukses,berkelimpahan,terhormat dan terlihat sebagai orang kota,bahkan berkuasa di kota.

Berbagai cara merubah nasib di kotanya,ada yang dengan sekolah setinggi-tingginya,meskipun beberapa orang harus rela menjual harta orang tuanya di kampung demi mengejar ijazah dan sekolah yang tinggi.Dan dari jalur ini perubahan nasib banyak berhasil,walaupun harta hampir habis di kampung,kalangan ini banyak yang akhirnya berhasil jadi pejabat,pegawai perusahaan,pegawai negeri,atau bekerja kantoran lainnya.

Atau ke kota jadi pedagang,seperti hukum alam pengusaha,dari jalur perdagangan ini banyak yang sukses,kaya raya,beberapa orang bisa mendirikan perusahaan dan jadi boss besar.

Ada juga yang hanya bermodal otot,tukang gali,tukang bengkel,tukang tembok,tukang kayu dan para buruh kasar lainnya.Beberapa orang ada yang berhasil dari tukang jadi mandor,lalu jadi pelaksana akhirnya jadi pemborong,dan sukses jadi direktur.

Di perkotaan peluang untuk merubah nasib jadi lebih baik sangat terbuka.Semua tergantung kepada perjuangan diri masing-masing.

Yang punya modal di kampung,bawa uang ke kota bisa pilih mau lanjut sekolah dulu sampai sarjana,S1,S2 atau mau buka perusahaan dan berwirausaha.Peluang wong Deso bermodal lebih terbuka lebar untuk sukses di kota.

Bagi pejuang tangguh modal otot,asal rajin dan jujur tidak malas dan hidup benar,maka peluang dan kesempatan bekerja menghasilkan uang lebih banyak dibanding hanya tinggal di kampung.

Bagi pedagang begitu juga,kesempatan meraih omset dan untung banyak bisa terjadi jika bergeraknya di perkotaan.

Makanya tidak aneh,arus urbanisasi terus melonjak dari tahun ke tahun,karena kota menjanjikan merubah nasib l4ebih baik dan lebih cepat.

Namun dibalik kemilau kesuksesan berjuang hidup di kota,jangan salah perkotaan atau Kota juga akan kejam kepada orang yang gagal.

Jika orang kampung habis-habisan jual asetnya lalu dibawa ke kota dan ....gagal...! Awas....kota itu menjadi kejam,si gagal akan jadi pecundang yang menderita.Banyak terlahir gembel di kota karena mereka gagal berjuang merubah nasibnya di kota,sementara harta di kampung sudah habis.Jangan lupa di kota semua keperluan termasuk makan memerlukan uang,jika di kota tidak punya uang,dia perlahan akan mati.Di kota tak punya uang gak bisa makan bung...!

Untuk itu,adik-adik pendatang yang dari daerah,yang saat ini sedang berjuang di kota di segala level bentuk berjuangnya,Anda di kota dituntut jangan sampai gagal...!

Jika di kota perjuanganmu gagal,maka akan jadi gembel.Bahkan makan pun akan susah.

Berjuang merubah nasib di kota jika kita pendatang wajib sukses.Jika tidak bersemangat dan akan gagal di kota,lebih baik Anda diam saja di kampung dan berdayakan modal dan sumber daya yang ada di kampung sendiri.Itu lebih baik dan bisa menjamin hidup bahagia daripada pergi ke kota,lalu gagal dan jadi gembel kota.

Jika harus ke kota pun,semoga jika sudah sukses nanti,jangan lupakan kampung halaman.Atau yang terbaik adalah.....

.....selagi muda sekolah atau berjuanglah ke kota...lalu setelah selesai sekolah,kuliah,atau usaha sudah berhasil...kembali dan bangunlah kampung kelahiran...

Karena sukses di perantauan dan sukses di kampung sendiri....cita rasanya lain...kepuasan bathinnya ada nikmat lebih dan tersendiri daripada kesuksesan itu didapat dan hanya dinikmati di perantauan.

Berjuang boleh di rantau orang,tetapi hasil dan menikmatinya akan berasa sekali jika dinikmati di kampung kelahiran sendiri.

Tapi....itu semua terserah pilihan Anda...!

Salam semoga kita selalu sehat dan berbahagia.Terima kasih untuk selalu mampir di blog kami.(Admin-bernadaindo).

Bila berkenan baca juga yang ini: Cara Membuat Warung dan Apotik Hidup

Waspada Gagal Ginjal pada Anak

Saat ini ramai pemberitaan tentang kasus kegagalan ginjal anak-anak,pemerintah merespon cepat kasus ini dengan menganjurkan untuk menyetop dahulu pemberian obat Syrup anak.

