Minggu, 23 Oktober 2022
Cara Atasi Mengantuk Ketika Sedang Menyetir Mobil
Sabtu, 22 Oktober 2022
Hijrah dari Kampung ke Kota,Dilarang Jadi Pecundang
Banyak orang daerah,bahasa halusnya menyebut orang kampung yang mengadu nasib dengan pergi ke kota.Dengan harapan di kota kehidupannya lebih baik,terhormat,jadi pejabat,jadi kaya,populer,berkelimpahan dan bahagia.
Sukseskah semua orang kampung di kota? Meskipun tidak pernah saya menyurvei secara resmi,namun sesuai pengalaman pribadi,jawabannya tidak semua orang kampung,wong Ndeso,orang daerah hidupnya sukses di kota.
Tetapi sangat banyak yang berhasil dan sukses,berkelimpahan,terhormat dan terlihat sebagai orang kota,bahkan berkuasa di kota.
Berbagai cara merubah nasib di kotanya,ada yang dengan sekolah setinggi-tingginya,meskipun beberapa orang harus rela menjual harta orang tuanya di kampung demi mengejar ijazah dan sekolah yang tinggi.Dan dari jalur ini perubahan nasib banyak berhasil,walaupun harta hampir habis di kampung,kalangan ini banyak yang akhirnya berhasil jadi pejabat,pegawai perusahaan,pegawai negeri,atau bekerja kantoran lainnya.
Atau ke kota jadi pedagang,seperti hukum alam pengusaha,dari jalur perdagangan ini banyak yang sukses,kaya raya,beberapa orang bisa mendirikan perusahaan dan jadi boss besar.
Ada juga yang hanya bermodal otot,tukang gali,tukang bengkel,tukang tembok,tukang kayu dan para buruh kasar lainnya.Beberapa orang ada yang berhasil dari tukang jadi mandor,lalu jadi pelaksana akhirnya jadi pemborong,dan sukses jadi direktur.
Di perkotaan peluang untuk merubah nasib jadi lebih baik sangat terbuka.Semua tergantung kepada perjuangan diri masing-masing.
Yang punya modal di kampung,bawa uang ke kota bisa pilih mau lanjut sekolah dulu sampai sarjana,S1,S2 atau mau buka perusahaan dan berwirausaha.Peluang wong Deso bermodal lebih terbuka lebar untuk sukses di kota.
Bagi pejuang tangguh modal otot,asal rajin dan jujur tidak malas dan hidup benar,maka peluang dan kesempatan bekerja menghasilkan uang lebih banyak dibanding hanya tinggal di kampung.
Bagi pedagang begitu juga,kesempatan meraih omset dan untung banyak bisa terjadi jika bergeraknya di perkotaan.
Makanya tidak aneh,arus urbanisasi terus melonjak dari tahun ke tahun,karena kota menjanjikan merubah nasib l4ebih baik dan lebih cepat.
Namun dibalik kemilau kesuksesan berjuang hidup di kota,jangan salah perkotaan atau Kota juga akan kejam kepada orang yang gagal.
Jika orang kampung habis-habisan jual asetnya lalu dibawa ke kota dan ....gagal...! Awas....kota itu menjadi kejam,si gagal akan jadi pecundang yang menderita.Banyak terlahir gembel di kota karena mereka gagal berjuang merubah nasibnya di kota,sementara harta di kampung sudah habis.Jangan lupa di kota semua keperluan termasuk makan memerlukan uang,jika di kota tidak punya uang,dia perlahan akan mati.Di kota tak punya uang gak bisa makan bung...!
Untuk itu,adik-adik pendatang yang dari daerah,yang saat ini sedang berjuang di kota di segala level bentuk berjuangnya,Anda di kota dituntut jangan sampai gagal...!
Jika di kota perjuanganmu gagal,maka akan jadi gembel.Bahkan makan pun akan susah.
Berjuang merubah nasib di kota jika kita pendatang wajib sukses.Jika tidak bersemangat dan akan gagal di kota,lebih baik Anda diam saja di kampung dan berdayakan modal dan sumber daya yang ada di kampung sendiri.Itu lebih baik dan bisa menjamin hidup bahagia daripada pergi ke kota,lalu gagal dan jadi gembel kota.
Jika harus ke kota pun,semoga jika sudah sukses nanti,jangan lupakan kampung halaman.Atau yang terbaik adalah.....
.....selagi muda sekolah atau berjuanglah ke kota...lalu setelah selesai sekolah,kuliah,atau usaha sudah berhasil...kembali dan bangunlah kampung kelahiran...
Karena sukses di perantauan dan sukses di kampung sendiri....cita rasanya lain...kepuasan bathinnya ada nikmat lebih dan tersendiri daripada kesuksesan itu didapat dan hanya dinikmati di perantauan.
