Senin, 12 Juni 2023
Miliki Keahlian dan Keterampilan,Gak Bakal Nganggur
Minggu, 11 Juni 2023
Beli Mobil Keluarga Pilih RWD atau FWD
![]() |
| Ilustrasi Mobil untuk Keperluan Kerja atau Keluarga (foto koleksi bernadaindo) |
Menentukan pilihan membeli mobil untuk keperluan keluarga atau bekerja sehari-hari boleh juga mempertimbangkan jenis mobil yang berpenggerak (gardan) depan atau berpenggerak roda belakang.
RWD adalah mobil berpenggerak roda belakang dan FWD sebaliknya atau berpenggerak roda depan.
Bagi kelas mobil keluarga menurut pengalaman saya mengemudi dan mengendarai mobil yang paling baik disesuaikan dengan kondisi rute dan tempat tinggal kita.
Jika kita bertempat tinggal di daerah pegunungan,perbukitan kondisi jalan yang masih belum bagus,banyak nanjak dan naik turun,sebaiknya memilih tipe mobil berpenggerak belakang atau RWD.
Jenis mobil RWD memang sedikit boros bahan bakar dibanding FWD,tetapi menghadapi jalan jelek dan naik turun cenderung stabil dan lebih kuat menghadapi tanjakan.
Jika rumah dan rute sehari-hari perjalanan kita banyak di tempat datar dan kondisi jalan umumnya bagus,atau di perkotaan yang meskipun banyak turunan atau tanjakan tetapi di kota pada umumnya kondisi jalan bagus,memilih beli mobil tipe FWD,berpenggerak roda depan lebih baik,selain itu bahan bakar juga relatif lebih irit dibanding kendaraan RWD.
Demikian menurut pengalaman penulis dilihat dari dimana kita tinggal,di daerah atau tempat lebih sering kendaraan digunakan.
Pada dasarnya mobil jenis apapun tidak masalah,mobil zaman sekarang sudah maju teknologinya sehingga pada umumnya aman dan nyaman dipakai pengendara.
Selamat membeli mobil baru..!
Selasa, 23 Mei 2023
Usaha Isi Ulang Galon Air Minum
Di satu sisi memang ironis sekali di tanah air subur Indonesia,untuk kebutuhan air minum yang bisa dibilang terjamin kesehatannya lumayan cukup mahal dibanding rata-rata penghasilan penduduk Indonesia.Dan padahal air bersih di pegunungan dan tanah melimpah kecuali di daerah industri atau tempat tertentu air tanah sudah tercemar,tetapi pada umumnya air bersih di kita sangat melimpah....air terjun,sungai,sawah airnya masih banyak yang bersih😅...bukan...?
Untuk harga air 19 liter air mineral siap minum yang bermerk dan terjamin kesehatannya rata-rata berharga antara tujuh ratus rupiah sampai dengan seribu rupiah per liter,padahal air bersih di tanah air kita melimpah.
Seharusnya,atau sebaiknya pemerintah lebih peduli mengatur harga eceran air minum bermerk tidak sampai semahal itu.
Bagi kaum menengah ke atas uang dua puluh ribu satu galon tidak ada artinya,mungkin.Tetapi.bagi masyarakat umumnya harga eceran galon bermerk dan terjamin kesehatannya terasa masih kemahalan.
Kenyataannya,masyarakat beralih ramai ke mengonsumsi atau lebih banyak membeli air galon isi ulang tanpa merk,yang harganya jauh lebih murah hampir satu berbanding tiga galon jika dibelikan dengan air galon bermerk.
Karena permintaan banyak untuk jenis air minum isi ulang,yang lebih murah,maka munculah usaha isi ulang air minum ukuran galon menjamur di setiap sudut kota bahkan kampung.
Yang di kampung dan di gunung,mungkin melihat kepraktisannya air kemasan mereka ikutan juga konsumsi minum sehari-harinya tidak lagi memasak dari sumber air gunung di kampungnya,tetapi malahan membeli air galon isi ulang.....yah ..heran juga kita..!
Tidak ada yang salah dengan usaha isi ulang air minum,termasuk ikut membuka peluang usaha dan membuka lapangan kerja juga sih.