Meskipun pada tahap awal masih bisa disembuhkan,tetapi alangkah baiknya kita melakukan pencegahan dengan tidak memberi obat kepada anak yang sakit obat yang berbentuk Syrup anak,sebelum ada pemberitahuan resmi lagi dari pemerintah.

Jika terjadi demam batuk pilek pada anak bisa dikompres dengan bahan alami atau diberi Balur kayu putih dan obat batuk alami seperti dikasih air hangat,campur sedikit larutan garam atau air jeruk yang diperas langsung asli 

Mohon konsultasi dengan dokter setiap akan memberikan obat-obatan.

Jangan disimpan lama obat syirup anak di rumah atau di kulkas.

Tetap jaga kondisi  anak dengan pemenuhan asupan makanan bergizi seimbang dan istirahat dengan baik.Mohon dikontrol juga jajanan harus makanan atau minuman yang sehat dan higienis.

Jangan panik jika anak sakit,jika masih bisa diusahakan dengan penanganan alami,maka usahakan perawatan secara tidak memakai obat kimia, mohon tidak sembarang memberi obat syirup anak apapun merk-nya,sebelum konsultasi dengan dokter.

Jaga kebersihan badan anaknya,jaga kesehatan dan kebersihan makanannya,jaga kebersihan dan sanitasi lingkungan,kontrol teman bermainnya,seperti masa karantina di rumah,tetap suruh pakai masker ketika dibawa ke keramaian atau kerumunan.

*) Disarikan dari berbagai sumber.

Iri dan Dengki dari Lingkaran Terdekat

Sifat Iri dan Dengki adalah sifat manusia yang tidak boleh dimiliki oleh kita yang mau hidupnya bahagia.Sifat ini termasuk kepada sifat dan tabiat yang sangat buruk.Sifat ini bisa menghasilkan energi terburuk yang akan membakar musnah sumber hidup bahagia seseorang.

Sangat buruk karena biasanya banyak berawal dari sifat ini menghasilkan kejahatan-kejahatan berikutnya yang bisa berbahaya bagi si pendengki atau bagi yang didengkinya.

Iri adalah sifat yang ingin selalu memiliki apa yang dimiliki oleh orang lain.

Dengki adalah perasaan tidak senang kepada orang lain dengan sudah disertai oleh sikap yang buruk terhadap orang yang didengkinya.

Dan dua sifat ini suka terjadi dalam suatu hubungan bersama manusia dalam bentuk kenyataan.

Dan biasanya pula Pendengki dan Tukang Iri hati tersebut adalah orang yang masih berada di lingkaran terdekat pada hubungan kita dalam keseharian aktivitas hidup.

Bisa terjadi Iri dengki itu di lingkungan keluarga,di lingkungan tempat kerja,di komunitas,di lingkungan tempat tinggal,di suatu lingkungan lingkaran pergaulan kita.

Artinya bisa terjadi yang iri dan dengki itu adalah masih saudara kita,tetangga kita,teman kerja kita,teman kuliah kita,teman satu komunitas,satu profesi dan semacamnya.

Biasanya faktor yang menjadikan sebab mereka iri dan dengki adalah kepemilikan kita yang mereka belum punya.

Tetangga iri karena istri atau suami kita lebih cantik atau ganteng dan soleh dari pasangan tetangga.Atau kita punya mobil,motor,harta yang lebih bagus dari mereka,sedangkan mereka tidak memilikinya.Atau apa saja yang kita sudah miliki dan mereka belum punya.

Di persaudaraan,seorang adik iri kepada kakaknya karena kakaknya lebih disayang ibunya,lebih disayang ayahnya dan sebagainya.

Di kantor atau tempat kerja,iri dan dengki bisa hadir karena rebutan jenjang karir,rebutan jabatan,rebutan perhatian atasan,kerja yang satu cape yang satu tidak cape padahal satu level misalnya.Dan banyak lagi yang lainnya.

Di tempat usaha,pedagang satu dengan pedagang lainnya satu blok,bisa terjadi Iri dengki,yang satu laris manis ramai dagangannya,sementara yang lainnya sepi.

Di teman satu partai,satu departemen,satu divisi,satu ruangan,satu bagian,satu group,satu kesamaan lainnya,pasti yang suka iri dan dengki akan selalu ada.

Bisa dibilang sunatulloh juga,yang iri dan dengki akan selalu ada di setiap lingkaran kehidupan.