Berjuang boleh di rantau orang,tetapi hasil dan menikmatinya akan berasa sekali jika dinikmati di kampung kelahiran sendiri.
Tapi....itu semua terserah pilihan Anda...!
Salam semoga kita selalu sehat dan berbahagia.Terima kasih untuk selalu mampir di blog kami.(Admin-bernadaindo).
Bila berkenan baca juga yang ini: Cara Membuat Warung dan Apotik HidupWaspada Gagal Ginjal pada Anak
Saat ini ramai pemberitaan tentang kasus kegagalan ginjal anak-anak,pemerintah merespon cepat kasus ini dengan menganjurkan untuk menyetop dahulu pemberian obat Syrup anak.
Meskipun pada tahap awal masih bisa disembuhkan,tetapi alangkah baiknya kita melakukan pencegahan dengan tidak memberi obat kepada anak yang sakit obat yang berbentuk Syrup anak,sebelum ada pemberitahuan resmi lagi dari pemerintah.
Jika terjadi demam batuk pilek pada anak bisa dikompres dengan bahan alami atau diberi Balur kayu putih dan obat batuk alami seperti dikasih air hangat,campur sedikit larutan garam atau air jeruk yang diperas langsung asli
Mohon konsultasi dengan dokter setiap akan memberikan obat-obatan.
Jangan disimpan lama obat syirup anak di rumah atau di kulkas.
Tetap jaga kondisi anak dengan pemenuhan asupan makanan bergizi seimbang dan istirahat dengan baik.Mohon dikontrol juga jajanan harus makanan atau minuman yang sehat dan higienis.
Jangan panik jika anak sakit,jika masih bisa diusahakan dengan penanganan alami,maka usahakan perawatan secara tidak memakai obat kimia, mohon tidak sembarang memberi obat syirup anak apapun merk-nya,sebelum konsultasi dengan dokter.
Jaga kebersihan badan anaknya,jaga kesehatan dan kebersihan makanannya,jaga kebersihan dan sanitasi lingkungan,kontrol teman bermainnya,seperti masa karantina di rumah,tetap suruh pakai masker ketika dibawa ke keramaian atau kerumunan.
*) Disarikan dari berbagai sumber.
Iri dan Dengki dari Lingkaran Terdekat
Sifat Iri dan Dengki adalah sifat manusia yang tidak boleh dimiliki oleh kita yang mau hidupnya bahagia.Sifat ini termasuk kepada sifat dan tabiat yang sangat buruk.Sifat ini bisa menghasilkan energi terburuk yang akan membakar musnah sumber hidup bahagia seseorang.
Sangat buruk karena biasanya banyak berawal dari sifat ini menghasilkan kejahatan-kejahatan berikutnya yang bisa berbahaya bagi si pendengki atau bagi yang didengkinya.
Iri adalah sifat yang ingin selalu memiliki apa yang dimiliki oleh orang lain.
Dengki adalah perasaan tidak senang kepada orang lain dengan sudah disertai oleh sikap yang buruk terhadap orang yang didengkinya.
Dan dua sifat ini suka terjadi dalam suatu hubungan bersama manusia dalam bentuk kenyataan.
Dan biasanya pula Pendengki dan Tukang Iri hati tersebut adalah orang yang masih berada di lingkaran terdekat pada hubungan kita dalam keseharian aktivitas hidup.
Bisa terjadi Iri dengki itu di lingkungan keluarga,di lingkungan tempat kerja,di komunitas,di lingkungan tempat tinggal,di suatu lingkungan lingkaran pergaulan kita.
Artinya bisa terjadi yang iri dan dengki itu adalah masih saudara kita,tetangga kita,teman kerja kita,teman kuliah kita,teman satu komunitas,satu profesi dan semacamnya.
Biasanya faktor yang menjadikan sebab mereka iri dan dengki adalah kepemilikan kita yang mereka belum punya.
Tetangga iri karena istri atau suami kita lebih cantik atau ganteng dan soleh dari pasangan tetangga.Atau kita punya mobil,motor,harta yang lebih bagus dari mereka,sedangkan mereka tidak memilikinya.Atau apa saja yang kita sudah miliki dan mereka belum punya.
Di persaudaraan,seorang adik iri kepada kakaknya karena kakaknya lebih disayang ibunya,lebih disayang ayahnya dan sebagainya.
Di kantor atau tempat kerja,iri dan dengki bisa hadir karena rebutan jenjang karir,rebutan jabatan,rebutan perhatian atasan,kerja yang satu cape yang satu tidak cape padahal satu level misalnya.Dan banyak lagi yang lainnya.