Usaha air minum isi ulang pada umumnya bermodal Tangki Air penampungan,mesin seterilisasi air,saringan air,sikat penggosok galon kosong,kemasan tutup galon,dan lokasi,ditambah satu atau dua orang pekerja sudah bisa menjalankan usaha jual air minum isi ulang,dan......pasti laku...setiap orang pasti butuh air minum.
Mungkin diharapakan atau ijinkan penulis bersaran kepada pelaku usaha galon isi ulang,agar amanah.
Amanah dalam arti,Anda berjualan barang yang termasuk kebutuhan pokok bagi manusia dan bersentuhan langsung dengan resiko sehat atau tidaknya seseorang yang mengonsumsi produk Anda.
Sangat dholim jika pengusaha air isi ulang demi meraih untung besar dengan cara curang seperti stok air disimpan di tangki penampungan yang sudah kotor dan mungkin mengandung zat berbahaya atau kuman dan sumber penyakit bagi konsumen.
Terus,pernah saya saksikan sendiri,ada oknum depot yang cara kerjanya sangat tidak higienis,kurang bersih,galon baru tidak ada proses disikat dulu tapi langsung diisi dari kerannya.
Atau ada juga yang nakal,air yang dijual tidak disterilkan di mesin penjual karena untuk menghemat listrik atau biaya produksi,..sangat dholim demikian.
Aur dari penyuplai yang kebanyakan dikirim dari mobil tangki banyak yang langsung mengambil dari sumber air alam,belum diproses seterilisasi,langsung ditumpahkan ke tangki penampungan depot isi ulang dan.,.banyak yang langsung dijual,tanpa ada proses sterilisasi di depot...waduh .!
Hal in sangat berbahaya walaupun secara fisik kelihatan jernih,tetapi bisa saja air dari penyuplai masih belum sehat dan belum bersih.
Mohon maaf,penulis tidak menuding semua pengusaha demikian,namun saling mengingatkan usaha agar ada nilai ibadahnya,bisnis disertai tanggungjawab moral dan jangan lupa aktivitas kita disaksikan Tuhan.
Usaha isi ulang galon air minum,jika dilakukan dengan baik,sesuai syarat dan ketentuan tentang kebersihan dan faktor kesehatan air yang kita jual,insya Alloh usaha kita akan sampai kepada bernilai ibadah juga,menurut pandangan saya pribadi ya...karena usaha Anda itu menebar manfaat,
Beribu bahkan berjuta orang memenuhi kebutuhan masak dan minum sehari-hari didapat dari usaha isi ulang atau depot air minum Anda,dengan tempat yang dekat serta harganya relatif murah.
Manfaat yang Depot anda miliki sungguh menebar dan menyebar,menghidupi jasad manusia dan keluarga yang mengonsumsi produk depot Anda.
Bukankah itu suatu manfaat bagi orang lain?
Menyediakan air minum sehat,bersih,dekat dan murah menurut ukuran konsumen Anda.
Semoga Depot Isi Ulang yang Anda jalankan amanah,selain bertujuan bisnis atau dagang juga memberi manfaat sedikit membantu meringankan warga atau konsumen Anda dalam hal memenuhi kebutuhan minumnya sehari-hari.
Di lokasi dan bidang usaha apapun terbuka kesempatan untuk curang.Secara dagang atau bisnis mungkin anda untung sesaat,tetapi jika ada unsur dholim di dalamnya maka tetap saja usaha yang baik itu akan ada perhitungan karmanya,atau berdosa jika dagangnya menipu dan mencurangi konsumennya.
Semoga kita semua selalu dalam kebaikan,apapun usaha atau pekerjaan kita saat ini,agar hasilnya baik mari bekerja atau berusaha dengan baik-pula.
Apa yang akan kita panen,itulah yang kita tanam.
Kita tanam kebaikan pasti akan menuai yang baik-baik,pun sebaliknya jika kita berbuat jahat atau buruk maka pasti hal yang buruk yang akan kita dapatkan.
Semoga kita semua baik-baik saja..Amiin.