Dosen dengan dosen,mahasiswa dengan mahasiswa,dokter dengan dokter,politikus dengan politikus,kyai dengan kyai,santri dengan santri,pedagang dengan pedagang,pekerja dengan pekerja,pembantu dengan pembantu,sopir dengan sopir,buruh dengan buruh,blogger dengan blogger,youtuber dengan youtuber,Facebooker dengan facebooker ..artis dengan artis...penjudi dengan penjudi lagi,pokoknya biasanya iri dengki itu suka terjadi di lingkungan dan lingkaran terdekat kita.

Tentu saja iri dan dengki dalam level yang normal tidak berlanjut ke tindakan jahat adalah masih wajar,dan masih melekat sebagai perasaan saja di hati si pelaku iri dengki,itu tidak berbahaya bagi si korban.

Namun harap waspada jika tingkat iri dan dengki di pendengki ini sudah akut.Mereka biasanya suka berlanjut ke tindakan menjatuhkan yang di dengkinya.

Dari sana bisa muncul fitnah,muncul dzolim,dan tidak sedikit yang jahat sampai ke tingkat penghancuran korban iri dengki tersebut.

Iri dengki yang masih normal,bisa bagus untuk pelaku pendengki jika mereka bisa mengendalikannya,bisa jadi semangat untuk memperoleh apa yang ia jadi iri hatinya.Jika terkendali bisa jadi penyemangat bagi pelaku pendengki.

Tetapi sifat Iri dengki ini bahayanya jauh lebih besar,karena jika sudah akut si pemilik sifat ini bisa menjadi penjahat di tingkat iri dengki berikutnya.Sangat berbahaya,semoga kita dijauhkan dari sifat buruk apapun.

Lalu kita harus bagaimana jika ada orang iri dan dengki ke diri kita?

Menurut pengalaman penulis,kita mawas diri saja,jika kita maju dalam hal apapun kita tidak harus banyak pamer apalagi di depan yang iri ke kita,karena kasihan jika kita didengki orang lalu kita semaki maju,semakin baik pasti hati dan diri si pendengki akan semakin kesetanan dan hati mereka semakin terbakar.....hehe.Jadi kita bersikap wajar saja jika kita memiliki kelebihan yang membuat mereka iri dengki.

Atau bisa saja jika iri dengkinya sudah melewati batas,dan sudah menganggu privasi kita,maka harus kasih dia pelajaran,pamerkan lah apa kelebihan kita sesuai faktanya dan kalau bisa kasih tahu proses perjuangan kita memilikinya.

Supaya pendengki hatidan perasaanya semakin kebakaran yang memuncak sampai titik lelah sifat buruknya dan akhirnya menyadari mendengki itu tidak baik bagi siapapun yang "mengidapnya".(Alinea ini setengah bercanda saja,untuk sedikit sombong kepada orang yang rudet dan ribet kepada urusan pribadi orang lain,hehe......).

Dan...yang paling penting adalah...jangan sampai diri kita jadi pendengki dan jadi orang suka iri dengan kelebihan orang lain.

Tetaplah jadi diri sendiri dan selalu berhubungan baik dengan menjaga agar hati selalu bersih disertai sikap yang baik kepada siapapun.

Kamis, 20 Oktober 2022

Pot Bunga di Trotoar: Please,Aku Bukan Tempat Sampah !

Gambar salah satu Pot Bunga di sebuah 
Trotoar di sudut kota Bandung.
Dijadikan tempat sampah oleh oknum warga (Dokumen bernadaindo.blogspot.com)

Pot Bunga di Trotoar 
Penuh Sampah.
(Foto dokumen bernadaindo)

Anda tentu pernah melihat seseorang di jalan raya ada yang melempar sampah,biasanya bekas kemasan atau botol air mineral,kantong keresek,tissue,atau bungkus bekas makanan,bungkus rokok,dan barang lainnya yang dibuang begitu saja dari jendela mobil,atau melihat siapapun yang membuang sampah sembarangan?

Jika pernah menyaksikan kejadian demikian,apa yang terlintas dari pikiran Anda kepada orang yang suka buang sampah sembarangan ?

Tentu kita tidak berwenang untuk menegurnya,karena jika salah faham akan terjadi cekcok bahkan perkelahian.

Alangkah indahnya jika sampah itu kita pungut,ambil,lalu dikemas sampai padat...dan seterusnya......?...?

Buang ke tempat sampah..dong!