Di tempat usaha,pedagang satu dengan pedagang lainnya satu blok,bisa terjadi Iri dengki,yang satu laris manis ramai dagangannya,sementara yang lainnya sepi.
Di teman satu partai,satu departemen,satu divisi,satu ruangan,satu bagian,satu group,satu kesamaan lainnya,pasti yang suka iri dan dengki akan selalu ada.
Bisa dibilang sunatulloh juga,yang iri dan dengki akan selalu ada di setiap lingkaran kehidupan.
Dosen dengan dosen,mahasiswa dengan mahasiswa,dokter dengan dokter,politikus dengan politikus,kyai dengan kyai,santri dengan santri,pedagang dengan pedagang,pekerja dengan pekerja,pembantu dengan pembantu,sopir dengan sopir,buruh dengan buruh,blogger dengan blogger,youtuber dengan youtuber,Facebooker dengan facebooker ..artis dengan artis...penjudi dengan penjudi lagi,pokoknya biasanya iri dengki itu suka terjadi di lingkungan dan lingkaran terdekat kita.
Tentu saja iri dan dengki dalam level yang normal tidak berlanjut ke tindakan jahat adalah masih wajar,dan masih melekat sebagai perasaan saja di hati si pelaku iri dengki,itu tidak berbahaya bagi si korban.
Namun harap waspada jika tingkat iri dan dengki di pendengki ini sudah akut.Mereka biasanya suka berlanjut ke tindakan menjatuhkan yang di dengkinya.
Dari sana bisa muncul fitnah,muncul dzolim,dan tidak sedikit yang jahat sampai ke tingkat penghancuran korban iri dengki tersebut.
Iri dengki yang masih normal,bisa bagus untuk pelaku pendengki jika mereka bisa mengendalikannya,bisa jadi semangat untuk memperoleh apa yang ia jadi iri hatinya.Jika terkendali bisa jadi penyemangat bagi pelaku pendengki.
Tetapi sifat Iri dengki ini bahayanya jauh lebih besar,karena jika sudah akut si pemilik sifat ini bisa menjadi penjahat di tingkat iri dengki berikutnya.Sangat berbahaya,semoga kita dijauhkan dari sifat buruk apapun.
Lalu kita harus bagaimana jika ada orang iri dan dengki ke diri kita?
Menurut pengalaman penulis,kita mawas diri saja,jika kita maju dalam hal apapun kita tidak harus banyak pamer apalagi di depan yang iri ke kita,karena kasihan jika kita didengki orang lalu kita semaki maju,semakin baik pasti hati dan diri si pendengki akan semakin kesetanan dan hati mereka semakin terbakar.....hehe.Jadi kita bersikap wajar saja jika kita memiliki kelebihan yang membuat mereka iri dengki.
Atau bisa saja jika iri dengkinya sudah melewati batas,dan sudah menganggu privasi kita,maka harus kasih dia pelajaran,pamerkan lah apa kelebihan kita sesuai faktanya dan kalau bisa kasih tahu proses perjuangan kita memilikinya.
Supaya pendengki hatidan perasaanya semakin kebakaran yang memuncak sampai titik lelah sifat buruknya dan akhirnya menyadari mendengki itu tidak baik bagi siapapun yang "mengidapnya".(Alinea ini setengah bercanda saja,untuk sedikit sombong kepada orang yang rudet dan ribet kepada urusan pribadi orang lain,hehe......).
Dan...yang paling penting adalah...jangan sampai diri kita jadi pendengki dan jadi orang suka iri dengan kelebihan orang lain.
Tetaplah jadi diri sendiri dan selalu berhubungan baik dengan menjaga agar hati selalu bersih disertai sikap yang baik kepada siapapun.
Jumat, 21 Oktober 2022
Kamis, 20 Oktober 2022
Pot Bunga di Trotoar: Please,Aku Bukan Tempat Sampah !
![]() |
| Gambar salah satu Pot Bunga di sebuah Trotoar di sudut kota Bandung. Dijadikan tempat sampah oleh oknum warga (Dokumen bernadaindo.blogspot.com) |
![]() |
| Pot Bunga di Trotoar Penuh Sampah. (Foto dokumen bernadaindo) |
Rabu, 19 Oktober 2022
Kerja Keras Orang Tua
Selasa, 18 Oktober 2022
Umur 25 sampai 45 Tahun,Itu Masa Puncak Kekuasaanmu
Anda sedang di rentang usia ini ? Umur 25 sampai 45 tahun ?
Siapapun Anda,darimanapun berasal,ketika saat ini usia masuk fase 25 tahun kedua hidup ini,Anda sedang berada dan sedang menuju puncak kekuasaan hidupmu.