Wallahu alam
Senin, 22 Mei 2023
Awas Marak Oknum "Cabul"!
Saya garis bawahi yang kita ceritakan adalah ulah oknum,jadi jika bilang kyai cabul,ustadz cabul,guru cabul,dosen cabul,manajer cabul,dokter cabul dan semua profesi yang dibahas kita,mereka yang jahat itu adalah oknum,bukan semua yang berprofesi tersebut orang cabul.
Disklaimer atau penyangkalan di atas perlu saya tulis duluan,karena takut pemahaman selanjutnya menyamaratakan profesinya atau lembaganya.
Seperti halnya kejahatan atau kriminal menurut para ahli bisa terpicu dari dua hal pokok ini,yaitu timbul kejahatan yang berasal dari faktor N dan faktor K.
Faktor N,adalah menang sudah niat si pelaku untuk melakukan tindak kejahatan.Faktor K,ialah kejahatan yang awal mulanya si pelaku tidak berniat namun timbul karena ada Kesempatan untuk berbuat jahat.
Dalam beberapa kasus pencabulan,dalam hal ini bukan lagi pelecehan seksual,tetapi sudah ke tindak pemerkosaan,pengancaman dan tekanan baik mental maupun fisik kepada korban terjadi karena memang ada kesempatan,faktor K.
Mungkin pada awalnya seorang oknum ustadz,oknum guru,oknum manajer,dan semua oknum tidak berniat mencabuli korban yang kebanyakan korbannya kaum perempuan,meskipun ada beberapa kasus oknum perempuan juga bisa mencabuli laki-laki
Kesempatan berduaan dalam satu ruangan,pada waktu sepi atau malam,atau kesempatan bersentuhan pada suatu kegiatan atau event,sehingga mengundang niat dan hasrat setannya untuk mencabuli korban
Pada beberapa lembaga pendidikan misalnya,oknum cabul itu biasanya berawal dari kesempatan berduaan atau harus menyentuh fisik korban dalam suatu tempat atau waktu tertentu.
Adapula yang memang tidak pencabulan karena sudah Niat sejak awal pelaku,sebagai contoh banyak oknum Dukun atau guru spiritual palsu yang menang niatnya untuk hasrat pribadi dengan modus mandi malam,mandi pengobatan,mandi atau ritual penyucian korban dan sebagainya.
Untuk kita yang sudah punya anak,bila ingin menitipkan anak perempuan kita di asrama misalnya,harus dan wajib kita tahu sistem pendidikan dan lokasi serta proses belajarnya,siapa saja gurunya,jam berapa belajarnya dan perlu diperhatikan guru anak perempuan kita sebaiknya dipilih yang guru wanita juga.
Terus bagaimana antara asrama putra dan putrinya harus berjarak dan sistemnya aman atau bahaya untuk kondisi dan cara berinteraksi selama anak kita di asrama.
Perlu juga kita memberikan pembekalan kepada anak kita tentang bahaya pencabulan di lingkungan sekolah atau madrasahnya,dan secara hati-hati diamanatkan juga bahwa jika terjadi sikap yang ganjil dari oknum guru lawan jenis atau dari siapapun terhadap anak perempuan kita,jangan segan untuk melapor ke orang tua.
Pelecehan seksual,pencabulan dan sejenisnya bahkan perkosaan bisa terjadi dimana saja,di level mana saja,di lingkungan mana saja,karena naluri seks dimiliki oleh semua orang yang normal.
Hasrat seks liar bisa dimiliki oleh siapapun yang tidak bisa mengendalikan diri dan nafsunya.
Untuk itu,pencegahan terbaik adalah antisipasi dan pengetahuan tentang bahaya ini harus diberitahukan sejak dini khususnya kepada anak perempuan kita.
Karena kita tidak tahu yang berinteraksi sehari-hari dengan anak kita mungkin saja ada beberapa orang yang berkelainan dan kurang kuat mengendalikan hasrat seksnya.
Beritahu agar anak perempuan kita tetap waspada dan jangan ragu untuk memberitahu orang tua bila ada tindakan yang mengarah ke tindak cabul dan pelecehan seksual di lingkungannya.