Jangan dilempar ke si pembuang sampah tadi....hehe.....!! Meskipun sebenarnya mereka layak dapat lemparan sampah milik nya yang dia buang sembarangan tadi.

Rabu, 19 Oktober 2022

Kerja Keras Orang Tua

Dari sekian nasib manusia tidak semua orang lantas bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan bekerja di tempat yang "indah" dan nyaman.Beberapa orang banyak bekerja di tempat yang tingkat resiko keselamatan jiwanya sangat riskan dan berbahaya.

Tetapi mereka harus melakukannya demi nafkah keluarga terpenuhi.Demi anak istrinya bisa makan,bisa berpakaian layak,bisa hidup,bisa bersekolah,demi anaknya bisa kuliah,demi keluarganya dihargai sebagai manusia,semuanya demi anggota keluarga di rumah,begitulah umumnya tujuan semua orang bekerja terutama seorang pria kepala keluarga.

Bahkan sebagian istri atau ibu kita juga membantu ayah kita bekerja,seolah tanpa lelah mereka berjuang demi kita anak-anaknya agar nanti bisa jadi manusia yang berguna.

Semua orang tua mengharapkan anaknya bisa hidup lebih baik dari ayah atau ibunya.
Sebagai bapak dan suami yang bertanggungjawab mereka tidak takut menentang bahaya demi mencari uang agar keluarganya tetap hidup dan tidak kelaparan.

Mereka bekerja di gunung,di laut,di tempat panas,di gurun,diterpa hujan,di tengah tekanan boss,di udara,di jalanan,bergelantungan di kabel listrik,di dinding gedung tinggi bergantung pada seutas kabel baja dan sebagainya.

Atau pekerja konstruksi di lokasi proyek kehujanan,kepanasan,tinggal dan tidur di mess sederhana dengan resiko keselamatan kerja yang berbahaya.

Dan masih ribuan macam pekerjaan sejenis lainnya yang dalam bekerjanya memiliki resiko keselamatan yang memerlukan "safety" tinggi.

Tapi mereka ikhlas,mereka ridlo berpeluh keringat tubuh pun perlahan rusak dan kadang ada yang sampai cacat,itu semua demi anaknya bisa kuliah,demi anaknya bisa sekolah,demi anaknya bisa hidup lebih baik.

Banyak jenis pekerjaan yang sangat berbahaya dan ekstreem lokasinya.Dari mulai pekerja lapangan seorang insinyur sampai kuli dan buruh kasarnya,ketika sedang melakukan aktivitas kerjanya tak jarang mereka lakukan dengan taruhan nyawa.

Insinyur pengeboran minyak misalnya,teknisi dan ahli perlistrikan,kontruksi bangunan tinggi dan besar,nelayan di laut,pelaut,dan semua profesi apapun mereka tidak menyerah dengan lelah,mereka bekerja demi keluarganya sejahtera.

Jika anda masih kuliah atau sudah bekerja saat ini,pernahkah kita merenungkan pekerjaan ayahmu? Atau ibumu yang juga membantu bapakmu bekerja? Mereka bekerja demi kita sebagai anaknya.

Mungkin mereka tidak akan terdengar mengeluh di hadapan anaknya,mereka tidak ingin anaknya mengetahui bagaimana berat dan beresikonya di tempat mereka kerja.Itu semua karena mereka menyayangimu.

Lalu ketika kita sudah bekerja ?

Apakah mereka menuntut harus kita bayar semua keringat mereka yang dahulu kucurkan demi kita?

Pada umumnya mereka tidak menuntut harus dibayar secara materi.Mereka cukup bahagia jika anaknya yang mereka biayai sukses jadi orang yang mandiri,orang yang baik,hidup normal,selesai tamat sekolahnya,lulus studinya,beres kuliahnya,jadi orang yang lebih baik dari orang tuanya.Hal yang baik-baik tersebut sudah bisa memuaskan hati para orang tua.

Berbakti kepada orang tua,darah dagingmu,orang yang telah menaruhkan nyawanya demi kita hidup lebih baik dengan cara tidak mengecewakan hatinya.

Sekolah atau kuliah lah dengan baik,tidak membuat orang tuamu jadi khawatir,bekerja dengan baik jika sudah bekerja,hidup di jalan yang lurus,hal semacam itu biasanya sudah bisa mereka jadi bahagia dan itu salah satu bukti kita berbakti kepadanya.

Lalu,jika saat ini engkau sudah sukses,sudah tamat studimu,sudah bekerja,sudah mandiri,sudah berpenghasilan,maka hal utama dan terbaik adalah berbakti dulu ke orang tua.