Jika di usia remajamu tidak hancur,berjalan normal sesuai fase bagus di usia masa bermimpi diisi dengan hal baik,lingkungan yang beragam,komunitas yang baik,pendidikan yang baik,pergaulan yang luas dan bagus,pada masa usia menjelang 25 tahun kedua,yaitu usia 26 hingga 45 tahun Anda sedang berkuasa penuh untuk mewujudkan semua segala mimpimu.
Usia 26 tahun saat kesempatan banyak terbuka,segala peluang demikian berdatangan,tubuh masih muda dan bertenaga,belum cepat lelah,otak masih kuat dan segar,pergaulan yang semakin luas,ilmu yang gampang dicerna,kemampuan masih gampang diasah dan bisa menjadi manusia terlatih dengan cepat.
Usia 26 tahun ke 45 disebut masa muda,masa produktif,adalah saat Anda mewujudkan semua cita-citamu untuk nanti dinikmati ketika masuk usia tua,lemah,urang berdaya dan suatu saat nanti tak ada yang membutuhkan lagi dirimu,tua renta di usia 60 ke atas
Untuk itu manfaatkan masa mudamu sebelum masa tua datang,adalah nasehat yang sangat benar kenyataan dan semua orang pasti akan mengalaminya,masa tua yang identik dengan lemah,sakit-sakitan,kurang berdaya dan tidak lagi dibutuhkan,bukan orang penting lagi.
Masa umur 26 tahun hingga 45 tahun,manfaatkan waktu itu ketika Anda sedang banyak dibutuhkan,mumpung masih muda,pekerjaan formal maupun informal hanya membutuhkan tenaga muda usia bukan butuh orang tua lemah.
Berbisnis,berdagang,jadi karyawan yang terbaik adalah pada masa ini,fase hidup 25 tahun kedua yaitu usia 26 sampai 45 tahun.
Ketika otak masih pintar,peredaran darah masih normal,tubuh masih muda dan segar,otot masih kuat,panca indera masih berfungsi normal dan sehat,saat inilah nasibmu dipertaruhkan.
Jika lalai masa produktif,jika malas kala masih bugar dan muda,jika berleha-leha di masa ini,kemungkinan besar masa tuamu akan sengsara.
Masa mudamu bangunlah dengan berkarya,bekerja,terus cari ilmu,jangan lelah belajar dan bekerja.Jika memungkinkan kuliah lagi sembari bekerja,atau ikut kursus dan pelatihan yang menambah skill dan kemampuan serta ilmu yang mendukung usaha atau pekerjaanmu lebih baik.
Hindari pergaulan jahat dan buruk,bangun akhlak supaya tidak berurusan dengan hukum positif negara dan jauhi dosa dalan kepercayaanmu.
Mawas diri dengan tidak pernah melanggar hukum,jaga integritas dan nama baik diri dan keluarga dengan menjauhi segala perbuatan jahat atau kriminal.
Fokus ke membangun diri agar diri mandiri,bermanfaat dan membawa berkah untuk diri sendiri,keluarga,dan alam semesta.
Semua hal di atas,saat terbaik dibangun dan dikerjakan sejak remaja dan yang paling mungkin bisa dilakukan adalah pada saat usia memasuki 26 tahun hingga 45 tahun,atau dengan kata lain pada masa tubuh dan diri kita sedang di saat produktif,sedang kuat dan berkuasa karena secara fisik dan mental pada masa itu sedang dalam kondisi prima.
Waspada gunakan masa mudamu dengan baik sebelum datang masa tua,lemah,kurang berdaya ,renta dan tidak dibutuhkan orang lagi.
Terbaru
Oknum Pedagang yang Tidak Tertib
Ketika sudah berhubungan dengan kepentingan umum maka selain kita berhak untuk hidup sebagai pribadi pun juga harus menghargai hak orang...
Terpopuler
-
Pengemudi sepeda motor atau mobil jika terjadi hujan lebat dengan curah yang tinggi disertai angin,selayaknya kita berhenti atau menepi di t...
-
Ketika curah hujan tinggi maka air bah yang tidak terserap oleh tanah karena terlapis beton maka hukum anomali terjadi,yaitu air mengalir da...
-
Kemajuan teknologi zaman sekarang memudahkan segala urusan termasuk masalah "kemanusiaan",tata kerja,tata kelola pelayanan publik,...
-
Jika tidak bijak berinteraksi dengan orang lain, baik di kehidupan nyata atau di internet bisa berbuah keburukan bahkan ada banyak kasus yan...
-
Arus mudik dari arah Jakarta dan kota-kota besar lainnya menuju kawasan kampung setiap lebaran selalu padat bahkan macet dan ramai. Mudik at...