Dimana pun,kapanpun,terhadap siapapun bila kamu perempuan yang sedang belajar,sedang kuliah,sedang bekerja tetap waspada,karena oknum orang cabul bisa terjadi tanpa bisa diduga.
Terlalu takut jangan,curiga terlalu ke orang lain jangan,tetapi waspada adalah suatu keharusan,jika kamu seorang perempuan atau jika anak perempuan kita tidak mau jadi korban "penjahat kelamin"yang tidak bertanggungjawab.Waspadalah .!
Minggu, 21 Mei 2023
Caleg Pilihan Warga
Pendaftaran caleg pusat dan daerah sudah dimulai,partai dan para kadernya sudah mulai menawarkan diri untuk dipilih rakyat pada saatnya pemilu nanti,2024.
Untuk yang di daerah caleg DPRD kabupaten/kota ada beberapa yang saya kenal sehari-hari,ada satu dua seangkatan secara tamatan sekolah,kebanyakan mereka berusia produktif,puncak produktif 30 sampai 45 tahun,masih muda,segar dan tentu berpendidikan minimal sarjana.
Latar belakang mereka bermacam ragam ada yang agamis,kalangan santri,ada yang sudah aktif di LSM,ormas,atau memang ada yang kader partai tulen,anggota resmi dan berjuang aktif di partai tertentu.
Adapula pensiunan,aduh kakek ini semangatnya ruar biasa,dikala orang lain masa pensiun menikmati sisa umur dengan tenang,yang kalangan ini malah semangat untuk jadi legislatif,sangat ...mengagumkan.
Dan banyak lagi,ada pengusaha lokal,ada aktivis,bahkan ada yang nganggur,maksudnya orang yang gak jelas kerjaannya tapi menang dia pernah sekolahan konon katanya gelarnya sarjana juga,tapi kurang tahu sarjana apa,tamatan apa.
Masing-masing mereka punya tim sukses,sudah ada yang pernah bertemu kami salah satu tim sukses mereka.
Saya menyambut baik dan turut mendukung pencalonan mereka.Tentu sebagai warga yang baik harus mendukung,walau kalau memilih itu rahasia pribadi.
Mendukung belum tentu memilih,bukan..?
Tetangga dan saudara saya dan warga sekitar,bincang ringan di pos ronda berbeda pertimbangan dalam hal memilih calon legislatif terutama untuk daerah kota kabupaten atau provinsi.
Ada yang memilih karena kedekatan kekerabatan,masih saudara atau kenalan,teman dekat atau teman komunitas.
Ada pula yang memilih karena melihat sumbangsih nyata calon ke daerah tertentu,dengan menyumbang material atau uang untuk membangun sarana umum,bisa saja sebagian besar warga disitu akan memilih calon dewan yang ngasih sumbangan tersebut.
Ada juga yang memilih mereka karena secara diam-diam sudah menerima uang atau benda dari calegnya,warga pemilih demikan selalu ada dan biasanya mereka berpendidikan rendah dan kurang piknik...hehe.
Itulah kenyataan yang terjadi,para pemilih di kita belum seragam memilih karena menilai program kerja caleg atau karena kualitas calegnya,peduli amat siapa calegnya yang penting ada alasan seperti di atas tadi,pasti mereka memilih sesuai selera pribadi masing-masing.
Dan tentu itu hak mereka,setiap warga negara yang sudah termasuk pada aturan hak dipilih dan memilih memiliki hak yang sama,tidak boleh dipengaruhi atau ditekan oleh siapapun,harus suka-sukanya di pemilih.
Tinggal permainan caleg atau partainya saja yang harus cerdas memanfaatkan celah mereka agar memilih sang caleg atau partai yang dibangunnya.
Bagi saya memilih caleg lokal tentu dengan paling tidak mempertimbangkan sebagai berikut:
Satu,saya hanya akan memilih caleg muda usia tetapi sudah mapan secara pengalaman,pendidikan cukup,berintegritas,berakhlakmulia,ekonomi keluarganya sudah mapan,peduli dengab rakyat,mengutamakan kepentingan rakyat,bertaqwa pada Tuhan YME,memiliki keluarga yang harmonis,berkepribadian rendah hati,cerdas,tidak sombong,merakyat,dan bekerja untuk rakya,untuk kesejahteraan rakyat.