Berbakti dulu ke orang tuamu,ke keluarga,ke negara,ke bangsa,ke agama,dan ke semesta.
Insya Alloh hidup kita diberkahi Tuhan.Semoga.

Selasa, 18 Oktober 2022

Umur 25 sampai 45 Tahun,Itu Masa Puncak Kekuasaanmu

Anda sedang di rentang usia ini ? Umur 25 sampai 45 tahun ?

Siapapun Anda,darimanapun berasal,ketika saat ini usia masuk fase 25 tahun kedua hidup ini,Anda sedang berada dan sedang menuju puncak kekuasaan hidupmu.

Jika di usia remajamu tidak hancur,berjalan normal sesuai fase bagus di usia masa bermimpi diisi dengan hal baik,lingkungan yang beragam,komunitas yang baik,pendidikan yang baik,pergaulan yang luas dan bagus,pada masa usia menjelang 25 tahun kedua,yaitu usia 26 hingga 45 tahun Anda sedang berkuasa penuh untuk mewujudkan semua segala mimpimu.

Usia 26 tahun saat kesempatan banyak terbuka,segala peluang demikian berdatangan,tubuh masih muda dan bertenaga,belum cepat lelah,otak masih kuat dan segar,pergaulan yang semakin luas,ilmu yang gampang dicerna,kemampuan masih gampang diasah dan bisa menjadi manusia terlatih dengan cepat.

Usia 26 tahun ke 45 disebut masa muda,masa produktif,adalah saat Anda mewujudkan semua cita-citamu untuk nanti dinikmati ketika masuk usia tua,lemah,urang berdaya dan suatu saat nanti tak ada yang membutuhkan lagi dirimu,tua renta di usia 60 ke atas 

Untuk itu manfaatkan masa mudamu sebelum masa tua datang,adalah nasehat yang sangat benar kenyataan dan semua orang pasti akan mengalaminya,masa tua yang identik dengan lemah,sakit-sakitan,kurang berdaya dan tidak lagi dibutuhkan,bukan orang penting lagi.

Masa umur 26 tahun hingga 45 tahun,manfaatkan waktu itu ketika Anda sedang banyak dibutuhkan,mumpung masih muda,pekerjaan formal maupun informal hanya membutuhkan tenaga muda usia bukan butuh orang tua lemah.

Berbisnis,berdagang,jadi karyawan yang terbaik adalah pada masa ini,fase hidup 25 tahun kedua yaitu usia 26 sampai 45 tahun.

Ketika otak masih pintar,peredaran darah masih normal,tubuh masih muda dan segar,otot masih kuat,panca indera masih berfungsi normal dan sehat,saat inilah nasibmu dipertaruhkan.

Jika lalai masa produktif,jika malas kala masih bugar dan muda,jika berleha-leha di masa ini,kemungkinan besar masa tuamu akan sengsara.

Masa mudamu bangunlah dengan berkarya,bekerja,terus cari ilmu,jangan lelah belajar dan bekerja.Jika memungkinkan kuliah lagi sembari bekerja,atau ikut kursus dan pelatihan yang menambah skill dan kemampuan serta ilmu yang mendukung usaha atau pekerjaanmu lebih baik.

Hindari pergaulan jahat dan buruk,bangun akhlak supaya tidak berurusan dengan hukum positif negara dan jauhi dosa dalan kepercayaanmu.

Mawas diri dengan tidak pernah melanggar hukum,jaga integritas dan nama baik diri dan keluarga dengan menjauhi segala perbuatan jahat atau kriminal.

Fokus ke membangun diri agar diri mandiri,bermanfaat dan membawa berkah untuk diri sendiri,keluarga,dan alam semesta.

Semua hal di atas,saat terbaik dibangun dan dikerjakan sejak remaja dan yang paling mungkin bisa dilakukan adalah pada saat usia memasuki 26 tahun hingga 45 tahun,atau dengan kata lain pada masa tubuh dan diri kita sedang di saat produktif,sedang kuat dan berkuasa karena secara fisik dan mental pada masa itu sedang dalam kondisi prima.

 Waspada gunakan masa mudamu dengan baik sebelum datang masa tua,lemah,kurang berdaya ,renta dan tidak dibutuhkan orang lagi.


Terbaru

Oknum Pedagang yang Tidak Tertib

Ketika sudah berhubungan dengan kepentingan umum maka selain kita berhak untuk hidup sebagai pribadi pun juga harus menghargai hak orang...

Terpopuler