Salam.
Mohon maaf tulisan ini hanya opini pribadi,
Sabtu, 20 Mei 2023
Koruptor Tak Takut Hukum,Mungkin Punya Hutang Banyak
Berita penangkapan koruptor,orang yang diduga atau sudah terbukti menyabet dan maling uang negara atau hakikatnya uang rakyat,atau merugikan negara hampir setiap minggu hadir dengan orang baru.
Jumlah uang yang ditilep mereka pun semakin fantastis,milyaran bahkan trilyunan rupiah.
Bagi orang awam mungkin heran kenapa mereka bisa korupsi,padahal dari catatan kepemilikan harta mereka juga bukan kaleng-kaleng rata-rata milyaran.
Apakah mereka kurang makan dan biaya hidup keluarganya?
Mungkin mereka butuh buat biaya sekolah anaknya?
Mungkin mereka koruptor sedang tidak punya beras untuk makan esok hari anak istrinya?
Dengan kepemilikan harta milayaran tentu tak masuk akal bila mereka lakukan tindakan beresiko dihukum itu hanya karena untuk sekedar kurang biaya makan.
Secara manusiawi,seseorang akan panik dan bisa kalap membabi buta mencari uang jika seseorang sedang ada dalam tekanan.
Tekanan itu biasanya berbentuk Hutang...!
Masih menurut pandangan penulis yang awam,tekanan tagihan hutang uang sangat membuat seseorang pikirannya berantakan dan ngawur tidak terkendali.
Jangankan hutang milayaran rupiah,dalam level masing-masing hutang sekelas jutaan rupiah saja jika sudah ditagih dan jatuh tempo ditambah kondisi uang untuk membayar kurang atau tidak tersedia,cenderung orang akan panik.
Hutang dalam semua level dan berapapun jumlahnya akan membuat seorang pengutang panik dan mencari jalan untuk membayarnya demi nama baik dengan berbagai cara.
Untuk hutang hitungan trilyunan rupiah apalagi,sangat tidak bisa dibayangkan oleh sekelas orang biasa.
Pertaruhan nama baik diri sendiri,keluarga,bahkan lembaga atau komunitas,membuat segala cara dicari untuk hanya bisa membuat hutang terbayar.
Dari sinilah biasanya permulaan lingkaran setan hutang yang bunga-berbunga dan menjual rugi asset asal laku terjadi.Dan korupsi pun akhirnya mereka lakukan,bisa dimulai dari menerima sogokan,uang pelicin,Mark up,atau menambah harga barang dan jasa,mengurangi takaran dan bahkan membuat nota atau proyek fiktif dan sebagainya.
Sehingga hutang ke satu pihak bisa mengacaukan seluruh kondisi hidup seseorang.
Apalagi ditambah dengan hutang politis,hutang jasa,dan hutang uang sudah tentu membuat hancur semua sendi kehidupan.
Kemungkinan itulah salah satu faktor para koruptor yang biasanya pejabat masih nekad melakukan korupsi.Padahal mereka tahu betul resiko hukum yang akan mereka terima jika mereka tertangkap dan ketahuan belangnya.
Benar atau tidak,tulisan di atas hanyalah pendapat pribadi penulis.
Hikmahnya untuk kita barangkali bisa lebih bijaksana jika terpaksa kita harus menghutang.
Mungkin jika kita akan berhutang pun, harus mempertimbangkan masak-masak yang sesuai dengan kemampuan keuangan kita.
Atau untuk kehidupan pribadi,alangkah bahagianya jika jangan sampai punya hutang,itu lebih baik.Jangan sampai masuk ke lingkaran setan hutang apalagi hutang yang bunga berbunga tinggi,melilit leher hidup kita,semoga tidak....!
Walaupun secara bisnis utang dengan kondisi tertentu masih bisa dilakukan tentu dengan perhitungan bisnis yang sehat,tepat dan benar,itupun tetap masih beresiko.
Yah....hutang memang sebaiknya dihindari jika hidup ingin bahagia.Atau jija sudah terlanjur berhutang,segera lunasi dan tutup buku lunas hidup tenang tanpa hutang.
Semoga bisa.
Ya Alloh,lindungilah kami dari keburukan hutang dan tekanan orang-orang.
Keberlanjutan Bertahan Hidup
Konsep berlanjut dalam melanjutkan kehidupan terutama dalam pemenuhan kebutuhan hidup bukan saja harus bisa melanjutkan atau mewariskan semangat moralnya saja,termasuk penting juga adalah melanjutkan warisan fisik materil dan sistem yang sudah dibangun orang tua.
Dalam hal untuk pemenuhan kebutuhan pokok misalnya,bahkan untuk kehidupan lebih baik kita bisa melanjutkan lingkungan dan sistem yang sudah orang tua bangun.
Jika orang tua mewariskan kita rumah,kebun,sawah misalnya,kenapa kita tidak melanjutkan bidang pertanian itu untuk pilihan hidup kita.
Jika orang tua sudah membangun sistem dan hidup di pertanian dengan lahan dan infrastruktur yang sudah beliau bangun,sangat tidak elok,menurut penulis untuk lalu anaknya memutus rantai lingkungan tersebut.
Dalam contoh kasus terkecil misalnya,banyak anak yang menjual lahan,kebun,sawah,rumah warisan orang tua hanya untuk mengejar sesuatu yang baru di kota.
Menjual tanah sawah warisan ditukar dengan SK atau status karyawan di kota ,yang notabene kehidupan kota segalanya tergantung kepada uang,ada uang kita hidup gak ada uang kita mati-kasar katanya begitu,atau tidak mati tapi kalau tak ada uang pasti sengsara atau menderita susah makan.
Beberapa orang mungkin ada yang lebih sukses dan berhasil melipatgandakan harta warisan dengan jadi orang sukses di kota.Meskipun tanah sawah habis di kampung namun berhasil jadi karyawan bergaji tinggi dan mengumpulkan kembali harta di kota,tetapi....itu berapa persen dari sekian banyak yang gagal dan terus hidup pas- pasan di kota.
Benang merahnya maksud penulis adalah jika kamu diwarisi tanah,rumah,kebun yang cukup oleh orang tua,meskipun kamu sedang di kota saat ini,usahakan jangan dijual,tetapi bisa diberdayakan dan dilanjutkan perjuangan orang tua membangun lingkungan dan sistem yang diwariskan itu.
Menjaga jika kita gagal di kota,atau hanya jadi pegawai biasa,atau bangkrut usaha kita bisa pulang kampung dan meneruskan sistem pertanian warisan.
Konsep warisan keberlanjutan yang kita maksud bukan saja berlaku di perdagangan atau di usaha saja,namun berlaku umum,mungkin juga di warisan seni dan budaya,warisan Karuhun atau tetua sebaiknya ada yang meneruskan.
Jika ada warisan tanah sawah diteruskan dan dikembangkan teknologinya,dibangun lingkungannya,diperbaiki sistemnya tetapi jatidirinya sebagai lahan pertanian dan semangat bertaninya tetap lestari,dan pasti akan sangat bermanfaat bagi pribadi,keluarga,dan orang banyak.Hidup sebagai petani bisa dijadikan pilihan dan bisa menjamin hidup bahagia
Warisan seni dan budaya juga diperlukan ahli waris generasi penerus,agar tetap lestari dan digarap diperbaharui sesuai zaman dengan tetap memelihara jati dirinya,bidang ini pun bisa jadi pilihan hidup dan ladang amal sekaligus akan menjamin kehidupan anda bahagia.
Setelah berada di tangan kamu warisan tersebut,bidang apapun itu dipelihara,dilestarikan,dikembangkan,sehingga bisa berlanjut dan dapat diteruskan oleh anak keturunan atau generasi berikutnya dengan lebih baik.
Selamat menikmati malam Minggu pembaca semua.
"Sustainable",Warisan Hal yang Berkelanjutan
Warisan apapun yang terbaik adalah nilai keberlanjutannya,dalam bahasa Inggrisnya sustainable,salah satunya warisan usaha atau bisnis yang berkelanjutan meskipun kecil.
Bisa ambil contoh dari semangat dan cara orang Tionghoa di tanah air pada umumnya yang mewariskan usahanya dari generasi ke generasi mempertahankan nilai keberlanjutannya.
Bahkan beberapa keluarga dari mereka bisa berkembang dari generasi pertama ke generasi berikutnya,namun jenis atau bidang usaha asalnya tidak ditinggalkan bahkan dikembangkan.
Jika orang tuanya pada tahun 1940an membuka warung,maka sejak bayi mereka dilatih dan hidup di warung orang tuanya,setelah remaja ikut mengelola warung,belajar menyimpan dan menata barang,belanja dimana,mengatur uang,sama siapa mereka berpartner,belajar menjaga nama baik mereka di bank atau rekanan dan sesudah tamat SMA anaknya buka usaha sudah siap secara skill dagang dan relasi.
Maka pada generasi kedua,mereka berdagang bukan buka warung,tetapi sudah menjadi Toko,bahkan jadi grosiran.
Generasi berikutnya,toko sudah bertambah dengan supermarket,mall dan agen atau distributor,dengan kelas dan barang sudah bergudang-gudang.
Generasi berikutnya sudah berdagang atau namanya sudah berubah jadi bisnis,eksport import.
Yang tangguh dan bertahan menghadapi segala tantangan zaman,biasanya mereka para pengusaha yang berasal dari keluarga atau perusahaan yang dibangun dan diwariskan orang tuanya sejak masih kelas terendah,tetapi mereka membangun usaha dab mewariskan fisik usahanya diiringi dengan nilai keberlanjutannya.
Untuk kamu yang baru merintis usaha apapun secara kecil-kecilan,di generasi ke berapapun kamu berada saat ini,bahkan di generasi dagang pertama pun,misalnya orang tua anda PNS,lalu kamu memutuskan untuk jadi pedagang,berarti kamu generasi pertama usaha dagang di keluargamu,pasti rada berat secara mental dagang kurang didapat dari lingkungan keluarga yang hidup dari gajian.
Semangat lah,walau masih kecil apapun usaha kamu,teruslah maju dan pertahankan keberlanjutan usaha itu.
Mungkin saat ini kamu dagang di roda kaki lima,setahun kemudian ngontrak kios,setahun kemudian beli kios,setahun kemudian buka minimarket,supermarket dan seterusnya.
Jaga kepercayaan,tekun terus bergerak,sabar dengan progres usaha,manfaatkan kepercayaan pihak lain dengan benar,jalin hubungan baik dengan semua pihak,jangan pernah kecewakan siapapun walau hanya ke satu orang,dan ikuti kemajuan zaman,adaptasi dengan teknologi dan niatkan dengan baik dan benar.
Walau misalnya usahamu masih kecil,yang penting terus mengalir dan terus bergerak,bisnismu terus hidup,dan bisa berkelanjutan.
Terbaru
Oknum Pedagang yang Tidak Tertib
Ketika sudah berhubungan dengan kepentingan umum maka selain kita berhak untuk hidup sebagai pribadi pun juga harus menghargai hak orang...
Terpopuler
-
Pengemudi sepeda motor atau mobil jika terjadi hujan lebat dengan curah yang tinggi disertai angin,selayaknya kita berhenti atau menepi di t...
-
Ketika curah hujan tinggi maka air bah yang tidak terserap oleh tanah karena terlapis beton maka hukum anomali terjadi,yaitu air mengalir da...
-
Kemajuan teknologi zaman sekarang memudahkan segala urusan termasuk masalah "kemanusiaan",tata kerja,tata kelola pelayanan publik,...
-
Jika tidak bijak berinteraksi dengan orang lain, baik di kehidupan nyata atau di internet bisa berbuah keburukan bahkan ada banyak kasus yan...
-
Arus mudik dari arah Jakarta dan kota-kota besar lainnya menuju kawasan kampung setiap lebaran selalu padat bahkan macet dan ramai. Mudik at...
